Melahirkan Si Kembar

Kira Kara

Melahirkan si kembar menjadi detik-detik yang mengesankan bagi saya. Bagaimana tidak, waktu melahirkan sangat jauh dari HPL nya. Minggu ke 33 tepat alias prematur. Waktu melahirkan ini memang sudah diperkirakan akan maju dari HPL karena melihat bayi yang kembar dengan kapasitas rahim saya yang hanya muat untuk 1 janin. Tapi tidak pernah dinyana kalau akan semaju itu. Tepatnya tanggal 22 Juni 2010 kemarin Kira dan Kara lahir dengan BBLR yaitu Kira BB 2010gr dan Kara BB 1500gr. Akibatnya mereka harus menginap di inkubator sampai 48 hari.

Proses melahirkan itu terasa sangat mengesankan buat kami karena saya tidak merasakan sakit sama sekali mulai dari pembukaan awal sampai lahir. Bahkan saat dijahit pun saya sampai tertidur. Saya sangat berterima kasih sekali dengan mbak Evariny dengan http://hypno-birthing.web.id nya yang membantu saya selama masa kehamilan. Berkat teori hypnobirthingnya dan latihan meditasinya saya jadi bisa melahirkan dengan lancar dan nyaman. Meskipun saya tidak dapat mengikut pelatihan langsung, dengan membaca buku panduan dan mempraktekan teori meditasi dengan bantuan CD nya, sudah mampu membuat saya merasa rileks dan tidak tegang menghadapi proses melahirkan.

Proses kelahiran itu bermula 21 Juni 2010 pukul 5.30an celana dalam basah seperti keputihan. Karena tidak tahu kalau itu rembesan air ketuban, saya tidak menghiraukan dan berpikir kalau sedang keputihan. Ganti celana dalam dan kembali beraktivitas seperti semula. Jam 1 siang kembali terjadi hal yang sama. Pukul 18.30an terjadi hal yang sama untuk ketiga kalinya. Kali ini saya tanya ke mama mertua saya. Disarankan mama mertua untuk istarahat dan bedrest. Tapi saya sempat masak makan malam untuk suami. Jam 20.00 baru saya istirahat, rebahan di tempat tidur sambil ngobrol sama si kembar. Karena perut kaku seperti biasa, saya bilang sama si kembar, mereka boleh keluar kapan saja kalo sudah merasa sempit dan gak nyaman di rahim bunda. Apabila nanti mau lahir, bantu bunda ya biar kita sama-sama nyaman selama proses melahirkan ya sayang. Dan pukul 1 tengah malam pecah ketuban. Awalnya saya ingin pipis, belum sampai kamar mandi celana udah basah, yang saya kira ngompol. Pas sampai kamar mandi dan melihat kalo cairan itu ada warna merah darahnya, baru saya ngeh kalo itu air ketuban. Langsung saya bangunkan suami dan mertua dengan baju yang sudah basah kuyub dan menggigil kedinginan minta dianter ke RS.

Sampai di RSI 2 Jemursari Surabaya, diperiksa bidan jaga sudah pembukaan 3. Berkali-kali bidan jaga keluar masuk ruangan persalinan saya menanyakan, “Sakit gak Bu?” sampai saya bosan menjawab, “Enggak Sus.” Yang ada ingin minum terus, ingin pipis, dan ingin makan. Bahkan saya sempat menghabiskan 1 buah burger, 2 gelas teh manis, sambil membaca buku do’a yang disediakan disamping meja persalinan saya. Pukul 06.00 pembukaan 5. Mulai terasa mulas seperti orang mau BAB. Bidan jaga bilang gak boleh persen/ngeden dulu. Tunggu sampai Prof. Dr. Agus Abadi datang. Alhasil seperti layaknya orang nahan BAB, keluar keringat dingin, dan emosi makin meningkat.

Pukul 08.00 pembukaan 8 dan pukul 09.36 lahirlah baby Kara Kalani Setyadi. Pukul 09.44 lahir baby 2, Kira Elysia Setyadi. Mama mertua yang ikut menunggu di dalam selama proses melahirkan sampai terheran-heran melihat saya tidak teriak-teriak seperti layaknya orang melahirkan. Saya ngeden/persen sesuai petunjuk dokter. DSOG nya pun sampai salut melihat saya mampu melahirkan bayi kembar prematur dalam keadaan rileks dan tidak tegang. Setelah IMD saya ditolak suster karena bayi yang terlalu kecil yang dikhawatirkan bisa biru, saya minta dokter untuk tidur. Dokter mengijinkan, dan selama proses jahit itu saya tidak merasakan apa-apa karena tertidur pulas, kecapekan. Ketika terbangun badan saya sudah bersih, dengan baju yang rapih. Saya hendak turun dan jalan pindah ke kamar rawat inap saya, kali ini bidan jaga melarang. Saya diharuskan pake kursi roda. Dan sudah banyak sahabat, kerabat yang menunggu di kamar. Meskipun sedihnya Kira dan Kara tidak dapat ikut berkumpul bersama kami. Pukul 2 siang tanggal 22 Juni 2011 tersebut saya pun nekat berjalan kaki melihat keadaan buah hati saya.  Saya tidak mempedulikan lagi omongan suster untuk menyuruh saya memakai kursi roda.

Si Kembar harus relakan menginap di RS lebih lama. Rasanya iri saat saya pulang melihat ibu-ibu yang lain bisa menggendong buah hati mereka masuk mobil/taxi, tapi saya hanya menenteng tas ditemani suami dan mertua. Ingin rasanya saya lari mengambil 2 buah hati saya, tapi keadaan tidak memungkinkan untuk saya bawa pulang. Karena kondisi pencernaan Kira Kara yang belum sempurna juga saya tidak diijinkan menyusui Kira Kara. Selama kurang lebih 3-5 hari mereka tidak dapat merasakan nikmatnya ASI. Setelah pencernaan mereka siap, mulai dilatih minum ASI melalui selang sonde yang dipasangkan lewat hidung mereka mulai 0,5ml sampai mereka benar-benar siap menyusu ke PD saya. Miris rasanya. Hati saya bahkan sempat tersayat ketika melihat selang sonde Kira mengeluarkan darah segar ketika hari pertama minum susu, yang menunjukkan pencernaannya belum siap. Setiap malam saya tidak bisa tidur ketika mengingat buah hati saya yang ada di inkubator, dan membayangkan tangan dan kaki mereka yang mulai biru membengkak karena harus pindah-pindah jarum infus. Setiap hari saya selalu menemani mereka di RS dan menabahkan diri mendengar suster-suster jaga melaporkan kalo mereka habis ganti jarum infus lagi karena bengkak. Berusaha menghibur mereka ketika mereka teriak-teriak menarik selang sondenya sebagai bentuk usaha protes mereka kalau mereka ingin minum susu langsung lewat mulutnya. Meski hanya setetes, mereka dapat tertidur lagi dengan tenang. Bagaimanapun juga saya bersyukur memiliki anak-anak yang kuat sehingga mereka mampu seperti sekarang.

Benar-benar saya sangat berterima kasih kepada suster-suster di ruang neonatus RSI 2 Jemursari Surabaya yang sabar pada saya ketika saya berkeluh kesah.  Bidan–bidan jaga dan Prof. Dr. Agus Abadi SPOG yang sudah mendukung saya selama proses melahirkan. Dr. Nunung SPA yang telah banyak sekali membantu saya merawat Kira Kara dan dengan telaten mengomeli saya bila saya bandel.

Untuk para urban Mama dan Papa yang sedang menanti proses melahirkan, saran saya hadapi semuanya dengan rileks dan setenang mungkin. Bukan demi siapa-siapa hanya demi buah hati. Karena ketika kita rileks buah hati pun merasa nyaman. Dan melahirkan itu tidak sakit. Untuk para orang tua yang sedang mengasuh bayi prematur, ikatan fisik antara Mama dan bayi serta kekuatan hati Mama sangat-sangat diperlukan untuk membantu tumbuh kembang yang optimal bagi bayi. 

34 Comments

  1. Tickzie
    Mustika Kusumaningtyas November 9, 2011 at 8:42 am

    Subhannallah….
    Merinding bacanya… Luar biasa kekuatan Kara dan Kira, juga mamanya. Semoga sehat selalu yaaa..

    1. Kira Kara
      Bunda Wiwit November 9, 2011 at 4:46 pm

      amiin… Terima kasih do’anya.. ^_^

  2. ninit
    ninit yunita November 9, 2011 at 9:23 am

    beneeer!
    sama banget sama tickzie… merinding banget pas baca ini :)

    hypnobirthing-nya kepake banget yaa. kiss kiss buat kira kara yang lucu. kalian mirip banget deh! :)

    1. Kira Kara
      Bunda Wiwit November 9, 2011 at 4:49 pm

      Bermanfaat banget deh Hipnobirthingnya. Kiss balik buat kak Alde dan kak Arza ya, teh Ninit… ^_^

  3. umitimur
    ari mutiarasanti November 9, 2011 at 9:52 am

    Asli terharu banget……. Salut untuk perjuangan bunda dan Kira Kara. Jadi inget pertama kali keponakan yg kembar lahir, sedih sekaligus seneng, dan skg mereka uda 1 th, perkembangannya spt anak normal lainnya, Alhamdulillah…

    Peluk yg eraaaaaat untuk Kira dan Kara :)

    1. Kira Kara
      Bunda Wiwit November 9, 2011 at 4:51 pm

      Alhamdulillah. Kira-Kara juga tumbuh normal, meskipun BBnya masih bikin gemesss.. hehe… Peluk erat juga buat keponakan kembarnya. *terobsesi bikin twin club* haha…

  4. bundagenza
    sherLy November 9, 2011 at 9:53 am

    Alhamdulillah, syukur bgt proses melahirkannya bisa selancar itu. Inget dulu pecah ketuban jg tp tanpa pembukaan jd induksi sampai bukaan lengkap namun tetap berakhir sc, membuat saya agak trauma sampai skrg.

    Kara dan Kira hebat ya, sehebat mama-nya :)
    cun cayang buat si kembar *pgn anak kembar juga*

    1. Kira Kara
      Bunda Wiwit November 9, 2011 at 4:56 pm

      semangat semua mama yang pernah mengalami proses melahirkan dengan cara apapun hebat-hebat yaa… Bikin anak kembar, nanti kita bikin twin club yuukk… heuheu…

  5. Dinniw
    Dinniw November 9, 2011 at 10:53 am

    merinding dan salut bacanya…btw selama 3-5 hari pertama itu Kara & Kira jadinya nggak minum apa2 ya krn pencernaannya belum kuat ? padahal kalo ngeliat bbnya yang mungil rasanya pasti nggak tega. untunglah skrg mereka tumbuh sehat & waktu itu berjuang untuk bertahan juga krn kasih syang mamanya. peluk buat Kara & Kira

    1. Kira Kara
      Bunda Wiwit November 9, 2011 at 4:54 pm

      hari pertama, KIRA sempat dicoba minum 0.5ml, tapi ternyata lambungnya menolak. bleeding dan perut menggelembung. Akhirnya ikut puasa juga. Asupan dari selang infus saja.. ^_^ Alhamdulillah sekarang sehat semua.. Peluk cium buat Fayra juga ya mbak Dinni… ^_^

  6. rierienz
    rierienz November 9, 2011 at 11:11 am

    *ambil tissue lap air mata..
    hadeuh terharu sekaligus salut, proses melahirkan, bagaimana pun cara nya selalu bikin gw ngucap ‘subhanallah’…

    kiss untuk kira kara.. :)
    n hug untuk bunda yg ‘perkasa’.. :)

    1. Kira Kara
      Bunda Wiwit November 9, 2011 at 4:58 pm

      *ikutan kasih tissue ke ririn* heuheu.. betullll.. semua cerita dibalik proses melahirkan dan mendidik anak pasti selalu bikin takjub yaa… Hug juga buat ririn ^_^

  7. nanad
    swastikha nadia November 9, 2011 at 12:02 pm

    duh…mo nangis pas baca bagian yg gonta ganti jarumnya…huhuhu…
    Dulu waktu rasya umur seminggu n dites darah utk cek bilirubin,dapet suster yg baru dia gagal ambil darah smpe 2x ditusukin,itu aja udh bikin mewek2 didepan laboratnya..

    Mamanya hebat nih,sukses hypnobirthingnya….
    Sehat selalu ya kira kara…
    *peluk satu satu* :)

    1. Kira Kara
      Bunda Wiwit November 9, 2011 at 5:00 pm

      hehe… thank you.. *peluk tante Nadia juga*

  8. Ama Hafeeza
    Ama Hafeeza November 9, 2011 at 12:23 pm

    Ya Allah.. *ngembeng air mata*

    Hebat banget mba, luaaarr biasaaaa.. :peluk
    Jadi pengen belajar juga si hypnobirthing.nya, buat anak kedua nanti, maunya kembar juga.. hehehe.. cuma kuat ga ya nanti.. :’)

    Salam cium buat si kembar hebat dari kakak Ditha.. Semoga sehat n bahagia selalu ade2 bayi kecill.. :*

    1. Kira Kara
      Bunda Wiwit November 9, 2011 at 5:01 pm

      amin… Pasti kuat, ayo bisa deeh… Ayo bikin kembar juga yuuk… nanti kita bikin twin club. halah… *masih dengan obsesinya bikin twin club nih..* hahaha… eh *cium juga buat kakak Ditha*

  9. dewiamel
    dewiamel November 9, 2011 at 2:18 pm

    hebat mama c kembar….

    gw gak kebayang sedihnya 1,5bulan mesti nyambangin rumkit buat ketemu baby. waktu hafidz disinar biru 3hari aja mataku bengkaknya dah ampe susah melek :p

    hypnobirthing tuh ngaruh ya mba? gw dulu ga nyampe teriak2 juga sih pas lahiran, tp tangan beberapa orang abis di remes2. ibu kesakitan, ganti mertua. mertua nyerah, ganti uwak…hehhehehehe kl gitu mo dicoba deh hypnobirthing buat anak kedua ini :)

    1. Kira Kara
      Bunda Wiwit November 9, 2011 at 5:04 pm

      hehe.. itu salah ketik, harusnya 38hari di rumah sakit. maap yeee…
      Hypnobirthingnya ngaruh banget mbak. Kerasa sekali manfaatnya untuk saya tipe orang yg takut sakit. hehe.. Wah untung dokternya gak sampe ketendang ya mbak… hehe.. ^_^

  10. mamarumi
    Zara Zestya November 10, 2011 at 2:25 am

    Sampe merinding bacanya, Mbak. Kalo baca/denger cerita seseorang melahirkan suka ‘baru inget’ kalo melahirkan tu perjuangan banget ahuhuhu… Setelah itu membatin, “kok dulu bisa ya?” All Moms are super! :D

    1. Kira Kara
      Bunda Wiwit November 10, 2011 at 4:51 pm

      cerita seorang ibu itu pasti “sesuatu” banget ya mbak… heuheu *pinjem istilahnya syahrini nih…

  11. Rocha
    Rocha November 10, 2011 at 3:33 am

    Alhamdulillah skrg si kembar sehat2 yaa.. Aku dulu juga lahiran prematur dan normal. 29w kurang dikit, anakku 1,6kg. 37hari di nicu. Dulu sempet drop jg dan rasanya sedih bgt gk bs meluk anak :’) semangat lagi krn sharing sesama ibu anak prematur di TUM :) bahkan bs relaktasi dan full asi lg. Semoga sehat selalu dan jadi anak pintar yaa..

    1. Kira Kara
      Bunda Wiwit November 10, 2011 at 4:44 pm

      waaaww.. Superr deh mama yg satu ini. BB dan usia kandungannya jauh lebih rendah yaa. Dulu saya belum kenal TUM.. hiks.. amin, semoga anak2 kita tumbuh sehat, cerdas dan mandiri yaach! ^_^

  12. lycka
    yuliana yuu November 10, 2011 at 12:10 pm

    merinding bacanya, kalian hebat Kira, Kara dan bunda Wiwid.

    perjuangan Kira dan Kara sampe di RS 38 hari, ga kebayang liat selang infus yang berpindah-pindah karena bengkak *hiks hiks nangis beneran*
    waktu babyL harus di ambil darahnya untuk cek bilirubin aja mewek beneran di samping suster.

    peluk cium bunda Wiwid, Kira dan Kara.
    semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan untuk kita semua

    1. Kira Kara
      Bunda Wiwit November 10, 2011 at 4:46 pm

      Seperti apa dan bagaimanapun juga, perjuangan seorang ibu selalu membuat haru. Semoga anak2 kita selalu sehat yaach.. ^_^

  13. adisanita
    adisanita November 10, 2011 at 3:41 pm

    Ikut terharu baca ceritanya…perjuangan melahirkan dan menemani anak kembar yang kondisinya prematur, pasti waktu itu sangat capek fisik, capek hati dan lain-lain ya mbak? syukur sekarang sudah terlewati, dan Tuhan pasti kasih si kembar kekuatan lebih untuk bisa survive, dan mereka tahu juga usaha orang tuanya dalam mengupayakan agar bisa tumbuh normal seperti yang lain.

    Big hugs…

    Anita
    Mamanya Alifa dan Dammar

    1. Kira Kara
      Bunda Wiwit November 10, 2011 at 4:50 pm

      capeknya terbayar ketika mendengar dan melihat celetukan2 cerdas si kembar skrg. Melihat mereka tumbuh sehat dan normal rasanya sangat-sangat melegakan. Skrg saatnya bersemangat mendidik mereka *sambil pasang ikat kepala ala pendekar jepang* Big hugs buat mama Anita dan Alifa+Dammar. ^_^

  14. arika
    arika November 11, 2011 at 2:55 am

    Saya melahirkan bayi kembar co-ce, Audry dan Athar tgl 01/11/11 kemarin..berat mereka Athar 2,7kg Audry 2,4kg ketika lahir. Ketika plg dr RS mereka baik2 sampai kemarin tgl 10/11/11 pas kontrol ternyata bilirubinnya tinggi dan beratnya turun banyak shg keduanya harus disinar dan dirawat. Hal itu sdh membuat saya yg jauh dari suami merasa sedih dan stress sendiri..tp membaca artikel ini membuat saya merasa tidak ‘sendirian’ yg merasakan penderitaan melihat anaknya harus melewati berbagai tes dan perawatan.. Salam sayang utk Kira Kara, ayo kapan mau buat twinclub? Saya mau gabung,hehehe…Doakan Athar dan Audry jg ya smg mereka cpt bs plg sama saya…

    1. Kira Kara
      Bunda Wiwit November 19, 2011 at 3:43 pm

      Hai mama AThar & Audry? gimana kabarnya si kembar? Ayo, kamu pasti kuat.. Masih banyak diluar sana yang jauh lebih parah drpd kita. Jadi kita pasti bisa… ^_^v cepet sehat ya athar dan audry..!!! Selamat juga buat kelahiran si kembar lengkap (co-ce langsung oeeyy…). Yuuukk bikin twin club yuukk!!!

  15. na_tina
    Tina Trihandayani November 15, 2011 at 8:44 am

    Subhanallah.., hebat Bunda Kara Kira…, ga brasa waktu baca ini saya ampe menitikan air mata loh.. Smoga pas melahirkan nanti saya jg bisa rilleks seperti itu.. :)

    1. Kira Kara
      Bunda Wiwit November 19, 2011 at 3:43 pm

      Terima kasih. Insyaallah bisa bunda Tina.. Semangat!!

  16. weelda
    Wildayanti Choir November 23, 2011 at 9:50 am

    Haaii mama Kira Kara..

    baru liat artikel ini.. daaan terharuuu.. huhuhu *berkacakaca* Subhanallah ya perjuangannya. hebat ah bisa ngelahirian twin dg normal. *nyembah2*

    anak saya juga kembar, Amira & Azkiya. BBnya lbh kecil dr Kira Kara, lahir sectio tp Alhamdulillah sehat dua2nya.

    kiss2 dr sikembar untuk sikembar yaa *mmuuaachh*

  17. bundanadiandra
    bundanadiandra December 6, 2011 at 2:14 pm

    Subhanallah,, salut euy buat mamanya si kembar :*
    sampe bergetar bacanya,,

    Kira Kara hebat yaa,, aq aja yg udah umur segini *hueh? :D kemaren di infus 4 hari rasanya dah kaya gmnaaaa gitu *lebay mode on. sakit lho! Beneran! :(

    Jadi kebayang n ikut ngerasain waktu Kira Kara di infus. Kalian kuat! Semoga selalu jadi anak yg Shaliha ya nak! biar bisa buat mama tersenyum selalu,,

    *peluk satu2 ke Kira Kara n mama..

  18. vitachan
    vitachan May 6, 2013 at 9:45 am

    ya alloh…mamah twinn keren dahhh…speechless,, mau komen apa bingunggg…cuma bisa gregel atine….

  19. lesti
    lesti September 10, 2016 at 9:02 pm

    speechless mom, sampai berkaca-kaca bacanya, saya aja yang ngelahirin bayi kembar kepisah satu malam karena harus NICU sudah nangis, apalagi mom kara dan kira,perjuangan yang hebat

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.