Suami Sumber Inspirasi
Menghitung hari sih udah biasa. Apalagi hari-hari pra nikah. Dan setelah pernikahan banyak hal yang berubah, banyak sekali. Untuk cerita yang satu ini adalah salah satu perubahan yang terjadi pasca pernikahan saya dengan Aa. It’s about how to manage financial things, tentang situasi menghitung dalam rumah tangga kami.
Dari awal kami sudah banyak ngobrol masalah uang. Masalah paling sensitif dan santer dijadikan penyebab utama keretakan rumah tangga. Tiada lain dan tiada bukan adalah masalah ekonomi. Agak khawatir sih ketika tau bahwa jodoh yang ada di hadapan saya adalah seorang ekonom. Sosok yang memiliki keahlian dimana keahliannya itu ‘nggak banget’ untuk saya. Saya nggak begitu suka dengan ekonomi. Saya nggak pernah care sama yang namanya uang. Flownya cuma dikasih sama orangtua, lalu dibelikan makanan, ongkos ke sana ke mari, nyalon, dan beli buku. Tidak terpikir untuk mengaturnya menjadi suatu cashflow yang rapi dan mungkin malah menambah pemasukan. Sama sekali gak terpikir untuk itu. Tapi, semuanya berubah ketika saya ketemu dengan calon suami. Saya diajak untuk tau cashflow sebelum menikah dengan suami. Kali pertama dikasih liat file tentang perencanaan keuangannya saya hanya bengong. First impression, apaan sih ini? Gak ngerti.
Dia pun menjelaskan file dengan judul “Indra’s Financial Monthly Map 2010”. Itu rapi banget. Semua pemasukan dia selama satu bulan, kalkulasinya dalam setahun, dan mau dibawa ke mana semua pemasukan itu nantinya, semuanya terplanning rapi sekali. Pantesan dulu dia dengan antusiasnya merekomendasikan situs tujuanloapa.com. Itu dia banget ternyata. Dia pun dengan berapi-api menjelaskan setiap detail perencanaannya. Mulai dari pemasukan gaji bulanan, rencana jangka pendek, rencana jangka panjang, rencana investasi. Semuanya!
Setelah selesai dia menjelaskan, dia nanya sama saya,
“Gimana yang? Ada masalah gak dengan semua yang udah saya plan beberapa tahun ke depan?”
“Heh? Masalah? Masalah apa ya? Gak ada. Saya setuju-setuju aja.”
“Yah, kok setuju-setuju aja. Gak ada masukan?”
Saya aja bingung. Benar-benar bingung mana yang harus saya koreksi. Itu sudah almost perfect buat saya. Sedikit cerita tentang latar belakang suami, dia itu anak pertama dari 3 bersaudara, kelahiran 83. Sudah memiliki penghasilan sejak kuliah. Bergabung dengan band religi yang sempat naik daun di Bandung. Mulai dari karirnya di dunia musik itulah dia punya penghasilan tambahan. Saya nggak inget persis bagaimana perjalanan karirnya, yang pasti di usianya yang masih mahasiswa saat itu, dia sudah punya banyak pengalaman kerja di sana-sini. Dia bisa membiayai skripsi dan beli motor sendiri. Dan membeli barang lain yang dia beli dengan uang sendiri.
Januari 2009 saya dan dia mulai dekat berkat bantuan jejaring sosial dan di tahun itu pula dia langsung mengajak saya menikah. Dengan sangat matang. Selain pengetahuannya yang luas dan membuat saya nyaman diskusi apa saja dengan dia, dia sudah mapan. Bukan berarti saya matre tapi yang namanya hidup berdua itu bukan hanya makan cinta. Ada perhitungan teknis yang juga harus disiapkan untuk menyemikan cinta itu menjadi indah dan tidak menyusahkan sekitar dan juga calon anak.
Banyak hal yang saya pelajari tentang keuangan. Amat sangat banyak. Sempet sih eneg juga kalo udah diskusi tentang rencana keuangan lagi, rencana keuangan lagi. Tapi beberapa hal yang akan jadi poin saya di tulisan ini adalah:
- Uang itu bukan segalanya tapi segalanya (meskipun terkadang tidak semua) membutuhkan yang namanya uang, jadi kita harus benar-benar mengaturnya dengan baik. Agar ketika kita butuh, uang itu selalu stand by untuk digunakan.
- Semua impian butuh dana. Saya dan impian seperti belahan jiwa, tidak ada impian tidak ada semangat, dan dari semua impian itu saya harus menyiapkan dana untuk mewujudkannya. Dengan pengetahuan tentang perencanaan keuangan, saya bisa mengatur mana impian yang membuat saya menghasilkan uang, mana yang membuat saya harus mengeluarkan uang. Semakin rapi, insya Allah semua impian saya akan terwujud.
- Dengan perencanaan, kita terlatih untuk displin. Ketika kita sudah mahir mengotak-atik pemasukan dan pengeluaran, kita tidak pernah merasa kekurangan. Karena apa? Karena kita tau dari mana uang itu datang dan akan ke mana uang itu pergi.
- Berhubung saya orang Islam yang sangat dihimbau oleh ajaran agama untuk rajin bersedekah, saya ingin punya penghasilan yang lebih dari yang lain agar saya selalu bisa berpartisipasi dalam kegiatan amal dan kegiatan sosial.
Intinya adalah siapapun anda, sudah berkeluarga atau tidak, ayo kita mulai merubah pola pikir yang tadinya hanya mencari uang dan membelanjakannya, dengan pola pikir bagaimana uang ini berputar secara rapi dan menghasilkan nilai lebih di akun tabungan kita nanti. Banyak hal yang harus kita lakukan sebagai calon-calon orang sukses, jangan sampai keadaan ekonomi yang jadi hambatan. Selama kita mau, kita pasti bisa.
Saya adalah seorang istri yang amat sangat terinspirasi oleh pria pembelajar sejati tentang masalah financial planning ini. Saya jadi ikut tenang untuk kondisi keuangan saya nantinya. Dia bilang, susah atau senang dalam hidup itu bukan seberapa banyak uang yang kita punya tapi bagaimana kita bisa mengaturnya sesuai dengan apa yang kita butuhkan dan apa yang kita inginkan. Kekayaan orang itu dinilai bukan dari uang yang masuk ke rekeningnya dia, tapi bagaimana dia bijak memutarkannya. Orang dengan penghasilan 100 juta dengan orang yang penghasilannya 10 juta akan terlihat sama saja, it’s about how you manage your cashflow.
Mungkin di luar sana masih banyak pria usia 27 tahun yang karirnya lebih baik dan lebih sukses daripada suami saya, tapi perjalanan yang sudah suami saya toreh di dunia keuangan, saya yakin dia adalah 1 dari 100 pria yang ada di Indonesia ini yang dapat melakukan hal tersebut. Atau mungkin 1 di antara 1000?
Yang pasti, di usianya yang masih kepala dua, dia sudah berhasil membeli rumah, menikahi mahasiswi yang juga dibiayai kuliah dan biaya hidupnya, dan juga membantu sesama untuk mewujudkan impian mereka. Semoga Aa selalu diberikan kebahagiaan yang tidak ada habisnya oleh Tuhan.
Saya yang awalnya benar-benar nggak bisa mengatur uang, berkat motivasi dan pembelajaran dari sang suami, sekarang saya juga udah punya penghasilan tambahan loh selain sibuk kuliah dan co-ass.



Wah….what a great story!!!
Sama bgt euy…saya juga baru ‘melek’ urusan duit sendiri setelah nikah. Dan ketika ketemu financial planner di QM, saya & suami cuma senyam senyum getir karena ternyata buanyak bgt yg harus dibenerin *ngelap kringet*
Haduuh..kaya’nya masi jauh bgt dr kebiasaanku skr yaa,
mkrnya ‘ah,besok dapet lagi..’
scr suami jg ga ngutek2 my savings sih..*belajar.belajar*
financial planning kt tuh harusny dperhitungkan dr working mom ma suami yah?
Haduhh,
wah seru banget artikelnya…
trm ksh byk ats inspirasinya yaaa
Artikelnya bener2 “menampar” niy….secara aku n suami sama2 akuntan tp ga pernah yg namanya bikin financial planning kayak yg dilakukan suamimu…Mmmmh trimakasih atas inspirasinya ya…
Bener bener menginspirasi….
trimakasih ya artikelnya
hebaaaaaattttt ! mau dunk pelatihan biar tau rumus rumus keuangan yang jitu !
Aih keren… Iya setuju banget sama kalimat “susah atau senang dalam hidup itu bukan seberapa banyak uang yang kita punya tapi bagaimana kita bisa mengaturnya sesuai dengan apa yang kita butuhkan dan apa yang kita inginkan” :)
Canggih euyy Pak Suaminyaa! :)
wew, suaminya seumuran aku tapi hebat bener deh! :)
salut deh buat asri, smg sukses ya.
*ngumpet
sama ma mrs tody, aku tertampar oleh kalian…aku n suami jg sama2 akuntan n seumuran ma suamimu tp jauuuh dr financial plan, yg ada kredit..kredit..kredit, debitnya cm 1 bulan sekali :(. salam buat suami ya, ajarin donk fin plannya :)
wah hebat banget, pengen banget bisa kya mba asri, kyanya nama kita sam atapi nasib kita beda,xixixixi.tp semoga asry bisa belajar seperti mba asri
keren artikelnya, emang bener kalo it’s all about how to manage! tfs ya..btw, suaminya itu anggota grup nasyid shaffix ya? :) sori kalo jadi OOT
keren & inspiring nih ceritanya! mudah2an membuka mata para young couples nih :) soalnya emang urusan keuangan itu mesti dibahas sebelom a couple got married, biar jelas. dan salut deh sang suami udah benar2 well-prepared semuanya. tfs ya!
file dengan judul “Indra’s Financial Monthly Map 2010” >>> wowww! keren deh suamimu chiii! kepala keluarga yang keren! setuju banget sama shinta, urusan keuangan sebaiknya dibahas sebelum menikah.
TFS ya chiii… :)
saluut..jarang-jarang yang begini..kebanyakan sang perempuan kecewa setelah menikah gara-gara finansial.
waw..udah lama ga longok TUM eh ada artikel bagus.. tfs ya mba..heu sy n suami masih blum se perfect itu fin plannya..
skali lg tfs yaa.. ^^
plookk…!!! rasanya ketampar banget. secara aku tiap bulan udah bikin financial planning dan financial cash flow. bahkan uda bikin proyeksi sampe 2 taun kedepan..tapi kok susah banget ya bwt ngejalaninnya. biasanya antara planning dan actual gak pernah sama :( salut sama kalian berdua, terutama suaminya mba asri. tfs ya… :D
aaaa terimakasih semuanyaa :)
insya allah semua salam sudah disampaikan kepada suami ^^
Alhamdulillah keadaan kami semakin baik dan rapi. Meski banyaaak banget PR keuangan yg harus kita selesaikan, apalagi saya ^^
Saya dan suami sdg belajar untuk investasi cerdas di emas. Kalo mau kenalan sama suami, bisa di akun twitternya @indrapei :)
Semoga kita bisa jadi pasangan kompak dalam hal keuangan sehingga anak pun bisa meneladani sikap disiplin kita terhadap keuangan. Kemajuan bangsa tidak luput dari kemajuan ekonomi di setiap rumah tangga yang ada. Sekali lagi terima kasih untuk semuanya yang sudah mau berbagi :)
Salam hormat dari saya dan suami ^^
rgds,
indra&achii
hai salam kenal yah bwt asri,klo indra saya udah kenal dr zaman kuliah di bdg yg mrpkn adik angkatan saya dan teman saya…memang indra orgnya mandiri dan low profile dan enak bwt diajak ngobrol..selamat,asri telah menemukan suami yg tepat..trims atas artikelnya…
wahh artikelnya menarik banget..siap2 di print buat di baca suami..he33
ini suaminya indra shafix bukan ?
iya nad,ini indra shaffix…akhrnya ketemu juga ma nadya wlpn cuma di dunia maya….
wah, inspiring banget ceritanya.. boleh dicontoh nih.. hehe..
eeh iya rika akhirnya ketemu jg ya disini
Tipikal sumiku juga nih..
Tp sayangnya aku gak gitu..
Ada uang di beli,gak ada uang ngirit..
Kira2 gt deh prinsip sedari dulu..
Stelah mbaca ini,kayanya harus berguru juga nih..sama suami,hemmm..
Dia tuh terorganisir bgt,sampai cenderung (aku juluki) pelit..ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ..
Tapi,giniiii hari..financial planning harus dijalankan yaa..apalagi sebentar lagi kita punya anak..harus pintar atur cashflow dan siapin investasi..
Semangat yuuk ibu-ibu :)
Aku baru mau dua bulan nikah.
Suamiku juga begitu. sedangkan aku cenderung boros karena merasa punya penghasilan sendiri.
Tapi bagus juga ya kalo kita menyusun rencana keuangan bareng suami .. Ehmm terinspirasi nih ..
Thanks … semoga selalu dilimpahi keberkahan rumah tangganya ;)
menginspirasi banget pengalamannya, klo aku si ga bisa ngatur uang, pdhal ya cuma btw makan tau tau udah tipis, mesti belajar dr sekarang :D
inspiring banget mbak…aku juga kesulitan untuk nge list keuangan. secara udah fix tapi tiba-tiba ada pengeluaran tak terduga selain pengeluaran keluarga inti. maklum keluargaku maupun suami sama-sama big family, jadi masing-masing harus dijatah biar gak ada yang iri.