Q: ACA & Penyebab Keguguran

The Urban Mama
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!
dr Riyanadr. Riyana Kadarsari, SpOG
Pendidikan: S1 FK Universitas Indonesia

Obgyn di RS Melati Tangerang, RS Sariasih Ciledug dan RSB Permata Sarana Husada Pamulang. Menikah dan memiliki 2 anak.

Q:  Saya positif mengidap ACA dan akibatnya kehamilan saya tidak berlangsung penuh karena mengalami keguguran. Bisakah saya hamil dengan term penuh sampai melahirkan?

A:  Perlu diketahui bahwa penyebab keguguran bukan hanya ACA. Terbanyak pada usia di bawah 10 minggu adalah kelainan kromosom. Karena sperma yang membuahi sel telur mungkin bukan sperma yang membawa genetik yang baik sehingga janin gugur spontan atau tidak berkembang. Kelainan darah seperti ACA ada kriterianya yaitu keguguran berulang lebih dari 3 kali atau kematian janin di atas usia 10 minggu. Tentu saja dibuktikan dengan pemeriksaan antibodi terhadap ACA dan harus dilakukan 2 kali pemeriksaan selang 6 minggu. Atau pemeriksaan khusus Beta 2 glikoprotein. Makanya dokter anda tidak tergesa-gesa menilai ini sebagai ACA. Karena kelainan ini sangat jarang. Penyebab keguguran yg lain adalah infeksi TORCH (ini jg jarang), kelainan metabolisme misalnya diabetes, tiroid.

Apa yg perlu anda lakukan setelah keguguran 2 kali? Silakan cek sperma (untuk suami), untuk menyingkirkan adanya kelainan kromosom. Untuk cek yang lainnya dianjurkan seperti tes kesehatan adalah kelainan gula darah, tiroid? Silakan saja untuk cek ACA ataupun TORCH namun perlu dipikirkan biaya dan skala prioritas jika tidak memungkinkan smuanya dicek. Sebagai persiapan kehamilan berikutnya baiknya banyak konsumsi antioksidan jauhi rokok atau alkohol, banyak minum air putih. Kurangi berat badan jika berlebih dengan cara olahraga rutin 3 kali seminggu.

if you have question to our resident doctor, please don’t hesitate to send it to us.

8 Comments

  1. kucing penidur
    kucing penidur January 20, 2010 at 7:09 am

    nice info bu dokter :)
    jadi aware tentang segala hal jadinya penting untuk dicatat

  2. ninit
    ninit yunita January 20, 2010 at 2:23 pm

    terima kasih atas infonya dr riyana… bermanfaat sekali buat teman saya yang istrinya mengalami ACA.

  3. Kenny
    Kenny Wiani January 20, 2010 at 3:09 pm

    saya kmrn tes darah antara lain d-dimer, ACA igm. Nah ACA Igmnya hasilnya 21.4 yg masuk skala positif karena klo tidak salah ambang batasnya 20. Apa dengan ini bisa dibilang sudah positif mengidap ACA? alasan kenapa saya dianjurkan tes ACA karena air ketuban sedikit, walaupum sejauh ini perkembangan bayi masih baik (minggu ke 16)

  4. shinantya
    Shinantya Prijomustiko January 21, 2010 at 1:28 am

    waktu saya hamil, hasil d-dimer saya baik. tapi apakah ada hubungannya dengan plasenta saya lengket dan mesti dikuret waktu melahirkan?

  5. dr.riyana
    dr. Riyana Kadarsari, SpOG February 4, 2010 at 2:29 pm

    Untuk ACA ada kategori titernya low, moderate atau severe. Tergantung dari parameter labnya. Dikatakan positif lbh dari 25 gpl tapi sebaiknya diulang lagi selang 6 minggu jika masih menetap maka itu dikatakan positif. Tapi kalo titernya moderate atau severe sebaiknya lgs terapi. Lbh akurat lagi jika diperiksa beta 2 glikoprotein 1 jika positif (lebih dari 4000) maka dinyatakan ACA positif. Ketuban sedikit memang banyak penyebabnya, selain ketuban pecah, perlu dilihat apakah ada kelainan di ginjalnya janin, atau fungsi plasenta yg menurun. ACA hanya salah satu saja. Masih banyak penyebab lain yg dapat mengganggu fungsi aluran plasenta sehingga ketubannya sedikit.
    Plasenta dikuret stl melahirkan tdk berhubungan dgn hasil d dimernya.

  6. Gina Apsara
    Gina Apsara March 4, 2010 at 3:47 pm

    Salam untuk semuanya,sekerdar sharing saja…. saya positif ACA, kehamilan saya saaat ini 5 bulan kebetulan ini kehamilan pertama saya, secara rutin setiap bulan saya kontrol ke dokter internist, waktu awal fibrinogen saya mencapai 723 (Normal 200-400)alhamdulillah sekarang sudah turun menjadi 411, terus terang cukup kaget juga waktu terditeksi ACA, membayangkan efeknya pada janin…setelah dijalani dan minum obat secara teratur saya jadi lebih tenang krn kadarnya berangsur turun semua.

  7. Mirza Resita
    September 30, 2010 at 10:32 pm

    dok,,ACA ini ada hubungannya dengan mola atau tidak ya?? karena setahun yang lalu saya dikuret karena ada mola di kandungan saya..apa yang harus saya lakukan selanjutnya ya dok??

  8. Ny.juniardo
    Ny.juniardo September 3, 2012 at 11:32 am

    salam dok,
    saya prnah mngalami keguguran 2 kali, stlh periksa di cikini dgn prof.karmel ternyata ACA saya tahap medium (lbh tinggi dari yg seharusny. skrg saya sudah hamil lagi dan sudah masuk ke usia 36 week. dari awal kehamilan saya terus minum ascardia smp skrg.sbntr lagi saya mau melahirkan secara ceasar,mungkin 2 minggu lagi.yang saya mau tanyakan, kapan saya boleh berhenti minum obat ascardia nya dok!! sbnrnya dr.spog yg saya kunjungi menyarankan utk menghentikan ascardia pada minggu ini (36). tp msh ad kekuatiran dalam diri saya, krn kan aca itu mnyebabkan gangguan pnyaluran gizi,makanan dan darah pada janin.sdgkan saya cesar msh 2 minggu lagi.apakah dlm 2 minggu ke depan, janin saya msh bisa bertahan tanpa ascardia??

    trimakasih atas infonya dok
    salam.

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.