Kepergian Ibu Karena Cancer

mishaameera

Menjadi anak yang kedua orangtua-nya meninggal karena penyakit bernama Cancer bukanlah hal yang mudah. Semoga dari berbagi cerita ini, kita sama-sama bisa lebih mawas diri dalam menjaga kesehatan.

Berawal dari tahun 1996, pada saat saya berlebaran di tanah air, saya mendengar diskusi ibu dengan kakak perempuan saya bahwa di payudaranya ada benjolan namun tidak sakit dan kecil saja. Dan ibu menolak untuk diperiksa ke dokter.
Kemudian hal ini tidak pernah dibahas sampai pada akhirnya tahun 1998, pada saat yang sama saya menghabiskan libur kuliah di tanah air, berita mengejutkan itu pun terjadi. Hanya 3 hari sebelum saya kembali ke Malaysia untuk melanjutkan kuliah di semester ke 5, hasil lab yang keluar dari RS menyatakan ibu mempunyai Carcinoma stadium 3c. Hasil diagnose ini benar-benar seperti palu godam yang memukul kepala saya.

Pada malam hari itu juga, saya meminta izin kepada orangtua untuk cuti kuliah selama 1 tahun demi melihat, merawat, dan memberikan semangat kepada ibu untuk survive dan sama-sama melawan sakit itu. Sungguh mengenaskan melihat kondisi ibu yang tadinya sehat tiba-tiba drop sampai tidak bangun dari tempat tidurnya. Dari melihat bisa makan sepiring dengan lauk yang benar, tapi setelah ada sakit ini beliau hanya bisa makan 1 atau 2 sendok dan vomit 1 piring. Beliau kurus dan lemah.
Kemudian kami mulai mencari pengobatan untuk ibu. Awalnya kami ke RS Dharmais dan bertemu dengan salah satu Dokter ahli dalam Cancer. Tapi ibu malah ditawari untuk mencoba kemoterapi baru dari US dan gratis. Tapi kami tolak, karena posisi ibu seperti kelinci percobaan, kemoterapi itu belum ada hasil yang kongkrit. Selain itu, kami juga pernah melihat bagaimana menderitanya pasien yang di kemo, badan lemah, rambut rontok, kuku hitam, Ph darah drop, dan lain-lainnya.

Akhirnya ibu menguatkan diri untuk tidak menempuh jalur medis, melainkan menggunakan pengobatan alternatif. Keputusan itu kami serahkan sepenuhnya ke ibu, karena kami percaya pengobatan yang paling ampuh adalah pengobatan yang didukung mental dan keinginan yang kuat dari dalam. Dan pastinya dukungan dari lingkungan keluarga.

Singkat cerita, setelah pindah sana sini untuk mencari pengobatan yang sesuai dengan keyakinan ibu yang semakin melemah, Alhamdulillah kami menemukan tempat itu dan pengobatan tersebut berlangsung dengan lancar. Tapi sebagaimana yang kita ketahui bersama, pengobatan alternatif itu selalu mempunyai antrean yang sangat panjang, melelahkan ibu kami yang lemah. Sungguh menakjubkan melihat semangat ibu untuk terus melakukan pengobatan itu.

Ada 1 janji antara ayah dan kami. Tidak boleh menangis dan berwajah sedih di depan ibunda kami tercinta. Walaupun beliau tau bagaimana sedihnya kami melihat kondisinya, tapi demi memompa semangat ibu yang berjuang dan lebih merasakan sakit yang sebenarnya, kami harus sanggup untuk tidak bersedih dan nangis.
Setelah berjalan beberapa bulan, tiba waktunya saya untuk meninggalkan ibu yang masih sakit dan melanjutkan janji saya kepada ibu bahwa sekolah saya di Malaysia harus selesai. Pada saat saya meninggalkan beliau, dia masih terbaring lemah. Moment ini tidak akan pernah hilang di ingatan saya, pada saat saya pamit untuk kuliah, kami berdua membisikan janji untuk menyelesaikan masalah kami. Saya selesaikan kuliah, ibu selesaikan sakitnya. Singkat cerita lagi, pada saat saya selesai kuliah di tahun 2000, saya mendapatkan kejutan yang sangaaaat menggembirakan. Ibu berdiri di arrival hall menyambut saya yang telah selesai kuliah, beliau sehat… sudah ada “daging” nya lagi… mukanya cerah… Alhamdulillah wa syukurillah. Itulah surprise terbaik yang pernah saya dapatkan. Kami berdua memenuhi janji kami pada saat berpisah itu.

Setelah berjalan beberapa tahun, beliau sehat wal afiat. Tapi pada saat kami selesai mempersiapkan jualan kue lebaran di bulan puasa tahun 2004. Pada pertengahan bulan December 2004 diawali dari gigitan serangga dibawah ketiak ibu, beliau seperti gatal-gatal seluruh badan dan harus dilarikan ke RS terdekat. Pada saat itu, ketiak beliau bengkak dan ternyata yang tersengat adalah getah beningnya. Semenjak peristiwa itu, kondisi kesehatan menurun terus dan akhirnya dilakukan general check up. Dari hasil diagnose-nya, Ibu terkena cancer yang kedua kalinya. Usaha pun dijalankan lagi, kembali ketempat pengobatan alternatif yang dulu membantu ibu sehat kembali, buah merah yang sedang booming pun dicari dan dibeli, sampai dengan obat tiansi dari Cina. Tapi ternyata Allah Yang Maha Penguasa lebih menyayangi ibu kami. Beliau pulang ke Rahmatullah pada tahun 26 January 2006. Alhamdulillah, pada saat itu semua anak, menantu dan cucu berada di sekitar sebelum beliau menghembuskan nafas terakhir di dunia ini.

Cerita ini sangat singkat karena tidak bisa menceritakan dengan sangat detail, mungkin akan jadi 1 koran menceritakan semuanya. Tapi dengan tidak mengurangi maksud dan tujuan kenapa sharing cerita pengalaman saya dan kakak ini adalah untuk para pembaca, terutama wanita, untuk lebih aware dengan tumor, growth, cancer atau apapun namanya. Terlebih lagi apabila benjolan tersebut tidak sakit, jangan dianggap remeh, jangan kita jadi alfa dengan tidak adanya rasa sakit. Mencegah jauh lebih baik dari mengobati.

Semoga berkenan dengan cerita ini dan berguna bagi semua. Semoga kita semua diberikan sehat mentally and physically… aamiin, aamiin, aamiin Ya Robbal ‘alamin.

I love you Mama… we love you very much… semoga Allah SWT memberikan tempat yang terbaik di sisi Nya… Aamiin.

25 Comments

  1. tisyonk
    tisa 'tisyonk' October 10, 2011 at 12:10 am

    Duh..jd mengingatkan kl d keluarga besar ibu saya & nenek saya jugar terkena kanker.
    TFS. Jd pengen general check up rutin euy..

  2. ibu_kei
    erma anindyari October 10, 2011 at 1:26 am

    TFS Donny.

    Cuma mau share juga, Ibu saya juga meninggal karena Ca waktu saya SMP, pakde saya, tante saya, kakak sepupu saya meninggal juga karena penyakit itu. Kebayang kan gimana saya “benci” bgt sama Ca. Beberapa kali melihat org2 terdekat yg awalnya sehat segar bugar tapi seketika DROP begitu di vonis Ca.

    Pengobatan secara medik dr yg mengeluarkan biaya banyak sampai yg sedikit, pengobatan alternatif, dll kadang tidak bisa dipastikan akan menyembuhkan penyakit tsb. 99 % kesembuhan ada di dlm semangat para penderita Ca + kehendak YME selebihnya 1% adalah usaha kita pada proses penyembuhan. Bagi yg mempunyai genetik Ca, disarankan utk melakukan cek kesehatan rutin (utk wanita pap smear, vaksin serviks), mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang, tidak stress/depresi yg berkepanjangan (ternyata kadang faktor inilah pemicu terbesar Ca), dan hidup sehat (tdk merokok, minum minuman beralkohol, mengkonsumsi obat2 an scr berlebihan).

    Sekarang ini saya juga semakin sadar akan betapa pentingnya kesehatan, mulai rajin cek kesehatan, vaksin, food combining, dan berusaha tidak stressss ( yg ini plg susah ternyata hehee..)

    Once again, thanks for the nice article Donny.

  3. siska.knoch
    Siska Knoch October 10, 2011 at 6:26 am

    Air mata ikut keluar waktu ngebacanya *ambiltissue* Baca artikel ini jadi reminder juga supaya kita para perempuan rutin check PD sendiri untuk ngerasain ada benjolan apa ngga.tfs Donny, Semoga Ibunda Donny diberikan tempat terbaik disisiNya Aminn.

  4. mommymimi
    desmiritha avicenna October 10, 2011 at 7:34 am

    jadi teringat, ibundaku baru berpulang 2 bulan yang lalu karena kanker ovarium setelah kurleb 8 tahun berjuang…Memang banyak banget penyakit yang mengintai kaum hawa, yuk kita rajin check up, pap smear dan vaksin. Umur memang di tangan Allah tapi usaha di tangan kita :p

  5. morningtea
    morningtea October 10, 2011 at 9:49 am

    Saya inget ketika 2 orang teman terdekat saya harus hidup berdampingan dengan tantenya yang menderita kanker. Saat itu kesimpulan saya adalah, kanker tidak hanya menyiksa penderita tetapi juga keluarga disekitarnya. Kadang melihat orang yang kita sayangi digerogoti sedikit demi sedikit terasa lebih sakit drpd merasakannya sendiri. Saya salut untuk orang2 yg bisa kuat dan memotivasi pasien kanker untuk sembuh.

  6. dinda permata
    dinda permata sumantri October 10, 2011 at 9:56 am

    Makasih untuk sharingnya..

    Saat ini ayah saya juga berjuang melawan Cancer stadium lanjut. Mohon doanya agar segera mendapat kesembuhan, terus terang tidak mudah menjalani ini semua. Tapi kami yakin, Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk umatNya.

    My Dad is suspect cancer, but he is a survivor!!

  7. bengkelkue
    bengkelkue October 10, 2011 at 10:38 am

    Makasih untuk sharingnya…

    Semoga bisa membantu mengingatkan pada semua, untuk lebih waspada dan lebih peduli dengan kesehatan pribadi.

    Sekedar sharing juga, hampir 6 tahun yang lalu, saya juga mengalaminya. Kanker Ovarium. Alhamdulillah hanya stadium rendah. Dengan dukungan keluarga dan sahabat, saya menjalani kemoterapi. Subhanallah, atas kebesaranNya, saya dikaruniai kesehatan sampai saat ini. Semoga umur yang IA anugerahkan ini, dapat saya emban dengan baik, AMIN.

    Teman semua, Kanker tidak selalu dimulai dengan gejala sakit. Ia bisa muncul kapan saja. Tetap waspada. jaga kesehatan, pola hidup, dan jangan lupa check up rutin yaaa….

    Buat yang lagi dikaruniai Kanker, beserta keluarga dan segenap sahabat, masih tetap semangat kaaaan? Ga ada pengobatan yang enak, tapi demi bisa bersama orang-orang tersayang dan membaktikan hidup pada sesama, apa sih yang tidak bisa dilalui??? Manusia gitu loh, terlahir jadi pejuang sejak masih dalam bentuk sperma ayah,hehehe…. Menang kalah, itu urusan Allah.
    AYO BERJUANG !!!

    Teriring doa, semoga Allah SWT memberikan yang terbaik bagi tiap hambaNya, amin….

  8. sLesTa
    shinta lestari October 10, 2011 at 10:59 am

    thanks for the artikel, don! mudah2an bisa kasih awareness kepada para mama semua ttg bahayanya breast cancer dan what it entails.

    i was honored to know your mom, don .. and was given the opportunity to say goodbye to her, the day Allah took her. gue bener2 grateful waktu itu gue beneran dateng ke rumah elo, soalnya gara2 macet sempet mikir, minggu depan aja lah dateng-nya, tapi gue tetep paksain dateng. ternyata gue masih dikasih kesempatan ngeliat nyokap lo yaa.. kalo gak kan, gak sempet ketemu huhuhuu..

    semoga nyokap (dan bokap) diberikan tempat yang terbaik disisi Allah SWT yah don.. amin ya rabbal alamiinn..

  9. Sidta
    Dian Arsita Kurniawati October 10, 2011 at 11:55 am

    Wanita yang cantik dan tegar ya :)

    TFS udah ngingetin untuk aware dengan badan sendiri ..

  10. Honey Josep
    Honey Josep October 10, 2011 at 12:06 pm

    bingung mau ngomong apaa…

    sedih iya, tfs ya Donny…

    Kanker ga melihat wanita atau pria. Terutama untuk para mama, kita SADARI yuk.. Pemeriksaan Payudara Sendiri, kalau ada benjolan langsung konsul dokter.

    Saya juga terakhir USG Mammae Maret 2011, karena curiga ada benjolan. Ternyata dilihat hasil USG Mammae, benjolan itu lemak, mudah- mudahan gak membesar :)

    1. tatabayu
      Pritta Edison October 12, 2011 at 2:51 pm

      @ Donny, TFS ya… sangat bermanfaat utk kita semua..
      @HoneyJosep… mamahku jg sama ky kamu, sekitar awal th n 2000 ada benjolan di payudaranya, udh diUSG mamae katanya ada yg lemak, tp beliau tetep rajin konsul ke dokter utk periksa ttg benjolannya itu.. sekitar 5thn yang lalu ada temen ngajinya ngasih tau untuk minum air rebusan sarang semut (kebetulan temennya itu suaminya dinas di papua, jadi sering nitip ke dia), mamahku sempet stop minum obat yg dikasih dokter pas minum sarang semut itu, dan alhamdulillah skrg benjolannya udh ga ada, sampe dokternya bilang “wah bagus nih, ga usah minum obat lg ya..” padahal mamahku emang udh stop minum obatnya..
      aku jg ada benjolan di selangkangan, sekitar 2thn yg lalu diangkat, dan udh di PA alhamdulillah katanya itu lemak jg.. tp aku tetep rajin periksain ke dokter, berhubung kakekku meninggal karena kanker kelenjar..

  11. Bety Kurnia
    Bety October 10, 2011 at 12:24 pm

    terima kasih sharenya akan bahaya kanker…menahan untuk tidak menitikkan air mata baca story ini karena bacanya dikantor..

  12. mishaameera
    Donny Helmi Ali October 10, 2011 at 2:45 pm

    To all :
    Speachless mau komen apa. . .pertama2, many thanks fr shinta yg minta saya nulis (walopun bahasanya agak ngaco, lah nulisnya aja sambil panas dingin sendiri). Cerita ini bener2 gak full, gimana ibu suffer dgn gagalnya perobatan tradisonal, gimana almarhum ayah yg menjadi manusia super sabar, gimana sedihnya saya krn Millie menjadi satu2nya cucu yg blm sempat main dengan atok (kakek-nenek) nya. . Dan lain2. .
    Menulis artikel ini jg spt muterin film dr 1996, re-call semua kejadian dan mempersingkat ceritanya spy ringan dibaca dan sampai mksd dan tujuannya. . .Alhamdulillah dr komen yg ada sptnya mksdnya artikel ini lumayan tercapai ya. .
    Terima kasih yg sudah komen dan memberikan doa buat orangtua km tercinta. . Semoga doa kita semua di ijabah Allah SWT, semoga kita semua dilimpahkan taufiq dan hidayah Nya, diberikan kesehatan dan kekuatan menjaganya. . Untuk pribadi dan keluarga, suami/istri dan anak.

    Yuk mari semangat semuanya menjaga kesehatan. . . *NYENTIL DIRI SENDIRI. .

  13. Dian Sigit
    Dian Sigit October 10, 2011 at 3:09 pm

    TFS donnie udah share perjuangan ibunya melawan ca, ceritanya sama dg ibu mertua sy yg meninggal krn tumor kandungan.

    Pengobatanya juga mll tradisional, awalnya sempet medis (operasi) tp selanjutnya lbh memilih herbal. mulei sakit th 2006 meninggalnya 2008 :( cepet bgt

    Skr suami jd parno, suka wanti2 klo ada apa2 cepet diperiksain, hbs lairan anak ke-2 udah ngingetin buat imunisasi kanker serviks cuma belom sempet.

  14. Mia Septiana
    Mia Miranti October 10, 2011 at 4:44 pm

    ga sadar netesin air mata baca ini..tfs ya :)semoga almh ibunda diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT ya

    sebenernya ini salah satu yang paling gw takutin, krn taun 2008 gw pernah ada benjolan di PD dan di operasi. sampe skrg pun gw suka parno takut ada lagi, karena dulu pun sebenernya gw udah ngerasa dari taun 2003 tp hasil beberapa kali mammo dan usg nihil. tapi karena gw keukeuh bin yakin ada sesuatu yang beda, gw dateng ke dokter spes onkologi yang langsung bilang memang ada benjolan dan harus diangkat. intinya, harus dari kita nya sendiri yang aware ya..

  15. ninit
    ninit yunita October 10, 2011 at 5:02 pm

    donny,
    tks for sharing the story ya :’)
    sedih deh pas baca…
    ngingetin gw juga buat jaga kesehatan.

    ps, ibu cantik banget ya, pas muda-nya keliatan banget cantik :)

  16. ummu zahran
    ummu zahran October 10, 2011 at 5:45 pm

    Ini juga menimpa kakak iparku yg meninggal pas hari ke-2 di bulan Ramadhan kemarin…memang melawan penyakit ini diperlukan ekstra sabar, ekstra ikhtiar, karena memakan biaya yg ga sedikit. almarhumah kakakku juga menempuh pengobatan alternatif hampir satu tahun. Tapi memang penyakit kanker PD nya sudah berada pada stadium akhir da sulit untuk disembuhkan. ketika meninggal suaminya (kakak kandung saya) tidak berada di sampingnya,karena selama pengobatan tinggal terpisah. hanya terapisnya saja yg menemaninya untuk dibawa ke RS, ternyata selama di perjalanan nyawanya sudah diambil oleh Yang MahaKuasa..,
    Alamarhumah meninggalkan dua orang anak laki-laki yang masih remaja, hingga sekarang mereka masih sering menangis jika ingat ibu mereka. Saya pun ikut bersedih dan ingin memeluk mereka. Sungguh, kanker, apa bun bentuknya harus cepat ditangani dan diwaspadai.
    Menurut keterangan suami saya (yg sedang belajar)kanker lebih mudahdiobati jika masih dalam stadium awal..
    Dan yg paling utama memang mengubah gaya hidup kita dengan mengkonsumsi makanan sehat alami dan menghindari lingkungan yg berpolusi.

  17. eka
    Eka Wulandari Gobel October 10, 2011 at 6:04 pm

    sedih bacanya :’(
    Jadi inget alm. Ibu yg meninggal 2thn lalu krn thyroid cancer stadium akhir :’(
    Awalnya hanya benjolan biasa di leher, yg umum muncul pada sebagian besar wanita usia lanjut.
    Waktu diperiksa juga hanya gumpalan lemak ‘biasa’, yg lazim disebut tumor jinak. Krn merasa ada yg salah, ibu terus periksa.
    3bln kemudian, benjolan semakin besar dan terasa sakit, begitu diperiksa ternyata harus segera diangkat.
    belum kering luka operasi, kanker ganas pada kelenjar tiroid ibu sudah membangun kerajaan baru yg lebih besar di lehernya :(
    Berat badan ibu semakin menurun, dan hanya kuat menjalani beberapa kali penyinaran.
    2 bulan setelah operasi pengangkatan, ibu dipanggil Allah SWT. Perjuangannya berat sekali.

    Jadi mengingatkan kita kalo istirahat itu penting, sama sekali penting. makanan sehat & aktifitas ttp harus diimbangi dengan istirahat yg cukup, agar kelenjar2 tubuh dapat beristirahat juga & gak nimbulin penyumbatan.

    Tfs ya don, udah ngingetin. Semoga mama & papa senang & tenang di sisi-Nya. Amin.

  18. rif gail
    rif gail October 10, 2011 at 6:27 pm

    Terharu bgt bacanya, hampir sama persis sama aku. Ibuku kena cancer mulai aku masih kelas 5 SD, dan aku tau persis bagaimana perjuangan ibu saat melawan penyakit itu, sampai kata dokter yg merawat ibu bilang itu mukjizat, ibuku bertahan sampai aku lulus kuliah dan bekerja sampai 2 thn ibu kemudian meninggalkan kami sekeluarga. Menghadapi cobaan ini memang sangat berat, saya berusaha memperlakukan ibu seperti orang sehat pd umunya spy ibu tdk terlalu kepikiran penyakitnya, krn ibu emosinya naik turun nglawan cancer, dr berisi sampai akhir hayatnya ibu kurus kering dan lumpuh masih berusaha melawan, tp apa daya jalan yang terbaik untuk menghilangkan penderitaan ibu adalah kembali ke sisi Nya,,

  19. diancassadidunk
    Dian Kartikasari October 10, 2011 at 10:13 pm

    Saya pernah setahun menjadi relawan di bangsal anak rumah sakit kanker Dharmais. Sambil mengerjakan skripsi saya yang kebetulan juga topiknya tentang kanker pada anak. Selama setahun itu saya menegnal dan menyelami kehidupan mereka para penderita kanker. Banyak hal yang mengejutkan dan sangat menyentuh hati saya, sehingga membuat saya ingin melakukan banyak hal untuk membantu mereka secara psikologis. At least dengan membahagiakan mereka, karena saya bukan dokter, saya hanya seorang sarjana psikologi. Selama setahun berinteraksi dengan mereka, saya menyadari bahwa dukungan sosial terutama dukungan orang terdekat sangat berpengaruh besar bagi proses pengobatan ataupun kesembuhan penderita kanker. Walaupun sebagian besar akhirnya harus dipanggil Tuhan YME, tapi setidaknya mereka dapat pergi dengan senyum, di tengah rasa sakit yang melanda tubuh mereka.

    Ibunda Donny sangat beruntung memiliki keluarga yang mendukungnya selama hidup, memberikan kebebasan untuk memilih proses pengobatan, dan berusaha untuk terlihat tegar di depannya. Terima kasih untuk sharingnya ya. Semoga ibu (dan bapak) diberikan tempat yang layak di sisi-Nya. Dan semoga berbagai kejadian yang pernah dialami keluarga Donny dapat menjadikan kalian manusia yang lebih tegar serta lebih baik dalam menjalani dan mensyukuri makna hidup :)

  20. putrimeryf
    Putri Meryfiani October 11, 2011 at 9:46 am

    hiks…jadi pengen nangis :((
    intinya ga boleh sepelekan kesehatan ya. thanks udah ngingetin

  21. keevie
    keevie October 11, 2011 at 11:49 pm

    TFS yah! Mdh2an dengan membaca ini kita jd aware akan kesehatan. Duh hrs terus mengingatkan diri niy utk rajin olahraga & makan makanan sehat. Thanks or the reminder!

  22. mamashofi
    mamashofi October 12, 2011 at 1:43 pm

    Terima kasih sharingnya, bisa ikut merasakan sedihnya bila orang tercinta menderita penyakit ini…dan harus mulai dengan keras mengingatkan diri untuk menjalani pola hidup sehat.
    ikutan sharing..dulu ibu mertua juga menderita kanker PD dan terus berjuang selama hampir 4 tahun, namun akhirnya Alloh SWT memanggil beliau. Sedih rasanya…
    Sekarang bapakku (sehabis lebaran kemarin) juga divonis kanker pankreas yang terbilang jarang banget. Awalnya bahkan kita tidak berani memberitahukan sakit sebenarnya, takut Pa’e akan down dan benar Beliau merasa putus asa dan hanya terbaring lemah dan sering melamun dan Ibu yang berusaha mengajak berbicara sering ditolak.
    Kita berusaha cara medis namun Dokter tidak berani untuk operasi kankernya…dan kita menjalani pengobatan alternatif dengan herbal.
    Sediiihh rasanya melihat bagaimana Pa’e merasakan sakit dan hanya terbaring di tempat tidur, namun yang lebih menyedihkan karena Pa’e berkurang semangat juangnya.
    Saluut kepada Ibunda Donny yang berjuang hingga akhir hayatnya. Saluut juga untuk Ayah dan keluarga Donny yang bisa mendampingi Ibu dengan super sabar dan penuh cinta.
    To Donny and all Moms…plis Sharing-nya gimana mendampingi keluarga yang menderita kanker.
    Tengkyu

  23. mimut
    mimut October 29, 2011 at 3:10 am

    Thanks for sharing,,

    Menjaga kesehatan itu penting. Rutin cek kesehatan juga penting ya…

  24. Ummu Alfathoni
    Ummu Alfathoni January 15, 2015 at 5:12 pm

    Hai Bapak Donny, terimakasih untuk sharingnya.. Saya juga mempunyai pengalaman dengan ca,dimana mama saya menderita kanker paru paru, karena memang mama saya adalah seorang perokok aktif, tetapi alhamdulillah karena mama langsung ke pengobatan alternatif yang di rekomendasikan oleh om saya yang juga terkena kanker getah bening (alhamdulillah sudah sehat kembali).
    Memang benar, pengobatan alternatif melelahkan karena antrian yang panjang. Mama saya sempat menetap di daerah tersebut untuk waktu beberapa bulan, sampai akhirnya di nyatakan sembuh. Sampai saat ini mama saya dan om saya (adik bungsu) mama rutin kontrol ke pengobatan alternatif tersebut.

    Alhamdulillah sekarang mama tinggal bersama saya, jadi Saya bisa mengontrol makanan mama.

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.