Mengajari Bayi Turun dari Tempat Tidur

Melihat si kecil tengah terlelap, ia tampak begitu tenang. Saat terbangun biasanya ia akan menangis menunggu kita datang menghampirinya. Namun sebenarnya bayi tidak selalu menangis saat terbangun. Bayi yang sudah besar bisa saja  bangun tanpa bersuara, langsung duduk, lalu asyik bermain sendiri. Bila bayi sudah bisa merangkak, besar kemungkinan ia akan langsung merangkak sesaat setelah bangun tidur. Nah, ini yang berbahaya. Bayi bisa terjatuh dari tempat tidur. Kita tentu tidak ingin terjadi sesuatu pada si kecil akibat benturan karena terjatuh dari tempat tidurnya, kan? Sedangkan kita juga tidak selalu mengawasi bayi yang sedang tidur (khawatir ia bangun sendiri dan terjatuh). Untuk itulah kita perlu mengajarkan bayi kecil ini untuk turun dari tempat tidurnya sendiri.

Tempat tidur yang saya maksud pada tulisan ini adalah tempat tidur yang sudah diturunkan (biasanya kasur  atau springbed bagian atasnya saja). Kalau masih menggunakan tempat tidur yang tinggi, sebaiknya segera diturunkan. Bila bayi tidur di boks atau tempat tidur bayi yang berpagar, tempat tidur ini lebih aman dan kemungkinan terjatuhnya kecil.
Sebelum mengajari bayi untuk turun sendiri, amankan dulu tempat tidurnya. Walaupun posisinya sudah rendah, tetap saja bila bayi terjatuh ia bisa terbentur. Yang dilakukan adalah:










Gambar 1


  1. Membentengi si kecil dengan bantal dan guling (lihat gambar 1). Biasanya untuk membuat bayi merasa hangat (bahkan ada yang menindih sedikit bagian tubuh bayi dgn bantal), juga untuk mencegah bayi "melarikan diri" ketika bangun. Sebaiknya jangan terlalu banyak bantal-guling yang membentengi. Jangan membentengi dengan bantal tinggi-tinggi (mungkin maksudnya biar bayi tidak bisa lewat sama sekali). Bayi kita adalah bayi yang cerdas! Awalnya memang ia tidak bisa melewati benteng bantal tersebut, tapi lama-kelamaan ia akan makin mahir memanjat. Makin tinggi ia memanjat, makin tinggi pula jarak jatuhnya! Jadi ingat, singkirkan benteng bantal yang tinggi-tinggi.










  2. Gambar 2

  3. Membuat area empuk di sekitar tempat tidur. Taruh bantal dan selimut tepat di sekeliling tempat tidur. Gunanya adalah bila bayi merangkak turun, ia akan mendarat di tempat yang empuk. Sedangkan guling sebaiknya tidak dijadikan alas karena guling bisa bergerak saat bayi ada di atasnya dan memungkinkan untuk jatuh terguling. Guling dan boneka bisa ditaruh di samping tembok, lemari atau mebel lain yang berada di samping tempat tidur. Gunanya adalah bila bayi turun dalam kecepatan penuh (ngebut maksudnya), ia keumudian menginjak bantal, lalu bisa saja "menyeruduk" menabrak lemari/tembok di depannya. Untuk lebih jelas, bisa dilihat pada gambar 2 di atas.


Tempat tidur sudah aman? Mari kita mulai mengajari si kecil untuk turun dari tempat tidurnya sendiri. Caranya:










Gambar 3


  1. Biarkan bayi merangkak sampai ke tepi tempat tidur.

  2. Saat sudah berada di pinggir tempat tidur, tahan badan bayi (bisa pegang bahunya). Lihat gambar 3.

  3. Arahkan kakinya untuk turun ke bawah terlebih dahulu. Setelah kakinya menyentuh lantai, dorong perlahan tubuh bagian atasnya ke bawah. Nah! Si kecil pasti langsung duduk di lantai dan melanjutkan kembali "perjalanannya".


Ulangi langkah-langkah di atas sesering mungkin. Awalnya bayi akan marah saat tubuhnya ditahan, seolah ia dilarang untuk turun sendiri. Tetapi lama-kelamaan ia akan bisa sendiri kok. Tapi kita yang mengajarinya harus sabar yaa....

16 Comments

  1. avatar
    Ayu April 16, 2012 10:26 am

    Haaaaa.... Rafa lagi mulai merangkak dan manjat2 mau berdiri. Karena tempat tidur kami tinggi jd suka was was nih. Skrg LG diajarin turun dari sofa bed.hihihi.. TFS ya mbak...

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Alke Niera Amelia April 13, 2012 5:28 am

    Betuuuulll.. Ayra juga mulai aku ajarin turun dari tempat tidur /lantai dgn beda ketinggian sejak umur 7-8 bulan. Mengingat kasur nggak bisa diturunin, jadi Ayra sering bgt jatuh. Dulu trakhir ngitung ada 11 x jatuh per Nov 2011 T_T

    Akhirnya bertekad, Ayra hrs bisa turun sendiri. Caranya sama, cuma nggak pake nahan badan. Klo Ayra sdh merangkak mendekati pinggiran kasur, langsung aku puter badannya, aku tarik kakinya pelan2 sambil dibilangin klo itu cara turun yg bener. Alhamdulillah, umur 10 bln sdh mahir, bahkan ngebut turunnya.

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    Risqa Prasista April 10, 2012 12:33 am

    samaaa... ngajarin Mikay konsep turun dr tempat yg tinggi saat msh belajar berdiri(8-9bln). Awalnya gara2 Mikay sdh jago naik turun di kasur dirumah yg emang udah diturunin (dilantai). Tp saat berlibur dirumah mertua sering kepikiran krn kasur di rmh mertua tinggi (tdk diturunin). Jd utk mencegah kecelakaan saya perkenalkan cara turun dr kasur dg membalikkan badannya dipinggir kasur dan membantu turun pelan2. Awalnya Mikay takut-takut, badan dan kaki sudah separuh nggantung dipinggir kasur malah nangis minta dibantuin. Saya cuma pegang punggungnya sambil meyakinkan kalo dia bisa. lama-lama bisa juga akhirnya :)

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    Marina Astriana April 6, 2012 11:22 am

    Wah, sama.. Aku juga mulai ngajarin anak2 turun dr tempat tidur sejak kaki anak mulai kuat menopang badannya, karena tempat tidurnya berdipan semua, alias tinggi. Jadi begitu kaki anak2 terlihat sudah cukup kuat, aku sering ajak ke ujung tempat tidur, balikkan badannya supaya kakinya duluan yg digunakan untuk turun.. Alhamdulillah kaka udah bisa turun dr tempat tidurnya umur 7bln+, kalo ade agak lama, umur 11bln+ baru agak lancar krn blom kuat kakinya.. Nice sharing mama riana :)

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    Raudah April 3, 2012 11:17 am

    Saya juga mengajarkan naya turun dari tempat tidur seperti itu. Cuma bedanya, kasur nya diatas dipan alias pake tempat tidur. Tapi tetep takut juga kalau tiba2 naya terbangun dan turun tempat tidur sendiri, makanya lebih suka diawasin. Bahkan sekarang udah bisa naik tempat tidur sendiri dgn bantuan kursi kecil.

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.