Memelihara Kemesraan dengan Pasangan

Bunda MedinaMecca

image credit: gettyimages.com

Kesibukan sebagai seorang ibu terkadang membuat lupa bahwa kita juga seorang istri. Saat sebagian besar perhatian kita tercurah pada si kecil, ada kalanya pasangan jadi terlupakan. Saat kita sibuk mengolah makanan sehat dan bergizi untuk buah hati, mungkin kita tidak sempat lagi menyiapkan sekedar nasi goreng telur ceplok untuk suami terkasih.

Ketika tahun demi tahun pernikahan berlalu, mungkin tak ada lagi asmara yang menggelora. Padahal ketika memutuskan untuk menikah dulu rasanya dunia milik berdua, ya? Kini, api cinta mungkin tak lagi panas, tapi menghangat. Dan menjaganya agar tetap hangat sepertinya adalah kunci pernikahan “sampai ajal memisahkan”. Jadi, tak ada salahnya selalu memercikkan api kemesraan dengan pasangan. Anak-anak menjadi pelengkap kebahagian kita dan mereka memang prioritas utama, tetapi pasangan juga sebaiknya ditempatkan di posisi terbaik.

Jika saat ini kita diminta memilih, di usia tua nanti kita ingin hidup bersama pasangan atau ikut tinggal bersama anak-anak? Mungkin sebagian besar kita memilih opsi yang pertama. Lain hal jikaTuhan berkehendak lain, misalnya pasangan menghadapNya lebih dulu.

Di tengah waktu yang terbatas karena kesibukan bekerja dan merawat anak yang masih kecil-kecil, candle light dinner atau honeymoon kedua sepertinya harus dipikirkan dan direncanakan 2-3 kali. Untuk berduaan sekadar mengobrol santai sambil nonton DVD saja harus curi-curi waktu di malam hari saat anak-anak terlelap.

Namun kemesraan dapat ditunjukkan dengan hal-hal kecil seperti mengecup pipi dan memeluk pasangan. Sebelum dan sepulang dari kantor, saat menghidangkan sarapan atau makan malam, sambil bermain bersama si kecil sebelum tidur, atau sekedar berpelukan singkat setiap berpapasan di rumah.

Tahukah mama, berdasarkan hasil penelitian yang dikeluarkan jurnal Psychosomatic Medicine, sebuah pelukan hangat dapat melepaskan oksitosin, hormon yang berhubungan dengan perasaan cinta dan kedamaian. Hormon ini akan menekan hormon penyebab stres yang ada di dalam tubuh saat aktivitas berlebih yang membuat lelah. Berpelukan bersama pasangan akan mengurangi efek stres. Selain itu berpelukan juga bisa menenangkan seseorang ketika cemas. Di dalam kehidupan nyata hormon oksitosin tercipta pada sebuah pernikahan yang sehat, artinya sebuah pernikahan yang tidak sering diwarnai percecokan atau kekerasan. Selain hormon oksitosin, berpelukan juga bisa melepaskan hormon endorfin, senyawa kimia yang dilepaskan saat berolahraga atau makan cokelat, yang berfungsi sebagai mood-booster, sehingga dapat mengurangi depresi, membuat kita merasa rileks, nyaman dan bahagia.

Dengan semua perasaan itu dalam diri kita, menghadapi pekerjaan yang menumpuk atau si kecil yang tantrum rasanya jadi lebih mudah, ya? Jadi, luangkan waktu untuk memperhatikan pasangan dan berikan pelukan-pelukan kecil kepada pasangan.

8 Comments

  1. Kira Kara
    Bunda Wiwit June 11, 2013 at 3:31 pm

    setujuuuu… pelukan singkat di sela-sela waktu itu precious lhoo.. Memelihara kehangatan itu penting. Great share bunda Medina. TFS :)

  2. mrs doyi
    indah nildha June 11, 2013 at 9:11 pm

    bener bener… pelukan memang terasa nyaman dan enak banget… hangat… terimakasih remindernya mama medina…

  3. Mir
    Marlin June 11, 2013 at 11:20 pm

    iya…, setujuuu…, untung berangkat ke kantor msh bareng suami, jadi momen itu yang dipakai buat tuker pikiran dan perasaan…

  4. Bunda MedinaMecca
    Bunda MedinaMecca June 12, 2013 at 11:46 am

    Berpelukaaan…*ala teletubbies^^

  5. ninit
    ninit yunita June 12, 2013 at 12:22 pm

    bener bangeeet!
    meski udah ada anak2, pasangan ngga boleh kekurangan perhatian :) tetep harus kencan, pergi berdua.

  6. Bunda MedinaMecca
    Bunda MedinaMecca June 14, 2013 at 3:44 pm

    iya teh ninit…
    aduuh kalo aku dgn 2 anak balita yg umurnya cuma selisih 20 bulan, belum bisa tega pergi berdua aja nih. jadi “just the two of us”-nya cuma di malam hari waktu anak2 tidur n selalu di rumah :)

  7. ditaONNI
    Anindita Maharani June 18, 2013 at 3:27 pm

    Hai Mama semua.. Salam kenal..
    Aku baru banget gabung di sini. Ikutan share ya.. :)

    Kalo aku curi waktunya dgn bikin jadwal lari berdua di pagi hari pas anak2 masih tidur, 1 minggu 3x. Sambil stretching smbl ngobrol2 ttg apa aja. Trus pas lagi lari kita misah. Nah kalo pas lagi papasan di track, kita suka kedip2an kaya ketemu kecengan :D
    Agak norak sih, tapi masih terasa terus tuh efek kupu2 terbang dlm perutnya :p

  8. andinigelar
    andini ardani June 19, 2013 at 2:32 pm

    Gak mudah yaaa…apalagi jarak kedua anakku dekat jadi ayah ibu spt setrikaan..pas anak2 sdh tdr rasanya badan remuk redam….wuahhh hrs dipraktekin niy tipsnya :-)

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.