Keputusan Menjadi Orangtua

dessey

Saya sering terganggu dengan kebiasaan basa-basi kebanyakan orang Indonesia yang selalu bertanya, “Kapan?”

Waktu masih single, pertanyaannya, “Kapan menikah?”
Setelah menikah, pertanyaannya berganti, “Kapan punya anak?”
Setelah punya anak pertama, rangkaian pertanyaan masih berlanjut, “Kapan anak kedua?”
Anak sudah besar, masih ada pertanyaan, “Kapan mantu?”
Dan seterusnya dan seterusnya.

Sejak menikah hampir tiga tahun yang lalu, pertanyaan yang selalu saya dengar adalah “Kapan punya anak?” Kebetulan memang awal-awal saya dan suami memutuskan untuk menunda dulu karena masa pacaran yang cukup singkat (hanya 1 tahun lho dari kenal sampai menikah!). Jadi kami berpikir untuk menghabiskan cukup waktu berdua dulu sebelum menambah anggota keluarga baru.

Semua pertanyaan tentang kapan punya anak pun saya jawab dengan senyum saja, daripada menambah perdebatan yang tidak perlu. Tidak ada beban karena memang kami belum berencana.

Kemudian setelah anniversary pernikahan kami yang kedua, mulailah kami berpikir untuk serius program punya anak. Mulailah kunjungan ke ob/gyn, menjalani serangkaian tes untuk memastikan semua baik-baik saja dan dokter pun mulai menerapkan programnya. Sengaja memang rencana program ini kami simpan sendiri, tidak memberitahu orang-orang karena tidak ingin merasa terbebani dengan harapan mereka.

Saat-saat kami sedang berusaha inilah dimana pertanyaan dan komentar orang-orang mulai membuat gerah dan terasa tidak pada tempatnya. Karena entah kenapa, sepertinya mereka merasa saya memang sengaja tidak ingin punya anak dan selalu mengeluarkan komentar yang bersifat menghakimi.

“Jangan kerja terus makanya, kapan mau punya anak?”
“Kenapa sih ditunda-tunda terus punya anaknya? Awas lho kalau nunda-nunda ntar malah nda punya-punya.”
“Udah berapa sekarang anaknya? Gue dong udah dua!”

Itu adalah beberapa dari sekian banyak pertanyaan/komentar yang sering membuat saya geram karena dilontarkan oleh orang-orang yang jarang bertemu saya. Tau apa ya mereka tentang apa yang sedang saya jalani? Apa yang sedang saya usahakan? Kenapa langsung berasumsi kalau saya tidak mau punya anak dan jadi malah seperti mendoakan saya lama punya anak? Dan sejak kapan anak jadi seperti piala, jumlahnya dipamer-pamerkan? Padahal itu saja saya baru yang usaha beberapa bulan dengan upaya yang mungkin minimal dibandingkan dengan apa yang dilalui orang lain. Kebayang ngga sih, kalau komentar itu dikeluarkan ke pasangan yang sudah lama berusaha dengan segala daya dan upaya, apa ngga sedih mendengarnya?

Lagipula, kenapa memangnya kalau pasangan yang sudah menikah tidak/belum mau punya anak? Apakah salah? Apakah berarti semua yang punya anak lebih baik? Semakin banyak jumlah anak menandakan pencapaian di dunia? Sepertinya kok picik sekali ya?

Menurut saya, memutuskan menjadi orang tua adalah pilihan. Bertanggung jawab atas hidup manusia lain bukanlah hal yang mudah dan itu harus dilakukan dengan sepenuh hati karena kita sendiri yang menginginkannya bukan karena tekanan dari orang lain.

Sekarang saya dan suami sedang menantikan anak pertama kami, alhamdulillah kehamilan saya sejauh ini cukup lancar, tidak ada morning sickness dan masih bisa beraktivitas normal. Hanya saja selama 3 bulan pertama saya tersiksa karena pilek-batuk yang tidak kunjung reda yang ternyata karena hormon yang berubah. Tidak bisa minum obat, pusing tak tertahankan, dan sebagainya. Riwayat sakit punggung yang pernah ada pun muncul kembali, dan karena belum boleh pijat, jadi ya saya hanya maksimal bisa mengusap-usap dengan minyak angin. Tapi semua saya jalani dengan ikhlas dan senang, karena ini memang sesuatu yang saya inginkan untuk diri saya sendiri. Kalau saya melakukan ini hanya karena desakan orang lain, sepertinya bisa marah deh mengalami segala “penderitaan” yang terjadi. :)

Maka setiap ada yang bertanya mengenai program kehamilan saya, bagaimana bisa berhasil, dan sebagainya – dan kemudian menyebutkan alasannya, “Iya nih, gue udah ngga tahan ditanya-tanyain terus kapan punya anak sama orang tua/mertua/saudara/dsb”, saya selalu bilang, “Hamil itu nda selalu all that glorious lho, make sure emang loe yang pengen, bukan karena tekanan orang lain – jadi semua konsekuensinya juga dijalani dengan senang.”

Itu baru hamilnya, belum nanti pada saat anaknya sudah lahir. Sudah pasti hidup orangtuanya berubah total. Banyak yang harus dipikirkan kalau sudah bertanggung jawab terhadap hidup orang lain. Yang menjalani dan bertanggung jawab terhadap sang anak kan kita, bukan orang tua/mertua/saudara yang ribut mencereweti kita kalau belum punya anak tadi kan?

Memutuskan menjadi orang tua adalah pilihan, bukan kewajiban. Dan buat saya sekarang, menjalani pilihan ini terasa sangat menyenangkan. Mendengar detak jantungnya pada saat USG, melihat gerak-geriknya di monitor, mengetahui pertambahan berat badan/panjangnya, dan yang terakhir ini, merasakan pergerakannya di rahim saya, semua terasa begitu menakjubkan, dan membuat semua pilek/batuk/pusing/sakit punggung jadi tidak terasa lagi.

Tapi lagi-lagi, ini adalah pilihan saya. Tidak semua orang memilih demikian. Jadi, buat yang pertanyaan basa-basinya adalah soal anak, atau yang hobinya “menghakimi” pasangan yang belum memiliki anak, tolonglah, cari pertanyaan lain untuk basa basi. Ini pilihan, bukan kewajiban.

40 Comments

  1. Medy
    medy March 16, 2011 at 12:33 am

    Hmm,I got your point sih..tapi IMO tiap org beda ya..Kalo aku menjadi org tua adalah blessing krn kalo itu pilihan,udh pengen dari awal married tp disuruh nunggu 5th dulu ;)
    Anyway..semoga sehat dan lancar kehamilannya ya..

    Thanks for sharing…

  2. donnalya
    Donna Dwinita Adelia March 16, 2011 at 6:43 am

    yup! *manggut2 mlulu dr awal bc sampai akhir* itulah knp aku sll berusaha nggak tny ttg “pertanyaan basi” itu ke newlyweds.. coz I know it’s painful :) aku cm “telat” 8bln stlh married baru hamil aja udah kesiksa sm prtanyaan basi itu. . gmn medy yg 5 thn?! weuu..nggak kbyg deh! salut! tfs y dessey…

  3. IntanDian
    Dian Sarwono March 16, 2011 at 7:31 am

    Dessey,
    I feel you. Sama kaya Medy, gw juga harus nunggu hampir 6 tahun sampai akhirnya punya Kai (kenyang banget sama pertanyaan2 kaya gitu ya Med haha).

    Memang nyebelin sih, gw nanggepinnya yang awalnya sebel,sinis sampe udah bisa cuek dan gw bikin becandaan.
    Cara terakhir sih paling manjur yaaa.. buat gw juga buat orang yang nanya.
    Soalnya sampai kapanpun, kita tetap akan menghadapi itu, it’s our society. Jadi selama kita tinggal di Indonesia ya.. akan begitu… Waktu Kai baru sebulan aja, gw udah ditanya, kapan anak kedua? Haha..

    Tapi selamat ya Dessey, semoga lancar dan sehat sampai melahirkan nanti..

  4. mommyaira
    jarvi kurnia lestari March 16, 2011 at 8:07 am

    Hwuiiiii, congrats for your pregnancy!!! Sehat-sehat ya sist…biar lancar semuanyaa! I’m with you Dessey…dulu pernah malah ada yg bilang, “yang ini udah punya anak (nunjuk ke temenku) yang ini kapaaann??? (sambil nujuk perutku)”…well, kok kayanya tetep berasa agak gak sopan ya??? Gak semua orang kan diberi rezeki sebulan nikah langsung hamil?? Semua pasangan berhak kan punya rencana??? Sekarang Aira udah 1,5 tahun lebih…mulai deh muncul pertanyaan, “Kapan Aira punya adik??? Kasian lho dia sendirian, nanti jadi egois.” Menurutku egois ato gak itu ya tergantung didikan ortunya, bukan dia punya adik ato gak…dan karena belum berencana nambah anak lagi, jadi dijawab pake senyum paling manis sedunia aja hehehe….

  5. ninit
    ninit yunita March 16, 2011 at 8:22 am

    pertanyaan seperti ini pasti selalu ada deh ya… huhu. kalo yg nanyanya santai sih ga apa2 tapi kalo udah nanya dengan nada yg ga enak, itu yang bikin ga nyaman.

    selamat yaaa dessey atas kehamilannya :) semoga lancar selamat sampai melahirkan nanti. amin.

  6. BunDit
    BunDit March 16, 2011 at 8:30 am

    Menjadi orangtua itu sebuah pilihan yang mendapat approved dari Yang DiAtas. Saya juga mengalaminya. Krn adik dan kakak ipar saya habis menikah, sebulan sudah hamil. Saya yang “cuma” menunggu 5 bulan lebih lama aja, hedeww…ditanyaaaa mulu, selain dari temen juga dr ortu. Kalau ortu masih ok lah, tp tetep aja kalau ada telpon dari ibu sudah siap2 mental ditanya itu lagi, itu lagi hehe.

    Tapi ya itulah hidup bermasyarakat disini, pertanyaan2 akan terus menguntit hidup kita sampai kita gak bisa lagi mendengar dan menjawab pertanyaan itu! :D. Ya anggap aja itu sebagai bentuk perhatian, biar gak stress. Walau perhatiannya kadang2 terdengar “kejam” juga sih hehe.

    Anyway, selamat ya mam Dessey atas kehamilan anak pertamanya. Semoga sampai melahirkan lancar, mam dan calon bayi sehat serta sempurna. Amin :-)

  7. Sidta
    Dian Arsita Kurniawati March 16, 2011 at 8:36 am

    kalo temen-temen disini jawaban pertanyaan basi itu, “Nyicil nih, bikin hidungnya dulu … abis itu bikin tangan. gak seru dong klo sekali jadi ..” :D
    selamat atas kehamilannya ya mbak …

  8. iis sugiyarti
    iis sugiyarti March 16, 2011 at 9:37 am

    Wah kayaknya semua orang yg sdh nikah mengalami deh, dulu aq juga, tp hal itu membuat aq jd semangat pingin merasakan cepet punya momongan,padahal planingnya lulus kuliah baru mo hamil,karena sdah g sabar mulailah memprogram, sempet panik karena ternyata tdk semudah yg dibayangin, akhirnya sibuk ke dokter, alternatif sampai akhirnya pasrah yg penting qt sdah ihtiar, ku serahkan semuanya pada Allah SWT,Alhamdulillah setelah semua pengobatan tak hentikan malah hadir janin dirahimku :D, jadi apapun yg dikatakan orang, qt sikapin dng positif aja bun

  9. Dian Sigit
    Dian Sigit March 16, 2011 at 9:57 am

    Dulu sih klo ditanya org aku cuman jwb “Doain yaa..” :)

    selamat atas kehamilanya yaa mba, menikmati hari2 indah b2 dalam 1 tubuh, ritme jantung yg sama. Saat2 encok pegel linu, kontraksi mules yg cuma bs dirasakan oleh seorang wanita ..mom wanna-be.

  10. nanad
    swastikha nadia March 16, 2011 at 10:01 am

    yup…samaan nih ma aku.aku juga programin abis nikah gak lgsg punya anak dulu..selain waktu itu ada kontrak kerja juga krn kita pengen nikmatin masa2 awal nikah yg bawaannya berdua mulu.. *ceileee…
    Cmn bedanya aku sama suamiku pacarannya udh lama 4,5th n kita nundanya cm sktr 7bulan aja,habis itu udh kepengen ada anak..alhamdulillah langsung berhasil di bulan pertama ‘percobaan’ *apa sihh..*
    btw,mo sharing aja sih mungkin cepetnya kita dapet juga ada pengaruhnya krn selama nunda aku gak pake KB apapun,cm diatur alami aja bareng suami…diluar faktor ‘rezeki’ dr yang di Atas ya..
    Eniwey,selamat ya dessey bwt kehamilannya…ayo kita persiapan tutup telinga lagi bwt pertanyaan ‘kapan mo dikasih adik?’ eerrrghhh… :)

  11. otty
    Pangastuti Sri Handayani March 16, 2011 at 10:06 am

    Hehe itu emang pertanyaan standar ya… Gue awalnya bete, lama2 ya dicuekin aja ato malah gue tanya balik “ibu nyuruh2 saya punya anak lagi apa ibu mau bayarin sekolahnya?”. Oya, ibu di sini bukan ibu kandung tapi tetangga-yang-kenal-selewatan-cuma-karena-dia-jualan-ikan-dan-gue-kadang-beli :)

  12. ernanrea
    ernanrea March 16, 2011 at 10:07 am

    hmmm… ngalamin bgt dengan risihnya pertanyaan ‘kapan’….
    saya yang 10 bulan setelah menikah baru diberikan kesempatan mengandung saja sudah begah rasanya mendengar itu, apalagi yang sampai bertahun tahun ya… selamat untuk sabarnya deh ^^

    but somehow you just have to deal with our society and prepare for appropriate polite behavior answering those question, specially from our elderly…

    dan sekarang, setelah 2 anak kemudian saya mulai terganggu dengan ‘godaan’ mertua yg kerap bertanya untuk yang ke – 3
    O M G !!!!!

  13. mamiela
    mamiela March 16, 2011 at 10:21 am

    ya begitulah kultur masyarakat di Indonesia. Selalu ada rasa ingin tahu terhadap kehidupan orang lain tanpa memperdulikan perasaan orang tersebut.

    Saya juga sempat ngalamin saat belum juga diberikan momongan setelah menikah hampir setahun. yang paling sakit hati kalau saya jawab “doain saja”, trus dijawab lagi “udah didoain terus tapi kok ga hamil juga?”..

    Sekarang sedang hamil anak pertama, sudah bolak-balik ditanya “mau punya adik berapa?”. wehh..bayi yg ini aja masih di perut. ealah, mending senyum manis sajah ya mamas.. ;)

  14. March 16, 2011 at 10:29 am

    dessey, ijin copas tulisanmu yang bagian “Menurut saya, memutuskan menjadi orang tua adalah pilihan. Bertanggung jawab atas hidup manusia lain bukanlah hal yang mudah dan itu harus dilakukan dengan sepenuh hati karena kita sendiri yang menginginkannya bukan karena tekanan dari orang lain.”

    Gw pas baca langsung berasa nyessss…dalem bo! Iyah yah kita bertanggung jawab atas hidup manusia kecil itu ya dan beneran deh ga mudah.
    Btw selamat atas kehamilannya yah. Mudah2an lancar2 aja

  15. crey
    Chrisye Wenas March 16, 2011 at 11:01 am

    dessey, congrats on your pregnancy :))
    semoga lancar yaaa….
    btw, hihihi itu kali ya org Indo selalu penuh dengan basa basi jadi yaa pertanyaan kapan itu buat mancing obrolan sih kalo menurut gw…
    makanya seneng bgt pas ada iklan soal kapan kawin itu dan jawabannya “may”, “maybe yes” dan “maybe no” hihihi selalu jadi andelan gw juga buat jawab selain senyum dan diem :D

  16. mamanya orion
    Fajar Indah Permatasari Tanip March 16, 2011 at 11:11 am

    first of all : congratz for your pregnancy..yeay…
    emang orang indonesia mah gitu..kalo gue dulu suka pura2 gila kalo ditanya ma nyokap…
    gw bilang ma nyokap sekarang lagi kuliah ditanyain kapan lulus, kalo udah lulus ditanya kapan kawin, kalo udah kawin ditanya kapan punya anak, kalo udah punya anak ditanya kapan punya mantu, kalo udah punya mantu ditanya kapan punya cucu

    cuman anehnya kok gak ada yang nanya “kapan mati ya”
    gue ngomong gitu sambil ngeloyor aja pergi
    lagian susah enak kan gue yang ngerasain ngapain sey pake ditanya2in segala..

    so indonesian people…*mengibaskan poni

  17. sisi_sehat
    sisi_sehat March 16, 2011 at 11:40 am

    i cannot agree more :)

  18. Indah Prabandono
    Indah Prabandono March 16, 2011 at 12:09 pm

    wah selamet ya mom dessey atas kehamilannya :)

    ya, emang harus kita akui tinggal dalam suatu society membuat kita harus juga berhadapan dengan segala culture dalam society tsb, like it/not. dan ntah mengapa judging itu sangat terasa begitu saya menjadi istri/ibu (waktu masih single mukaku ketebelan bedak kali ya jadi orang mo bilang apa cueeeekkk :p). kalo aku sama tuwh andelan jawabin pertanyaan orang biasanya “doain ajah” ato kalo gag langsung tuwh ngalihin obrolan secara halus, setidaknya biyar si opposite person tauk kalo kita gag nyaman sama apa yg mereka tanyakan, dan syukur2 kalo gag bahas2 itu lagi saban ketemu ;)

    sekarang, fokus ajah ya ke indahnya masa kehamilan. anjing menggonggong orang cantik teteup dong cantikkk hehe (potonya dessey cakep euy ;) )

  19. ghifAruni
    meccarania dila March 16, 2011 at 1:23 pm

    eh dessey, ketemu disini…
    ga bisa dtg pas syukuran bulan lalu :(

    ‘kebayang ngga sih kalau komentar itu dikeluarkan ke pasangan yang sudah lama berusaha dengan segala daya dan upaya, apa ngga sedih mendengarnya?’
    been there, bukan cuma sedih tapi mau marah, seenaknya menghakimi tanpa tau kondisi sebenarnya.
    setelah tau seberat apa kondisi yang gue alami waktu itu, berbondong2lah orang2 itu turut prihatin

    tapi Allah Maha Mendengar doa, Alhamdulillah Aruni lahir langsung disusul Ghifara, jadi yang dulu2 ga pernah mo dipikirin lagi. Dan pertanyaan ‘kapan punya anak?’ jadi pantangan bagi gue n wanda buat ditanyain ke pasangan yang belum punya anak

  20. dewdewlubis
    dewi lubis March 16, 2011 at 7:05 pm

    Dessey,

    aku baru tau dari Sasha minggu lalu kalo dessey hamil :)
    Selamaat yaaa Des! Mudah2an semuanya lancar dan sehat yaa!
    Pingin liat aah kalau ke HO…

  21. ayankmira
    Mira 'ayank' Sahid March 16, 2011 at 7:51 pm

    yup, bagaimana pun kita hidup berada di lingkungan orang yang jelas sekali beda isi kepalanya yaa. mau melarang mereka bertanya kaya gitu juga, ga bisa, hak nya mereka juga bertanya. but I can understand dear. semoga kehamilannya lancar dan sehat yaaa…

  22. oci
    Oci Rajagukguk Dewono March 16, 2011 at 8:14 pm

    Nanti stlh punya anak, msh ada lo pertanyaannya: kpn nih dikasi ade? hehe.. congrats for ur pregnancy :)

  23. dessey
    Desy Khoirunnisa Rahman March 17, 2011 at 3:26 am

    Terima kasih ya mamas semua yg udah baca dan komen :) ternyata emg semua juga jadi korban pertanyaan “Kapan?” yah.. Berasa pny temen senasib sepenanggungan jadinya. Tipikal basa basi org Indo bgt deh hehe ;p terima kasih buat good wishesnya juga, amiin Insya Allah semoga semua lancar ibu anak sehat sempurna nda kurang suatu apapun smp persalinan :)

    @Medy & @BunDit: setuju pst keputusan jd org tua harus diapprove Yang Maha Kuasa dong ya, dan mmg blessing banget kl pengen dan lgs dapet :) maksudku pilihan lebih krn emg ada aja yg nda pgn dulu, tp semua org berkesan menghakimi, bikin agak sebel >.<

    @mamiela: wah sama ya lagi expecting juga, udh minggu keberapa? Semoga lancar2 semua juga yaa!

    @mecca
    Lagi expecting gini pun aku nda nanya "kapan?" ke org lain yg blm pny anak. Kl mereka tny2 soal programku ya ta kstau, kl nda ya anggap aja mereka emg nda mau tau hehe

    @dewdew
    Lhoo nda dikstau Papi Erwin yah? Nnt ya mampir ke meja kl lagi ke HO

    @Fajar Indah
    Haha emg satu2nya "Kapan?" yg nda pernah ditanya itu "Kapan mati? ya hahaha manjur tuh kl dipake buat nanya org yg busybody xD

    @Indah
    Haha iya mmg skrg lg fokus menikmati masa kehamilan aja, itu pun msh suke keganggu sm komen org2 yg ada ajaa, nda bolrh ini/itu, pdhl kenal2 bgt juga enggaakk.. Knp sih ini nature org Indo emg selalu busybody yahh *pasrah*

  24. purplefenty
    Fenty March 17, 2011 at 9:16 am

    iya ya bener juga, jengah juga ya klo keseringan ditanyain gitu. Gw sering banget ditanya gitu dari pihak keluarga mertua, alhamdulillah pihak keluarga gw ga ada yang suka nanya basa-basi gitu. Dulu tiap main ke rumah mertua pasti gw pasang senyum aja deh tiap ditanya gitu, senyum manis namun diam seribu bahasa :D

  25. Honey Josep
    Honey Josep March 17, 2011 at 12:34 pm

    setuju sama Dessey, menjadi orangtua adalah pilihan… tfs Dessey :)

  26. erlia
    Erlia Anom March 17, 2011 at 4:18 pm

    aiahahah…setuju banget sama dessey. Gw juga kenyang ditanyain “kapan punya anak” plus segala judgementnya yang masih berlangsung sampe saat ini…5 taon 3 bulan dari sejak gue merit, ahahhahaha.

    awal merit sih gue emang ga pernah ada rencana nunda. tapi sebenernya gue emang mentally nggak siap punya anak. baru di pertengahan 2010 gue berbangga hati karena bisa bilang, “ok, gue mau punya anak. gue nggak takut lagi sama bayi & anak kecil”…hihihihi. sayangnya masih belom sukses juga percobaannya, hahahahah.

    gw setuju bgt sama kalimat “memutuskan menjadi orang tua adalah pilihan. Bertanggung jawab atas hidup manusia lain bukanlah hal yang mudah dan itu harus dilakukan dengan sepenuh hati karena kita sendiri yang menginginkannya bukan karena tekanan dari orang lain”. sayangnya nggak semua orang ngerti… :D

  27. rahma kiki
    kiki Iffani March 18, 2011 at 8:41 pm

    wah setuju banget kalo menjadi orang tua adalah sebuah pilihan,aku aja yang baru nikah 5 bulan tiap ketemu orang di tanyai udah “isi belom” bahkan saat ketemu orang yang sama satu hari kemudian pertanyaanya masih sama :p saking bt nya kalo ada yang tanya udah “isi belum” aku jawab aja “udah tadi pake nasi dan ayam goreng” ;)

  28. rini3pujiastuti
    Rini Pujiastuti March 19, 2011 at 10:53 am

    ayo urban mama, kita yang harus mengubah standar pertanyaan basa basi ‘udah isi??’ ini…
    mmmm jadi apa yah???
    ‘udah siap jadi orang tua?’
    (terlalu berat ya malah?)

    ah! basa basi tuh dimana2 mestinya soal cuaca aja!
    ‘waaah kmaren di jkt ujan es yah!!’
    ‘di bandung macet banget!!’

    gini baru basa basi.. :P
    hehehehehe… btul gak?

    congratulation for the expecting mama,
    tetap smangat buat yang lagi asik mencoba hamil,
    dan aku setujuuu banget sama jawaban rahma kiki :
    ‘dah isi, pake nasi dan ayam goreng!!’
    keren abiss!! :D

  29. stmia
    mia maria March 21, 2011 at 3:09 pm

    setujuuuuuuuu……
    emang kok basa basinya orang indonesia begitu deh….nganggur banget ga ada kerjaan sampe harus korek2 kehidupan org lain, dah gt klo ujung2nya ga dapet jawaban malah lsg menuduh atau bahkan nyumpahin…*sigh*

    gua aja yg emang nunda mpe 2th merit, dan dapetnya “berkat” sekarang tu karena “kebobolan” heheheheh cukup kenyang dengan komen org2…..
    kakak sya aja yg 7th merit belom punya anak, dan emang menunda punya anak, udah langsung di judge “ga bs punya anak ya”
    tau apa sih mreka…..sok tau banget!!!!
    orgnya sendiri yg menunda krn belum siap punya anak, yg istrinya di arab, suaminya di swedia, kan jarang ketemu….ya biarin aja toh….kok lgs nuduh yg ga2, gue adeknya jd ikutan esmosi nih….

    udah gt baru anakku sebulan, udah di tanya “nambah adeknya kapan” pas aku jawab “mahal bu punya anak di jkt”
    eh sptnya jawabanku salah, malah di balas, “sy aja punya anak 7 di jkt smua”
    mampus de….mo jawab apa….
    masak mo di balas “iya anaknya 7 tp pada jadi tukang ngamen ma tukang ojek ama jualan nasi uduk”
    ntar malah tersinggung heheheheh
    tp beneran si anaknya ga ada yg tamat sma, jadinya ya begitu….tp kan ga mungkin aku bilang begtiu heheheheheeh jadi yah diem aja….ga bisa nangkis de, kalah telak…heheheh

    ganbate para mom deh…..itulah lingkungan sosial kita hahahaha

  30. eka
    Eka Wulandari Gobel March 23, 2011 at 7:23 am

    Hehehe..
    Eh, ‘kapan’ ini berlaku juga buat mereka yg ‘bentar lg jadi sarjana’ lho…
    Kita lagi ribet2 ngeberesin skripsi, ngejar2 dosen A, dosen B, dosen C dll, bolak balik bimbingan skripsi, eehhh.. Org2 (yg otty bilang jualan ikan ini) ribuuut banget nanya2 kapan lulus..
    #ehh *curcol* :p

  31. eka
    Eka Wulandari Gobel March 23, 2011 at 7:25 am

    *muuph, esmosi*
    Jadi lupa deh ngucapin ini:
    Selamat ya des atas kehamilannya, semoga sehat2 terus & lancar persalinannya!

    ayoo..cemmmunguuudh!

  32. March 23, 2011 at 9:18 am

    Hhmm.. kynya kata “kapan” emang udah mendarah daging ya.. sama bgt tuh ceritanya, kdg2 sampe pingin masuk ke lubang (ky burung unta) saking mumetnya sama pertanyaan itu.. hihi

    Semangat buat kehamilannya ya Mom.. sehat selalu & smoga lancar persalinannya.. :D

  33. evi_widjaja
    evi_widjaja March 25, 2011 at 4:07 pm

    emang sebel banget deh kalo ada yang nanya gitu ke kita.
    apalagi kalo ada yang nanya “wis bathi?” (bahasa jawa, arti = udah laba? , maksudnya menanyakan anak/baby)
    hemm, emangnya nikah itu jualan… .
    Apalagi yang nanya orang yang jarang banget komunikasi sama kita.. ih,, bikin bete…
    dibilangin jangan capek – capek… hehehee, sotoy banget ya tuh orang sama kemampuan fisik kita… :D
    Alhamdulillah, sekarang lagi hamil 5 bulan, setelah setaun kosong. :)

  34. octavini
    octavini yanuarti April 1, 2011 at 4:23 pm

    selamat ya mbak dessey atas kehamilannya.
    saya sama suami jg awalnya ga pengen langsung punya anak. emang ga semua ngerti ya alesan kita. tapi alhamdulillah, dikasih rejeki skg lagi hamil 9 minggu..

    semoga lancar ya mbak kehamilan dan persalinannya nanti… :)

  35. Ratna Wulandari
    Ratna Wulandari April 13, 2011 at 5:34 pm

    mba dessey,
    congratz for ur pregnancy! mudah2an mommy & babynya baik2 ajah sampe lahiran nanti yaaah ^_^
    saya juga ngerasa risih sama pertanyaan/komentar orang2 yg bernada ga enak, sinis, usil soal kehamilan. orang2 yg cenderung menjudge keadaan org lain yg blm dikaruniai anak dgn sesuatu yg buruk. menurut saya, mereka adalah orang2 yg rapuh. mereka bisa berkata begitu karena keadaan mereka berlawanan dengan org2 yg mereka komentarin (mereka udh punya anak yg sehat & lucu). coba kalo mereka ada diposisi yg blm punya anak: apakah mereka akan berlapang dada menerima sambil terus berusaha…atau justru mereka terpuruk karena seperti yg mereka blg sendiri klo ga pny anak itu sesuatu yg buruk??
    memiliki anak pastinya keinginan setiap perempuan yaaah (termasuk saya yg udah menikah 13 bulan tapi belum punya anak karena emg planning, but soon insyaAllah udh siap untuk menjadi orangtua ^_^). tapi kenyataannya tidak semua perempuan ditakdirkan memiliki anak. klo udah ngomong takdir, masih mau menjudge perempuan itu yg ngga2?? Allah Maha Mengetahui hal2 yg mulia untuk hamab2Nya, mba :) Untuk ibu2 yg belum dikaruniai anak, jangan berkecil hati yaaaah…masih banyak kebaikan2 yg bisa qta lakukan yg pahalanya ga kalah sama mengasuh anak :). Untuk para mommies, congratz! semoga amanah yg Allah titipkan bisa membawa berkah buat kalian sekluarga :)

  36. wina eka
    wina eka April 18, 2011 at 1:24 pm

    saya baca artikel ini , sangat setuju seperti yang dikatakan dessy , karena sampai sekarang saya merasakan hal yang sama selalu dihakimi orang2 karena belum juga hamil

  37. ExpeditionYurina
    Yurina Martin August 31, 2011 at 7:32 pm

    Waduh mba Dessey…cuma bisa bilang I feel you there! Saya sampai saat ini juga masih berkutat di pertanyaan yang sama “kapan punya anak?”. Tekanannya semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia pernikahan saya.

    Kadang saya juga berpikir, apakah si penanya ini sadar kalau kadang pertanyaan yang mereka lontarkan terkadang bukan memberi semangat melainkan rasa stres?

    Anyway, postingannya bagus banget! Ini menyuarakan hati banyak perempuan :)

    Selamat atas kehamilannya ya Mba, aku doain lancar terus sampe persalinan.

  38. milana
    milana October 17, 2011 at 3:31 pm

    hi dessey….. i’m with you…he he…. sy br diberi kesempatan hamil setelah hampir 8thn menikah, skrg alhamdullilah sy sedang mengandung bayi kembar. dulu ngerasain banget pressure dr lingkungan, dan sy setuju banget sm kamu memang sebaiknya semua datang dari dalam diri sendiri, bukan dr org lain. wish us the best for our pregnancy yach…:)

  39. Bunda_Rasyid
    Bunda_Rasyid November 23, 2011 at 5:30 pm

    Mba Des, u r amazing women…
    jadi tahu nih semua perjuanganmu…telinga ini selalu mendengar pertanyaan kapan Rasyid punya adik, kan udah 7 tahun…

    ketika adiknya rasyid lahir, ternyata Allah memintanya kembali kepelukanNya, pertanyaan kapan itu kini sirna berganti menjadi “Nanti akan di ganti dengan yang lebih baik” , tapi ndak tahu setelah 1 or dua tahun kemudian pasti akan kembali lagi pertanyaan kapan? hehe :)

    Peluk cium untuk Aqila..

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.