Let’s Talk About Money With Our Honey

fitri QM
Fitriavi Noeriman ST, AEPP, CFP Lulusan jurusan Teknik Pertambangan ITB. Perencana Keuangan Independen yang merupakan Head of Sales QM Financial.
Website: http://www.qmfinancial.com/
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!
Fitriavi Noeriman ST, RFA
Pendidikan: S1 Pertambangan – ITB.
Sertifikasi di RFA & QMPC.

Group Head Planning Division di Quantum Magna Financial Indonesia. Narasumber di Trax FM 101,4 FM dan Cosmopolitan FM.

Bulan Februari identik dengan bulan kasih sayang (hey! Minggu depan Valentine!) Tapi apa hubungan nya bulan kasih sayang dengan uang?

Tentu ada.

Sedikit ilustrasi, hubungannya seperti ini:

♥ Untuk ngobrolin masalah keuangan dengan pasangan, kita butuh waktu yang tepat.

♥ Kapan waktu yang tepat itu? Salah satunya bulan ini, pas lagi romantis-romantisnya. Kalau suasana hati enak, lingkungan mendukung, mau ngobrolin soal apa pun, yang seribet apa pun insya Allah akan lancar (ditambah sama doa yang banyak juga ya).

♥ Hal lain yang menghubungkan uang dengan bulan kasih sayang adalah karena uang bisa bikin pasangan makin lengket, tapi jangan salah, banyak juga pasangan yang akhirnya berpisah hanya gara-gara uang.

♥ Menikah karena cinta, tapi kalau sudah menikah, mulai timbul pertanyaan: emang cukup hidup pake cinta doang? Beli rumah, punya anak, beli kendaraan, sekolah anak, gaji asisten rumah tangga, dan seabreg kebutuhan rumah tangga lainnya. Harus dibayar pakai uang. Jadi kesimpulan: uang sama pentingnya dengan cinta.

♥ Apakah kita terbuka untuk bahas uang dengan pasangan? Pada saat kita menikah, kita membangun keluarga bersama, punya anak bersama, gaji dan pengeluaran untuk bersama. Tapi masih banyak pasangan yang tidak terbuka satu sama lain mengenai masalah uang. Saya masih menemukan pasangan yang sudah menikah hampir 7 tahun, tapi sama sekali tidak tahu berapa gaji pasangan nya, atau berapa uang tabungan nya, dimana saja dia menyimpan uang nya.

♥ Kenapa uang masih jadi hal yang tabu untuk dibicarakan ya? Apakah karena budaya kita? Atau mengikuti aturan jaman orang tua kita? Jaman berubah, kita harus beradaptasi dengan perubahan untuk menuju sesuatu yang lebih baik.

♥ Jaman orang tua kita dulu, pembagian tugas adalah suami sebagai pencari nafkah utama, istri sebagai ibu rumah tangga yang mengurus anak. Suami bekerja mencari uang, pada saat gajian, istri akan dapat bagiannya dari suami. Sekarang jaman berubah, banyak pasangan suami-istri yang bekerja. Punya penghasilan sendiri, tapi karena merasa masing-masing punya uang, akhirnya ga ngobrol pembagian uangnya bagaimana.

♥ Untuk para mama yang tidak bekerja, jangan hanya mau duduk diam dan terima uang dari suami. Kemudian mendapat cap sebagai “pemboros”, “hobi belanja”, “pintar habiskan uang”. Jadilah direktur keuangan untuk keluarga, mampu mengelola cashflow bulanan, mengetahui cara investasi, mengenal produk-produk keuangan.

♥ So let’s talk about money with our honey. Let’s take this moment as a new beginning.

12 Comments

  1. Indah Prabandono
    Indah Prabandono February 7, 2011 at 12:36 am

    Beneran emg persoalan menyangkut uang itu bisa membuat “cinta jadi benci, benci jadi cinta” :) untungnya saya sama suami udah terbuka abis-abisan soal keuangan sejak kita mau menikah dan sampai sekarang pun demikian. Yang terpenting adalah saling menjaga kepercayaan dalam urusan keuangan. Tanggung jawabnya bukan untuk diri sendiri doang lagih soalnya, tapi itu…*nunjuk ke barisan bocah-bocah TUM*

  2. February 7, 2011 at 7:39 am

    Iya nih…saya belum terbuka mengenai masalh keuangan dengan suami. Resolusi terbesar tahun ini adalah memperbaiki masalah keuangan keluarga. Thanks for the tips

  3. BunDit
    BunDit February 7, 2011 at 8:55 am

    Memang uang layaknya pisau bermata 2 ya. Di satu sisi bisa membuat pasangan makin harmonis tp di sisi lain justru bisa membuat retak, kalau tidak dibicarakan terbuka. Thanks tips nya mam Fitri :-)

  4. eka
    Eka Wulandari Gobel February 7, 2011 at 9:48 am

    Ahh..uang!
    Aku cinta rupiah :) hihihi…
    Yuk yuk yuk, jd tambah semangat nih diskusiin manajemen keuangan keluarga sama suami..
    Makasih udah ngingetin ya, vit :)

  5. dinimaya
    dinimaya February 7, 2011 at 1:06 pm

    TFS mbak fitri..yg udah ingetin kita untuk jadi mama yang handal dalam hal keuangan..aku setuju banget kalo ngomongin duit ma suami hati2 bgt..sensitif!! takutnya ada uang abang syang, ga ada uang abang ditendang he3.menurut aku yang paling sulit ngasih tau pasangan soal berhemat n rubah gaya hidup..ada aja alasannya..padahal kunci berhemat dan pengelolaan uang ada di gaya hidup kan moms..masalah instrumen keuangan mah suami juga tau..tp kalo disuruh hemat deuhh minta ampun.so kembali lagi ke diri kita..komitmen untuk jaga keutuhan keluarga, balance ur life.

  6. ninit
    ninit yunita February 7, 2011 at 2:00 pm

    fit…
    gw kaget baca tulisan elo… udah 7 tahun nikah tapi ga tau gaji pasangannya berapa… asetnya dimana aja… tabungannya brp… wah ada ya yang kayak gitu. alhamdulillah gw sama my ‘honey bunny’ terbuka bgt ttg uang.

    TFS ya fit. dengan artikel ini jadi semangat banget buat benerin keuangan keluarga. thanks fiiit!

  7. crey
    Chrisye Wenas February 7, 2011 at 2:07 pm

    Hehehe setuju banget buat nyari momen yang pas buat ngomongin keuangan ama pasangan, bisa aja nih idenya pas valentine :p
    Untungnya, kita juga terbuka sih soal ini, tinggal memantapkan lagi financial plan demi masa depan yg cerah *apa sih*

  8. gumzkiew
    gamma sinta rini February 7, 2011 at 3:57 pm

    huihii, urusan ini emang sensi berat yaa..
    tapi kadang rasanya malah pengen ‘ga terlalu tau’ jadi ga perlu ‘ikut kpikiran’ deh.. hahah *kacaw* :))
    hihi,ngga kok. alhamdulillah so far pasangan terbuka banget ttg ini. dan menyamakan visi rencana keuangan emg challenging topic :)

  9. bunda aqila pawpaw
    Rika Cahya Oktaviana February 7, 2011 at 9:09 pm

    memang susah bgt untuk saling terbuka ttg uang,apalagi skrg sy gak kerja lagi jd rada gengsi juga sih minta uang ma swami.saya msh cari cara supaya swami bs terbuka ttg uang…huh3x emang susah2 gampang…

  10. Honey Josep
    Honey Josep February 8, 2011 at 6:56 pm

    hihihihi, momen yg tepat buat minta beli RD (lagi) dan LM :D

  11. bunda ghina
    bunda ghina February 9, 2011 at 10:08 pm

    Great topic.. Sensitif emank kl ngomongin uang, takut menyinggung suami, secara gajiku lbh byk sedikit dr suami, untuk kebutuhan sehari2 dibagi 2, suami buat kebutuhan kita bersama, n aku utk kebutuhan si kecil.
    Ngomongin sambil mkn mlm berdua oke kali ya…
    Perlu ada perubahan keuangan di rumah.. Tx jd inspirasi =)

  12. ayankmira
    Mira 'ayank' Sahid February 14, 2011 at 11:40 am

    sampai tahun 2006 semenjak menikah di tahun 2002, masalah keuangan kami belom terbuka satu sama lain. tapi alhamdulillah sekarang uda lebih baik, sudah dibicarakan setiap pemasukan dan pengeluaran bersama2, karena kami berdua sama2 menghasilkan. jadi, kebutuhan apapun selalu kami bicarakan sama2, dan ga mau itung2an, toh semua untuk keperluan kami dan anak2, Insya Allah barokah

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.