Speech Therapy & Sensory Integration Therapy

Shinta_daniel

Setelah konsultasi dan sensory integration assessment, Baron melakukan speech therapy dan SI therapy di klinik Pela 9. Idealnya, Baron terapi dua kali seminggu, tapi dengan berbagai pertimbangan, saya dan ayahnya memutuskan satu kali seminggu ditambah setiap hari home therapy. Sampai saat ini Baron telah menjalani terapi selama 4 bulan dan menambah jadwal terapinya menjadi dua kali seminggu

Berikut pengamatan saya dari hasil terapi:

Speech Therapy

Di sesi-sesi awal, saya menemani Baron di dalam ruang terapi karena Baron masih belum nyaman dengan suasana, lingkungan, dan terapis yang baru dia kenal. Selain itu saya ingin melihat metode yang digunakan supaya bisa saya terapkan di rumah. Alhamdulillah, setelah sesi ke-4, Baron sudah mulai berani masuk ke ruangan sendiri hanya berdua dengan terapis tanpa didampingi oleh saya atau pengasuhnya.

Speech therapy ini berlangsung selama 45 menit. Permainan atau games di dalam speech therapy sifatnya pengulangan secara konsisten sampai anak fasih bicara seperti belajar meniup tisu/lilin, memasukkan puzzle kayu (misal bentuk binatang/angka/transportasi/anggota tubuh) sesuai tempatnya, tebak-tebakan mainan binatang, memasukkan ‘donat-donat′ plastik, memasukkan koin ke celengan, dll. Permainan yang paling penting dan inti dari speech therapy ini adalah FLASH CARDS.

Sensory Integration Therapy
Sensory integration therapy berlangsung selama 1 jam, berupa pengembangan kemampuan motorik kasar anak seperti jalan, merangkak, lari, loncat, lempar, tangkap menggunakan alat-alat bantu seperti di dalam gym.

Fokus dari sensory integration therapy adalah:

  • Body awareness atau keseimbangan dan ketahanan tubuh
  • Perilaku/interaksi anak selama terapi seperti riang/sedih, semangat/malas, ceria, aktif, mudah akrab/tantrum, dll
  • Kegiatan bertujuan yaitu untuk melihat apakah anak sudah/belum mengerti arti/tujuan dari aktivitas yang dilakukan
  • Modulasi sensori primer, antara lain proprioceptive, vestibular
  • Dan lain lain

Hasil dari setiap terapi ditulis di dalam Buku Penghubung Pasien sehingga terapis dan orang tua mengetahui perkembangan dari waktu ke waktu. Selain itu, terapis juga memberikan tugas untuk terapi di rumah. Beberapa latihan yang diberikan kepada Baron antara lain:

  • Lebih efektif bermain tebak-tebakan dengan flash cards
  • Loncat, jalan, merangkak (bisa dengan pura-pura main di terowongan plastik)
  • Berjalan di dalam kolam dan berenang
  • Mengambil benda dari 1 tempat ke tempat lain bolak-balik segaris lurus beberapa kali
  • Lempar, tangkap, dan menendang bola
  • Sementara kurangi main mobil-mobilan dan batasi frekuensi nonton tv
  • Dan lain lain

Home Therapy
Selain terapi di klinik, kami juga lebih efektif menerapkan home therapy dengan bantuan pengasuhnya Baron. Saya termasuk ibu yang santai, bukan tipe yang menerapkan disiplin tinggi, jadi home therapy yang saya lakukan juga sifatnya sangat fleksibel disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi di lingkungan rumah.

Beberapa perubahan/terapi yang saya terapkan di rumah antara lain:

  1. Menyortir mainan. Mobil-mobilan saya pilihkan yang paling favorit dan mainan lain yang jarang atau hampir tidak pernah dimainkan saya simpan dulu ke dalam lemari. Berhubung minat Baron terhadap alat transportasi cukup tinggi jadi variasi mainan transportasi saya prioritaskan dibanding yang lain seperti mobil, bis, motor, kereta api, pesawat terbang, traktor dll.
  2. Menerapkan keteraturan. Tempat penyimpanan mainan yang awalnya memakai boks yang bisa ditumpahkan kapan saja, saya ganti memakai laci plastik 4 susun supaya lebih rapi dan teratur. Perletakan mainan pun saya atur sedemikian rupa sehingga laci yang paling mudah diraih dan dibuka oleh Baron berisi permainan yg sifatnya edukatif. Tapi namanya anak-anak, tetap saja yang diminta mainan favoritnya, mobil-mobilan.
  3. Memperbanyak bermain dengan permainan edukatif seperti puzzle, balok susun, lego, mendongeng/membaca buku cerita terutama di malam hari sebelum tidur, tebak gambar melalui poster dan flashcards, dll.
  4. Download aplikasi flashcard interaktif & gambar/video di ipad & tab. Belajar melalui ipad/tab ini saya sangat batasi frekuensinya dan harus selalu didampingi untuk menghindari anak menjadi gadget addicted. Tanda-tanda perilaku kurang baik ini sudah muncul ketika saya/ayahnya pulang kantor, yang disambut pertama kali bukan ayah/ibunya tapi langsung merogoh tas untuk cari ipad/tab. Sehingga kalau saya/ayahnya mau menggunakan ipad/tab untuk keperluan kerja/pribadi harus menunggu Baron tidur dulu. Fasilitas ini benar-benar menjadi perhatian penuh dari saya, karena bapaknya agak longgar dalam memberikan gadget ini.
  5. Melakukan tugas yang diberikan terapis: mengosok SI brush (walaupun tidak ideal 2 jam sekali), pijat, latihan tiup lilin dan tissue, dll
  6. Tetap melakukan kegiatan/permainan yang selama ini sudah dilakukan seperti main bola, naik sepeda, jalan pagi, pergi ke pasar, kemah-kemahan, main pasir, nonton tv, main di di taman bermain, menyanyi, joget/senam, dll.

Inti dari home therapy yang saya terapkan adalah pengulangan yg dilakukan secara bertahap, berkelanjutan, dan konsisten. Pengenalan terhadap suatu topik tidak terlalu banyak di satu periode tertentu, jadi misalnya saat ini Baron sedang suka dengan alat transportasi maka saya selama beberapa minggu ini fokus di topik itu, setelah saya lihat dia sudah mulai fasih pemahamannya baru saya selipkan beberapa bentuk lain seperti binatang/bagian tubuh, begitu seterusnya.

Ada masukan yang cukup bagus dari teman kantor yang lebih senior, kalau membelikan mainan anak jangan sekaligus banyak variasinya tapi satu persatu. Satu mainan diberikan ke anak dan dimainkan untuk jangka waktu tertentu, misalnya sebulan, sampai anak kita bosan baru diganti yg lain. Hal ini berguna untuk melatih anak supaya fokus, konsentrasi, dan menghargai terhadap barang yang dimiliki.

Hasil dari speech therapy & SI therapy selama kurang lebih 4 bulan:

  1. Pemahaman kata meningkat tajam, jumlahnya semakin banyak, kurang lebih 50 kata benda (mayoritas masih alat transportasi, anggota tubuh, beberapa macam buah, binatang, angka, huruf, dan benda lainnya). Yang masih perlu ditingkatkan adalah pemahaman terhadap kata kerja. Kalau kita salah menyebut apa yang Baron tunjuk, Baron sudah tahu dan akan terus bertanya sampai kita menyebut yang benar. Kalau kita yang bertanya, Baron sudah bisa menunjuk ke arah yang benar tapi belum mau menyebutkan.
  2. Ada beberapa kata baru yang sering Baron sebut seperti isss (bis), esss (eskrim), teuk (truk), jek/jep (mobil jeep), waay oow tii teeeen (one, two, three, ten), cek/cecek (cicak), fish (ikan), tas, atas, nyam-nyam (makan), jet (pesawat), koo koo jess jess (kereta api), kokokok (ayam), greeng greeng (suara deru mobil/motor), haauum (harimau), maaeem maaeem (kucing) dll.
  3. Sejalan dengan makin banyaknya kata benda yang Baron pahami, maka meniru suara juga makin banyak dan Baron memang lebih tertarik dan mudah paham terhadap benda bersuara.
  4. Keingintahuan terhadap hal-hal baru semakin tinggi walaupun pertanyaan yang diajukan masih dengan kata sakti ’ugh..ugh’ dan bahasa tubuh dengan menunjuk
  5. Sudah bisa meniru nada kalau kita menyanyi walaupun patah-patah dan bubbling, seperti lagu cicak, ABC, Twinkle Twinkle, dll
  6. Mulai bisa mengikuti instruksi dari guru di preschool terutama pada saat inner circle activity, walaupun masih tergantung mood
  7. Sudah bisa menyebutkan kata terakhir nama anggota keluarga spt:
    - Ibunya Baron namanya Ibu Shin… Dia jawab “ta” dan kadang-kadang dia langsung jawab “cinta”
    - Ayahnya Baron namanya De… Dia jawab “nii” atau “iii”
    - Tante Ang.. “aa” (untuk Tante Anggra)
    - Om Bi… “mmm” atau “ooo” (untuk Om Bimo)
    - Dan yang paling fasih menyebut nama Tante “Tita” berulang kali
  8. Sudah bisa menunjuk anggota tubuh dgn benar spt mata, hidung, mulut, gigi, pipi, telinga, kepala, rambut, tangan, kaki.

Yang masih harus ditingkatkan:

  1. Willingness untuk bicara. Kadang kala secara spontan dan kondisi mendesak, pernah beberapa kali dia sebutkan kata-kata seperti susu, macet, bajaj, mbak, paah/yaah, apa, bye cus, tapi hanya sesekali dan tidak diulang lagi.
  2. Body awareness (keseimbangan dan ketahanan tubuh) terutama melalui latihan melompat. Baron ada kecenderungan flat foot yang diduga sebagai penyebab susah melompat tinggi (posisi kaki melayang di atas lantai)
  3. Melatih fokus/konsentrasi dan kegiatan bertujuan, misalnya dengan cara menyelesaikan 1 permainan sebelum melakukan permainan yang lain, mengambil benda dari 1 tempat ke tempat lain bolak balik segaris lurus beberapa kali atau memasukkan bola ke keranjang, merapihkan mainan, senam bersama, dll

Semoga cerita tentang proses terapi Baron ini bisa berguna bagi Urban Mama yang memerlukannya. Cerita ini sifatnya adalah berbagi pengalaman saya tentang proses assesment dan terapi yang dijalankan Baron. Silakan berkonsultasi dengan DSA masing-masing atau ke klinik tumbuh kembang apabila ada proses perkembangan anak yang dirasa kurang atau tidak beres.

6 Comments

  1. siska.knoch
    Siska Knoch March 19, 2013 at 6:59 am

    Alhamdulillah sudah ada perkembangan yg baik untuk Baron ya. *ikut seneng bacanya*
    mama shinta keren deh komitmen untuk terusin home therapy-nya. Semoga proses ini juga bisa menjadi pembentukan karakter kuat seorang mama untukmu ya mbak *hugs* :))

  2. crey
    Chrisye Wenas March 19, 2013 at 7:43 am

    Tfs, Mba Shin… Selalu senang baca artikel dirimu mengenai perkembangan Baron dan treatment2nya dan seneng banget Baron udah makin catch up ya :) Biasanya emang yang susah nerusin terapinya di rumah ya.. duh jadi inget belum beli SI brush buat El…

  3. Shinta_daniel
    Shinta Daniel March 19, 2013 at 10:05 am

    @Siska & Crey: alhamdulillah, terima kasih juga dukungannya.. semoga ke depannya akan semakin baik.. sun sayang untuk Migu & El ya, semoga semua sehat & jadi anak pinter..

  4. Kira Kara
    Bunda Wiwit March 19, 2013 at 11:07 am

    Informasinya kumplit.. Sharingnya bermanfaat sekali.. bukan hanya mama yg punya anak speech delay, tapi bisa juga untuk semua mama. Tips membelikan mainannya okay bangeeettt!!! Terima kasih sharingnya mama Shinta :)

  5. gabriella
    Gabriella Felicia March 19, 2013 at 11:15 am

    Wah, senang bacanya Shin… progressnya oke juga… Thanks buat tips2nya, dan juga buat sharingnya…

  6. Shinta_daniel
    Shinta Daniel March 20, 2013 at 8:19 am

    @Bunda Wiwit & Ella: sama-sama, semoga berkenan & membantu

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.