Rafi si Pedagang Donat

ida_baik

Anak saya, Rafi, suka sekali karakter Thomas and Friends. Jadi tidak heran kalau setiap kali jalan-jalan ke mal, Rafi selalu punya ritual mengunjungi rak-rak mainan kereta Thomas untuk sekadar lihat-lihat. Minggu lalu, saat jalan-jalan ke Plaza Senayan, Rafi mendapati ada tiga karakter di film The Misty Island yang sangat dia idolakan, yaitu Dash, Bash, dan Ferdinand. Tapi saat itu belum saatnya Rafi beli mainan baru, maka tentu dia tidak bisa membawa pulang mainan itu ke rumah.

Sejak Rafi mengerti berkomunikasi dua arah, saya dan Agung-suami saya, memang mengajari Rafi bahwa tidak semua yang dia inginkan bisa terpenuhi. Salah satunya ya soal beli mainan ini. Kami juga mengajarinya bahwa semua barang harus dibeli dengan uang, yang mana untuk mendapatkan uang tersebut bapak dan bundanya harus bekerja. Jadi Rafi tidak bisa selalu minta barang yang dia mau dan langsung dituruti karena uang yang diperoleh dari bekerja itu tidak hanya untuk beli mainan saja tapi juga untuk beli makanan, bayar uang sekolah, dll.

Karena Rafi tampak ingin sekali mainan itu, saya dan Agung malah jadi punya ide untuk mengajari Rafi, apa itu “bekerja untuk mendapatkan uang”.

Saya bertanya pada Rafi:

“Rafi, untuk beli mainan kan harus pakai uang. Rafi punya uang?”
“Tidak, Bunda…”
“Mau punya uang untuk beli mainan?”
“Mau, Bunda!”
“Berjualan donat mau?”
“Jual donat?”
“Iya, nanti Bunda buatkan donat untuk Rafi, lalu sana Rafi jual di pasar. Berani?”
“Berani, Bunda! Mau! Uangnya buat beli kereta ya!”
“Ya!”

Disepakati, hari Jumat 23 Maret 2012 (tanggal merah) kami pilih untuk  berjualan donat. Pagi-pagi saya sudah sibuk membuat donat kentang. Rafi pagi-pagi juga sudah bangun dengan semangat untuk “dagang donat”. Donat jadi, saya taburi gula halus, simpan di wadah plastik besar, siap dibawa ke pasar. Agung sibuk membuat sign jualannya. Donat-donat ini akan Rafi jual dengan harga Rp 1.000/buah. Ini jelas bukan berjualan niat dapat untung, tapi untuk melatih mental Rafi.

Saya hanya bawakan Rafi 12 buah donat saja.

donat kentang siap dijual

tukang donat dan dagangannya :-)

Sebelum berangkat saya dan Agung sudah wanti-wanti ke Rafi,

“Rafi, ini Rafi berjualan belum tentu laku dan ada yang beli ya! Rafi harus berani menawarkan donatnya kepada om dan tante yang lewat untuk beli donat Rafi ya! dan kalau nanti donat Rafi belum ada yang beli, jangan sedih, usaha terus, pantang menyerah ya!”
“Ya Bunda, aku mengerti!”

Maka kami bertiga pun jalan ke depan pasar, yang letaknya hanya 50M dari rumah. Saya ajak Rafi ke depan pasar, dan duduk di tangga masuk pasar, sebelah ibu-ibu yang juga berjualan. Agung sibuk mengambil gambar dengan handycam and foto-foto juga, dari jauh.

 

berbagi tempat jualan dengan ibu sebelah...

Saatnya misi mulai dijalankan. Rafi masih belum percaya diri rupanya dan diam dan memperhatikan sekitar. Selang 15 menit berlalu, Rafi mulai menunjukkan wajah sedih karena donatnya belum laku.

sedih, belum laku :-)

Saya kembali bilang, “Rafi, kalau berjualan itu, orang harus tahu kalau Rafi menjual sesuatu. Gimana caranya? Ya Rafi harus beri tahu. Beri tahunya dengan bilang ke oom dan tante yang lewat kalau Rafi jualan donat. Paak, buuu aku jual donat, mau belii? Begitu… kalau Rafi diam saja, siapa yang tahu Rafi berjualan? Kalau tidak ada yang tahu, lalu siapa yang mau beli donat Rafi?”
“Begitu ya, Bunda?”
“Iya, ayo sana tawarkan ke tante dan oom yang lewat…”
Begitu ada yang mendekat, saya langsung berbisik kepada Rafi, “Ayo, tawarkan ke Om ini!”

Rafi pun tiba-tiba berkata dengan lantang… “Paaak, aku jual donat, mau beli?” Wah, berhasil! Rafi mulai berani!
Bapak yang lewat hanya melihat sekilas dan berlalu.
Saya bilang sama Rafi, “Rafi, kalau kita jualan, ada yang mau beli dan tidak. Kalau yang mau beli itu pasti karena ingin makan donat Rafi. Tapi seperti Om yg baru saja lewat, mungkin dia sudah kenyang jadi tidak ingin makan donat. Tidak apa-apa, ayo tawarkan lagi sama yang lain yang ingin makan donat Rafi!”
“Ya ya, Bunda!”
Lewat seorang ibu, saya berbisik pada Rafi,”Nah, ini ibunya tawarkan!”
“Ibuuu aku jual donat, mau beli gak Buuuu?” Rafi makin berani!
Ibunya senyum sambil bilang, “terima kasih…”

Saatnya menyuntikkan lagi motivasi. “Nah, Ibu itu sama kayak Bapak yang tadi, masih kenyang, belum ingin makan donat. Kita cari lagi yang ingin makan donat ya!”
“Ya ya, Bunda!” kata Rafi mulai tersenyum.

Rupanya ibu penjual sebelah Rafi mulai tampak kasihan karena donatnya Rafi belum laku… Lalu, “Ibu beli satu deh donatnya.” Rafi langsung tersenyum lebar!

His first costumer!

Dan dampaknya cukup positif, karena setelah itu, Rafi makin pede. Yang lewat dia tawari donat, dan efeknya mengejutkan, pembeli mulai berdatangan! Rafi sibuk memindahkan donat-donat yg dia bawa ke plastik untuk diserahkan ke pembeli. Dia senang sekali dan terlihat menikmati kegiatannya berjualan donat ini.


Total, ada 5 pembeli donat.

Rafi senang sekali! Saya juga senang sekali, berhasil membuat Rafi mengerti bahwa untuk dapat uang, inilah yang disebut dengan “kerja”, do something to earn the money. Dan yang terpenting, Rafi berhasil mengalahkan perasaan “tidak bisa” dan mulai merasakan bahwa yang namanya berjualan itu seru dan tidak perlu malu.

 

“Uang yang Rafi dapatkan dari jual donat tadi tidak banyak, belum cukup sebenarnya untuk beli kereta yang Rafi mau, tapi ditambah dengan uang Bunda, uang Bapak, dan uang di celengan Rafi, bisa untuk beli 1 kereta ya!”
“Iyaaa, Bunda!”

Akhirnya, kami beranjak pulang dengan perasaan bahagia di dada masing-masing.

Sambil jalan Rafi bilang, “Bunda, besok-besok aku jual donat lagi yaa!”

Ah, mission accomplished.:-)

28 Comments

  1. fanny
    Fanny Hartanti April 9, 2012 at 12:25 am

    wahhh tukang donatnya ganteng!!!
    kalau aku di situ pasti aku borong semua :))
    Rafi pinterrrr!

  2. ghifAruni
    meccarania dila April 9, 2012 at 2:21 am

    PSPT…sayang hari itu ga ke PSPT, ga bisa beli donatnya rafi deh :)

  3. eka
    Eka Wulandari Gobel April 9, 2012 at 5:53 am

    wah, penjual donatnya pinter & ganteng deh! sini deh rafi, bi eka yg borong semua donatnya! Hihihi..

  4. Risqa Prasista
    Risqa Prasista April 9, 2012 at 7:34 am

    Hihihihi…Rafi lucu deh, bawa sini nak donatnya biar tante beli semua :D

  5. bundaalya
    Aneu Nugroho April 9, 2012 at 7:47 am

    waahhh saluuutt two thumbs for rafi…
    penjual donat nya ganteng… semoga sy bisa mendidik seperti bundanya rafi yaa… *patut ditiru*, supaya anak kita tidak manja dan mandiri… :)

  6. morningtea
    morningtea April 9, 2012 at 7:54 am

    Keren banget (ortunya dan rafi),
    Ide begini nih yang selalu ada di teori tapi buat menjalankannya susaaaaah:)

    Rafi pinter:)

  7. kappachan
    Retno Nindya April 9, 2012 at 8:05 am

    Salut luar biasa! :) Rafi sendiri udah mengerti apa itu bekerja dan motivasi diri supaya ga usah takut gagal atau takut malu. Yang penting nyoba dulu. Hebaaattt! :D

  8. b4yu_wow
    Bayuansyah N April 9, 2012 at 8:06 am

    Two Thumbs up Bt Kaka Rafi…..Luar Biasa untuk Bunda n Ayah nya….:)

  9. amaliaputri
    Amalia Putri April 9, 2012 at 8:10 am

    konsepnya kereeeennnn bangeeetttttt… Rafi pinter yahhh :) TFS!

  10. April 9, 2012 at 8:57 am

    keren.. tapi ini ngga terlalu dinikah?

  11. annys
    annys April 9, 2012 at 9:05 am

    Rafi hebat! salutt juga ke ayah-ibu nya rafi :) aku setuju dengan konsep pembelajarannya. dan pengennn banget menerapkan ke anakku juga. seneng baca artikelnya. thanks for sharing!

  12. yeyensurani
    MamaQiandhraGanteng April 9, 2012 at 9:06 am

    tooos…sama plek waktu aku ngajarin Qiandhra jualan donat kentang di depan TK deket rumah. bedanya, kalo ada yang beli Qiandhra juga langsung minta 1 donat buat dimakan, huhu…ga jadi kumpul deh duitnya, hehe. waktu itu kami punya selogan “Donat-nya Qiandhra Donat Kentang, Donaaaat….Donaaaat”. Donat Kentang jadi menu camilan favorit Qiandhra juga sampe sekarang… Hidup Donat Kentang :)

  13. Komala
    Komala April 9, 2012 at 9:39 am

    Aku kok jadi malah berkaca2 yah baca posting dr Mbak Sharifah.. Keren banget cara pengajarannya, salut utk Ayah dan Bunda Rafi… Patut kutiru degh nanti kl anakku sudah seumuran Rafi.

    Rafi, jualan di pasar di deket rumah Tante dunk, nanti Tante borong donatnya degh, heheh…

    Salam cubit utk Rafi yah Mbak Sharifah..:)

  14. dewiamel
    dewiamel April 9, 2012 at 10:34 am

    hebaaaaaat!!!!

    kl ga salah d tk2 tertentu ada kegiatan jualan seperti ini. tp yang ini asli loooh, ke pasar beneran n cari costumer sendiri. hebat!!!

  15. wibiayu
    wibiayu April 9, 2012 at 10:43 am

    Salut buat Bunda dan Ayahnya Rafi..Rafinya juga kereeen.
    Saya bacanya juga jadi terharu sambil ngelus2 perut :)

  16. dessy danggraini
    Dessy April 9, 2012 at 11:20 am

    Sini..sini..aku beli donatnya. ganteng sih tukang donatnya… hihihi…
    Salut buat bunda dan Rafi. Hebat!

  17. almostabum
    citra kusumaninghati April 9, 2012 at 3:28 pm

    toweeel ah tukang donatnya, eh towel donatny ding! hihi..salut dan kereen banget ayah bunda rafi. jadi pembelajaran berharga.
    pengen banget ngajarin syddra ttg hal ini, bismillah smoga dikuatkan niat kami (mabim-bumda).

  18. nidya
    Nidya April 10, 2012 at 3:50 am

    sama ya mba komala, baca tulisan teh ida aku berkaca-kaca.. :) keren ih konsepnya..rafi “jualan” keliling di rumah tante dong,nanti jadi pelanggan setia rafi deh :D hihii

  19. netta
    netta April 10, 2012 at 8:08 am

    wow…seru banget rafi jualannya, pintar :)
    tante mau beli juga donk….

  20. siska.knoch
    Siska Knoch April 10, 2012 at 9:39 am

    rafi anak cerdas dan sholeh nurut sama bunda, bundanya rafi juga mama pintar yg bisa ngajarin konsep uang-ga-turun-dari-langit! good job bunda :)
    saya juga sempet terharu pas blm ada yg beli :’) tp endingnya keren banget.
    tfs. great article.

  21. icke
    Ike Marlia Ayuningtyas April 10, 2012 at 9:42 am

    wahh..kerennnn like this..

    salut utk Ayah dan Bunda Rafi dan double salut buar Rafi

  22. rikandun
    rikandun April 12, 2012 at 9:11 am

    terharu baca artikel ini :’D
    good job rafi, ayah dan bunda!

  23. iyu
    yuliana karang April 12, 2012 at 11:02 am

    pertama. berkaca-kaca bacanya, seru, hebat, kereeen
    kedua, tukang donat ganteng sini dong
    ketiga, ide dan pembelajaran yang hebat mbak syarifah dan mas agung
    keempat, salut untuk keluarga ini
    empat jempol :D

    sempet ada niatan untuk pembelajaran hal ini ke lycka, tapi apakah nanti terkesan mempekerjakan anak-anak ga?

    TFS bunda :)

  24. ruri lukita
    ruri lukitaningrum April 12, 2012 at 10:15 pm

    salam kenal buat ayah&bunda rafi.. spt kebnykan bunda yg udh komen disini saya jg sungguh terharu.. ayah&bunda adlh org2 yg layak menjadi teladan, mrt sy gak bnyk org tua yg gak gengsian & mau berepot2 spt ini, aplg sy yakin rafi bkn dari kel yg krg beruntung, sungguh salut. insya Allah kelak rafi akan menjd mns yg tangguh & mulia :).

  25. ruuzuly
    Ruliyani Nuzuly April 13, 2012 at 5:36 am

    Waaah asiiiikkk akhirnya ada contohnya!! Tfs yaaa bunda Syafirah juga kakak Rafi :)
    Semenjak aku punya Lian (1y6m), kepikiraaaan buat nanti ga apa-apa langsung meng-iya-kan keinginan Lian, aku pengeeen banget Lian punya jiwa pengusaha.. Tapi masih binguuung gimana cara ngajarin Lian berjualan barang/jasa nantinya hehe.. Duuuh senangnyaaa baca artikel ini ^^
    Sekali lagi tfs yaaaa bundaaaa Syafirah juga kakak Rafi.. Ehh ayah Rafi juga yaa yang udah kyereeen ambil foto2nya ;)

  26. altairs ummi
    Ummi Alta April 15, 2012 at 11:52 am

    ikut terinspirasi…,ternyata mengajarkn tidak mudah mendapatkan uang bukan hanya dri anak usia remaja, bisa diajarkan sejak kecil..salut :)

    yang lebih penting adalah mengajarkan menjadi sosok yang memilii mental tangguh,pantangmenyerah, dan berani…,like this bngett.., thx mom sharenya :)

  27. Honey Josep
    Honey Josep April 18, 2012 at 1:33 pm

    a great way to teach personal finances to kids!!!

    *thumbs up*

  28. melvonly
    melvonly April 20, 2012 at 2:28 pm

    wah hebat bangett….thumbs up..aku ampe berkaca”..haha..moga” bs mendidik anak supaya mandiri n ga jd anak manja

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.