MPASI Dengan Metoda Baby-Led Weaning

drhennyzainal
MPASI Dengan Metoda Baby-Led Weaning

Pemberian ASI secara eksklusif berarti memberikan hanya ASI selama 6 bulan pertama usia kehidupan bayi. Madu, kurma, juga air putih tidak diberikan dalam 6 bulan pertama usia bayi. Dari hasil penelitian ternyata bayi tidak memerlukan makanan lain selain Air Susu Ibu, berdasarkan dari kesiapan secara fungsional organ pencernaan bayi maka proses teknik harus dipertimbangkan kembali jika menggunakan makanan lain selain ASI.

Banyak penelitian yang telah membuktikan manfaat menunda makanan penambah ASI hingga usia 6 bulan, terlebih temuan bahwa usus pencernaan bayi pada usia 6 bulan mencapai kesempurnaan sehingga ia siap untuk menerima makanan selain ASI. Beberapa organisasi internasional maupun nasional seperti WHO, UNICEF, American Academy of Pediatrics (AAP), La Leche League International (LLLI), International Lactation Consultant Association (ILCA), DEPKES RI, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dan Sentra Laktasi Indonesia (SELASI) telah menganjurkan bahwa pemberian MP-ASI dilakukan setelah usia 6 bulan.

Mungkinkah proses teknik dilakukan setelah bayi menunjukkan tanda-tanda kesiapan untuk makanan penambah ASI? Sehingga hal ini akan memudahkan para urban Mama untuk memulai proses pemberian makanan penambah ASI. Mengingat proses teknik diyakini membantu perkembangan otot lidah dan rahang bayi.

Beberapa tanda yang perlu diketahui oleh urban Mama mengenai kesiapan bayi untuk MP-ASI adalah:

  1. Bayi dapat duduk dengan baik tanpa bantuan.
  2. Bayi telah dapat meraih benda-benda atau bahkan makanan yang sedang dipegang oleh orang dewasa.
  3. Bayi tidak lagi ditemukan reflex primitif seperti tongue thrust reflex, yaitu saat bibir bayi disentuh lidahnya akan bergerak kearah mulut.
  4. Bayi telah siap dan mau untuk mengunyah makanan, dapat ditunjukkan dengan perilaku bayi memasukkan benda-benda yang dipegang kearah mulut.
  5. Bayi telah memiliki kemampuan untuk mengambil atau meraih benda-benda dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk (pincer grasp).
  6. Bayi terlihat bersemangat saat memasuki waktu makan dan terlihat mencoba meraih makanan dan memasukkannya ke dalam mulut.

Mengenai MP-ASI, ada metoda yang bernama Baby-Led Weaning atau pemberian MP-ASI secara langsung (makanan keluarga) tanpa melalui tahapan makanan dengan konsistensi lembut, seperti puree buah/ bubur ASI. Dimana biasanya MP-ASI diberikan melalui beberapa tahapan, yaitu pada usia tertentu bayi diberikan bubur ASI/ puree buah, kemudian mencapai usia tertentu mulai meningkat dengan tim dan akhirnya makanan keluarga.

Gill Rapley dalam bukunya, Baby-Led Weaning, menerangkan bahwa pada bayi yang menyusui (ASI) dapat dengan mudah menerima MP-ASI berupa makanan keluarga.

Proses menyusui merupakan bagian dari proses bayi untuk memenuhi kebutuhan makanannya sendiri (self-feeding). Baby-led weaning merupakan proses lanjutan dari menyusui, dimana bayi yang menentukan apa yang mau dimakan dirinya. Urban Mama memiliki peran untuk mengatur dan memperkenalkan jenis-jenis makanan yang merupakan makanan keseharian keluarga.
Saat bayi mencapai usia 1 tahun, bayi akan lebih mudah menggunakan sendok-garpu dan mengenali makanan yang ia sukai.

Teknik ini seringkali menimbulkan banyak pertanyaan dari para urban Mama, “Apakah bayi mampu mengunyah?”, “Apakah bayi tidak akan tersedak?”, dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya.

Menurut Gill Rapley, bahwa jika tanda-tanda kesiapan bayi akan MP-ASI telah ada maka bayi telah mampu mengunyah dengan baik. Saat pemberian MP-ASI melalui teknik baby-led weaning, sangat dianjurkan agar ibu mengawasi pemberian makanan. Bahkan akan lebih mudah bagi bayi jika saat memakan makanan tidak menggunakan sendok atau garpu, hanya dengan menggunakan tangan (finger food).

Teknik ini membutuhkan kesabaran dari para urban Mama, oleh karena saat bayi mulai makan,  janganlah berharap bayi atau rumah akan bersih. Sehingga, nikmatilah setiap momen perkembangan anak kita dengan hati bahagia.

Proses pemberian MP-ASI, baik melalui tahapan ataupun langsung merupakan pilihan dari urban Mama. Apa yang terbaik bagi bayi, hanyalah urban Mama yang memahaminya.

12 Comments

  1. Sukma
    Sukmawati yusup April 12, 2010 at 6:29 am

    TFS dr. Henny… saya tau metode BLW ini pertamakali dari TUM.. dan berniat menerapkannya ke anak kedua saya (bulan Mei dah mulai MPASI)… banyak ilmu yg saya dpt dari TUM, terutama pengalaman ibu2 ( Ninit, ditut, Toto, dll).. pengalaman mereka benar2 jd referensi bwt saya nerapin BLW keanak saya.. ditambah lg di bahas disini, makin lengkap dweh referensi saya.. Thank you dr. Henny, thank you TUM.. :)

  2. SakirunS
    SakirunS April 12, 2010 at 6:57 am

    Artikel yg berguna dr. Henny :) CMIIW tapi setahu saya metode BLW sekedar memperkenalkan solid food kpd bayi yg mulai MPASI, bukan lgs makanan keluarga.

    Mirip seperti memulai MPASI dgn pure…MPASI pd BLW memperkenalkan ragam buah/sayur…tp sebisa mungkin dlm keadaan aslinya (dipotong sesuai kemampuan genggam si anak, dll), buah/sayur yg agak keras bisa diolah sedikit (kukus misalnya). Jadi kalo dlm artikel ini definisi makanan makanan keluarga adalah table food, sepertinya bayi2 BLW jg tdk memulai MPASI-nya dgn makanan keluarga yah (berbumbu standar masakan kluarga, digoreng, dll). Krn salah satu tujuan dr BLW ini kan utk memperkenalkan bentuk, tekstur, rasa asli dr makanan (buah-sayur) tsb.
    Maaf kalau kurang berkenan..saya jg baru belajar ttg BLW dan menerapkan pd anak saya :) jadi lagi2 CMIIW yaaa ;)

    Terima kasih :)

  3. superpippo
    Astrid Lim April 12, 2010 at 7:52 am

    Hai dok, thanks buat tipsnya…persoalannya kalo untuk kasus saya, karna saya ngantor tiap hari, jadi agak susah menerapkan metoda BLW ini..(rasanya kurang sreg kalau nggak mengawasi secara langsung, hehe). jadi rencananya ingin menerapkan BLW saat saya ada di rumah, selebihnya MPASI biasa..kira-kira ini akan membingungkan si anak nggak ya dok?

    thanks!

  4. SakirunS
    SakirunS April 12, 2010 at 8:13 am

    Artikel yg berguna dr. Henny :) CMIIW tapi setahu saya metode BLW sekedar memperkenalkan solid food kpd bayi yg mulai MPASI, bukan lgs makanan keluarga.

    Mirip seperti memulai MPASI dgn pure…MPASI pd BLW memperkenalkan ragam buah/sayur…tp sebisa mungkin dlm keadaan aslinya (dipotong sesuai kemampuan genggam si anak, dll), buah/sayur yg agak keras bisa diolah sedikit (kukus misalnya). Jadi kalo dlm artikel ini definisi makanan makanan keluarga adalah table food, sepertinya bayi2 BLW jg tdk memulai MPASI-nya dgn makanan keluarga yah (berbumbu standar masakan kluarga, digoreng, dll). Krn salah satu tujuan dr BLW ini kan utk memperkenalkan bentuk, tekstur, rasa asli dr makanan (buah-sayur) tsb.
    Maaf kalau kurang berkenan..saya jg baru belajar ttg BLW dan menerapkan pd anak saya :) jadi lagi2 CMIIW yaaa ;)

    Terima kasih :)

  5. eka
    Eka Wulandari Gobel April 12, 2010 at 9:51 am

    sama seperti Astrid, karena sehari2 Dante saya tinggal bekerja, saya memulai MP-ASI dengan 2 metode, BLW dan Spoon Feeding.
    Tidak terlalu berharap, santai saja karena asupan gizi masih cukup dari ASI. PD ber-BLW karena info dari ibu2 cerewet di TUM dan dari notes ibu Henny yg tag aku di FB :-)
    thank u!
    Thank u!

  6. ditut
    Dita W. Ichwandardi April 12, 2010 at 10:25 am

    thank u for sharing dr.Henny :) *sambil tetep menunggu Ninit mereview buku BLW…hihihihihi*

  7. meralda
    meralda April 12, 2010 at 10:38 am

    Artikel tg ditunggu2! Hilang deh kecemasan BLW. Pokonya intinya, jgn takut ya kalo rumah kotor! *membulatkan niat* Thanks for the tips ya doc!

  8. myson
    myson April 12, 2010 at 12:51 pm

    horeee! thread MPASI: BLW bakal lebih rame nih! =)

  9. myallayna
    Yuli Quinity April 12, 2010 at 4:12 pm

    yeay senangnya ada artikel BLW disini..
    pertanyaan saya jg sama spt SakirunS mengenai definisi makanan table food, dan mgkn bisa ditambah referensi makanan apa saja yang dianjurkan utk BLW.

    TFS dr. Henny :)

  10. ipeh
    Musdalifa Anas April 12, 2010 at 4:53 pm

    Thanks to dr. Henny tipsnya. Baru tau BLW ini dari TUM, sayang anak saya gak pake BLW-an. Semoga kalo punya anak lagi mau diterapin BLW ini

  11. drhennyzainal
    Henny Zainal April 13, 2010 at 6:31 am

    Hai moms, alhamdulillah senang sekali bisa berbagi ilmu en diskusi lebih jauh ttg BLW. Untuk BLW memang sejak usia 6 bulan bayi dikenalkan dg “solid food”. Apakah menu keluarga atau tidak, kita tetap memperhatikan aturan kapan protein hewani/karbo dsb diperkenalkan.
    Namun dari diskusi en uraian Gill Rapley, hal tersebut tidak menunggu hingga usia 12 bulan. Yang tetap berhati-hati adl penggunaan garam dan gula. Dg artikel ini, saya mendapatkan respon dari penganut BLW di LN dimana mereka meminta resep2 khas Indonesia. Hmm mungkin ada moms disini yang bersedia membantu?

  12. blankdakruz
    blankdakruz August 25, 2013 at 6:32 am

    salam kenal, saya Lya, ibu dari 2 anak. Sekarang anak kedua saya sedang mencoba BLW dan saya juga mau ikutan nunggu resep2 khas Indonesia untuk BLW anak saya ^_^. senang bisa ikutan forum ini

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.