Mencari Asuransi Jiwa (Termlife)

JrPlanner
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!

Senang sekali melihat bahwa semakin banyak urban Mama Papa yang tahu tentang asuransi termlife. Mungkin ini pengaruh edukasi dari para financial planner profesional yang belakangan makin gencar mendidik masyarakat tentang asuransi dan keunggulan-keunggulan termlife dibanding unitlink melalui media publik, blog pribadi maupun jalur social network di internet.

Walaupun begitu, ternyata banyak dari mereka yang masih belum tahu dimana harus mencari produk bernama termlife ini. Kalo pun sudah mencari, ternyata agen perusahaan asuransi yang dihubungi tidak tahu tentang produk ini, dan kalau pun tahu, agen itu bilang kalau asuransi termlife itu sudah usang sehingga sudah tidak dijual lagi. Sebenarnya inilah masalah utama kenapa termlife itu terasa sulit untuk dicari. Bukan salah agen nya juga sih, lebih banyak karena kesalahan perusahaan asuransi yang dalam mendidik agen lebih fokus kepada produk-produk yang menguntungkan.

Untuk membantu teman-teman semua dalam mencari termlife, saya akan coba sedikit berbagi tips berdasarkan pengalaman pribadi saya beberapa waktu lalu. So, mari kita mulai:

    1. Langkah paling pertama: hitung kebutuhan unit pertanggungan (UP) urban Mama Papa. Jadi jangan langsung mencari perusahaan asuransi yang jualan termlife, sabar dulu. Hal ini sangat penting karena nantinya akan membantu urban Mama Papa untuk fokus mencari asuransi terbaik dan tidak gampang termakan omongan manis para agen. Setelah itu urban Mama Papa juga harus mulai menakar kemampuan dalam membayar premi secara rutin sehingga tidak mengganggu cash flow rumah tangga.
    2. Setelah tahu berapa kebutuhan UP, termasuk riders yang mungkin dibutuhkan, mulailah lakukan riset kecil-kecilan ttg perusahaan-perusahaan asuransi di Indonesia untuk mencari tahu kekuatan dan posisi masing-masing perusahaan asuransi tersebut di Indonesia. Biasanya beberapa majalah bisnis dan ekonomi rutin mengeluarkan peringkat perusahaan-perusahaan asuransi ini berdasarkan besar aset, kekuatan modal, dll. Ini bisa urban Mama Papa jadikan sebagai patokan untuk mencari perusahaan asuransi yang akan menjadi target kita. Jangan pernah memilih asuransi hanya karena perusahaan tersebut adalah yang terbesar dan terbaik di Indonesia. Perusahaan yang lebih kecil juga aman dan menguntungkan kok. Di tahap ini, kita harus memilih beberapa perusahaan yang akan menjadi calon tempat kita membuka asuransi termlife.
    3. Selanjutnya, lakukan riset lebih mendalam tentang produk perusahaan-perusahaan tersebut. Yang paling gampang, masuk saja ke website mereka. Biasanya semua produk yang ditawarkan sudah disertai dengan sedikit rincian sehingga kita dengan mudah bisa mengidentifikasi mana produk yang berupa termlife. Jika ada produk yang kurang jelas, bisa langsung ditanyakan lewat email atau telepon. Catat semua produk yang berupa termlife.
    4. Hubungi agen asuransi untuk meminta simulasi uang pertanggungan dan premi. Biasanya kita cukup menghubungi customer service (via telpon atau email) dan minta untuk direfer ke agen, tidak lama kemudian akan ada agen yang menghubungi kita. Nah, di tahap ini baru terasa sekali bergunanya riset kita di awal tadi. Kenapa? Karena pada umumnya agen akan berusaha untuk menawarkan produk unitlink walaupun kita jelas-jelas sudah menyebutkan produk yang kita inginkan. Tetap teguh pada permintaan awal dan jangan terpengaruh rayuan agen tersebut. Jika agen tersebut bilang bahwa tidak ada produk yang kita maksud, langsung pindah ke agen yang lainnya. Sedikit tambahan, akan lebih baik jika kita tidak menghubingi agen asuransi melalui bank (bancasurance) karena produk yang ditawarkan melalui bank relatif sedikit dan umumnya berbentuk unitlink.
    5. Jika sudah menemukan produk-produk yang tepat, mulai lakukan perbandingan antar produk, mana yang lebih menguntungkan dari segi perbandingan premi, UP yang diperoleh serta klausul lainnya. Jika perlu, minta tambahkan beberapa riders (dengan UP sama dengan UP dasar) dan kemudian bandingkan preminya. Pembandingan ini juga biasanya berguna untuk meningkatkan daya tawar ke agen. Tinggal bilang: kok di asuransi A begini? kok di B lebih besar? Biasanya kita akan langsung berhadapan dengan jurus diskon dll, disamping pengetahuan kita tentang produk tersebut menjadi makin bertambah.

Dari lima langkah di atas, selanjutnya tinggal diputuskan mana yang terbaik untuk kita. Jangka waktunya pun bisa kita pilih yang benar-benar sesuai dengan perencanaan keuangan keluarga kita.

Sebagai penutup, berikut adalah hasil yang saya peroleh dari lima langkah di atas:
(note: Penyebutan nama perusahaan dibawah ini ngga bermaksud untuk promosi atau penilaian kualitas perusahaan tertentu. Produk terbaik untuk setiap orang tentu berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan dan kemampuan masing-masing).

  • UP yang saya butuhkan: Rp 1 Milyar, dengan kemampuan premi tahunan antara Rp 5-7 juta per tahun (Rp 400rb – 600rb per bulan).
  • Fokus saya waktu itu hanya kepada 5 perusahaan asuransi pemimpin pasar di Indonesia: Prudential, AXA, Allianz, AIA dan Manulife (bukan berarti yang lainnya ngga bagus lho ya).
  • Di tahap ini saya mengeluarkan Pr dan Ax karena semua agen yang saya hubungi menyatakan bahwa perusahaan mereka tidak menjual termlife.
  • Semua permintaan simulasi saya awali lewat email dan telepon ke customer service dan kemudian saya dihubungi oleh agen masing-masing. Untuk awalnya, ternyata semua agen mengirimkan simulasi produk unitlink. Satu hal yg menarik, dari segi penguasaan produk, customer service asuransi Manulife layak diacungi jempol.
  • Dari segi premi dan pertanggungan (jiwa dan riders), tawaran terbaik datang dari asuransi Manulife dan AIA dimana semuanya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan saya. Pada akhirnya saya memilih AIA (walau pun sebenarnya agen Manulife unggul dari segi penguasaan produk dan hubungan ke customer), karena ada satu klausul riders AIA yang saya anggap lebih cocok dengan kebutuhan dan perencanaan keuangan keluarga saya.

Semoga berguna dan selamat berasuransi. :)

Untuk lengkapnya bisa dibaca di http://www.catatankeluargamuda.com/2010/06/tips-mencari-asuransi-termlife.html

28 Comments

  1. windy
    Windy Syukri December 23, 2011 at 8:43 am

    Bermanfaaat bgt postingannya,thanks ya. btw,riders itu pengertiannya apa ya?

  2. noveriya
    noveriya husni sanjaya December 23, 2011 at 9:26 am

    wah cocok sekali tayangnya artikel ini, saya mmg sedang mencari asuransi termlife, tfs ya ma..:) sungguh bermanfaat!

  3. fian
    fian December 23, 2011 at 10:44 am

    jumlah UP yang diinginkan based on apa ya? apa pengertian “riders” (sama gak tahunya sm mama windy –> toss ma)? tfs

  4. sLesTa
    shinta lestari December 23, 2011 at 11:39 am

    mama windy & mama fian – bantu jawab yaa.. riders itu maksudnya asuransi tambahan. contohnya ngambil asuransi kesehatan, itu kan asuransi intinya. tapi ada ridersnya misalnya untuk cover critical illness atau term illness. begitu juga dengan asuransi jiwa ini. ada tambahan2 lain yang mungkin bisa diambil sesuai dengan kebutuhan masing2.

  5. bsuherman
    bsuherman December 23, 2011 at 1:10 pm

    Apa itu ProActive Plus ?

    ProActive Plus merupakan program Asuransi Jiwa Berjangka dengan premi tetap ( FLAT ) yang memberikan perlindungan selama jangka waktu tertentu. ProActive Plus memberikan perlindungan maksimal dengan premi terjangkau. Yang lebih istimewa lagi, besarnya jumlah premi yang Anda bayar tetap ( FLAT ) selama masa kontrak Pertanggungan.

    Bagi Anda yang berusia 30 tahun ( Laki2x & Tidak Merokok ). hanya dengan menyisihkan Rp. 8,335 / hari, Anda telah mendapatkan manfaat perlindungan sebesar Rp. 1,000,000,000 ( Rp. 1 M ) [ tanpa Rider ]

    ProActive Plus dilengkapi dengan layanan asuransi yang flexible. Anda dapat memperpanjang perlindungan ini hingga usia 70 tahun TANPA SELEKSI ULANG.

    Benny W. Suherman ( bb pin : 21da7e55 )

  6. yennysigalingging
    Yenny Sigalingging December 23, 2011 at 1:29 pm

    wah, bahasan yang keren :) Mana ada bahasan tentang riders segala, jadi inget waktu ngajar di insurance kemarin.

    Coba aku explain ya Moms..

    Asuransi term life itu adalah Asuransi yang memiliki batas waktu, bisa 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, dst, tergantung kemasan produk yang dibuat sama perusahaan asuransi. Asuransi jenis term life ini memiliki sifat memang bukan untuk berinvestasi, murni untuk memberikan perlindungan terhadap kejadian seperti *amit-amit dulu yah, hehe* kematian & kecelakaan.

    Karena asuransi term life sifatnya murni untuk memberikan perlindungan terhadap kejadian yang tidak dinginkan tadi (biasanya uang pertanggungan/perlindungannya besar sekali), maka premi yang di tawarkan cenderung murah dibandingkan produk asuransi yang di bundling dengan investasi/tabungan. Contohnya sudah disebutkan oleh artikel di atas premi 5-7 Juta per tahun, manfaatnya 1 Milyar kalau ada klaim kematian/kecelakaan (kira-kira 400 rb – 500 rb/bln)

    Kenapa preminya cenderung murah, karena dana yang disetorkan tersebut sebagai premi asuransi biasanya akan “hangus” atau tidak kembali jika dalam rentang waktu asuransi tersebut tidak ada klaim akibat kematian/kecelakaan. Nah kalau tidak ada klaim, 5-7 juta premi per tahunnya (sesuai contoh di atas, itu tidak dikembalikan)

    Nah, riders itu apa ?
    Riders itu manfaat tambahan dari asuransi inti. Asuransi inti biasanya melindungi dari Kematian dan Kecelakaan saja. Biasanya produk asuransi itu di jual dengan cara paket, asuransi inti di paket dengan riders. RIders itu contohnya : rawat inap, perlindungan penyakit kritis, dll. Biasanya kalau jualnya paket gini pastinya ada premi tambahan yang harus dibayar, atau memang produknya sedikit lebih mahal dari term life biasa.

    Begitu Moms, mudah-mudahan membantu yah :)

  7. aQeeLa
    Astari Kurniaputri December 23, 2011 at 10:38 pm

    Bulan april 2012 jatuh tempo premi nih, saatnya melirik kiri-kanan siapa tau ada provider yg lebih oke dari yg sekarang :D

  8. aQeeLa
    Astari Kurniaputri December 23, 2011 at 10:49 pm

    Mama fian, UP itu dihitung berdasarkan living cost & biaya pendidikan anak2. Logikanya gini nih, kl terjadi hal2 yang tidak diinginkan dengan pemegang polis, kira2 keluarga yg menjadi tanggungan membutuhkan biaya sebanyak apa hingga mereka bisa mandiri?
    Selain itu besarnya UP juga disesuaikan dengan kemampuan membayar premi, krn semakin tinggi UP maka preminya pun semakin besar.

    Oh ya, kl agen saya sih ngasih rumus praktis, tiap 5 juta penghasilan kita perbulannya, itu UPnya 1M. Jd kl penghasilan kita perbulan 15jt, UPnya 3M -rumus aplikatif tp belum tentu sesuai dengan setiap individu :D-

    CMIIW

  9. aQeeLa
    Astari Kurniaputri December 23, 2011 at 10:56 pm

    ralat -rumus praktis maksudnya- *baru ngeh gak bisa di edit ya postnya sekarang*

  10. fian
    fian December 25, 2011 at 8:04 am

    sLesTa & mama aQeela: terima kasih banyak buat pencerahannya :)

  11. crey
    Chrisye Wenas December 26, 2011 at 12:55 am

    Tuh kan, seperti yg saya singgung di depan, banyak banget urban mama papa yg udah pinter ttg asuransi, hehehe. Thanx yah utk Shinta, Yenny dan Aqeela atas tambahan infonya. Btw utk Noveriya, saya seorang Urban Papa lho, hehehe…

  12. crey
    Chrisye Wenas December 26, 2011 at 1:05 am

    Ups, yg di atas itu komennya si JrPlanner, yg ngga ngeh masih log in pake profile gw, hehehe… Maap ya, maklum dia masih newbie disini ;p

  13. hime
    heni December 26, 2011 at 1:08 pm

    cari UP bisa pake mcm mcm kombinasi
    mom
    1. human life value
    2. income based
    3. expense based
    yg penting bisa mengcover kebutuhan qt. jd emg langkah awal y cr tahu dulu butuhnya berapa :)

  14. bsuherman
    bsuherman December 26, 2011 at 6:49 pm

    sedikit informasi bagaimana cara menentukan UP ( Uang Pertanggungan ) yang sesuai kebutuhan.

    contoh:
    Apabila Suami berumur 30 tahun dengan jumlah tanggungan 2 orang ( Istri + anak ) dengan asumsi 1 bulan nya si suami harus mengeluarkan biaya untuk membiayai keluarganya sebesar Rp. 8,000,000 / bulan

    Berapa UP (Uang Pertanggungan) yang dibutuhkan ?

    Jawaban-nya adalah sebesar Rp. 2,000,000,000,- ( Rp. 2 M )

    Kenapa ?

    Yuk mari kita hitung dengan cara menghitung Suku Bunga Deposito :

    ** Rp. 2,000,000,000 x 6,5% ( suku bunga deposito jangka waktu perbulanan ) x 1 bulan ( lamanya mengendap )= Rp. 130,000,000,-

    ** Rp. 130,000,000,- / 365 hari = Rp. 356,164 / hari

    ** Rp. 356,164 x 31 hari = Rp. 11,041,084 / bulan ( sebelum pajak )

    ** Rp. 11,041,084 * 20% ( Pajak Bunga ) = Rp. 8,832.867 / Bulan ( Nett setelah pajak )

    Kesimpulan nya : Selama suami masih bekerja, maka si suami tetap membiayai keluarganya sebesar Rp. 8,000,000 / bulan. Tapi apabila terjadi apa2x terhadap si suami (RIP) dan si suami tersebut sudah mempunyai Asuransi dengan UP sebesar Rp. 2,000,000,000,- maka ahli waris akan menerima UP tersebut dan bisa di masuk-kan ke Deposito Bank (Cara perhitungan Suku bunga Deposito seperti diatas) dan menerima sebesar Rp. 8,832,867 / Bulan.

    Memang benar apabila hilang nya orang yang dicintai akan mempengaruhi kondisi, tetapi jangan lagi ditambah dengan kondisi financial.

    *ini perhitungan apabila keluarga tersebut tidak memiliki aset apapun juga untuk dijual, contoh : emas, properti dan juga tidak memiliki investasi dimanapun.

    Benny W. Suherman ( bb pin : 21da7e55 )

  15. babybea
    babybea December 27, 2011 at 4:06 am

    Papa Benny, thanks u postingannya, jjjd pingin tau, premi tahunan untuk UP 2M berapa yɑ?

    1. bsuherman
      bsuherman December 27, 2011 at 9:02 am

      Bagi Anda yang berusia 30 tahun ( Laki2x & Tidak Merokok ). hanya dengan menyisihkan Rp. 16,666 / hari, Anda telah mendapatkan manfaat perlindungan sebesar Rp. 2,000,000,000 ( Rp. 2 M ) [ tanpa Rider ]

      Nama Produk : ProActive Plus

      ProActive Plus merupakan program Asuransi Jiwa Berjangka dengan premi tetap ( FLAT ) yang memberikan perlindungan selama jangka waktu tertentu. ProActive Plus memberikan perlindungan maksimal dengan premi terjangkau. Yang lebih istimewa lagi, besarnya jumlah premi yang Anda bayar tetap ( FLAT ) selama masa kontrak Pertanggungan.

      Mau tanya secara langsung ? add my bb pin or PM

      Cheers,

      Benny W. Suherman ( bb pin : 21da7e55 )

  16. JrPlanner
    Tofan Saban December 27, 2011 at 9:19 am

    Thank you banget untuk Mbak Hime dan Pak Benny untuk penjelasannya. Mengenai cara perhitungan UP, sebelumnya juga udah pernah dibahas sekilas oleh Mbak Fitri dari QM http://theurbanmama.com/topics/expert-explains/9843/asuransi-jiwa-apakah-perlu.html, tinggal kita yang memilih untuk memakai pendekatan income atau expense.

    Mengenai perhitungannya sendiri, saya setuju dengan cara seperti yang diuraikan oleh Pak Benny. Intinya, kita harus memastikan bahwa saat pencari nafkah meninggal, maka UP yg diperoleh bisa menghasilkan income rutin yang sama seperti penghasilan rutin si pencari nafkah. Dalam hal ini, pokok UP akan terus menjadi dana abadi dan hanya berfungsi sebagai alat untuk menghasilkan income rutin. Pemahaman ini penting, karena ada beberapa asuransi yang menjual produk dengan memberi nasehat bahwa UP harus bisa dipakai untuk biaya hidup keluarga selama paling tidak 2 tahun ke depan. Dalam contoh Pak Benny, artinya UP cukup di angka Rp 192 juta. Lha, setelah 2 tahun terus gimana??

    Saya sendiri menggunakan cara perhitungan diatas dalam menghitung UP untuk keluarga saya (pendekatan biaya). Namun sedikit lebih konservatif dengan memasukkan komponen inflasi karena biaya hidup pasti akan bertambah setiap tahun. So rumusan saya adalah:

    Biaya hidup bulanan (porsi saya sendiri) / ((inflasi – bunga deposito nett of tax)/12).

    Kenapa bunya deposito yang dipakai? karena sampai sekarang instrumen ini masih menjadi instrumen yang bisa dianggap sebagai risk-free utk nasabah retail. Tapi ini asumsi lho ya, bisa aja kita pake rate RD ps uang atau obligasi retail (ORI) sebagai benchmark.

    Preminya jadi gede karena UP nya makin tinggi? Ngga juga, bisa diakalin kok. Seperti note dari Pak Benny, toh UP segitu dengan asumsi kita ngga punya aset dan investasi sama sekali. Kalo ada, ya tinggal dikurangin aja dari kebutuhan UP. Kalau di keluarga saya, saya memasukkan juga saldo jamsostek dan tunjangan meninggal kantor (buat para karyawan, buku Perjanjian Kerja Bersama nya wajib dibaca yah ;p)sebagai pengurang UP. Sama aja kan, kalo saya meninggal toh itu semua akan jadi milik istri saya. Jadinya, UP dan premi bisa lebih ditekan.

    Demikian sedikit tambahan dari saya.

  17. JrPlanner
    Tofan Saban December 27, 2011 at 9:30 am

    Sorry, rumusnya kebalik. Harusnya selisih net interest rate nya adalah:

    bunga deposito (net) – inflasi.

    Tapi itu konservatif banget yah. Saya sendiri juga saat membuat UP, selisih yang saya pake adalah 4%.

  18. bsuherman
    bsuherman December 27, 2011 at 10:07 am

    saya setuju sekali dengan penjelasan dari JRPLANNER, untuk mengatasi inflasi, bisa dimulai dengan salah satu cara adalah membeli nya Unit-Link / Reksadana.

    YANG HARUS SELALU DIINGAT bahwa resiko investasi selalu berbanding lurus dengan hasil investasinya. Semakin tinggi bunga atau hasil yang diharapkan atau ditawarkan maka akan semakin tinggi resikonya.

    Asuransi seperti ManuLi*e, P********s, A*L***Z dll memberikan beberapa produk investasi yang bisa memberikan hasil investasi yang kompetitif tapi dengan resiko yang ter-kontrol.

    Cheers,

    Benny W. Suherman ( bb pin : 21da7e55 )

  19. mama malika
    adeline putri January 3, 2012 at 3:05 pm

    dari semua penjelasan diatas saya cuma mau sedikit menambahkan saja bahwa sebenarnya asuransi itu penting kok karena asuransi memberikan kepastian di tengah2 ketidakpastian dalam hidup ini.alhamdulillah para urban mama papa sudah banyak yg sadar berasuransi tapi masih banyak juga masyarakat yg masih belom sadar dan menganggap bahwa asuransi tidak penting,hanya membuang2 uang,dll.padahal sebenarnya bermanfaat low.sekian…salam untuk kluarga tercinta yah..

  20. EksaIrawaty
    EksaIrawaty March 21, 2012 at 9:29 am

    Wahhhh infonya menarik sekali, kebetulan saya juga lagi cari2 asji nih dan sampe skr masih aja dikejar2 agen pr* syariah yang nawarin UL

  21. bsuherman
    bsuherman June 15, 2012 at 9:37 pm

    Mengapa kita perlu memiliki program Asuransi Jiwa?

    Asuransi jiwa perlu kita miliki dengan tujuan agar kebutuhan ekonomi tidak terganggu akibat terjadinya resiko terhadap pencari nafkah selama masa- masa produktif; atau untuk persiapan hari tua yang bahagia dan sejahtera.

    Benny W. Suherman ( bb pin : 21da7e55 )

  22. Satya Savitri
    Satya Savitri August 1, 2012 at 1:27 pm

    Premi Term-Life lebih murah daripada Unit-Link ?

    Sekedar share yah, secara saya dah pake dua2nya :D

    Gini… Kita tidak bisa membandingkan antara premi asuransi tradisional dengan premi unit-link.

    Kenapa begitu? karena struktur produknya beda banget. Pada unit-link, dengan premi yang sama, UP bisa disesuaikan secara fleksibel dengan jumlah yang kita dapat.

    Maksudnya, premi tsb bisa disesuaikan dengan keinginan nasabah, misal… Jika nasabah memilih UP yang besar, maka porsi investasinya akan semakin kecil… Jika nasabah pilih UP ala kadarnya, maka porsi investasinya jauh lebih besar.

    Kenapa kok bisa gitu?
    karena semakin besar UP dan Riders yang dipilih, maka semakin besar juga potongan biaya asuransi (mirip seperti premi pada term life kan)

    Jadi… Unit-Link itu justru turunan dari Term-Life, cuman ada unsur Investasinya dengan berbagai macam instrumen investasi, mulai dari Investasi Saham/Equity sampai Investasi campuran :)

    1. Satya Savitri
      Satya Savitri August 1, 2012 at 1:30 pm

      Sorry, Koreksi… maksud saya, Unit-Link itu turunan dari Whole-Life ditambah unsur investasi yang bisa diatur porsi antara UP atau Investasi :)

      Salam…

  23. JrPlanner
    Tofan Saban August 1, 2012 at 10:48 pm

    Thanks untuk sharingnya. Yup, setuju sekali bahwa struktur produknya beda, dan karena itu makanya kita mengenal beberapa macam struktur asuransi (TL, endowment, wholelife, UL) dengan cost of insurance yang berbeda juga. Untuk itu kembali lagi ke tujuan awal kita dalam membeli asuransi dan jangka waktu yg proteksi yang kita butuhkan. Jika tujuan kita adalah jumlah UP tertentu saja, maka perbandingan antar tipe asuransi bisa saja dilakukan untuk menentukan tipe asuransi apa yang akan kita beli.

    Dalam tulisan ini, tujuan yang ingin dicapai adalah proteksi dengan UP tertentu dengan nilai premi yang ekonomis. Dengan tujuan seperti itu maka premi TL umumnya lebih murah karena tidak memiliki struktur produk yang kompleks seperti produk traditional lainnya (endowment dan wholelife) ataupun non traditional (UL). Selain itu seperti yang sudah dijelaskan oleh beberapa temen di atas, cost of insurance TL menjadi lebih ekonomis karena bersifat “hangus” dengan periode proteksi hanya sebatas periode pembayaran premi saja. Dengan pandangan itu maka langkah berikutnya adalah membandingkan premi dan keunggulan sesama produk termlife, sesuai dengan judul tulisan diatas. Jadi yang dibandingkan adalah produk-produk dalam tipe asuransi yang sejenis. Hal ini juga bisa saja diterapkan untuk perbandingan antar produk UL, whole life atau bahkan asuransi kerugian biasa. Yang terpenting, kita paham dulu akan jenis produk yang kita pilih untuk kemudian diambil yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan kita.

    Sekedar tambahan, cost of insurance untuk asuransi dasar dan riders yang meningkat sejalan dengan kenaikan UP berlaku untuk semua tipe asuransi (dan umumnya memiliki nominal yang setara di setiap perusahaan asuransi). Yang membedakan hanyalah pada faktor “plus-plus” antar produk seperti lama masa pertanggungan, jaminan uang kembali, additional cost untuk investasi, dan lain-lain. Fleksibilitas UP pun berlaku sama untuk semua produk, semuanya sesuai dengan permintaan pembeli. Bedanya, untuk produk non tradisional besar kecilnya UP bisa dikombinasikan dengan investasi, sedangkan di produk tradisional langsung berpengaruh ke besar kecilnya premi.

  24. Tenryita_vivie
    Tenry Ita Isviyana September 11, 2012 at 11:45 am
  25. mita munaf
    herninta December 6, 2012 at 6:15 pm

    AXA sp saat ini masih ada asuransi term life nya kok moms:) nama produknya MAestro term ,untuk detailnya bisa liat di http://www.axa-financial.co.id/product/asuransi-dasar/maestro-term

    kebetulan saya baru ambil 2 bulan lalu,utk gambaran utk usia saya 31 thn dan UP 450 jt kena 1,8 jt/thn (150 rb per bulan). sp saat ini masih ada produk termlife tsb:)kebetulan saya agent juga di axa hehe kl ada moms yg berminat pd asuransi termlife bisa pm aku:)

  26. Mrs.p
    Mrs.p June 21, 2015 at 6:26 am

    Hi..Prudential ada kok term life dan whole life, kebetulan saya baru aja buka polis disitu..

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.