Keke dan Puasa

Myra Anastasia

Alhamdulillah beberapa tahun ini Keke mulai bisa puasa penuh. Mungkin bagi beberapa orang, Keke termasuk terlambat karena banyak anak-anak yang sudah mulai berpuasa penuh sejak TK atau sejak mulai masuk SD. Menurut cerita orangtua saya, saya sendiri juga mulai berpuasa penuh saat duduk di bangku TK. Sementara Keke baru mulai berpuasa penuh saat kelas 3 SD.

Ibadah berpuasa ini sudah saya kenalkan kepada anak-anak sejak mereka kecil, tetapi saya tidak ingin memaksa mereka. Pelan-pelan saja sampai mereka mengerti, karena saya tidak ingin kalau sampai mereka menganggap ibadah puasa sebagai sesuatu yang berat. Sering kali saya menghibur diri, mungkin karena Keke juga senang makan, sehari bisa berkali-kali ia minta makan. Saat puasa harus tidak makan selama beberapa jam, tentu cukup berat untuk Keke sehingga membiasakannya memang harus pelan-pelan. Beda dengan saya waktu kecil yang kalau tidak makan malah justru senang, saking susahnya makan. 

Walaupun baru mulai saat kelas 3 SD, Keke dan puasanya ada peningkatan secara bertahap. Saat kelas TK-A, Keke baru mulai puasa dengan tidak membawa bekal makanan ke sekolah, tetapi masih dibekali minuman. Lumayan, dari pukul 7.30 pagi sampai pukul 10 pagi Keke belum mau makan. Untuk Keke yang suka makan, bisa menahan diri tidak makan selama dua jam saja sudah awal yang bagus. Saat TK-B, saya coba sama sekali tidak dibawakan bekal makanan maupun minuman. Jadi selama 2,5 jam Keke tidak makan dan minum. Begitu sampai di rumah, langsung Keke heboh minta makan dan minum.

Saat kelas 1 SDmasih sama seperti waktu di TK-B, saat bulan puasa Keke tidak dibawakan bekal. Tetapi kali itu durasinya lebih panjang, dari pukul 7.30 pagi sampai pukul 11.30 siang. Begitu kelas 2 SD, Keke mulai kami ajak bangun sahur. Awalnya Keke semangat sekali. Makannya juga lahap. Setelah sahur, Keke kembali tidur tetapi begitu bangun tidur, Keke merasa kehausan dan menangis sampai tidak bisa dibujuk. Akhirnya buka puasa pagi-pagi alias sarapan. Jadi sejak saat itu Keke belum diajak sahur lagi tetapi kali ini durasi ‘puasa’nya ditambah sampai pukul 15.00 dan belum bisa lebih lama dari itu.

Saat kelas 3 SD, saya belum berharap banyak Keke bisa puasa penuh. Kemudian Keke diberikan pilihan: mulai ikut bangun makan sahur dan berpuasa sampai pukul 15.00, atau sarapan seperti biasa dan berpuasa sampai waktu maghrib. Keke memilih opsi yang kedua.

Waktu liburan awal Ramadhan, Keke minta izin untuk menginap di rumah kakek-neneknya. Saya bilang ke Keke: kalau mau menginap di rumah Aki dan Nin, harus bisa puasa penuh karena di sana semua yang di rumah berpuasa, kasihan Nin kalau saat berpuasa harus menyiapkan makan untuk Keke. Ternyata Keke menyanggupinya dan alhamdulillah, Keke mampu berpuasa penuh selama di rumah kakek-neneknya.

Karena melihat Keke sudah mampu berpuasa penuh, saya pun coba memintanya untuk puasa penuh juga saat di rumah. Keke kemudian memang menyanggupi, tetapi mungkin kalau sama bundanya suka bermanja-manja sedikit, jadi saat tengah hari suka merengek minta buka puasa. Katanya haus. Bisa dimaklumi sih, apalagi selama bulan puasa yang lalu panasnya cukup terik.

Waktu awal-awal berpuasa penuh, bibir Keke sempet pecah-pecah dan ia terlihat sangat tidak nyaman. Kasihan juga melihatnya. Setelah berbuka, saya oleskan madu ke bibir Keke. Awalnya Keke menolak karena ia tidak suka madu tetapi lama-lama mau, malah madunya juga diminum. Alhamdulillah tidak lama kemudian bibirnya kembali lembut dan sembuh.

Keke sempat kena batuk saat pertengahan puasa. Awalnya Keke tetap memilih untuk berpuasa. Namun saya amati batuknya tidak kunjung sembuh malah makin berat, saya jadi kasihan juga. Jadi saya minta Keke untuk tidak berpuasa dulu agar bisa minum obat dan cukup istirahat karena kalau tidak, Keke maunya main terus tidak istirahat.

Awalnya Keke menangis karena tidak diperbolehkan berpuasa. Kagum juga sebenarnya saya, sekarang malah Keke protes saat dilarang berpuasa. Walaupun semangat puasanya, tetapi Keke terlihat kecapekan karena kurang istirahat terganggu batuk. Setelah diberi obat dan banyak istirahat, batuknya pun cepat hilang. Keke pun senang, bisa ikut berpuasa lagi.

Menjelang lebaran, bibir Keke pecah-pecah lagi dan sempat banyak sariawan. Keke pun jadi agak rewel. Mungkin karena saat itu kami sudah di Bandung, udara sejuknya membuat Keke tidak lagi sering merasa kehausan. Saat waktu berbuka, Keke hanya minum sedikit padahal biasanya banyak minum. Setelah diberi madu dan banyak minum, alhamdulillah Keke kembali sembuh.

Itulah cerita tentang Keke dan proses puasanya. Syukur alhamdulillah, setiap tahun ada kemajuan dari puasanya Keke. Kemajuan sekecil apapun, saya sudah bersyukur apalagi kalau ternyata di luar dugaan akhirnya Keke mampu berpuasa penuh.

(gambar: rahhal – freedigitalphotos.net)

3 Comments

  1. ZataLigouw
    Zata Ligouw June 28, 2014 at 5:09 pm

    Wahhh..Keke hebat sekaliii..,dua jempol deh buat Keke dan mamanya yang sabar :)

    Anak gw yg cewek juga bisa puasa penuh baru tahun lalu, itu pun belum satu bulan penuh. Mudah2an tahun ini bisa lebih baik.., aminnn…

  2. siska.knoch
    Siska Knoch June 30, 2014 at 7:17 am

    Keke pinterrr… salut buat mama myra.
    masukan bagus nih buat ngelatih miguel (4,5yo) buat belajar puasa.
    tfs myra

  3. Myra Anastasia
    myra anastasia June 30, 2014 at 11:42 am

    mb Zata : terima kasih :) iya, gpp. Yang penting ada progress walopun kecil, biasanya orang tua udah seneng, ya :)

    Mb @siska : terima kasih :) Semoga bermanfaat, ya, Mbak :)

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.