Saluran ASI Tersumbat dan Mastitis

sarahanief
Sarah Audia Hasna, dr. S1 Fakultas Kedokteran UGM. Dokter umum dan konselor laktasi di Eka Hospital.
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!

Saluran ASI tersumbat dan mastitis merupakan salah satu masalah yang sering ditemukan ibu menyusui. Hal ini terjadi karena pengosongan payudara yang tidak sempurna, bisa disebabkan karena perlekatan bayi saat menyusu yang masih kurang tepat sehingga ASI yang dikeluarkan kurang optimal.

Tanda awal ketika pengosongan payudara tidak sempurna yaitu payudara mulai nyeri dan terasa penuh, ini merupakan penanda bahwa payudara harus dikosongkan segera.
Saluran tersumbat terjadi saat ASI tidak dikosongkan dari salah satu bagian payudara. Saluran dapat menebal dan menyebabkan ASI terjebak di dalam dan semakin menyumbat saluran payudara.

Gejala saluran ASI tersumbat itu antara lain:

    • Payudara terasa penuh, panas, berat dan keras. Nyeri sedikit dan masih dapat ditahan.
    • Dapat dirasakan adanya gumpalan yang agak perih.
    • ASI menetes-netes sampai mengalir yang merupakan penanda, harus dikeluarkan segera.
    • Tidak ada demam.

Bila ASI menetap di bagian tertentu payudara karena saluran tersumbat akibat tidak dikeluarkan dengan segera, payudara mulai bengkak, hal ini dinamakan stasis ASI. Jika ASI tetap tidak juga dikeluarkan, maka stasis ASI dapat menyebabkan peradangan jaringan payudara, yang disebut juga dengan mastitis. Jika sudah ada keterlibatan bakteri di dalamnya maka disebut dengan mastitis terinfeksi.

Gejala mastitis, antara lain:

    • Payudara sakit, bengkak, tegang, dan kemerahan.
    • Puting memerah dan mengkilat.
    • ASI tidak mengalir atau menetes-netes.
    • Dapat terjadi demam selama 24 jam.

Lalu, apa yang menyebabkan kondisi seperti ini? Penyebab utamanya seperti saya sudah sebutkan di atas yaitu karena payudara tidak dikosongkan dengan sempurna sehingga menyebabkan kurang baiknya aliran ASI pada sebagian atau seluruh payudara.

Aliran ASI yang kurang optimal, dapat disebabkan karena:

    • Menyusui tidak disesuaikan dengan demand bayi atau kurang sering, singkat-singkat dan ibu yang sering melepaskan sendiri bayinya saat menyusu padahal bayi belum selesai menyusu. Kejadian bisa dikarenakan bayi yang tidur semalaman dan tidak dibangunkan, Mama stress, pola menyusui yang berubah.
    • Perlekatan bayi menyusu di payudara yang masih belum benar.
    • Tekanan pakaian Mama yang ketat seperti bra yang terlalu ketat.
    • Tekanan jari ibu (misalnya posisi jari seperti gunting) yang dapat menyumbat aliran ASI selama menyusui.
    • Stress Mama baik fisik maupun psikis dapat menyebabkan aliran ASI kurang optimal.
    • Puting yang retak merupakan jalan masuk bakteri ke jaringan payudara sehingga dapat menyebabkan mastitis. Disini dapat diambil kesimpulan begitu pentingnya perlekatan bayi menyusu yang benar sehingga tidak sampai menyebabkan puting lecet dan retak.

Bagaimana penanganan saluran ASI tersumbat agar tidak sampai menjadi mastitis?

    • Mengeluarkan ASI sangat penting untuk mengatasi pembengkakan, hindari tindakan “mengistirahatkan” payudara karena apabila ASI tidak dikeluarkan segera dapat menimbulkan komplikasi seperti galactocele, mastitis dan abses.
    • ASI dikeluarkan paling baik oleh bayi, perhatikan posisi dan perlekatan menyusu yang baik. Jika Mama masih bingung dan tidak yakin dapat meminta bantuan konselor laktasi atau datang ke klinik laktasi
    • Bila bayi sakit dan belum mampu menyusu, Mama dapat memerah ASI. Sebaiknya memerah manual dengan tangan saat saluran ASI sedang tersumbat atau ketika payudara nyeri, terkadang pompa payudara elektrik dapat menyebabkan payudara yang bengkak terasa kurang nyaman karena daya sedotnya. Mama akan merasa lega ketika ASI diperah sampai membuat payudara cukup lunak.
    • Sebelum menyusu dan memerah, rangsang refleks oksitosin. Bagaimana cara merangsangnya? Bisa dengan kompres hangat di payudara atau mandi air hangat, pijat oksitosin seperti yang pernah dibahas dr.Anissa di artikelnya tentang pijat oksitosin, massase payudara ringan kemudian diperah dapat menggunakan teknik marmet. Minta bantuan konselor laktasi untuk mengajarkan.
    • Setelah menyusui atau memerah, letakkan kompres dingin di payudara. Untuk mengurangi pembengkakan payudara.
    • Ketika bayi sudah menyusu di payudara yang sakit, seimbangkan dengan payudara yang tidak sakit, ketika menyusu di sisi yang berlawanan dapat merangsang reflek oksitosin pada payudara yang sakit.
    • Coba posisi menyusui yang berbeda, bisa minta bantuan langsung dengan konselor laktasi bagaimana posisi-posisi yang dapat mengeluarkan ASI pada bagian tertentu.
    • Mama tetap yakin dan positif, berpikir tenang bahwa semua masalah ini dapat teratasi dengan baik.

Apabila sudah terjadi mastitis, maka yang dapat dilakukan Mama yaitu:

    • Berobat ke dokter konselor laktasi, jika mama demam dan jelas ada tanda infeksi biasanya akan diberikan antibiotik untuk mastitis yang aman bagi Mama dan bayi, obat penurun demam dan nyeri untuk mengatasi gejala mastitis. Antibiotik dihabiskan sesuai petunjuk dokter.
    • Jika terdapat galactocele atau kista ASI, Mama bisa diajarkan cara massase di klinik laktasi atau dirujuk ke bagian fisioterapi untuk dilakukan terapi ultrasound (US), mengencerkan ASI yang tersumbat di dalam.
    • Apabila mastitis tidak membaik dan menunjukkan gejala komplikasi ke arah abses payudara, untuk tindakan lebih lanjut dokter konselor laktasi akan merujuk ke pihak yang lebih berkompeten yaitu dokter spesialis bedah.
    • Mama sebaiknya istirahat dan meluangkan waktu banyak dengan bayi, delegasikan pekerjaan rumah tangga ke pengasuh atau keluarga lainnya.

Demikianlah informasi singkat dari saya mengenai saluran ASI tersumbat dan mastitis berikut cara penanganannya. Selebihnya Mama bisa berkunjung ke klinik laktasi. Semoga artikel ini bermanfaat. Semangat terus ya, Ma… dan Happy Breastfeeding.

15 Comments

  1. kanahayaku
    kanahayaku July 1, 2013 at 6:25 am

    Saya termasuk orang yg sering sekali mengalami ini ,PD rasa nya keras seperti memegang lutut sendiri ,biasa nya itu saya alami kalo abis perjalanan jauh ,mungkin karena pola menyusui Kenes (4mos) jd tdk teratur karena di jlan sering nya dia banyak tidur atau skrg suka banget liat jalan .dan tiap merasa tersumbat dan PD keras pasti saya lebay memikirkan harus di bawa ke dokter dan lain2 pdhl ya jg ya ga sampe demam :p

    Terima kasih banyak Dok info nya :)

  2. ninit
    ninit yunita July 1, 2013 at 6:57 am

    pernah mengalami mastitis… hwaaa, ga enak banget rasanya! sakit bangeeet. akhirnya ke st carolus, dipijat… rasanya ruarrr biasa hihihi.

    thanks untuk tipsnya yah dokter sarah :)

  3. nendariani
    Emily Suprapto July 1, 2013 at 10:52 am

    terima kasih infonya .. sangat bermanfaat :)

  4. Mamazra
    Mamazra July 1, 2013 at 11:32 am

    mbak, kalo aku ga pernah mengalami netes2 loh. Wajar kan ya? Berasa penuh juga kalo dah lebih dari 8 jam. Tapi pompa tetep diusahakan setiap 4 jam, max 6 jam. Azra sekarang dah 6,5 bulan. Alhamdulillah sampai saat ini ga berasa sakit. Produksi ASI-nya juga Insya Allah cukup2 saja ga berlebih dan ga kurang.

  5. cindy
    cindy vania July 1, 2013 at 10:48 pm

    aku juga pernah mastitis pas masih brestfeed anak 1 dan 2. untungnya pas anak ke 3 belum pernah mengalami mastitis dan pengennya sih nggak :)
    Tapi kalo penuh dan netes2 itu sering banget,apalagi kalo habis olahraga. TFS ya dok..

  6. faris_haikal
    Faris Haikal July 2, 2013 at 1:26 am

    aku pernah ngalamin ini waktu nyusuin Faris dulu. sempet 2x mastitis dan rasanya Mantaap, sakitnya. tapi waktu itu karena belom tau banyak jadinya cuma dikompres aja trus rutin diminumin ASInya ke baby

  7. amelfds
    amelfds July 2, 2013 at 9:10 pm

    wah, informasi yang bermanfaat untuk saya,
    TFS, dok :)

  8. indah_kusuma
    indah_kusuma July 2, 2013 at 9:12 pm

    Saya pernah mengalami ini waktu baby saya umur 40 hari,sampai ada benjolan di payudara, saat penuh benjolannya membesar, setelah diminumkan mengecil, tetapi tidak hilang meskipun sudah dikompres air hangat..sampai sekarang pun masih ada..udah ke dokter bedah onkology diagnosisnya galactocele dan mastitis namun setelah dirujuk ke sp.rad dan di usg katanya tidak ada tumor ataupun kista..alhamdulillah..cari 2nd opinion ke dokter sp.rad lain katanya memang ada lesi tapi gambarannya belum terlalu khas untuk disebut kista..dan kedua dokter tersebut menyarankan untuk tetap melanjutkan menyusui bayi dan disarankan kembali untuk dievaluasi setelah baby disapih..baiknya bagaimana ya dok, apa saya perlu melakukan tindakan lain atau perlu pergi ke tempat lain..kadang-kadang was-was juga..sekarang baby saya umur 5,5 bulan..terima kasiihh.. :)

  9. siulien
    How July 9, 2013 at 10:35 pm

    TFS dok..
    Mau sharing aja, saluran asi saya jg bbrp kali tersumbat, aplg kalau tidak dipompa selama kurleb 8 jam an (krn ketiduran semaleman) pasti deh PD bengkak dan keras banget kaya batu.. Abis dipompa, ternyata masih ada bengkak lokal di bagian tertentu yg ga mau hilang walaupun uda di massage.
    Biasanya kalau begitu, saya kompres air panas dan dingin gantian tiap 5 menit (durasi kompres nya sktr 20 menitan) abis itu berendem air panas di bath tub 10 menit. Lumayan membantu sih, besok nya bengkak mengecil.

  10. siulien
    How July 9, 2013 at 10:37 pm

    Oya, sering2 menyusui di bagian payudara yg bengkak juga ngebantu bgt loh

  11. nikenpramusinta
    nikenpramusinta September 11, 2013 at 4:03 pm

    pernah.. bete..

  12. purple10
    purple10 October 6, 2013 at 1:14 pm

    Prnh share y juga kena mastitis sampe hrs minum antibiotik yg ga bs nyusuin swlama 2 bulan.dan setiao mgg ke dokter selama 4x buat sedot nanah l. Tiap kali dtg bs 5 sampe 6 suntikan buat sedot nanah na..

    Prjuangan buat nyusin tidak lah mudah..

  13. dhita_ayu
    dhita_ayu October 16, 2013 at 2:25 pm

    Sekarang lagi ngalamin PD tersumbat nih & ga bisa dikeluarkan ASI nya, makanya cari2 artikel di TUM & nemu artikel ini. Sepertinya krn perjalanan jauh & lebih sering nyusui PD kiri karena lebih nyaman. Ga kepikiran bakal sakit begini akibatnya :(
    Sekarang lagi bolak-balik kompres PD yg bengkak di kantor..

  14. irma bella
    irma bella March 16, 2015 at 10:31 pm

    mau tanya nih aku,,aku pernah mengandung sampai 4 bulan tp keguguran :( tp aneh nya aku sdh punya asi,dokter bilang si aku hamil tete jd asi keluar terus,,sampai sekarang asi nya masih keluar kalau puting nya dipencet padahal sdh 1tahun,kira2 ada yg tau tdk cara menyumbat asi?dan apakah berbahaya kalau asi tdk keluar dlm waktu yg lama

  15. pradita_putri
    pradita_putri August 18, 2015 at 10:02 am

    aku juga pernah mengalami mastitis tapi alhamdulillah tidak sampai bernanah karena gak dipumping selama 9 jam akibat meeting, padahal sama temen kantor uda diingetin pumping. alhasil PD bengkak, keras seperti batu. sudah dipijat, dikompres air hangat, dipumping, dinenenin ke baby tapi ga kluar setetes pun. saya jadi demam, meriang dan mual. akhirnya saya pijat ke klinik laktasi, sakitnya minta ampun ketika dipijat. setelah itu juga saya diberi obat dan antibiotik serta krim untuk pu**ng PD. yang sedih setelah itu produksi asi saya jadi sedikit (di PD yang sakit). sedih saya. kata dokter pelan-pelan untuk kembali normal lagi harus banyak dipumping dan dinenenin baby nya. semoga asi saya kembali lagi seperti sedia kala karena saya harus banyak stok asip karena saya working mom

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.