Ketika Tongue Tie Mengintai

Adenita Priambodo

21 Februari 2011 lalu adalah hari yang mengantarkan saya menjalani status baru sebagai seorang ibu. Saya melahirkan Oza, bayi perempuan yang lucu dengan berat 3.18 kg dan panjang 48.5 cm. Peran, tanggung jawab, rutinitas, semua serba baru. Rasanya lega saya bisa melewati proses persalinan normal meski dengan induksi. Jangan ditanya sakitnya seperti apa. Tapi, rasa sakit itu terbayar begitu melihat proses IMD yang menakjubkan..

Saatnya Hadiah itu Diberikan
Banyak orang yang bilang, bahwa ASI adalah hadiah terindah dari ibu untuk anaknya. Sejak masa kehamilan, saya memang sudah bertekad untuk memberikan ASI eksklusif pada anak saya dan berusaha mengedukasi orang-orang terdekat terutama suami. Syukurnya, suami saya juga sangat bersemangat mendukung pemberian ASI dan rajin sekali mencari tahu atau bertanya seputar ASI. Dengan berbekal pengetahuan yang saya dapat dari kelas edukasi Basic Breast Feeding dari AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia)* dan aneka informasi seputar asi baik dari milis, artikel, buku, dan sumber-sumber lainnya, saya merasa percaya diri dan bersemangat untuk memberikan ASI Eksklusif (ASIX), hadiah untuk si kecil Oza. Itulah kenapa saya tidak panik ketika hari pertama ASI masih berupa kolostrum, saya juga tenang menangani hal-hal baru yang saya temukan pada bayi yang baru lahir. Tapi ternyata, pengetahuan si ibu baru ini memang belum mumpuni.

Minggu pertama menyusui rasanya berjalan lancar. Agak sedikit sakit dan puting lecet, ah itu sih biasa! Namanya juga ibu baru, begitu pikir saya dan kata setiap orang yang mengunjungi saya. Namun hari demi hari, kepercayaan diri dan semangat saya serasa menyusut karena lecet di puting saya makin parah, payudara menjadi bengkak. Padahal Oza selalu saya susui. Sementara di minggu pertama, sakit dan lelah pasca melahirkan rasanya belum selesai. Keadaan ini sungguh sangat menyiksa saya, begini ya rasanya jadi Ibu .. batin saya waktu itu.
Seorang teman bilang, “Dinikmatin aja. Atas lecet, tengah mules, bawah cenat-cenut, yah begitulah rasanya..” Saya hanya tersenyum sambil meringis membenarkan perkataannya.

Minggu kedua, keadaan tidak berubah, malah semakin parah. Oza seperti orang yang tidak kenyang dan sering menangis. Meski saya tahu, bayi menangis bukan karena ia lapar dan haus tapi karena memang itu adalah bentuk komunikasinya. Tapi pertahanan saya menjadi sangat lemah ketika orang rumah atau para tamu yang datang menjadi heboh setiap kali mendengar Oza menangis setelah disusui dan akhirnya menyangka ASI saya kurang. Meskipun wajah saya bertahan menujukkan keyakinan bahwa Oza cukup dengan ASI yang diberikan tapi entah kenapa hati saya menjadi was-was.

Keadaan diperparah dengan kondisi saya yang demam. Untunglah suami saya sudah membelikan saya breast pump dengan harapan saya bisa memompa asi ketika Oza tidur. ASI Perah (ASIP) saya waktu itu sekitar 80ml, saya lalu mencoba mengajarkan Oza minum asi menggunakan sendok, Alhamdulillah dia mau, anak pintar! Dan saya harus bersyukur karena cara ini cukup membantu saya ketika akhirnya saya tumbang karena di dera demam selama 7 hari berturut-turut!

Demam bermula di hari ke-9 , awalnya hanya demam ringan. Tapi ketika masuk hari ke-13, tiba-tiba saja saat itu ujung puting saya seperti terkena sengatan listrik, lalu seketika tubuh saya menggigil dan suhu tubuh saya meningkat sampai 39 derajat. Hal itu terjadi berulang-ulang, pagi, sore, dan tengah malam. Semua menduga itu dari lecetnya payudara saya, tapi karena demam yang terus berlanjut, orang rumah saya menduga itu karena infeksi dari jahitan, lalu dari bergesernya rahim karena saya tidak mau pakai kain dan dugaan-dugaan lainnya yang semakin bikin saya stress.

Saya sempat ke dokter umum dan jika demam terjadi selama tiga hari bertutur-turut, saya diminta periksa darah. Tiga hari  kemudian hasil periksa darah menunjukkan hasil yang bagus. Analisa dokter, saya terkena Viral Syndrome atau demam yang disebabkan oleh virus, bisa jadi karena luka yang ada di puting saya. Obat penurun panasnya hanya diberi panadol biru. Kalau sampai 7 hari saya masih demam, saya diminta datang kembali.
Pada saat itu, rasanya menyusui berubah menjadi sesuatu yang menakutkan. Rasa sakit yang menjalar ketika latch on, sungguh luar biasa. Saya bahkan selalu keluar keringat dingin setiap kali mau menyusui. Dan rasanya deg-degan setiap kali mendengar suara tangis Oza karena terbayang rasa sakit dan nyeri yang akan saya hadapi. Bahkan ada disatu hari saya berada di titik puncak rasa sakit yang luar biasa dan saya pun menangis tidak mau menyusui karena tidak kuat menahan sakit. Tapi itu hanya berlangsung beberapa jam, karena akhirnya saya terus memaksakan diri untuk melawan rasa sakit itu.

Saat itulah ASIP saya berguna. Memang rasanya tidak tega melihat Oza diberi ASI dengan sendok sementara ada saya didekatnya, tapi pada saat itu dengan kondisi saya yang didera demam, rasanya saya berada diambang tega nggak tega. Anehnya, walaupun menyusu lama hampir satu jam dan sudah minum ASIP, Oza seperti orang yang belum kenyang. “Ya begitu, namanya juga bayi. Menyusu terus,” begitu kata orang-orang.

Aneka tips saya jalankan. Menyusu di payudara kanan, payudara kiri di pompa atau diperas. Tapi ASIP saya makin hari keluarnya makin sedikit. Ditengah kondisi fisik dan mental saya yang seperti kehabisan batere, selama 3 hari saya sempat mendapatkan bantuan donor ASIP dari seorang teman kantor kakak saya sebagai tambahan ASI untuk Oza. Untunglah kakak saya itu bergaul dengan para ibu yang pro ASI, jadi ia bisa membantu menjelaskan hal-hal seputar pemberian ASI eksklusif dan hal yang mungkin oleh orang rumah dianggap tidak lazim, seperti pemberian ASI donor.

Hari-hari saya terasa melelahkan karena sambil demam saya juga harus menyusui . Bibir saya tiba-tiba tidak bisa mengembangkan senyuman. Disela-sela itu saya terus berkonsultasi dengan beberapa teman yang menyusui. Saya lalu menghubungi kenalan baik saya, seorang konselor ASI (Amanda Tasya, Ka. Div. Advokasi AIMI). Saya berkonsultasi langsung dan di edukasi lagi seputar anatomi payudara, ASI, dan beberapa posisi menyusui yang bisa saya coba untuk meminimalisir rasa sakit. Satu hari itu sakit saya terasa berkurang. Yang pasti, saya tidak mengalami mastitis. Tapi besoknya demam kembali mendera.. duh!

Pikiran saya terus berputar. Posisi bayi saat menyusu dan pelekatannya sudah benar, areola sudah masuk semua ke mulut bayi, perut bayi ketemu perut saya, dagu bayi menempel, pipi menggembung. Ok.. rasanya semua sudah sama dengan prosedural posisi yang  benar bayi menyusu. Lalu apa? Dalam kondisi seperti itu saya menjadi sensitif dan emosional, karena saya merasa bodoh tidak bisa menyusui, hanya tahu teori. Apalagi mendengar cerita seorang teman yang baru saja melahirkan dan tidak mengalami masalah dalam menyusui.

Tongue Tie
Masuk hari ke-17. Saya bertekad harus menemukan solusi atas permasalahan yang saya hadapi. Kebetulan saat saya periksa darah di RSIA Kemang Medical Care, saya melihat ada klinik laktasi. Hari itu saya datang bersama Oza ke klinik laktasi dan bertemu dengan dr. Aini .

“Kenapa  baru datang ke sini setelah parah, Bu?” Begitu komentarnya  ketika melihat puting saya yang bukan lagi lecet, tetapi bolong seperti bentuk kawah di gunung. Dokter Aini lalu mencoba menguraikan permasalahan saya. Dia melihat posisi menyusui saya, “Sudah benar kok, Bu.” Lalu perhatiannya langsung tertuju pada lidah Oza.

Dan, terkuaklah misteri itu, lidah Oza ternyata pendek alias Tongue Tie.  Hal ini membuat lidah Oza tidak bisa keluar garis bibir. Lidahnya tidak bisa ‘bermain’ saat menyusui, sehingga fungsinya untuk memompa payudara saat menyusu tidak berjalan dengan baik. Proses menyusui jadi tidak sempurna. Akibatnya, laju berat badan bayi dan pertumbuhannya terhambat. Tongue Tie juga bisa berpotensi menyebabkan anak menjadi cadel .

Sementara akibat yang terjadi pada Ibu, ya salah satunya seperti yang saya alami ini. Tergantung dari tipe Tongue Tie nya, Tipe Tongue Tie Oza ternyata adalah tipe satu yang merupakan Tongue Tie yang parah. “Untung ibu nggak sampe pingsan karena kesakitan ya.. “ saya cuma bisa meringis mendengar ucapan si dokter yang juga ternyata punya pengalaman yang sama dengan saya. Jadi selain menjelaskan dari sisi medis, dia juga berbagi pengalamannya kepada saya saat anaknya diketahui Tongue Tie yang kadangkala sulit untuk di deteksi oleh orang awam.

Solusinya adalah bagian tali bawah lidah (Frenulum linguistic) Oza harus di incisi atau digunting. Rasanya ngeri membayangkan hal itu dilakukan pada bayi 17 hari, tapi justru makin muda usianya akan semakin baik. Bahkan anak dr. Aini itu di incisi saat usianya 2 hari. Jaringan darah di area itu sedikit jadi tidak akan terjadi luka yang berarti. Atas persetujuan suami, saya setuju untuk dilakukan tindakan medis itu pada Oza. Lalu saya disarankan untuk bertemu dengan dr. Asti Praborini.

Besoknya saya kembali datang ke RSIA KMC dan bertemu dengan dr. Asti Praborini. Setelah dijelaskan panjang lebar tentang Tongue Tie dan menandatangani persetujuan tindakan medis, Oza pun di tangani oleh dr. Asti.

“Ibu tenang aja, prosesnya lebih cepat dari menindik telinga bayi.. dan bisa langsung di uji coba pada ibu,” begitu katanya.

Saya diminta duduk dengan dada terbuka dan Oza sudah pasrah bersama dokter dan suster. Dan ternyata memang proses incisi berlangsung sangat cepat dan tidak semenakutkan yang saya bayangkan. Hanya sekitar 3 menit dan ketika Oza menangis, sang dokter dengan cekatan langsung memasukkan mulut Oza di payudara saya. Ajaib! saat itu saya tidak merasakan sakit seperti biasanya. Oza langsung menyusu dengan lahap, kali ini rasanya berbeda sekali. Mulutnya Oza dan puting saya seperti lebih klop dari sebelumnya. Proses menyusunya pun tidak selama biasanya yang sampai 45 menit bahkan satu jam. Sekitar 20 menit dan Oza langsung melepaskan puting sendiri, tidak dilepaskan paksa oleh saya karena menyusu terlalu lama hingga saya kesakitan seperti hari-hari kemarin.

Pasca incisi, Oza menyusu terus menerus. Frekwensi menyusunya meningkat tajam. Kata dokter hal ini normal, karena bayi akan belajar lagi dari awal cara menyusu yang benar dan bekas lukanya yang kelihatan seperti sariawan kecil itu memang harus terpapar ASI.

“Pokoknya Ibu sekarang ini nggak ada kerjaan lain selain nyusuin. Ibaratnya, harus siap jadi sapi perah,” saya tersenyum mendengar apa kata dokter.

Proses menyusui mengalami perubahan, saya sudah bisa tersenyum kembali. Tapi masalah si ibu baru ini belum selesai. Karena pasca incisi, berat badan Oza sempat turun hampir 200 gram. Duh, apalagi yang salah ya?

Masalah ditemukan ketika pada kunjungan berikutnya dokter Asti bertanya, “Anak ibu tidur bareng Ibu, kan?”
Saya menggeleng, “Tidurnya di box bayi, Dok.”

Ternyata saya melakukan sesuatu yang saya anggap nggak ada hubungannya dengan hal ini. Jadi paska incisi Tongue Tie, saya harus sesering mungkin bersama Oza dan tidurpun harus bareng. Harus sering-sering kelonan, begitu katanya.

“Pokoknya Ibu menyusui bayi dengan mesra.”

Dokter Asti juga menganjurkan untuk sebisa mungkin menyusui dengan suasana tenang, tidak menyusui sambil menonton tv, lampu dibuat remang, pokoknya eksklusif hanya berduaan antara si ibu dan bayi.

Saat itu, untuk mengejar produksi ASI, saya sempat menjalani program relaktasi dan kembali mendapatkan bantuan donor ASI untuk 5 hari. Jadi di minggu ke-5, Oza mengejar berat badannya untuk cepat naik kembali dan dan saya mengejar produksi ASI supaya kualitas dan kuantitas asinya semakin bagus. Puting saya yang bolong itu pun berangsur-angsur tertutup dan membaik. Sekarang berat badan Oza naik pelan-pelan.

Setelah masa suram Tongue Tie itu lewat dan saya sudah fit kembali, saya baru sempat googling dan mencari informasi lebih banyak tentang Tongue Tie. Saya bersyukur saat dimana saya tidak sempat lagi mencari informasi lebih banyak, saya telah dipertemukan dengan orang-orang yang tepat untuk membantu dan menangani hal ini. Dan, sekarang saya mengerti kenapa salah satu faktor terpenting dalam kesuksesan pemberian ASI ekslusif adalah dukungan dari orang terdekat. Dalam hal ini, saya sangat merasakan peranan dan dukungan suami yang begitu besar berada di garda depan dan di ikuti keluarga. Hal ini sangat penting untuk menghibur dan membesarkan hati ketika bertemu dengan orang-orang yang akan membuat pertahanan menjadi goyah di masa awal terjadinya masalah menyusui pada Oza. Godaan buat murka selama masa itu rasanya besar sekali setiap kali mendengar komentar-komentar yang menyebalkan. “Aduh, anaknya badannya kurus banget.. kurang ASI ya, kasih dot aja.. ini anak kurang gizi kali ya.. kalo  nggak kenyang tambahin susu formula aja..” dan kalimat-kalimat lainnya yang bisa bikin tabung gas elpiji 12 kg meledak. Memang tidak ada hal lain yang bisa dilakukan untuk meredam amarah kecuali sabar. Pantas kalau ada yang bilang, ketika menjadi ibu maka ambang batas sabar makin lama akan makin besar. Saya begitu salut kepada para ibu yang berjuang untuk tetap memberikan ASI ekslusif dengan kondisi apapun. Berterima kasih yang tak terhingga dipertemukan dua ibu pendonor ASI yang begitu murah hati memberikan cinta dan semangat asinya kepada Oza. Semangat berbagi dan kebaikan mereka sangat menginspirasi asi saya untuk berbagi dengan cara apapun kepada sesama ibu menyusui.

Baru belakangan saya tahu, bahwa ternyata masalah Tongue Tie ini banyak terjadi di sekitar saya, hanya tidak diketahui dengan cepat karena mungkin tidak familiar. Bahkan beberapa pasien dokter Asti yang sempat mengobrol dengan saya di breast feeding room bercerita kalau sebelumnya ia sudah datang ke dokter spesialis anak dan dinyatakan tidak ada masalah pada sang anak. Namun karena sang ibu penasaran, maka ia mendatangi klinik laktasi dan barulah diketahui penyebab sakitnya saat menyusui. Dari informasi yang saya tahu, untuk Tongue Tie tipe 3 dan tidak terlalu parah, memang si ibu tidak akan mengalami seperti apa yang saya alami. Namun, bayi hanya menyusu sebentar dan seperti kesulitan latch on. Lalu si ibu menyangka bayi tidak bisa atau tidak mau menyusu pada ibu.  Akibatnya, bagi para ibu yang minim informasi mengenai hal ini akan memperpendek jangka waktu pemberian ASI dan akhirnya mempercepat pemberian susu formula pada anak.

Beruntunglah saya dan para ibu di zaman sekarang yang memiliki akses informasi yang begitu terbuka lebar. Jika merasa ada sesuatu yang ganjil, lebih baik segera bertanya dengan ahlinya ketimbang menduga-duga atau menggunakan pengalaman orang lain yang belum tentu cocok dengan masalah yang sedang dihadapi. Tentu dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada para ibu-ibu pendahulu, orangtua kita yang rajin memberi nasehat. Bisa jadi nasehat atau solusi yang dulu pernah dipakai itu benar, tapi mungkin saat ini sudah tidak relevan lagi dengan zamannya. Dan, begitu kita memiliki informasi dan pengetahuan terbaru, jangan lupa juga untuk segera mengedukasi mereka agar sesuatu yang baru itu bisa ditransfer kembali.

Sekarang proses menyusui Oza terasa sangat menyenangkan. Kepercayaan diri saya sebagai si ibu baru kembali melambung. Terima kasih Oza yang sudah memberi pengetahuan dan pengalaman baru kepada orangtua baru ini.

Rekomendasi konsultasi laktasi:

    1.       dr. Aini bisa ditemui sesuai perjanjian di Klinik Laktasi RSIA Kemang Medical Care (KMC).
    2.       dr. Asti Praborini, SPA, IBCLI . Dokter spesialisasi anak dan konselor laktasi ini selain praktek di RSIA KMC juga praktek di RS Puri Cinere.
    3.       Asosisasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) juga membuka konsultasi laktasi bersama para konselornya , bisa datang ke kantor di  atau home visit.

75 Comments

  1. May 30, 2011 at 8:12 am

    what a story adenita… mpe berkaca-kaca nih bacanya. ga kebayang sakitnya wkt PD lecet mpe bolong gitu. thanks for sharing, jd tau klo ada yg namanya tongue tie. sukses terus menyusuinya ya….

  2. ninit
    ninit yunita May 30, 2011 at 8:16 am

    beneran baru tau ttg tongue tie.
    tks ya atas story-nya ini, adenita. bener2 hebat deh! ngga kebayang itu puting yg bolong :( salut dgn semangatnya!

    very inspiring.

    btw, oza cantik bangettt! mama-nya juga :)

  3. neng_april
    neng_april May 30, 2011 at 8:16 am

    Saya selalu kagum sama ibu2 yang punya kesulitan menyusui tapi tetep berhasil memberikan ASIX kepada buah hatinya. Jadi pengen nampar diri sendiri yang gak mengalami kesulitan berarti tapi tetep (diam-diam) mengeluh karna jahitan masih sakit lah, cape kerjaan rumah yang gak kelar2 lah, dll.

    Alhamdulillah walaupun gak berhasil IMD, Maliq langsung berhasil latch-on besoknya, dan ASI saya langsung keluar. Konsultan laktasi yang jenguk saya di kamar setelah saya melahirkan juga bilang kalo Maliq pinter banget, langsung tau gimana caranya latch-on. Jadi buat saya, melahirkan itu lebih sakit daripada menyusui :D

    Salut buat Adenita!!

  4. aQeeLa
    Astari Kurniaputri May 30, 2011 at 8:23 am

    Jadi terharu baca cerita dan perjuangan Adenita. Two thumbs up deh!! Oza pasti bangga mamanya pantang menyerah :)

  5. dadidedo
    Anggraini Karimuddin May 30, 2011 at 8:27 am

    Baca cerita Adenita rasanya campur-campur. Dari mulai merinding, ngilu sama salut jadi satu. Memang breastfeeding is a battlefield.. :) Harus punya tekad baja, semangat membara dan pengetahuan yang mumpuni.
    Oza beruntung punya mama yang pantang menyerah. Memang ASI itu harus diperjuangkan.
    Semangat terus ya Adenita. Thanks for sharing, aku yakin pasti akan sangat berguna buat ibu-ibu yang sedang struggling dengan menyusui. :)

  6. namila
    namila May 30, 2011 at 8:41 am

    Serius, baru tahu ada masalah menyusui karena tongue tie ini..
    Wah untungnya cepet kedeteksi ya, hebat deh support groupnya. Beruntunglah para pejuang asi yang punya dukungan penuh dari orang terdekat. Jadi di sayat gitu ya bagian bawah lidah bayi? :(
    Hiy…baru denger juga. Tfs mbak

  7. nuri sadida
    nuri sadida May 30, 2011 at 8:41 am

    Aku bacanya ampe lemes sendiri, baca “putingnya udah kayak kawah gunung”. Itu pasti sakit banget, dulu aku ‘cuma’ lecet2 aja udah berasa trauma tiap mo nyusuin. Baca cerita sampe akhir, tau2 air mataku udah menggenang.

    Kekuatan seorang ibu memang luar biasa ya ketika memperjuangkan yang terbaik untuk anaknya. Salut mom, menginspirasi sekali. Semoga sehat terus bersama Oza, ya :)

  8. mamaqilla
    sari May 30, 2011 at 8:53 am

    Merinding n’ bangga bgt baca perjuangan ibu ini…

    terkadang memang kalo ada komentar ibu2 yg “senior”dari kita dengan komentar nyinyirnya tentang anak kita yg dibilang kurus, kurang kali nenenya, atau kecil amat,,pengen lari kegunung&meledak2,,suka deh ma kata2mu ini:

    Jika merasa ada sesuatu yang ganjil, lebih baik segera bertanya dengan ahlinya ketimbang menduga-duga atau menggunakan pengalaman orang lain yang belum tentu cocok dengan masalah yang sedang dihadapi. Tentu dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada para ibu-ibu pendahulu, orangtua kita yang rajin memberi nasehat. Bisa jadi nasehat atau solusi yang dulu pernah dipakai itu benar, tapi mungkin saat ini sudah tidak relevan lagi dengan zamannya. Dan, begitu kita memiliki informasi dan pengetahuan terbaru, jangan lupa juga untuk segera mengedukasi mereka agar sesuatu yang baru itu bisa ditransfer kembali.

    uppss OOT kepanjangan

  9. May 30, 2011 at 8:55 am

    hebat..
    aku ga kebayang kalo hal itu sampe kejadian sama aku… ga akan pernah lupa juga rasanya sampe teriak2 kesakitan waktu nyusuin radit karna puting lecet.. apalagi kalo kayak mom adenita sampe puting bolong gitu ya… hiks hiks.. terus semangat ya mom… your story sangat menginspirasi …:)

  10. bunbill
    bunbill May 30, 2011 at 9:12 am

    mmh…padahal aku udah baca tulisan bundanya oza ini di blog pribadinya lho moms..tapi tetep merinding haru ketika membacanya kembali..
    ibu yang satu ini emang bagus banget ya menuliskan pengalamannya..inspiring!
    no wonder doong karena blio ini seorang penulis..
    ehm..ehm..(de, aku iklanin dikit yak)
    kalo moms mo tau lebih banyak ttg adenita, monggo mampir ke gramedia n intip2 deh novel “9matahari”. nah itu buku perdananya ade..hehe
    back to the thread
    hikmah yang aku ambil dari kisah ade ini adalah bahwasanya Allah selalu bersama kita, para ibu yang tulus berjuang demi anaknya..seberat apapun jalan yg kita tempuh, hasilnya pasti kan membuat kita tersenyum..
    bundanya oza yg dulunya meriang saat menyusui, sekarang bahkan sudah menjadi pendonor asip untuk babyku Billy ..
    waah..tabungan amalnya di syurga nambah terus deh, hihi..

  11. Lilik
    Lilik May 30, 2011 at 9:29 am

    subhanallah, saluuut buat bundanya Oza.
    tfs mom, mudah2an bs menambah inspirasi busui dmanapun berada ya, amiiin

  12. farahmonza
    farah monza May 30, 2011 at 9:42 am

    Aduh mba bener2 ya perjuangannya dulu waktu aku nyusuin anak pertama, kirain putingku udah parah, ternyata ada yang lebih parah. Salut… bener-bener salut mba, InsyAllah oza sehat ya mba, salam kenal dari mamanya cut amina dan cut raufa :)

  13. meea wardani
    meea wardani May 30, 2011 at 9:46 am

    Saya mengalami juga problem tongue tie ini. Jadi ingat peristiwa incisi yang terjadi beberapa bulan yang lalu. Kalo saya, selain menyebabkan puting lecet, anak saya mengalami peningkatan bilirubin yang cukup signifikan dalam sehari karena tongue tie. Waktu itu saya bingung, karena merasa bahwa anak saya “tampak” menyusu dengan lahap kok, kenapa bisa bilirubinnya naik signifikan ya. Ternyata karena tongue tie, anak saya keliatannya aja menyusu lahap, padahal susu yang dia telan jumlahnya sedikit, karena lidahnya ngga cukup panjang untuk membantu dia menyusu.
    Konselor laktasinya kebetulan sama, dr. Aini juga :)

    Thanks buat Adenita, sudah menceritakan pengalamannya dengan sangat detil dan menarik :)

  14. bun2.mila
    Mila Nur Millah May 30, 2011 at 9:55 am

    Dulu pernah baca istilah tongue tie ini tp blm pernah denger langsung dr mom yg ngalamin, n kebayang luka kaya kawah gunung, salut bgt ma mom Adenita!!! TFS y

    Yup mang ngasih ASI perjuangan bgt y, dulu sempet mikir ah ngasih asi mah pasti bisa krn itu kn alamiah, ternyata g segampang itu y. Bener bgt untung sekarang informasi lbh mudah di cari jd kita bisa lbh siap.

    Aku jg sampe sekarang masih tetep berjuang bwt ngasih asi sebisa aku (baby Megumi masih 5D to 11M), kita sama2x kasih smangat y Moms bwt kasih yg terbaik bwt baby kita

  15. evi pane
    evi pane May 30, 2011 at 10:42 am

    baru tahu ada kasus Tongue Tie.. tfs ya mom, salut buat kemauannya untuk tetep ngasih ASI untuk oza, semoga semangatnya menular ke calon ibu yang lain..

  16. mamanya orion
    Fajar Indah Permatasari Tanip May 30, 2011 at 10:45 am

    huaaaa…nangis berderai-derai deh..
    trnyata lecetnya dan berdarah2nya puting gw gak ada apa2nya dibandingin sama perjuangan lo mom…huhuhu

  17. Irma Ardian
    Irma Ardian May 30, 2011 at 11:10 am

    Thanks for sharing adenita jd tau kalo ada gejala seperti itu

    Waktu baca artikel ini, bergumam lengkap banget ya nulisnya bisa runtut..penulis yg hebat..
    tnyta memang benar adenita ini penulis novel 9 matahari..
    semoga sikecil sehat selalu

  18. amie kumala
    Hutami Kumala May 30, 2011 at 11:12 am

    Such an inspiring story…
    Aku juga baru tau istilah tongue tie ini dari ceritanya Adenita. Emang ya, perjuangan seorang ibu gak mudah dan kali ini aku terkagum-kagum plus terharu ngebacanya. TFS dan semangat terus!!! :)

  19. mummyhilya
    Ummi Kaltsum May 30, 2011 at 11:14 am

    subhanallah, inspiring banget perjuangan bunda oza. TFS,ya..
    bulan lalu waktu hilya konsul di KMC juga bertemu dg seorang ibu yg babynya diinsisi lidahnya oleh dr. Asti. semoga oza jadi anak yg berbakti, ya, mengingat perjuangan asix bundanya. :)

  20. julina
    julina May 30, 2011 at 11:18 am

    Salut banget buat bunda2 yang tetap meyusui dan memberikan hak ASI untuk baby-nya. Apalagi dengan kasus Togue Tie, puting datar dll yang sering kali muncul, tapi tetap dan pantang menyerah untuk terus menyusui baby-nya..

    Bener bgt kalo keluarga terdekat dan lingkungan memberi andil yang cukup besar untuk terus memberi semangat, pengalaman ataupun pengetahuan seputar menyusui..

    Salut banget buat bunda Adenita :)

  21. mamarumi
    Zara Zestya May 30, 2011 at 11:20 am

    ya ampun mbak perjuangannya :( alhamdulillah sekarang udah gpp ya.. Sepupuku juga ada yang tongue tie gitu, tapi untungnya langsung ketauan pas masih di RS, jadi umur 2 hari udah langsung diinsisi. Aku baru tau kalo akibatnya gak ‘sekedar’ hambatan bicara aja.. thanks for sharing :D

  22. eka
    Eka Wulandari Gobel May 30, 2011 at 11:31 am

    huhuhu..adenita..ikut ngilu baca ceritanya.
    Dulu jg bgitu, udah ikut kelas2 edukasi, baca2 buku2 ttg menyusui, ikut milis, dll. Ttp aja parno saat menyusui dan puting ‘hanya’ lecet. Rasa sakitnya sampai ke ubun-ubun, dan tiap bayinya nangis minta nyusu, jd tertekan gitu.
    baru pede menyusui setelah dokter periksa lidah enzo, dan bilang ga ada masalah pada lidahnya. Ternyata, posisi dan waktu menyusuinya yg salah. Enzo bayi mengantuk, dan menyusui ketika bangun saja. Jadi wajar bila enzo menyusu lama sekali, enzo jg tdr di box bayi pd awal2 kelahirannya. Setiap enzo menyusu malam hari, saya bangun dan duduk tegak sambil membaca buku agar tdk ikut tertidur.

    Ya ternyata, ketika menyusui, kita memang harus membangun ikatan dengan anak. Bukan dengan buku pedoman :p

    TFS ya adenita, semoga sehat2 selalu. Kiss2 buat si cantik Oza :)

  23. nanad
    swastikha nadia May 30, 2011 at 11:40 am

    woww..salut bwt perjuangan mama adenita,very inspiring!
    Aku baca smpe merinding n berkaca2,terharu baca cerita perjuangannmu.. :’)
    Semoga oza tumbuh sehat selalu dan pinter ya nak,biar bisa bikin mama adenita bahagia.. :)

  24. May 30, 2011 at 11:53 am

    Merinding bacanya. Terharu di bagian “Oza langsung menyusu dengan lahap”. Tfs ya.. You both are gorgeous!

  25. dinda permata
    dinda permata sumantri May 30, 2011 at 12:06 pm

    bertambah lagi pengetahuan, tfs ya!

    Mengenai puting yang lecet bolong hingga membentuk kawah, been there! So painfull…….. Memberi ASI memang tak semudah membalikkan telapak tangan.

  26. otty
    Pangastuti Sri Handayani May 30, 2011 at 12:32 pm

    Dulu pernah denger tentang tongue tie tapi teorinya aja, dan abis itu lupa. Ikutan berasa nyeri pas baca pengalamannya, untung sekarang udah ditangani dengan baik ya… Salut banget sama semangatnya, masih semangat mau menyusui walopun udah sakit parah gitu. Hebat banget :)

  27. riananda
    Rieka Riananda May 30, 2011 at 12:33 pm

    Adeeeee, hebat banget deh perjuangannya…. Jadi malu kalo inget gw di bulan pertama menyerah dgn komentar “asinya ga cukup” wkt kalya nangis2 terus… Baby blues berat, suami jauh bener2 serba bingung deh…. Jadi sempet pake sufor bbrp kali, Alhamdulillah sejak umur 2bln udh full ASI lg…

    Sehat2 ya ozaaa, kapan nih playdate sama kalya? ^^

  28. crey
    Chrisye Wenas May 30, 2011 at 12:55 pm

    wow, tfs ya adenita, baru tau lho ada kasus tongue tie ini :)
    salut banget dengan perjuangannya dan huhuhu ngilu deh bacanya (jadi inget2 masa dulu :p)
    happy to hear oza udah lahap nyusuin dan mamanya ngga nyeri lagii…
    lanjutkaannn perjuangannya :D
    kiss2 buat oza, she definitely has a sparkling eyes :)

  29. NisaNara
    Nisa May 30, 2011 at 1:10 pm

    Ahhh I feel u! puting bolong2 (putih2) ituuuu saya tahu benar jugaaa….setiap mau nyusuin ketakutan setengah mati. Walo ga punya gigi bayi2 itu gahar2 ya hehehe

    Alhamdulillah sudah ketawan ya karena tongue tied.

    Semoga banyak yang tahu skrg banyak faktor yang bisa menghambat proses menyusui :) Semangat terus ya.

  30. meraffazhaf
    Lista Meria May 30, 2011 at 1:12 pm

    Jadi teringat masa masa awal menyusui…ternyata ada yang lebih parah lagi merasa sakitnya…..
    4 jempol buat mom yang satu ini bener bener pejuang ASI salut banget….
    Pelajaran baru nih tentang Tongue Tie karena emang belum pernah denger sebelumnya….

    Tetap semangat ya Mama Oza…harus sampe 2 tahun ASI ya…. :)

  31. bundanay
    rina setyawati May 30, 2011 at 1:18 pm

    Mbak, aku dah baca juga ceritanya di milis ASI For Baby, dan banyak respon juga. Saluuuuut sama mba adenita yang berjuang untuk ngasih asix buat babynya. Alhamdulillah kanaya dah lulus ASIX meskipun butuh perjuangan juga. Jadi inget dulu aku sering nangis kalo lagi lecet2 putingnya… tapi ternyata tidak seberapa yah dengan mba adenita…hiks…hiks…

    tetap semangat ya mba..

    salam asi

  32. Ajeng Amanda
    Ajeng Amanda May 30, 2011 at 1:19 pm

    Wah mba adenita, aku bener2 baru tau lho tentang tongue tie ini..The urban mama bener-bener media yang tepat untuk mengedukasi mama baru kaya aku juga..

    Salut deh..Mudah2an mba adenita dan oza sehat2 terus yaa..

  33. pockycan
    pockycan May 30, 2011 at 2:21 pm

    Inspiring!! Thanks for sharing. Pasti berguna buat2 ibu2 yg lain :)

  34. dinimaya
    dinimaya May 30, 2011 at 4:04 pm

    sama seperti mama2 yg laen..aku juga baru tau ada yg dinamakan tongu tied..wew,,kasihan juga dedeknya “digunting” frenulum nya..ngilu bacanya..get well soon ya Oza..Mbak Ade ttp terus kasih ASI ya..semangat mam..

  35. mama alesha
    Lila Saputra May 30, 2011 at 5:05 pm

    hebat mba adenita.oza pasti bangga punya ibu seperti mba

  36. tiwtiw
    Nur Ichsani Pratiwi May 30, 2011 at 5:21 pm

    Bunda Adeeee..salut banget sama perjuangannya..Oza pasti bangga punya ibu seperti dirimu..semoga sukses ASI eksklusifnya yaaaa..kapan2 playdate yuk bunda..kiss kiss buat ade Oza yaa..

  37. Sidta
    Dian Arsita Kurniawati May 30, 2011 at 5:31 pm

    mamanya kuat ya … heibat *jempol*
    Oza juga hebat banget, deg-degan nih yang baca gunting-mengguntingnya … :)

  38. bunda aqila pawpaw
    Rika Cahya Oktaviana May 30, 2011 at 9:20 pm

    sampe habis kata2 dan terharu bgt…salut bwt adenita yg super sabar&tabah,tyt ada yg lbh parah dr aq soal puting yg bolong.Ini semakin menguatkan aq bhw kondisi ibu pasca melahirkan berbeda2 dan gak fair klo dibanding2in antara ibu yg satu dg yg lain.trims share nya,jd semakin byk pengetahuan ttg ibu dan bayi.Semangat terus untuk ngasih ASI bwt Oza dan jgn perdulikan opini org lain kecuali opini dokter.Salam bwt Oza yg cantik…

  39. mamashofi
    mamashofi May 31, 2011 at 3:39 am

    Salut buat pejuang ASI Mom Ade dan baby Oza…huebatt Jeng!!!
    Gak kebayang gimana sakiiitnya puting yang menyerupai kawah, ditambah demam tinggi, trus sakiiit hati karena dianggap gak bisa menyusui baby Oza…*jadi malu sama diriku yang udah nangis jejeritan karena puting lecet yang sakitnya sampe ke punggung *lebay*
    serem ngebayangin “gunting menggunting lidah”…semoga seterusnya lancar untuk ASIX dan sehat mom dan baby.
    dulu gak percaya cerita adek ipar (perawat di KMC) info gak penting…”ada kasus baby gak bisa menyusu karena lidahnya pendek dan digunting frenulumnya biar lancar menyusu…jangan-jangan kasus dirimu Jeng”… *maap OOT*
    Sukses ASIX buat mom dan baby oza…semangat terus

  40. bhaktiwidi
    Bhakti Widiastuti May 31, 2011 at 7:52 am

    Wah…salut buang jeng Adenita yang pantang menyerah… so inspiring :). Inget jaman dulu, seminggu pertama puting lecet2 jadi tegang setiap mau nyusuin Shayla. Jadi mbayangin, pasti yang dikau rasain lebih sakit lagi ya…thanks for sharing ya…

  41. May 31, 2011 at 9:51 am

    Gileeee! keren!!! Salut banget sama perjuangannya. Stuju! dalam memberi ASI pun kita harus update dengan informasi ilmiah terkini. Rajin browsing. tau yg mana fact dan myth. Jejelin suami dgn visi misi dan knowledge yg sama, krn dia lah supporter utama kita. InsyaAllah kalo team-mate nya solid, mengedukASI anggota kluarga yg lain lebih gampang.
    Angkat topi buat Adenita!

  42. Minski
    Dewi*Minski*Mindasari May 31, 2011 at 10:46 am

    wiii sampai berkaca-kaca bacanya! artikel yang sangat-sangat menarik dan informatif! thank you mama Adenita!

  43. mabhy24
    sarikembang May 31, 2011 at 11:14 am

    wowwww….bener2 LUARBIASA perjuangannya…bacanyapun sampe meringis ngebayangin puting yg bolong sama gunting menggunting itu….tapi bener2 menjadi Ibu itu Anugerah,,,dan sll yakin akan ada pertolongan Allah didalam perjuangan tsb….;)

  44. Lullabean
    Elizabeth bun May 31, 2011 at 12:59 pm

    wOW,, itu sakit nya pasti luarbiasa yah.. jadi inget dulu sakittt nya minta ampun pas pertama kali latch on.. but sacrifice of a mother ga pernah mengecewakan.. :) great post

  45. Ummi Maliq
    umi faizah May 31, 2011 at 1:24 pm

    Subhanallah tfs mbak ade ceritanya
    Luar biasa perjuangannya dan salut bener. Gak kebayang kalo harus mengalaminya sendiri.
    Kiss kiss buat Oza yang cantik (oot mata Oza bagus :)

  46. Adenita Priambodo
    Adenita June 1, 2011 at 6:58 am

    Waaah..dari kmrn gatel mau komen tapi entah kenapa susah login..
    Terima kasih responsnya ya Para Urban Mama =)Emang bener ya, kalo mau ASIX harus punya support group yang kuat..
    Ah, salut deh pokonya buat para Urban Mama yang udah ngasih hadiah ASi buat anaknya.. Pokonya ASI to the max!Semangat.. :D

  47. netta
    netta June 1, 2011 at 10:03 am

    baru tau tentang tongue tie, TFS ya mom…

  48. rikandun
    rikandun June 1, 2011 at 10:17 am

    Aaaa..peluuuk mba Ade dan Oza..salute!
    Thanks so much for sharing!
    aku jd ngerti nih ternyata menyusui ga semudah yg aku bayangkan, selama ini aku pikir menyusui ya tinggal tempel aja trus udah otomatis deh hehehe…jadi banyak belajar dr sharingnya mba Ade, terutama dengan kasus “tongue tie” ini :D

    Semangaat buat ASI eksklusif, yosh!

  49. June 1, 2011 at 3:22 pm

    rasanya mau teriak setelah baca artikel ini, udah telat banget!!!! kenapa aku baru tau sekarang! sumpah aku telat banget banget banget!!! dulu emang sempet kejadian yang sama, sampe demam2 juga, sampe anakku demam juga, sampe bobotnya turun juga, akhirnya menyerah dan pake formula…. jangan2 anakku memang tongue tie juga ya… hiks… hiks….. hiks… hiks…..

    makasih infonya ya….

  50. fifi wicaksono
    fifi wicaksono June 1, 2011 at 3:25 pm

    hwoooowwwwww,,,, hebat deh mama ade,,
    baca dari awal sampe terakir,, merinding juga,, apalgi waktu puting jd bolong,,, hwiiii,,, yg lecet dikit aja udah nangisna minta ampun, klo mau nyusuin udah takut2,, palagi yg sampe gitu,,
    hebat deh,, thnx jg share pengalamanna, jd pnya pengetahuan baru about tongue tie,, :)

  51. donahardi
    dona hardi June 1, 2011 at 10:45 pm

    salutt….
    jadi ngerasa salah hanya nyusuin 6bln aja cz asi mengering tanpa bisa melakukan apapun… *minum obat cina…
    setelah baca artikel ini, kehamilan kedua harus bisa menyusui sampe 2th…. amiiinn….

  52. b3akins
    Bea Nabilla June 3, 2011 at 7:21 am

    Ade!!
    Ntah kenapa pas baca judulnya langsung kepikiran loe…dan tnyata bener ini Ade ehehe…
    Ini Bea yg ketemu pas senam hamil + imunisasi Oza yg pertama di KMC…mudah2an masih inget yaaa hehehehe…
    Alhamdulillah masalah tongue tie Oza uda teratasi yaaa…semangat terus untuk kasih ASIX, okss…salam utk suami :)

  53. edhabebs
    edHa adHi June 3, 2011 at 8:47 pm

    hwaaa bacanya sambil deg”an dan terharu.. thanks God menemukan dokter yang tepat yaaa..
    dan thanks buat sharing, menambah ilmu banget. sehat terus ya oza dan mama..xoxo

  54. puspita ningrum
    puspita ningrum June 4, 2011 at 8:42 am

    great story mba……hebat semangat terus ya ……terima kasih sharing ilmunya

  55. emaknya danish
    emaknya danish June 4, 2011 at 8:27 pm

    salut deh u perjuangannya keukeuh ASI. emang suami n keluarga terdekat mesti jd garda tdepan u mperjuangkan ASI. klo engga….bisa kalah deh ama sufor. tfs mba

  56. silfia claudiana
    silfia claudiana June 6, 2011 at 4:26 am

    Salam kenal Bunda Oza…
    Verry inspiring story…bikin termehek-mehek bacanya…yang menyadarkan kita yg ga ada masalah ASI untuk bersyukur… Smoga Oza tumbuh sehat dan cerdas…She will be proud to have a mom like u…

  57. adhenurita
    adhenurita June 6, 2011 at 1:21 pm

    Hi Mom…berkaca2 kembali denger ceritanya..baby ku juga waku itu di incisi dengan Dr. Asti di KMC… memang sebuah perjuangan ya…, tapi kita beruntung mendapatkan informasi ini sebelum semakin terlambat..

  58. NurieLubis
    Nurie Lubis June 8, 2011 at 8:27 pm

    Mom Adenitaa…

    Pagi tadi aku baru saja menerima diagnosis bahwa my baby boy, Aksa, juga punya tongue tie.

    Bilirubin Aksa sampai hari ke 17 masih tinggi. Dsa-nya cuma bilang itu karena golongan darah aku dan Aksa berbeda, jadi bil akan lambat turunnya. Gejala lain yang ‘aneh’ adalah si Aksa kalau menyusu bisa sampai 2 jam tanpa henti. udah menyusu 2 jam, tidur bentar, kebangun nangis parah lagi kayak kelaperan banget gitu.

    Tapi yang membawa aku ke Konsultan Laktasi adalah puting susuku kena clogged nipple duct. saluran asi-nya tersumbat, membuat sebagian puting berubah warna jadi putih dan rada keras gitu (karena asi-nya ‘nyangkut’ di bawah kulit). Alhamdulillah aku ngga ngalamin puting lecet, tapi si clogged nipple duct ini juga suakiiit tenan karena asi ga bisa keluar = PD bengkak dan kalau disusuin ke Aksa rasanya kayak disayat-sayat. Aku ke Kemang Medical Care juga, dengan dr. Asti. Dokter-nya langsung panik waktu timbangan Aksa ternyata cuma naik 100gr dari berat lahir, padahal Aksa sudah 25 hari. dr.Asti langsung cek lidah Aksa dan benar aja. ternyata Aksa punya tongue tie yg paling parah, tipe satu, jadi selaput lidahnya sangat maju di depan sehingga semakin banyak bagian lidah yang tertahan ga bisa bergerak bebas.

    Alhamdulillah sebelumnya sudah baca kisah Mom Adenita dan baby Oza. jadi waktu dokter Asti bilang “tongue tie”, aku dan suami ga ragu sama sekali untuk setuju incisi. dokternya sampe bilang “enak nih kalo orang tua pada well informed kayak gini. dokter-nya ngga kelamaan nungguin izin tindakan” hehe.

    So big thanks to Mom Adenita and baby Oza for sharing. Aku masih ngga percaya sesuatu yang aku baca di artikel ternyata terjadi di anakku. tapi artikel ini amat sangat membantu get through it all. Mohon do’a-nya semoga Aksa cepat membaik, dan ketinggalan berat badan-nya bisa kami kejar di bulan-bulan yang akan datang. Amiiin.

    Kecups to all mamas :)

  59. modzy
    Raimidha Indriyati June 11, 2011 at 6:31 pm

    Hiks, kenapa baru sekarang tau ya…anakku dulu juga kesulitan waktu menyusu, akhirnya harus campur sufor :(. Bertekad anak ke -2 harus lulus ASIX..TFS ya adenita..

  60. Bunda Nuha
    Bunda Nuha June 13, 2011 at 1:15 pm

    Aku juga baru tau sekarang…anakku dah hampir 3 bulan, awal2 menyusui jg gitu, walaupun mgkn gk separah itu..n anakku jg ketingglan berat badan..udah macam2 vonis dokter, akhirnya berobat ke Penang (Malaysia), disaranin minum Susu Formula, agak aneh..setelah itu naik berat badannya…

    Apa mgkn Nuha jg mengalami tongue tie? susahnya kami tinggal di Aceh, dan klinik laktasi gak ada di Aceh…
    Btw, thanks utk sharing ceritanya ya Adenita :)

  61. joni monika
    joni monika June 20, 2011 at 12:12 pm

    Bu, makasih banyak untuk tulisannya, sangat membantu anak kami yg sekarang sudah 2 bulan 11 hari, awalnya saya dan istri ingin anak kami lulus ASIX, tapi ternyata setelah dua bulan anak saya hanya naik 300 gram, waktu lahir beratnya 3.3kg dan setelah 2 bulan 11 hari hanya 3.6 kg istri saya sudah menyerah ingin memberikan susu formula, dan untungnya saya lihat tulisan dari bunda Oza, dan hari itu juga saya minta istri saya untuk konsultasi dengan dr. Asti ( dokter terbaik yg pernah saya temui karena seperti sosok seorang ibu sendiri), dan benar seperti dugaan saya klw anak kami mengalami Tongue Tie dan hari itu juga dr. Asti mengambil tindakan medis seperti yg dilakukan oleh Oza, dan istri saya langsung menyusui ternyata tidak seperti sebelumnya anak saya tidak pernah lepas menyusui, tetpai setelah dilakukan tindakan medis anak saya dapat menyusui dengan kenyang. dan kami tetap dengan tekat kami untuk lulus ASIX. dan sebagai catatan waktu itu kami sudah melakukan kontrol dengan beberapa dr anak, tetapi dikatakan anak kami tidak ada masalah.

  62. Adenita Priambodo
    Adenita July 8, 2011 at 7:27 am

    Paska tulisan ini, saya kebanjiran pertanyaan dan sharing di email pribadi. Senang kalau cerita saya bermanfaat =)

    @Joni : Sama-sam, Pak Joni..dokter Asti memang keibuan sekali, saya memanggilnya Eyang Dokter :) mudah-mudahan sekarang menyusuinya makin menyenangkan ya, salam untuk istri dan anaknya =)

    @Nurielibis : Alhamdulillah, sudah melewati masa-masa itu ya Mba.. Mba malah hebat masih sempet browsing ditengah ‘masa suram’ hehe Kecup buat Aksa.. semangat terus ASIXnya ! =)

    @Bea : hai Bea!ya ampun ketemu disini aja ya.. semangat ASIX juga buatmu ya, Be.. canggih niy Bea, dari zaman hamil udah ke klinik laktasi =)

    To All Mamas, makasih ya buat perhatian dan sharingnya..maaf kelamaan balesnya,hehe seneng deh bisa berbagi semangat disini .. =)

  63. Bounty Ria
    Bounty Ria August 16, 2011 at 5:38 pm

    miracle ya mom Nita…. sampe terharu bacanya…. Good joob baby Oza….

  64. azidnie
    azidnie August 19, 2011 at 11:31 am

    rasanya waktu saya melahirkan Nabil bulan April lalu, teman sekamar saya di RS mungkin mengalami hal yg sama juga. bayinya ga bisa menyusu dg baik, dan menangis terus. kasihan ibu si bayi, selalu disalahkan karena bayinya ga mau nyusu. yg katanya karena ibunya stres lah, posisi menyusunya ga bener lah, dll. padahal yg paling rajin datang ke kamar bayi utk menyusui bayinya adalah dia (bahkan jam 3 dini hari pun dia mencoba menyusui bayinya).saya merasa, ada masalah dg lidah bayinya, karena bayinya ga bisa menghisap/menelan dg benar, bahkan dg bantuan sendok sekalipun ASI tetap ga bisa ditelan. akibatnya, berat badan bayinya merosot drastis hanya dlm 3 hari, dari 3,1 kg menjadi 2 kg.

  65. adinda
    adinda November 6, 2011 at 12:10 pm

    makasi mbak Adenita,, untuk sharing nya..
    ternyata anak saya 6m2d juga tongue tie juga..
    semalem akhirnya saya juga ke dr.Asti..

    alasan kesana awalnya karena PD kanan saya jumat malem ‘kenceng’ banget,, dikompres n diperah tetep aja..
    dan sebelum nya puting saya berulang kali lecet,, dari awal menyusui..istilah dr.Asti ‘on off’…
    dan ternyata benar setelah diperiksa dr.Asti,, anak saya tongue tie juga,,

    saya bener2 tau istilah tongue tie ini ya kira 2-3hari belakangan secara gak sengaja…
    karena dari awal menyusui memang puting saya sempet berdarah..
    tapi karena saya kekeh ingin memberikan ASIX,, jadi apapun yang terjadi saya harus nyusuin…

    Alhamdulillah,, BB anak saya tiap kontrol naik terus,, dan kondisi puting saya membaik,, tapi memang sempet berulang kembali (*lupa saat anak saya usia berapa bulan, sekitar 3-4bulan mungkin :)
    Dan itupun saya pikir karena anak saya sudah mulai senang mengigit2..

    Tapi kembali keadaan puting saya kembali membaik,, dan BB anak saya Alhamdulillah tetap naik..
    Dan terakhir saat anak saya 5-6m,, puting saya lecet kembali.. dan akhirnya saya tau mengenai tongue tie dan saya memutuskan ke konselor laktasi..

    Subhanallah… Alhamdullilah…
    ^_^

  66. kembanggeulis
    kembanggeulis February 9, 2012 at 10:20 am

    ceritanya samaaa persis sama yang kaya aku alamin.. mulai dari lecet parah, parno kalau mau menyusui, demam seminggu lebih entah karena apa, sampe de nggen nangis kejer2 aku diemin, sampe orang sekitar nganggap asinya kurang, trus pada “berbaik hati” nawarin susu formula bahkan pisang.. tapiii aku tetep istiqomah untuk ngasih ASI Eksklusif buat anakku. Untungnya de nggen juga dapet donor ASI dari kakakku sendiri di saat aku kelelahan karena menyusui yang bisa dibilang ga berhenti2. Sampai sekarang usia nggen 3 bulan, aku masih suka merasa sakit saat menyusui. Baru baca masalah tongue tie ini, jadi curiga jangan2 nggen tounge tie juga. Dari dulu belum pernah ke DSA, karena aku melahirkan di kampung halaman dan hanya berkonsultasi dengan bidan. Minggu depan mau konsul ke DSA sekalian imunisasi, doakan semoga semua baik2 saja.

  67. lovealizi
    lovealizi November 30, 2012 at 1:56 pm

    terharu bacanya,.. jadi inget perjuangan kasih ASI ke alizi.

  68. mrs dani
    mrs dani December 5, 2012 at 8:26 am

    sukses ya mbak, seneng akhirnya masalahnya ketemu dan bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat hehe …
    semoga lancar jaya terus menyusuinya sampai 2 tahun, dan Oza jadi anak yang super segalanya …
    Salam hangat dari Bandung :)

  69. devilusy
    Devi Lusyana December 11, 2012 at 10:37 am

    aduduh,,mbak super sekali. saya yg bacanya ampe ngilu. selamat mbak, semoga oza jadi anak yg sehat. perjuangan ibunya luar biasa sekali

  70. bundaKinjiro
    bundaKinjiro December 30, 2012 at 12:33 pm

    Terharu liat perjuangannya… Ingat saya yg juga pernah lecet berdarah2 tapi karena tipe puting saya yg datar.
    Mau menyusui anak tuh sudah panah dingin duluan, jadi inget dulu kata perawatnya “Bu, kayak mau diterkam harimau aja”
    Baru kefikiran soal tongue tie ini,anak pertama saya cadel, karena suadah besar 5th sudah susah penangannya walau ga terlalu parah, karena teman ada yg anaknya juga kena langsung ditangani ga ada problem apa2.

  71. wandaws
    wanda soepandji January 3, 2013 at 3:27 pm

    Deg deg an baca tulisannya.. saya merasakan sakit yang hampir sama. Hari ke 2 ketahuan kalaubayi saya tongue tie, tapi disuruh nunggu, kalau ngga ada masalah ngga perlu di incisi. tapi ternyata.. puting luka mulai hari ke 4 dan nangis saya parah di hari ke 7. Hari ke 8 akhirnya baby di incisi di RS Puri Cinere. Tapi penyembuhan puting lecet sampai 1 bulan kemudian.. Sejak baby usisa 1 bulan saya bisa menyusui dengan nyaman dan menyenangkan ^_^
    Tapi sejak baby 7 bulan tumbuh gigi pertama sampai sekarang sudah ada 4 gigi di usia 10.5 bulan.. luka luka mulai bertebaran lagi di puting.. Semoga saya bisa bertahan nyusuin sampe baby 2 tahun..
    Terima kasih sharing nya ya mbak..

  72. Furi Mappatoba
    Furi Mappatoba April 24, 2013 at 3:46 pm

    Salut banget!! disaat banyak momy putus asa dan beralih ke susukaleng, ternyata masih ada yang berjuang sedemikian rupa…
    saya sempat deg-degan dan senang karna ada teman seperjuang,meskipun baby Yahya tidak bermasalah, tapi saya sempat bermasalah karna keracunan nasi goreng, yang menyebabkan ASI saya berkurang drastis..sempat hampir putus asa dan nangis2, Alhamdulilah ada yang ngasih tau, setelah minum air ketumbar sangrai, roduksi kembali membaik dan bisa memberikan hadiah terbaik untuk baby Yahya
    sharing semacam ini sangat bermanfaat..semangat pejuang ASI hehehe.. happy breastfeeding, lets give the only best gift for our baby:)

  73. bunda ichi
    bunda ichi June 28, 2013 at 11:05 am

    wuoooh.. Oza anak pintar ya :) *kecup buat Oza :*

  74. andarweni
    andarweni August 12, 2013 at 10:08 pm

    perjuangan yg tidak sia sia untuk bunda dan baby Oza.. congrat y untuk baby Oza punya Bunda yg semangat dan g menyerah dgn keadaan dan komentar komentar pedas sekitarnya.

  75. arisona
    Arisona Lestari August 27, 2013 at 5:26 pm

    “Ajaib! saat itu saya tidak merasakan sakit seperti biasanya. Oza langsung menyusu dengan lahap, kali ini rasanya berbeda sekali. ”

    saya terharuuu bacanya.. waduh dikit lagi oza uda mao 3 taun.. slamat yaaaaa

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.