Storytelling

sLesTa
Storytelling

When Naia was born, I couldn’t wait to tell her stories.  Unfortunately, I could never get the feedbacks of interests from her.  Well, I always thought maybe because I wasn’t a good storyteller.  Most of the nursery books are in English and since I spoke to Naia consistently in Bahasa Indonesia, I thought Naia wasn’t interested because she couldn’t understand it.  I thought maybe because the story is not good enough or maybe because I shouldn’t be telling stories yet, since she was still too young.  So I started with book of words.  And since Naia was still breastfed at the time, I could never put her to sleep while reading her stories.  All she wanted was just being breastfed to sleep.  So I gave up!

Then I read an article while browsing through the internet (unfortunately, I didn’t keep the link) that storytelling is the most powerful activities you have in developing kids’ brain and imagination.  Whether if the story is told from the book or from parents’ imagination, children need stories.  I didn’t get it at first, until I weaned Naia and started to put her to sleep by telling her stories on things I know and how it relates to her daily activities.

I realized that it’s not the act of reading that’s important, it’s also the content.  As Naia grows older, she understands stories.  I can tell because she now can sit still for almost the entire show of animated movies like “Up“, “Madagascar”, “Finding Nemo“, and so on.  She just couldn’t stop watching them and asks them to be played over and over.

Most of parents these days, would just do things as easy as turning on the TV to entertain the kids.  Hey, that’s why they invented the Disney Channel, right?  But do you know that what do kids are eager to get from the TV?  Storytelling! Most of the shows are about telling stories as simple as an activity about going to bed.  Now you wonder why your kids are glued to the TV?  It’s their cravings for their daily dose of storytelling and whether you give it to them, they’ll get it from somewhere.  Don’t you want it coming from the sources you trust and you can control?  Like.. err, yourself?

With many hats we have to wear being a parent (a cook, a singer, and so on.. ), we also need to think of ourselves as a storyteller.  The story can be as simple as about the act of going to school, or even about ourself, just tell it in a simple children’s words.  They need stories and they are interested in hearing them because of these reasons:

  1. It helps them understand their place in the world
  2. It helps them to become socially proficient.
  3. Storytelling can be the perfect way to impart a life lesson.
  4. It helps them to cope whenever they are faced with difficult situation or experience
  5. It’s the most powerful tool to strengthen the bond between the parents and their child.
Storytelling to Naia

I find that I can send good messages by telling Naia a story when I put her to bed or when we visit the zoo or when we hangout during the day.  A simple story about a frog who is happy going to school.  Or about a fish who gets caught by a fisherman because he wouldn’t listen to his dad’s instruction (sounds familiar?).  Or something along the line.  And I find that I can tell it better and she was at awe the most when I told the stories from my own experiences or my own imagination than from a book.

So now every night, just after she finishes her bottle of milk, Naia gets up to her bed, gathered all the toy dolls around her then she asks.. “Mama.. critaaa.. “.  Then I tell her story.. till she falls asleep…

… si Kodok pun berenang di dalam air.  Terdengar teriakan dari Fish, Turtle & Snail.. bergembira melihat si Kodok yang bisa berenang.. yaayyyy…. !! …

___________________________________

Don’t miss our quiz via twitter to get free books from Buah Hati Books. Just tweet us an answer to this question, “Kapan biasanya Urban Mama membacakan buku untuk si kecil?”

Remember to add the hashtag #QuizTUMBuahHatiBooks and mention @theurbanmama on your tweet! The quiz ends by midnite tonight and we’ll announce the winner tomorrow via twitter.

30 Comments

  1. sefa
    Sefa Firdaus May 6, 2010 at 1:14 am

    nice article Shin, tfs
    walaupun kareem baru mau 5bulan, tapi tiap hari dia gue bacain cerita dari buku 365 kisah mencerdaskan utk ananda (ini utk tidur malem), kalo bobo siang.. gue ceritain aja kejadiaan sehari-hari, tentang gue, baba-nya, dia sendiri atau keluarga yg lain :)

    btw, difoto yg pertama, bibirnya naia seksi banget ;)

  2. ipeh
    Musdalifa Anas May 6, 2010 at 5:49 am

    Waktu lana masih newbie sebelum tidur malem aku pasti baca bukuin cerita, kadang ceritanya ngarang sendiri. Tapi semakin kesini, udah jarang lagi ngelakuin, bukannya males, tapi lagi semangat bacain dia kadang suka ngambilbukunya dan diapainlah, jadi ceritanya pasti gak sampe finish. Akhir2 ini sambil disusuin seringya diputerin lagu atau dinyanyiin, klo udah gini biasanya lngsung tidur.

    Tfs ya Shin, jadi semangatin lagi untuk storytelling ke Lana

  3. Brenda
    Brenda May 6, 2010 at 6:53 am

    Baca ceritanya jadi inget Vanya, dulu awal2 juga kayaknya dia ngga tertarik pas kita bacain buku, baru buka halaman kedua dia pasti dah ngga sabar pengen tau endingnya atau malah cari buku or mainan lain…tapi karena daddynya dan aku terus mengenalkan buku dan membacakan buku sebelum tidur sekarang Vanya selalu menangih cerita sebelum tidur malam/siang. Dan kalau ketoko buku sama senengnya kayak ke toko mainan.. hehehe

  4. thelilsoldier
    inga May 6, 2010 at 7:17 am

    good article, Shinta.
    Sayangnya, Raka belum pernah tertidur ketika dibacakan cerita pengantar tidur (bed time stories). Malah semakin seru dan maunya nambah. Akhirnya pakai strategi, baca maksimal 2 buku sebelum tidur atau 3 buku tapi lebih awal. Emaknya dowerrrrr…

  5. SunShine
    Fitria Adriadi May 6, 2010 at 7:33 am

    aduh, selalu pengen nih bacain cerita utk anak gw sblm tidur, tapi seringnya gagal karna dia sibuk main yang lain, gangguin gw atau bokapnya di kasur walau lampu kamar udah gelap… :( jadi sering bolong2, hiatus baca cerita…
    dia udah 2 taun lebih, masih pengen ngerutinin hal itu…udah telat belom ya?? :(

  6. superpippo
    Astrid Lim May 6, 2010 at 8:17 am

    Slesta, nice article! =) yang paling rancu emang masa-masa baby kita masih belum ngerti, mau cerita tapi kayanya ragu dia ngerti nggak sih? kok perhatiannya malah ke mana”? kok buku yang kita pegang malah diambil dan dimasukin mulut? jadinya emang suka frustrated sendiri, haha…akhirnya gw kadang suka ceritain cerita yang di TV (karna yofel emang lebih gampang teralihkan perhatiannya ke TV), jadi apa yang lagi tayang ya gw terjemahin aja…tapi pengen banget semakin dia gede, bisa ngenalin buku ke dia. i love books and stories, and I hope he could have the same pleasure as I do when we visit the bookstores..

  7. pipit
    pipit May 6, 2010 at 8:19 am

    Setuju … saya juga mulai bacain Aqeela cerita daerah biar dia juga thau mengenai cerita cerita rakyat Indonesia dan tidak hanya tahu tentang Cinderella, dll

  8. djemima
    Jemima Iskandar May 6, 2010 at 8:27 am

    I like this article, Shint. Sekarang Ayla malah suka ngarang cerita sendiri started with something logical ended with animals and jumping on clouds (I don’t know where the imagination comes from) pokoknya you’re absolutely right. Tapi sama kaya Raka, Ayla klo denger stories malah ngga akan tidur euy malah makin hyped up and asking for more :D

  9. eka
    Eka Wulandari Gobel May 6, 2010 at 8:29 am

    setuju banget mama shinta,
    apalagi sama yg no 5.
    buat yg mulai weaning, membacakan cerita/mendongeng/ngobrol2 sebelum tidur ini bisa menggantikan kegiatan menyusui tanpa menghilangkan ikatan ibu dan anak. justru lebih menyenangkan karena ayah juga bisa ikut nimbrung :-)
    Good article mama, shinta!

  10. eka
    Eka Wulandari Gobel May 6, 2010 at 8:29 am

    setuju banget mama shinta,
    apalagi sama yg no 5.
    buat yg mulai weaning, membacakan cerita/mendongeng/ngobrol2 sebelum tidur ini bisa menggantikan kegiatan menyusui tanpa menghilangkan ikatan ibu dan anak. justru lebih menyenangkan karena ayah juga bisa ikut nimbrung :-)
    Good article, mama shinta!

  11. aindah
    ayutri indah May 6, 2010 at 8:51 am

    setuju banget sama kegiatan storytelling ini. kayak read aloud nya Jim Trelease. diriku juga akan terus membiasakan untuk selalu bercerita pada anak2.TFS ya.Naia serius menyimak.hebatt!!

  12. siska.knoch
    Siska Knoch May 6, 2010 at 9:06 am

    Thanks for sharing Shin, Kegiatan ini juga yang jadi salah satu rutinitas gue dan hubby buat Miguel dari umur 4mos.. believe it or not anaknya emang nyimak bgt loh! tapi sama ga pernah ampe tidur saat dibacain cerita :p

  13. Dea
    Dea Ishak May 6, 2010 at 9:22 am

    Wow… Ibu gue selalu berpesan buat sering2 bacain cerita ke Dillan. Itu juga yg dilakukannya waktu gue kecil. And it’s true, it will build up imagination. Gue dulu paling semangat kalau sesi storytelling ini. Selalu bertanya2 dan berakhir dengan ikutan ‘bercerita’. Now I understand why. Tapi kok rasanya gue sendiri kurang banyak bercerita deh. Tapi mulai saat ini akan lebih banyak lagi sesi storytelling buat Dillan. Thank you for sharing Shin:)

  14. nidya
    Nidya May 6, 2010 at 10:01 am

    yes..storytelling bnyk banget manfaatnya. Labib dr 0 – 6 bulan dah mulai aku kenalin dgn story telling melalui media boneka.6-12 bulan sdh memakai buku, biasanya dy ku kasih buku dan aku pegang buku yg untuk aku ceritain jd jarang bgt ada sesi rebut2an buku. mulai 1 thn, storytellingnya jd mengarang bebas. Aku biasa bercerita tntng binatang2, sayur-mayur dan akhirnya labiblah yg akan meneruskan cerita dgn gayanya sendiri.

    Kl berpergianpun aku lebih prefer bawain buku cerita drpada toys-nya.

  15. May 6, 2010 at 10:45 am

    Love this article :)
    Baby el emang msh kecil dan gw pun blum beli buku2 storytelling buat dia, tp karna dasar bawel jd pas sesi main2, gw cerita apa aja ke el (lbh byk kejadian sehari2 sih) dan entah gw geer ato ngga, dia kaya ngerti gitu dg ocehan2 planet bayinya hehehe…
    Tfs, shin :)

  16. Umi Fatan
    Mia May 6, 2010 at 10:46 am

    Nice article shin..gw juga suka bacain cerita ke Fatan (6 mos) walaupun dia belum fokus dan masih suka narik2 bukunya buat digigit..ternyata banyak manfaat ya story telling ke anak, jadi tambah semangat nih.

  17. sLesTa
    shinta lestari May 6, 2010 at 11:48 am

    @sefa: keep up the good work yah! walopun si anak mungkin belom ngerti, sebenernya mereka tertarik banget loh! juga membiasakan diri untuk denger kata2 dan suara ibunya. wah, naia lagi bengong gitu dibilang seksi heheh.. bisa aja deh!

    @musdalifa: iya gue juga awalnya cerita pake buku, tapi naia malah sibuk bolak balik bukunya. akhirnya mendingan kita ngarang aja, sementara si anak baca bukunya. kadang gue bikin cerita beda2 dari buku & gambar yang sama. yang penting ceritanya ada moral of the story nya buat lana bisa relate :)

    @brenda: namanya anak itu emng perlu banget consistency ama persistence ya! naia juga dari kecil gue selalu beliin dia buku, dan ngajak dia liat gambar2 yang ada, jadi dia jauh lebih tertarik dan heboh kalo ke toko buku daripada ke toko mainan (mumpung sekarang belom ngerti2 amat!) :P

    @inga: heheh.. sebenernya naia pun gak langsung tidur sih kalo abis dibacain, tapi kalo pas storytelling gitu kayak bawa dia untuk bobok. gue malah udah jarang bawa bukunya. kalo pake buku hanya pas playtime aja. kalo bobok, gue ngarang bebas. jadinya malah dia ngantuk .. ato gak, langsung motong dan bilang.. “udah, bobok yaa” hehe..

    @sunshine: masih bisa harusnya kok! biasanya untuk kegiatan ini, hanya 1 parent yang involved. misalnya gue yang nidurin, jadi hanya gue bedua ama naia masuk kamar. begitu juga kalo sama bapaknya. kalo gue ama papanya naia ada di kasur bareng2.. yang ada dia jadi maunya maen mulu emang. sebenernya ini juga bagus dilakukan supaya si anak tidur sendiri. jadi gue nyeritainnya di kasurnya dia. begitu dia bobok, gue pindah ke kamar gue deh.

    @astrid: iya, sebenernya my point is, storytelling is not necessarily reading from a book. just tell the story like you know it. seperti halnya kalo liat orang pidato, ketika dia baca, kita jadi bosen. tapi begitu si orang itu melakukan orasi dan gak pake liat text, jadi lebih menarik dan yang dengerin pun jadi lebih tune in.

    @pipit: malah cerita ttg mamanya pun bakal seru loh! gue inget dulu waktu kecil suka diceritain ama nyokap gue kehidupan nyokap waktu kecil juga. misalnya dia cerita, seumur gue waktu itu, dia bantu nenek gue jualan kue, bangun pagi, dll. akhirnya bikin gue jadi mikir.. hidup gue terlalu enak, dulu nyokap gue begini, begitu.. jadi kayak mencoba relate gitu loh. cerita2 ttg nabi juga jadi favorit gue dulu.

    @jemima: yup, brings out their imagination. naia juga kadang suka menyelesaikan cerita gue dengan ending dia sendiri dan tentunya kadang dengan bahasa dia sendiri. ya gue terusin aja, diikutin. trus kadang pake acara hypnoparenting dengan bilang… “.. udah malem, bobok yaa.. kan besok sekolah.. bla bla bla.. ” akhirnya ngantuk sendiri. hahaha..

  18. sLesTa
    shinta lestari May 6, 2010 at 11:54 am

    @sri eka: that’s right! banyak yang gak rela untuk weaning anaknya karena takut kehilangan bond itu. gue juga takut itu dulu. tapi ternyata bonding ibu & anak itu gak cuma sebentar kok, bakal sepanjang masa, cuma caranya aja di rubah. storytelling untuk nganter tidur itu berguna banget!

    @ayutri: ayooo .. kalo perlu bikin buku anak sendiri yah heheh.

    @siska: sebenernya sih kalo si anak menyimak dia akan menahan kantuknya sampe ceritanya selse. paling kalo udah ngantuk, ya diudahin aja.. abis itu ajak tidur. jadi lebih ke bikin dia ngantuk, naia pun jarang yang lagi diceritain terus tidur gitu. kekeuh dia pengen tau endingnya walopun udah ngantuk. tapi begitu udah selse dan gue diem, bobok deh!

    @dea: iya sama banget, gue dulu sering banget diceritain ama nyokap gue. dan itu juga yang bikin gue jadi punya imaginasi sendiri dan cara berpikir seperti sekarang. hayo sering2 bikin storytelling session buat Dillan yaa :)

    @nidya: yup, gue juga gitu, kalo mau travelling mendingan bawa buku daripada toys. yang lucu, di umur naia sekarang, dia jadi suka play pretend dengan toys nya, didudukin semua trus dia bacain ato kayak storytelling gitu ke toysnya.. heheh.

    @chrisye: bener, cerita kejadian sehari2 aja di awal. baru tar kalo udah ngerti kita masukin cerita2 dengan moral of the story yang bisa di relate ama si anak.

    @mia: banyak banget manfaatnya. gue sendiri ngerasain itu kok.. jadi terusin ya storytelling session nya ama Fatan.

  19. Liz
    Liz May 6, 2010 at 2:11 pm

    setuju Sles, storytelling adalah kegiatan favorit Célia sebelum tidur dan di sela2 kegiatan lain. Dia kadang minta dibacain buku yg sama berulang2 sampai hapal ceritanya diluar kepala. Kalo kita ada skip 1 halaman, dia langsung tau. Agree I prefer books from TV

  20. ninit
    ninit yunita May 6, 2010 at 2:41 pm

    bagus banget tulisannya shin… love this article!
    kebayaaang banget yang naia minta ceritain :) sweet!

    memang paling seneng deh kalo bacain buku sebelum tidur.

  21. otty
    Pangastuti Sri Handayani May 6, 2010 at 3:01 pm

    Sampe sekarang gue masih berjuang banget ngebacain buku buat Nara, mungkin emang blom ngerti juga ya… Biasanya sih bukunya berakhir di mulut Nara, ato dikeplok2 n Nara cekikikan sendiri. Tapi gue tetep usaha, at least tiap malem sebelum tidur baca buku :)

  22. Mirza Resita
    May 6, 2010 at 3:39 pm

    “With many hats we have to wear being a parent (a cook, a singer, and so on.. ), we also need to think of ourselves as a storyteller”
    Mbak Shin.. aku akhir-akhir ini juga kepikiran harus jago nih jadi storyteller, makin semangat baca artikel ini, thanks Mbak Shin..

  23. dindai
    Dini Setyowati May 6, 2010 at 4:34 pm

    wah, aku inget banget nih pas masih kecil selalu dibacain cerita ma bapak ku, pake intonasi dan jenis suara yg beda2 untuk masing2 hewan, jadi aku berusaha untuk mbacain cerita juga ke Reena, jarang bisa tuntas sih, wong dia ganti nyeritain aku :P
    eh tentang finding nemo, Reena bisa minta diputerin 3x sehari loh.
    makin semangat mbacain cerita deh, TFS yaa..

  24. myson
    myson May 6, 2010 at 5:34 pm

    setujuuuuuuu! kalo ada yang argue books and storytelling adalah kegiatan nggak begitu bermanfaat, boring, old fashion, this article could be a brainwasher. tfw it, sLesTa! :)

  25. sukie
    Sukma Pertiwi May 6, 2010 at 5:55 pm

    hmmmmmmmmmmmmmm….so nice Shin :)
    Yang penting emang konsistensi sih..Waktu sebelum hamil, gue ikutan seminar Read Aloud di kantor, trus terinspirasi deh gua untuk membacakan cerita ke anak gue sedini mungkin. trapi ternyata waktu hamil, gua maboknya parah banget, sampe mau melahirkan ga selese2. jadi gagal lah niat itu. Tapi karena emang selalu ada jalan ya, entah kenapa waktu gue udah lahiran, gue sempet seminar di RSPI, eeehhh ketemu lagi sama bu Rosi (dari Read Aloud). and she encouraged me to tell stories..sooo..mpe sekarang gue jalanin, walau sih kadang improv (ga baca bukunya, soalnya kadang suka stress sendiri kalo buku mulai diremes2..hi9). But Rara likes it. mungkin perlu lebih konsisten lagi, soalnya akhir2 ini agak jarang.
    TFS ya Thal!

  26. Medy
    medy May 6, 2010 at 11:02 pm

    Ah..jadi inget dulu plg seneng kalo alm nyokap cerita sebelum tidur. Ceritanya ngarang sendiri dan asik banget. Sekarang nyoba storytelling pake soft book sejak Chaca umur 4 bulan, eh malah digigit bukunya..ha..ha.. Yo wes lah..ntar gedean dikit dicoba lagi.TFS Shin…

  27. gumzkiew
    gamma sinta rini May 7, 2010 at 10:34 am

    artikel yg baguus..ngingetin bwt gw lebi konsisten bwt ngadain storytelling session ke farzan.so far gw suka ngajak crita pk clothbook,ato buku dongeng anak gt. dg umur dia menjelang 1yo gini,emg dia ud kliatan ‘nyimak’nya..mau nanya, klo bwt umur sgini, storytelling ga (selalu) pk media story book, trus gmn caranya get his attention ya?

    btw,suka bgt tiap liat foto anak kecil serius nyimakin pas dibacain crita..naia pinteeerr.. :)

  28. sLesTa
    shinta lestari May 7, 2010 at 10:52 am

    @liz: books are nice, but i must admit, TV is not always bad. i learned english better from tv back then, tapi sekarang mesti hati2 banget, mesti ada parental control gitu ya.

    @ninit: aww.. thanks, nit! iya dia emang seneng ama buku, ama liat2 gambar gitu. ternyata di sekolah pun sering ada session storytelling, gurunya sampe bilang, naia tuh selalu yang paling nyimak.. even if the storytelling is told in mandarin! :)

    @otty: gakpapa ty, gak mesti sebelom tidur, yang penting dia tertarik aja ama gambar dan lain2. kita pun juga ga mesti baca, just tell the stories aja, with different intonations, etc. just to get him excited and get his attention.

    @winda: can’t help it, tar kalo si anak udah mulai bawel, mau gak mau. karena kita gak mungkin cerita dengan bahasa yang complicated dan intonasi yang lurus. jadi mesti belajar deh jadi storyteller :)

    @dini: hahah gak papa dongg.. bagus berarti reena udah tertarik. naia juga dulu nonton finding nemo bisa pagi siang malem gitu, sekarang sih udah banyak pilihannya, malah bisa milih dvd dan nyetel sendiri. tapi tetep kalo kita yang ceritain dengan intonasi dan gaya cerita kita, dia juga tertarik. that’s more important!

    @toto: kalo ada yang bilang gitu, berarti gak bisa baca! :)

    @sukma: sebenernya my point is that, gak mesti baca buku, tapi the act of storytelling is more important. tapi juga story yang diceritain jangan teralu melenceng dari yang ada, tar si anak malah bingung. reading book to kids is nice, to get them excited but storytelling encourage their imagination. btw, kok jadi ‘Thal’? ini shinta loohh yang nulis.. heheh..

    @medy: yup, my point exactly. cerita yang diceritain tanpa baca itu jauuuh lebih seru. just like when you listen to a speech, if read pasti bosenin banget. kadang kita gak mesti bener2 baca, just to act out biar dia interested aja cukup. they would refer to the books mostly for the pictures, until they can read themselves.

    @gamma: mesti storytell dengan intonasi. kalo perlu ngikutin suara binatang, ato berubah2 tiap karakter. kalo bisa bikin si anak attentive untuk ini, bakal gampang banget ke depannya kalo mau coba ngambil atensi anak loh :) thanks ya! naia emang selalu nyimak kalo buka buku.. itu makanya gue nulis artikel ini karena kayaknya kalo kita lagi ceritain ke dia, dia kayak ngebayangin sendiri dan imaginasinya jadi runs wild gitu. bagus buat anak seumuran dia, karena bikin dia jadi eager untuk pengen tau. mudah2an farzan juga ya!

  29. sukie
    Sukma Pertiwi May 9, 2010 at 10:52 am

    shintaaaaa maaap…kok khilaf nih aku. ralat: TFS ya Shin!:)..(kayaknya gue sebelum komen ini lagi inget2 mau komenin thalia deh..hihihi)

  30. wee_dee81
    Marissa March 25, 2011 at 11:52 am

    Mb Shinta,

    numpang ijin share yaa mb.

    Saya terinspirasi untuk membacakan cerita dan memberikan buku sebagai hadiah yang berharga kepada si kecil, karena seringnya nimbrung di TUM.

    dan saya berharap, semakin banyak mom mom hebat di luar sana, juga seperti saya, tertular virus menyadari pentingnya buku…

    :D

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.