Liburan ke Gunung Bromo

Lilik

Alhamdulillah, liburan sekolah bulan Juli kemarin, kami sekeluarga bisa berlibur ke Malang. Ini adalah pertama kalinya anak-anak menginjakkan kaki di Jawa Timur, jadi mereka sangat gembira. Apalagi kami sengaja naik kereta saat berangkat.

Salah satu rencana kami adalah mengunjungi Gunung Bromo. Dari hasil bertanya kepada beberapa teman, hasilĀ googling, akhirnya kami memutuskan untuk melihat matahari terbit di Bromo. Sebenarnya ini tidak direkomendasikan oleh teman saya, karena kami harus berangkat dini hari dari Malang, tempat kami menginap. Salah satu alternatif bisa menginap di daerah Bromo, tapi karena sudah telanjur booking hotel di Malang, kami memutuskan berangkat dari Malang. Dengan beberapa pertimbangan, juga melihat anak-anak kami yang memang sudah biasa bepergian jalan darat sejak mereka bayi, kami memutuskan ke Bromo dini hari untuk melihat matahari terbit.

Saya lalu mencari travel untuk ke Bromo-nya. Ternyata ada banyak pilihan paket tour yang ditawarkan oleh travel lokal di sana. Saya juga mendapatkan rekomendasi dari pihak hotel. Ternyata travel yang sama pernah dipakai oleh teman saya yang lain, dan hasilnya memuaskan. Akhirnya kami mantap memilih tur rekomendasi hotel.

Pada hari yang telah ditentukan, pukul 01.30 kami dijemput di hotel oleh pihak travel. Saya sudah memasang alarm untuk bangun pukul 01.00, dan ternyata tepat saya bangun, ada telepon dari resepsionis bahwa kami sudah dijemput. Untung saya sudah bersiap-siap pada malam harinya, sehingga saya cukup membangunkan anak pertama dan kedua kami untuk sikat gigi dan berganti baju saja. Untuk si bungsu, cukup saya kenakan jaket dan langsung saya gendong. Alhamdulillah si bungsu tidak rewel dan langsung pulas kembali.

Perjalanan dari Malang ke Bromo memakan waktu kurang lebih 2 jam. Kakak Shafa dan Mas Hafiz langsung pindah tidur saja. Begitu juga Dek Reefa. Alhamdulillah karena masih minum ASI, kalau terbangun langsung saya susui, dan langsung terlelap lagi. Kami memakai mobil jenis Trooper. Sebenarnya pada awalnya suami tidak setuju, minta ganti Innova/APV, dan baru berganti jeep di Pananjakan, tempat kami akan melihat matahari terbit (sebelum ke kawah Bromo). Tapi pihak travel menyarankan tetap memakai Trooper saja karena kondisi jalanan. Dan memang akhirnya kami lihat selama perjalanan tidak kami temukan jenis mobil pribadi, semua mobil yang menuju Bromo jenisnya jeep/trooper.

Dalam perjalanan kami ke Penanjakan, tempat kami akan melihat matahari terbit, kami diberi tambahan seorang pemandu wisata (bukan supirnya), yaitu mahasiswa jurusan pariwisata yang sedang kerja lapangan di travel tersebut.

Pukul 03.30 kami sampai di Penanjakan, setelah parkir kami menuju warung-warung yang ada di bagian bawah Pananjakan. Kami mendapatkan teh hangat untuk mengatasi dingin yang langsung terasa begitu kami turun dari mobil. Di warung-warung itu juga tersedia mie instan dan pisang goreng. Di sekitar warung-warung kopi ini, juga banyak warung suvernir, yang menjual jaket, syal, topi, dll. Bahkan ada persewaan jaket juga. Oh iya, kalau mau buang air kecil, di warung-warung ini juga ada toilet yang lumayan bersih.<

Pukul 04.00 kami berjalan menuju ke tempat melihat matahari terbit. Ada beberapa anak tangga menuju ke lokasi. Sampai di atas, kami melihat tempat duduk besi berjajar-jajar untuk melihat matahari terbit. Sayang di bagian paling depan, banyak orang berdiri, bahkan naik ke tembok pembatasnya untuk mengambil foto.

Dari keadaan gelap gulita, lama-lama mulai terlihat semburat kuning jingga, matahari mulai muncul malu-malu, sampai akhirnya matahari bersinar terang, sungguh suatu pengalaman yang tak terlupakan buat anak-anak kami. Bagi saya dan suami, ini menjadi pengingat untuk lebih bersyukur atas semua karunia Allah yang tiada taranya ini. Sayang saat itu, awan dan kabut agak menutupi saat matahari mulai terbit, tapi tetap saja indah menurut kami.

Dari Penanjakan, kami menuju ke kawah Bromo. Sebelumnya mobil kami melewati jalan setapak (bukan jalan umum), kata supir kami, jalan ini menuju pemandangan negeri di atas awan. Sesampai di lokasi, ternyata benar-benar ada awan di dekat kami. Pemandangan negeri di atas awan itu maksudnya pemandangan tiga gunung yaitu Gunung Bathok, Gunung Semeru, dan Gunung Bromo.

Jalan menuju ke kawah Bromo berkelok-kelok menuruni perbukitan. Sayang jalanannya rusak parah, belum lagi kalau turun hujan, kondisi jalanan pasti makin parah. Tentu saja ini menjawab pertanyaan kami kenapa hanya mobil jenis jeep saja yang bisa melewatinya. Saya sempat membayangkan, andaikan jalanan menuju kawah Bromo ini bisa seperti kelokan 44 menuju Danau Maninjau di Sumatera Barat, pasti pariwisata Bromo akan lebih ramai.

Setelah melewati kelokan yang panjang dan bergelombang, sampailah kami di bawah yaitu di padang pasirnya. Tidak berapa lama kami sampai di kawah Bromo. Dari tempat parkir kami menuju ke tanjakan tangga menuju kawah bisa berjalan kaki atau naik kuda. Biaya naik kuda sekali jalan Rp50.000,-. Di tempat parkir juga banyak meja penjual kopi dan mie instan. Juga ada toilet yang lumayan bersih. Sayang anak-anak tidak ingin naik ke kawahnya, padahal kami ingin sekali mencobanya. Konon ada 200 tangga dari dasar ke atas kawah Bromo. Tapi kami mengikuti kemauan anak-anak.

Setelah sarapan roti tawar yang kami dapatkan dari tur, ditambah mie rebus dan mie goreng, kami melanjutkan perjalanan ke padang Savana dan Pasir Berbisik. Duh hamparan rumput kering kekuningan di padang luas seperti ini, sungguh membuat hati ini senang. Reefa sangat puas berlarian di sini. Sayang sewaktu d isini, Kakak Shafa ketiduran di mobil.

Sebetulnya masih ada 2 tempat yang ditawarkan yaitu ke air terjun Madakaripura dan Candi Singosari. Sewaktu menuju Candi Singosari ternyata semua anak-anak terlelap tidur, akhirnya kami memutuskan kembali ke Malang. Walaupun tidak semua tujuan tercapai, kami gembira dan senang melihat anak-anak bisa melihat dan merasakan petualangan yang dekat dengan alam. InsyaAllah makin menambah cinta tanah air dan lebih bersyukur atas semua karunia-Nya. Amiin.

Tips melihat matahari terbit di Bromo:

  • Pastikan semua sudah disiapkan malam sebelumnya, baju hangat/jaket, syal, topi, sepatu dan kaos kaki wajib dipakai. Sebenarnya suhu di Bromo sewaktu matahari terbit itu seperti suhu pagi hari di Puncak, tapi memang sedikit lebih dingin. Untuk Mas Hafiz yang memang tidak tahan dingin, perlu jaket lebih tebal.
  • Bawa bekal makanan/minuman secukupnya. Biasanya travel menyediakan menu sarapan pagi (kami mendapatkan roti tawar isi beberapa variasi). Di setiap lokasi Penanjakan dan kawah Bromo banyak dijumpai penjual minuman hangat, gorengan dan mie instan.
  • Siapkan kamera, beserta cadangan baterai kalau perlu, sayang kalau sampai tidak mengabadikan keindahan alam Bromo.
  • Untuk anak yang suka mabuk, siapkan fisik dan obat yang diperlukan. Mengingat jalur yang berkelok dan rusak parah, perlu diperhatikan kondisi fisik anak-anak.

Selamat berlibur!

18 Comments

  1. eka
    Eka Wulandari Gobel September 6, 2012 at 7:06 am

    waah..serunyaaa..
    pengen ke sini juga nanti kalau anak2 udah lebih besar.
    pemandangannya indaaaah sekaliii :) sukaaa!
    tfs ya, mama lilik!

    1. Lilik
      Lilik September 6, 2012 at 1:35 pm

      iya, indah bgt pemandangannya. mudah2an terkabul ya ksananya.

      1. devi diris
        devi rahmatdaniar October 14, 2012 at 6:53 pm

        mba boleh dshare data travelny…Insya Allah pengen ksana desember ini tks yaa..

  2. dewi.alif
    dewi khairiyah September 6, 2012 at 7:17 am

    wuiiiihh,,,, keren bgt liburannya,,,, pst seru yah,,,
    pingin bgt kesana, keliling kota malang dan sekitarnya :)
    insyaAlloh kalau ada rejeki dan si dedek udah cukup besar :D
    tfs…. :)

    1. Lilik
      Lilik September 6, 2012 at 1:36 pm

      iyaa, seru dan byk pilihan klo ke Malang ;)
      mudah2an terkabul ya ksananya, amiin

  3. rikandun
    rikandun September 6, 2012 at 9:45 am

    mba liliik..seru bgt ceritanya, fotonya juga keren2
    jd pingin ke sana..
    makasi udah dibuat review dan tipsnya :D

    1. Lilik
      Lilik September 6, 2012 at 1:37 pm

      sama2 rika :)

  4. otty
    Pangastuti Sri Handayani September 6, 2012 at 11:47 am

    Bromo memang baguuuusss ya, kayaknya asal jepret kamera juga hasilnya udah bagus karena alamnya subhanallah bagus banget.

    Liat foto2 Lilik, semuanya keren2 dan seneng :)

    Agak bertolak belakang dengan cerita liburan gue ke Bromo 2 taun yang lalu hahaha… Uang ngepas karena lupa ngambil di Surabaya, ATM ga ada, mo makan pop mie aja ngitung dulu hahaha… Tapi tetep seneng, seru ada “cerita”nya ;)

    1. Lilik
      Lilik September 6, 2012 at 1:40 pm

      klo photonya pake DLSR pasti lbh mantap ya ? :)
      ini kmrn bawa pocket camdig aja, plus photo2nya di atas lbh byk yg pake hp :)

      iya Otty, waktu google mau ke Bromo, sempet baca artikelnya Otty itu jg, makanya udh wanti2 misua bawa cash-nya jgn lupa hehe …

  5. Shinta_daniel
    Shinta Daniel September 7, 2012 at 10:03 am

    subhanallah, indah banget ya pemandangannya apalagi bisa jalan2 bawa si kecil…. thank u sharingnya…

  6. dewyunita
    Dewi Jasman September 14, 2012 at 11:42 am

    Awesome!
    Melihat matahari terbit di Bromo bersama hubby dan anakku, adalah hal yg ada di dream list-ku :)
    Makasih buat share artikelnya, Mom! Hatiku makin dag-dig-dug ngeliat foto2nya, kira2 kapan ya Aku ke sana?
    Saat ini baby-ku umurnya tepat 9 bulan. Kira2 usia berapa dia memungkinkan untuk kubawa kesana? Satu tahun? Setahun setengah? Menurut mommies gimana?

    TFS ;)

  7. Honey Josep
    Honey Josep September 25, 2012 at 2:47 pm

    tfs :)

    jadi kepengen kesini :)

  8. yuswan iskandar
    june rahmawati December 14, 2012 at 3:27 pm

    halo mbak lilik, salam kenal..
    baca ulasan bromo nya jadi pingin kesana..tapi saya mau ty2 dulu nih mbak
    mbak lilik wktu ikut tour dari malang ke bromo nya, ngambil satu hari atau 2 hari tuh mbak? dr sharingnya ga ditulis pulang dari tournya jam brp dan sampai jam brp..Rencananya mau ke bromo desember ini nih mbak, bawa anak2 saya 5th dan 3th jadi saya butuh info nih..thanks

  9. Lilik
    Lilik December 15, 2012 at 6:45 am

    Dear Yuswan, salam kenal balik ya ;)
    Dulu kami enggak menginap di bromo, tapi di Malang. So dini hari jam 01:30 dijemput di hotel, lihat sunrise, ke kawah dll, siang hari balik ke Malang.
    Byk pilihan jg klo mau menginap di sekitar Bromo, tinggal pilih sesuai sikon aja ya, happy holiday ;)

  10. deconova
    deconova February 25, 2013 at 2:38 pm

    halo mba,

    sy ada rencana sama kluarga k bromo dr malang.bawa baby 7m juga. mnurut mba safety ga yah bw baby 7m ksana scara kan katanya hawanya dingin bgt dan d broo jg katany banyak debu akibat pasir2 ketiup angin

    trus bisa mnta rekomendasi hotel d malang ga, mungkin yg prnah mba pake kmrn. sama ikut tour apa y mba? kalo boleh ta jg biaya ny brp ya? biar bs prepare.

    tx b4 mba :) o y salam kenal ya

  11. chatrine
    chatrine April 11, 2013 at 11:35 am

    Mba Lilik,
    seneng d baca nya… kayanya gk seseram crt2 org yg hrs naek gunung… hehehe…
    Mba mau dunk di share nama hotel n travel nya krn aq mau ke sana sama nyokap n ponakan…
    tq…

  12. diana.yusuf
    diana yusuf September 1, 2013 at 7:37 pm

    Mba lilik…boleh minta no kontak travelnya gak?saya ada rencana ke malang juga dan pengen ke bromo…

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.