Rumah Tropis

erlina_erlina
Erlina Anastasia, ST Lulusan dari Departemen Arsitektur ITB. Pernah bergabung di sebuah studio penulisan arsitektur terkenal di Jakarta. Kini kesibukannya mengurus ketiga putrinya sambil terus menulis, mengerjakan beberapa architecture project dan juga berbisnis. Buku terbaru yang ditulisnya secara mandiri adalah 20 Desain Salon Rumahan yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.
Website: http://ibuarsitek.blogspot.com/
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!

Masih ingat letak geografis negara kita di bola dunia? Indonesia terletak di 6° lintang utara dan 11° lintang selatan, dan di 95° bujur timur dan 141° bujur timur. Kita tinggal di negara tropis yang kaya sinar matahari sepanjang tahun karena terletak di sekitar garis khatulistiwa. Akibatnya kita hanya mempunyai dua musim yaitu musim panas dan musim hujan.

Nah, sekarang bila dilihat dari segi perancangan, rumah seperti apa yang cocok untuk iklim seperti ini? Rancangan rumah ideal seharusnya bisa mengakomodasi keadaan pada kedua musim tadi. Biasanya masalah utama yang timbul pada perancangan rumah tropis adalah cuaca yang panas dengan kelembapan yang tinggi.

Bagaimana agar rumah tinggal tetap terasa nyaman di iklim seperti ini dan apa saja kira-kira yang harus kita pertimbangkan saat merancang dan membangun rumah, kita bahas satu persatu ya.

• Atap
Atap model apapun sebenarnya bisa diterapkan pada rumah tropis, yang penting air yang jatuh pada atap bisa mengalir turun. Penggunaan atap berbentuk pelana atau perisai secara ideal bisa mengakomodir hal tersebut. Kemiringan atap memungkinkan air hujan dengan mudah jatuh ke tanah. Selain itu akan terbentuk teritisan atau overstek yang bisa melindungi sebagian dinding dan bukaan dari terpaan sinar matahari dan hujan. Bukan berarti atap dengan bentuk lain seperti misalnya atap datar tidak bisa digunakan. Perkembangan teknologi kini memungkinkan penggunaannya pada rumah tinggal. Hanya saja penggunaan masing-masing bentuk atap pasti ada kelebihan dan kekurangannya.



• Bukaan dan ventilasi udara yang baik
Bukaan bisa berupa pintu dan jendela serta ventilasi. Ketiganya memungkinkan ruangan mendapat cukup aliran udara untuk mengurangi panas dan kelembapan. Ciptakan cross ventilation atau ventilasi silang di dalam ruangan agar udara bisa mengalir. Caranya dengan membuat bukaan minimal pada dua dinding yang (idealnya) saling berhadapan. Bila kualitas udara di dalam rumah baik, kita tidak perlu lagi menggunakan penyejuk udara karena di siang hari yang panas ruangan tetap terasa nyaman.

Bayangkan saja empat jendela di pintu mobil saat mobil dalam posisi diam. Hawa di dalam mobil akan lebih sejuk jika kita membuka dua jendela yang saling bersebrangan karena udara bisa mengalir, lain halnya jika kita membuka dua jendela pada sisi yang sama. Ventilasi juga bisa dibuat pada bagian atas atau bagian bawah ruangan. Di bagian atas bisa berupa lubang-lubang di atas pintu atau jendela, sedangkan di bagian bawah bisa dibuat berupa jalusi pada daun pintu dan jendela atau ventilasi di bagian bawah dinding


• Pemakaian material low maintenance
Terpaan matahari maupun air hujan sepanjang tahun tidak urung membuat maintenance rumah harus diperhatikan dengan cermat. Cat akan mudah mengelupas, kayu bisa cepat lapuk, permukaan dinding mudah berlumut. Nah, untuk meminimalisasi hal-hal tersebut Urban Papa Mama bisa memilih menggunakan material yang low maintenance. Misalnya memilih menggunakan kusen aluminium ketimbang kayu, melapisi sebagian dinding yang terekspos dengan batu atau menggunakan cat eksterior khusus, lalu menghindari penggunaan kayu yang tidak tahan panas dan hujan di area luar rumah.


• Secondary skin
Bagian rumah yang terpapar intensitas cahaya matahari yang cukup tinggi bisa dirancang untuk mempunyai kulit kedua (secondary skin). Jadi cahaya matahari tidak masuk ke rumah secara langsung tapi ‘dikurangi’ oleh shading dari secondary skin. Keuntungan lain, secondary skin bisa dibuat sekaligus sebagai elemen dekoratif rumah. Tampilan rumah bisa jadi terlihat lebih istimewa.


• Elemen air dan ruang terbuka
Bila memungkinkan elemen air seperti kolam kecil dan teras maupun inner-court bisa dihadirkan dalam perancangan rumah. Elemen air bisa turut menurunkan suhu di sekitar rumah, sedangkan ruang terbuka berfungsi sebagai paru-paru dan sumber masuknya cahaya bagi rumah-ukurannya kecilpun tidak mengapa.


5 Comments

  1. eka
    Eka Wulandari Gobel October 12, 2013 at 12:27 am

    mbak erlina, terima kasih tipsnya. berguna banget inii.. jadi tau deh ttg dasar2 membangun rumah di daerah tropis.

  2. mrs doyi
    indah nildha October 14, 2013 at 2:45 am

    Tipsnya bagus sekali. Penting banget buat merancang rumah idaman yang nyaman… :)

  3. crey
    Chrisye Wenas October 14, 2013 at 3:52 pm

    *bookmark* thanks ya mbak tips2nya :)

  4. w2
    w2 October 16, 2013 at 12:49 am

    Wahhh bagus bgt tips nya. Biar irit ac :p

  5. erlina_erlina
    Erlina Anastasia October 22, 2013 at 12:48 pm

    Senang kalau tips-nya berguna :)

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.