Museum Tsunami Banda Aceh

silvia pridana

Desain museum tsunami dari atas

Bangkai helikopter yang rusak ketika kejadian tsunami

Ini adalah untuk ketiga kalinya kami berkunjung ke museum tsunami. Dua kali pertama kami tidak berhasil masuk karena terlupa bahwa museum ini tidak buka pada hari Jumat. Museum Tsunami, yang diresmikan tahun 2009 ini, memiliki arsitektur yang sangat menarik karena bentuknya seperti gulungan air raksasa. Untuk masuk, tidak dikenakan biaya tapi tidak diperbolehkan membawa tas, Hanya dompet kecil dan kamera yang bisa dibawa.

Lantai Pertama

Ruangan pertama, lorong gelap dengan dinding yang dialiri air

Ruangan "Light of God"

Ruang pertama yang dilewati adalah lorong gelap gelombang tsunami  dengan ketinggian 40 meter ,efek air jatuh dan alunan ayat Al-Qur’an . Thifa yang awalnya ceria tiba-tiba minta digendong karena merasa takut. Saya juga agak merinding melewati ruangan ini karena memang terasa mencekam. Sampai di ujung lorong, ada ruangan seperti cerobong yang agak gelap dengan tulisan Allah di puncaknya. Pada dindingnya tertulis nama-nama korban tsunami 2004.

Lantai kedua

replika kejadian tsunami

replika jam mati yang menunjukkan pukul 8.17 wib ketika kejadian gempa 2004

Di bagian ini terdapat ruangan audiovisual tempat kita bisa melihat penayangan film gempa dan tsunami  24 Desember 2004 selama 15 menit. Di ruangan yang lain terdapat foto-foto dan artefak kejadian tsunami. Seperti terdapat jam mati menunjukkan pukul 8.17 ketika kejadian gempa terjadi.  Artefak lainnya seperti miniatur orang-orang yang sedang menangkap ikan di laut dan berlarian menyelamatkan diri saat gelombang melebihi tinggi pohon kelapa menerjang mereka. atau bangunan-bangunan rumah yang porak-poranda oleh gempa sebelum datang air bah “membersihkannya”.

Lantai ketiga

Pada bagian ini dikhususkan untuk bagian IPTEK. Disini terdapat bermacam-macam pengetahuan tentang gempa dan tsunami mulai dari foto, miniatur rumah tahan gempa, maket tata ruang kota yang ideal untuk daerah rawan gempa dan tsunami, simulasi gempa dengan skala richter yang bisa disesuaikan dan berbagai pengetahuan geologi lainnya. Ini adalah bagian yang paling menyenangkan buat Thifa karena sangat interaktif dan edukatif. Favoritnya adalah bola dunia raksasa.

Lantai keempat

Di lantai ini tempat untuk membeli suvenir khas Aceh. Mulai dari dendeng aceh, rencong, bros pintu aceh, dll. Di sini juga tersedia mushola dan food court. Karena ketika kami sampai ruangan ini waktu menunjukkan pukul 12.30 dan museum harus tutup sementara untuk waktu istirahat jadi kami tidak bisa banyak berkeliling di lantai ini

Ketika keluar gedung yang tertutup kita melewati jembatan yang dibawahnya terdapat kolam dengan banyak ikan hias di dalamnya. Pada pinggiran kolam terdapat 52 batu-batu yang bisa dipakai untuk duduk dan di batu-batu tersebut terdapat lambang negara-negara yang memberi bantuan pada aceh dalam masa rekonstruksi pasca gempa-tsunami 24 Desember 2004.

Untuk Urban mama-papa yang berkunjung ke Banda Aceh jangan lupa sempatkan ke museum tsunami karena banyak hal bisa didapat disini. Selamat berlibur…

11 Comments

  1. Nur Linadiyah
    Nur Linadiyah August 9, 2012 at 8:22 am

    Keren… jadi pengen kesana… bawa anak2 juga..
    Tfs ya jeng…

  2. arninta
    arninta pusiptasari August 9, 2012 at 8:54 am

    bagus sekali informasinya,smg suatu hari bisa ke sana :)

  3. Sidta
    Dian Arsita Kurniawati August 9, 2012 at 11:36 am

    semoga nanti bisa ke aceh dan main ke museum ini. amin
    makasih ya udah share :D

  4. Laila
    Laila August 9, 2012 at 12:41 pm

    nice share mom,
    bulan april kemaren baru aja pulkam n mampir kesini, bola2 batu dipinggir kolam itu sampe dicoba (disandarin) 1/1 sama Yira :D

  5. annys
    annys August 9, 2012 at 3:17 pm

    wah, aku baru tau ada museum tsunami di Aceh. jadi penasaran sekali pengen kesana. Bangunannya bagus sekali ya. TFS!

  6. fanny
    Fanny Hartanti August 9, 2012 at 5:23 pm

    wow, baru tau ada museum tsunami.
    keren sekali desainnya..
    kebayang ih lewatin ruang ‘light of god’.. pasti merinding..
    TFS ya

  7. mrs doyi
    indah nildha August 9, 2012 at 8:22 pm

    rancangan museumnya keren. bangga deh, indonesia punya museum seperti ini. ada sarana edukasi dan belanja juga. seru nih. tfs mama silvia.. :)

  8. silvia pridana
    silvia pridana August 10, 2012 at 1:18 pm

    ː̗̀☀̤̣̈̇ː̖́º:*ºS̤̥̈̊ɑ̣̣̝̇̇♏ɑ̣̣̝̇̇-S̤̥̈̊ɑ̣̣̝̇̇♏ɑ̣̣̝̇̇º({})ºː̗̀☀̤̣̈̇ moms… Arsitektur memang sangat menarik apalagi isi nya sangat representatif tuk memupuk minat anak pada bidang geologi..

  9. Niniek Rofiani
    niniek rofiani August 10, 2012 at 3:34 pm

    wah keren banget nih. semoga bisa ajak Edo ke sana ya. untuk tiket masuknya bayar berapa ya? atau free ya?

  10. silvia pridana
    silvia pridana August 11, 2012 at 7:07 am

    free mba naniek ^^

  11. rantyti
    ranti permatasari August 11, 2012 at 6:43 pm

    wah kakak thifa sudah main2 ke musium tsunami ya.. TFS silvi, aku jd tau isinya.. waktu ke banda aceh dulu gak masuk ke dalam, cuman liat dari luar aja..

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.