Salah Satu Dari Bayi Kembar Meninggal Dalam Kandungan

dr.riyana
Riyana Kadarsari, dr., SpOG Pendidikan: S1 FK Universitas Indonesia. Obgyn di RSIA Hermina Ciputat, Klinik Rumah Ibunda Bintaro, dan RS Sariasih Ciledug.
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!
dr. Riyana Kadarsari, SpOGa
Pendidikan: S1 FK Universitas Indonesia

Obgyn di RS Sariasih Ciledug dan RSB Permata Sarana Husada Pamulang. Menikah dan memiliki 3 orang anak.

Q: Halo Dokter Riyana,

Saya mengalami kehamilan kembar dimana saat si kembar berusia 26 minggu, salah satu dari si kembar meninggal.

Saat ini usia kandungan saya sudah 33 minggu dan perkembangan untuk bayi yang sehat alhamdulillah BBnya bertambah terus sedangkan untuk bayi yang sudah meninggal BBnya semakin turun dan menyusut.

Sampai sekarang saya masih khawatir, apakah pengaruh terhadap bayi yang masih sehat? Apakah harus di operasi atau tetap menunggu waktu melahiran normal?

Mohon penjelasan ya, Dok. Terima kasih.


Pertanyaan dari Nurma.

A: Halo urban Mama Nurma,

Kematian salah satu janin pada bayi kembar merupakan salah satu komplikasi pada kehamilan kembar, berdasarkan salah satu penelitian angkanya sekitar 6,2 % dan sering terjadi pada jenis kelamin yang sama.

Penyebab pasti sulit diketahui, berdasarkan survey tersering pada kehamilan kembar monokorion (satu selaput korion), plasenta yang tidak seimbang sehingga salah satu janin tidak mendapat asupan yang cukup (discordant twins) atau adanya hubungan pembuluh darah antara kedua janin (anastomosis).

Prognosis kehamilan bagi janin yang bertahan tergantung berdasarkan sejak usia kematian janin diketahui, korionitas, dan lamanya waktu antara kematian janin dan persalinan bagi janin yang hidup. Kematian dini pada janin (vanishing twin) tidak memberikan komplikasi pada janin yang hidup. Janin yang meninggal akan secara teori akan menimbulkan gangguan pembekuan darah pada ibu, namun berdasarkan laporan kasus kejadiannya tidak banyak terjadi.

Jika terdapat kematian pada salah satu janin, maka penanganannya tergantung dari penyebab dan risiko pada janinnya. Bayi yang hidup akan dilahirkan setelah cukup bulan, namun tentu saja akan dipantau adakah komplikasi pada ibu (faktor pembekuan darah), komplikasi lain yang bisa timbul adalah persalinan prematur. Setelah lahir sebaiknya plasenta dilihat untuk mengetahui pasti sebabnya. Jika disebabkan adanya hubungan pembuluh darah (anastomosis) maka bayi yang hidup memiliki risiko untuk terjadi kelainan pada otak, sehingga setelah lahir perlu dievaluasi oleh neurologi anak.

Jika kondisi janin normal sampai cukup bulan maka tidak ada indikasi khusus untuk persalinan secara sesar.

Semoga membantu, ya Ma.

14 Comments

  1. otty
    Pangastuti Sri Handayani March 29, 2011 at 4:11 pm

    Wah baru tau kalo ada kejadian seperti ini. Makasih ya sudah diulas :)

  2. ninit
    ninit yunita March 29, 2011 at 5:48 pm

    sama kayak otty, baru tau ttg ini.

    nurma, semoga sehat2 dan lancar ya melahirkannya…

    TFS dok. menambah pengetahuan.

  3. lovely_eve
    lovely_eve March 29, 2011 at 10:07 pm

    Wew baru tau nih, info yg berguna bgt… Tfs ya dok..

    Buat Nurma, smg kehamilannya lancar ampe melahirkan yaaaaa

  4. mommyKanyazoya.
    yessi noverto March 29, 2011 at 10:12 pm

    TFS dok..nambah ilmu lg ;)

  5. Honey Josep
    Honey Josep March 30, 2011 at 12:58 pm

    thanks for the info Dok :)
    Nurma, sorry for the lost… semoga si adik lahir sehat dan sempurna.

  6. LESTARI YUDIASTUTI
    LESTARI YUDIASTUTI March 30, 2011 at 2:32 pm

    riyana, smg bayi dan bundanya selamat sehat sampai lahiran lancar.

  7. amie kumala
    Hutami Kumala March 31, 2011 at 1:43 pm

    mama nurma, semangat ya…
    aku emang pernah denger hal kayak gini dibahas di discovery channel “in the womb” tapi waktu itu cuma sembari lewat aja nontonnya..gak dipahami bener2. TFS dok, jadi nambah ilmunya lebih lengkap deh :D

  8. emakzaidanhanna
    cipluk prayudi March 31, 2011 at 2:46 pm

    Aku ngalamin kejadian ini 2 tahun lalu. Ishma gak ada diusia kandungan 21 minggu. Setelah melalui serangkaian tes lab per 2 minggu sekali, alhamdulillah, Hanna bisa lahir dengan selamat di minggu ke 39. Tadinya mau ngelahirin normal. Bukaan udah sampe 6. Tapi karena posisi Ishma yang dibawah, jadi kepalanya nyangkut dijalan lahir dan akhirnya kontraksiku hilang sama sekali. Pilihan terakhir harus operasi.

    Mba Nurma, yang kuat ya mba… InsyaAllah mba Nurma dan sikecil yang lagi jadi survivor diberi kekuatan oleh Yang Maha Kuasa.

    Btw, nama belakang Hanna, Salimah artinya survivor, karena dia bisa survive mulai dari minggu 21 sampe minggu 39, dan sehat wal afiat sampe hari ini :)

  9. bunda aqila pawpaw
    Rika Cahya Oktaviana April 1, 2011 at 8:46 pm

    salut untuk mba nurma …semoga diberikan kekuatan dan kelancaran sampe hari H nya tiba…trims udah share,sangat berguna…

  10. winadahlan
    winadahlan April 4, 2011 at 4:09 pm

    Hi Nurma,
    Gemelli atau kehamilan kembar emang risky. Saya sendiri pernah mengalami kejadian mirip itu taun lalu. Janin kembar saya mulai bulan ke-7 bb nya selisih banyak. Pas 35w akhirnya saya mengalami kontraksi. Seharusnya saya bisa normal delivery ternyata Allah berkehendak lain. Salah satu tali pusar janin saya tiba2 keluar jadi DSOG cepat2 melakukan sc. Begitu lair, ternyata diketahui salah satu janin meninggal dalam kandungan sehari sebelumnya. Andra The Survivor pun lair prematur jadi setengah mati ngerawat dia supaya cepet gede.
    Mudah2an proses persalinan Nurma lancar dan yakinlah yang terbaik yang terjadi :)

  11. wee_dee81
    Marissa April 7, 2011 at 4:01 pm

    Duh sedih membaca-nya…

    ikut mendoakan mb Nurma dan calon bayi kecilnya semoga sehat dan di beri kemudahan, kelancaran ketika bersalin.
    Amien…

  12. milana
    milana October 17, 2011 at 3:44 pm

    semoga ibu dan babynya sehat ya mba……

  13. nurmaini
    nurmaini November 10, 2011 at 3:03 pm

    Cerita ini mirip sekali dengan kejadian yang saya alami. semangat ya mbak!!! Insyaallah bisa lahir sampai dengan waktunya dan diberi kesehatan bagi keduanya.
    Alhamdulillah sampai sekarang bayi saya sehat.

  14. nurmaini
    nurmaini November 10, 2011 at 3:08 pm

    astagfirllah… ternyata ini memang kejadian pada diri saya ya. Saya lupa, sudah lama tidak baca the urban mama.
    Oya, alhamdulillah sy sudah lahiran, dan kami berdua sehat. Trims ya mamas atas doa-doanya.

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.