Museum Bank Rakyat Indonesia (BRI) Purwokerto

restya

Saat ada kesempatan lagi untuk mengunjungi Purwokerto dan tidak dalam suasana mudik, saya dan suami akhirnya mengajak Jibril dan Jihan mengunjungi salah satu museum di kota ini, yakni Museum Bank BRI.

Museum Bank BRI terletak di jalan Jenderal Soedirman, masih satu bangunan dengan Bank BRI cabang Wiriaatmadja. Jadi kalau setelah bertransaksi di bank, anak dapat ditemani langsung masuk ke dalam museum ini tanpa harus membayar sepeserpun. Di dalam museum juga ada pemandu yang dapat membantu menjelaskan tentang isi museum ini. Sebelum melangkah masuk lebih jauh ada baiknya kita mengisi buku tamu yang memang disediakan di museum ini.

Melangkah masuk dari pintu yang berada dalam bank BRI, mata disambut oleh replika gedung BRI Jakarta dan patung Kurewa, dalam kepercayaan Hindu, Kuwera adalah simbol dewa kemakmuran. Karena itulah Kuwera dipakai sebagai lambang bank. Kuwera sering digambarkan berperut gendut, memakai mahkota, kalung, gelang tangan dan kaki, dan pundi uang di bawah bantal kursi.

Masih berada di lantai 1, kita dapat melihat diorama sejarah berdirinya Bank BRI. Dikisahkan bahwa Patih Raden Aria Wiriatmadja mendirikan Bank Bantuan dan Simpanan Pangreh Praja Pribumi sebagai sarana untuk memberikan pinjaman uang dengan bunga rendah kepada masyarakat. Adapun hal ini dilakukannya karena beliau terkejut saat hadir di sebuah undangan acara yang diselenggarakan oleh seorang guru berpenghasilan rendah namun mampu mengadakan acara yang relatif sangat mewah. Ternyata dari zaman dahulu pun yang namanya gengsi itu sudah ada ya. Benar saja saat Patih Raden Aria menanyakan ke empunya acara, dia mengatakan bahwa mendapatkan pinjaman dana dari seorang rentenir. Bank Bantuan inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya Bank BRI yang sekarang menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia. Selain diorama sejarah berdirinya BRI, di bagian ini dipamerkan juga baju kerja yang dulu pernah digunakan oleh Patih Raden Aria.

Pada bagian lain dari museum ini juga terdapat koleksi celengan, uang logam jaman Majapahit, Oeang Republik Indonesia (ORI) serta sejarah terciptanya ORI. ORI sendiri pertama kali beredar resmi sebagai alat pembayaran yang sah pada tanggal 30 Oktober 1946 dan tanggal tersebut kemudian dicanangkan sebagai Hari Keuangan. Ayo siapa yang belum tahu tentang hari keuangan? Tambah lagi ya pengetahuan kita tentang sejarah keuangan nasional.

uang logam zaman Majapahit
Celengan zaman Majapahit

Turun ke lantai bawah, kita akan melihat sejarah Bank BRI dari tahun ke tahun dan juga peralatan yang digunakan oleh Bank BRI. Beberapa alat tersebut berupa telepon, mesin hitung serta brankas sebagai alat penyimpanan uang.

 

Mesin Penghitung uang logam
Mesin check writer

 
brankasnya tinggi sekali ya :D

 

Di lantai ini sebenarnya juga terdapat perpustakaan, namun karena masih akan berkunjung ke tempat lain jadi kami sudahi saja acara kunjungan ke museum Bank BRI ini. Kalau hendak ke kamar kecil, kita bisa menumpang toilet milik karyawan bank BRI yang terletak di lantai dasar; toiletnya sangat bersih dan nyaman. Dan tentu saja kalau selesai menggunakannya harus ditinggalkan dalam keadaan bersih juga.

Kalau sedang mampir ke Purwokerto, sempatkan untuk singgah di museum ini ya. Banyak cerita dan pelajaran menarik untuk si kecil. Siapa yang menyangka dari kota kecil ini cikal bakal tumbuh dan berkembangnya Bank BRI.

 

Museum Bank Rakyat Indonesia
Jl. Jenderal Sudirman No. 57 Purwokerto
Telp 0281-631812
Fax 0281-631819
Jam Buka Museum Bank Rakyat Indonesia: Minggu s/d Kamis: 08.00 – 14.00

8 Comments

  1. ninit
    ninit yunita November 27, 2014 at 4:25 pm

    waaah neng menarik banget yaaa museum bank bri purwokerto ini. anak2 pasti seneng banget diajak ke sana… passs banget di sekolah alde lg belajar ttg sejarah uang. :D

  2. siska.knoch
    Siska Knoch November 27, 2014 at 4:43 pm

    Gue malah baru tau bank BRI ada museumnya hihi
    waa jibril jihan udah gede2 yaaa :*
    Selamat jalan2 :)

  3. cindy
    cindy vania November 27, 2014 at 5:04 pm

    keren banget museum bank BRI-nya!
    Gue seneng liat uang logam jaman majapahitnya,dan jadi tau tentang hari keuangan :D

    Jibril dan Jihan happy banget disana :)

  4. eka
    Eka Wulandari Gobel November 27, 2014 at 6:15 pm

    eh iyaa..baru tau juga tentang Hari keuangan…
    seneng ya, lihat2 koleksi uang jaman dulu.
    bagus nih, ada museum2 di kota2 kecil. semoga bisa diolah lebih baik lagi. TFS ya, neneng!

  5. rainiw
    Aini Hanafiah November 27, 2014 at 7:09 pm

    Suka deh kalau ada museum csr perusahaan spt ini … Dan koleksinya bagus juga ya, nambah pengetahuan anak dan ortunya bgt nih :D tfs yaa Neng!

  6. ZataLigouw
    Zata Ligouw November 28, 2014 at 9:31 am

    Jibril dan Jihan keliatan banget hepinya :)
    KenCaBil juga suka banget diajak ke museum, terakhir ke museum satria mandala dan gak mau pulang heheh..

  7. restya
    Neneng Restiana November 28, 2014 at 10:06 am

    Teh Ninit, Iya Teh emang seru dan menarik banget Museum BRI ini,walaupun gak tll luas tapi benar2 informatif.

    Siska, sama Chika pas diajak mudik ke Purwokerto, baru tahu kalo ada museum BRI di sini :D

    Cindy, kalo gue tertarik bgt sama patung kurewa dan brankas warna hijau itu, rasa2nya mau dibopong bawa ke rumah :D

    Eka, iya dengan adanya museum di kota2 kecil kaya gini jadi lebih mudah buat wisata sejarah yah.

    Aini, banget Ai..koleksinya menarik dan bagus2.

    Zata, ihh gue malah belum pernah ajak Jibril dan Jihan ke Museum Satria Mandala nih, pengen bgt ajak mereka ke sana juga. Emang seru yah wisata ke museum :D

  8. Kira Kara
    Bunda Wiwit November 29, 2014 at 5:52 pm

    waahhh… keren! Kota kecil yang menyimpan “harta karun” luar biasa.. Mirip kayak museum BI disini nih, Seneng banget ya liatnya. Jadi pengen ngajakin kika ke museum BI juga..

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.