The Jakarta Explorer

PuanDinar

This year, we’re on staycation. Yang berarti ada waktu 4 minggu yang harus saya isi agar kakak Aira gak guling-guling karena bosen di rumah. Minggu pertama saya terselamatkan Goelali Festival. Aira ikut 4 workshop di sana. Plus minggu pertama itu Aira sempet janjian berenang dengan teman-temannya dan ayah ngajak nonton Toy Story 3. Minggu kedua, saya terselamatkan oleh kedua nenek yang rebutan ingin rumahnya diinapi si cucu. Nah minggu ketiga ini Aira mulai guling-gulingan (baca: bosan). Mengingat kemampuan membaca-nya yang tergolong cepat, ke-4 novel hadiah dari Ayah sudah selesai dibaca, dibaca ulang, dan dibaca ulang sekali lagi. DS tidak lagi menarik, tetangga teman main lagi pergi berlibur semua.

Akhirnya, saya memutuskan untuk mengajak Aira ‘melihat’ Jakarta. Kenapa? Saya punya impian membawa anak-anak saya melihat berbagai tempat di Indonesia dan di dunia, tapi masak tempat-tempat yang di Jakarta aja belom pernah? Apalagi waktu kecil, saya cukup beruntung  karena Mama dan Aweng sering mengajak saya keliling Jakarta, dan saya juga sering ikut Aweng motret di beberapa tempat di Jakarta (in case you were wondering, Aweng is how I call my dad). Jadi saya sudah familiar dengan Taman Ismail Marzuki, Museum Nasional, Fatahillah, dan beberapa museum tua lainnya, bahkan museum bahari yang ada di tengah-tengah pasar ikan. Saya pernah ikut Aweng naik ke menara Masjid Istiqlal, ke pelabuhan Sunda Kelapa, dan daerah kota tua Jakarta. Saya juga sempat merasakan naik bis tingkat.

Start: Transjakarta Shelter, Ragunan

Akhirnya pada suatu hari yang (untungnya) berawan, saya dan Aira pun pergi meng-eksplor Jakarta. Perjalanan kami dimulai dari shelter transjakarta di Ragunan. Berangkat dari rumah pukul 9 pagi dan shelter Ragunan sudah kosong dari orang-orang yang mau pergi ke kantor, tidak sampai 1 jam kami udah sampai di tujuan, halte Ratu Halhari. Aira duduk manis sambil mendengarkan i-pod, yang waktu saya intip memutar lagi Belle of the Buelevard-nya Dashboard Confessioanal. Oh man, anak saya hampir ABG:p

 

 

1st Stop: 40 Years Journey of Senirupa IKJ ExplorARTion

Tujuan pertama, Taman Ismail Marzuki. Waktu tempuh, tidak sampai 10 menit naik ojek dari halte Ratu Halhari. Rencana awalnya adalah melihat pertunjukan di Planetarium yang gagal dilakukan karena ternyata pada hari kerja khusus diibuka hanyak untuk group. Pengunjung perorangan baru bisa menonton pada pukul 16.30 sore atau sepanjang hari di akhir minggu. Untungnya saya sudah diberitahu guru gambar Aira kalau minggu itu di TIM ada berbagai exhibition para pengajar IKJ dan mahasiswa dalam rangka ultah IKJ yang ke-40. Awalnya Aira gak begitu tertarik karena agak pundung gak jadi nonton di Planetarium, tapi akhirnya dia senang juga lihat-lihat semua yang di pamerkan di halaman gedung dan di dalam Galeri Cipta 3. Turis lokal pun beraksi foto-foto, lengkap dengan topi, ransel, dan kamera di tangan. x)

 

Ini hasil jepretan Aira, beberapa hal yang caught her eyes. :)

 

Lalu tiba-tiba hujan turun lumayan deras saat saya dan Aira sedang menuju gedung Galeri Cipta 2 untuk melihat hasil karya mahasiswa IKJ. Di sana ternyata juga sedang diadakan workshop komik dan ilustrasi serta workshop melukis. Sebenarnya diperuntukkan murid SMU dan masyarakat umum di usia SMU ke atas, tapi ternyata Aira boleh ikut dan mahasiswa yang memberi arahan juga ramah sekali. Tadinya Aira gak mau, sepertinya gak pede karena yang lain sudah besar-besar, tapi akhirnya dia mau juga setelah dijelaskan dia cukup perlu menggambar seperti biasanya, tidak perlu ‘ala’ orang dewasa. Jadilah sambil menunggu hujan reda Aira mengikuti workshop, tidak dipungut biaya, dapat alat gambar yang boleh dibawa pulang, dan dapat konsumsi. :D

Setelah hujan reda dan Aira sudah kenyang, sekarang giliran bunda yang makan. Soto betawi H. Ma’ruf. Masih enak, tapi rasanya tidak seistimewa dulu waktu saya masih kecil. Mungkin karena semakin besar semakin banyak juga soto betawi enak yang pernah saya coba.

 

2nd Stop: Masjid Istiqlal

Karena masih gerimis, taksi menjadi pilihan transportasi untuk menuju pemberhentian berikutnya. Masjid Istiqlal. Sampai di sini, bunda baru sadar kalau lupa nge-charge baterai kamera. Kamera die, dan tugasnya dilanjutkan oleh blackberry. Harap maklum untuk penurunan kwalitas gambar, blackberry saya gak ada blitz-nya, mesjid Istiqlal agak gelap, dan tidak ada matahari diluar.

Saya memang sudah merencanakan untuk sholat dzuhur di Istiqlal, makanya sudah bawa mukena dari rumah. Saya dan Aira masuk dari gerbang yang tepat di seberang gereja Katedral. Menitipkan sendal dan sepatu, ambil air wudhu, lalu naik ke atas. Pelataran luar di tingkat atas masih basah karena hujan, kami lalu sholat di hall utama di depan mimbar. Saya sudah bertahun-tahun gak pernah ke istiqlal, Aira malah belum pernah. Saya lupa betapa besarnya masjid Istiqlal. Kami seperti turis beneran, setelah sholat sibuk foto-foto dan keliling-keliling. Tapi lantai ke-4 dan seterusnya dikunci, jadi hanya bisa naik sampai lantai 3. Saya berusaha menjelaskan sejarah masjid itu pada Aira sebisa-bisanya, intinya masjid Istiqlal salah satu yang terbesar di Asia Tenggara dan arsiteknya adalah orang Nasrani plus letaknya yang bersebrangan dengan Katedral kurang lebih merupakan inti pelajaran PMP (jaman saya SD dulu) atau Sosial (jaman Aira sekarang SD), yaitu kerukunan umat beragama. Note to self: browse more about Istiqlal & discuss it with Aira. Di masjid Istiqlal, orang Nasrani boleh masuk, kami melihat 2 turis asing keliling ditemani petugas masjid, mereka memang diminta memakai gamis yang disediakan di sana, tapi tetap diizinkan masuk dan diberi berbagai penjelasan.

 

3rd Stop: Kantor Pos Pusat

Setelah masjid Istiqlal, sebenarnya saya tidak ada tujuan lain, sebelum menuju pemberhentian terakhir dan kemudian pulang. Tapi kemudian saya ingat ada Kantor Pos Pusat yang (harusnya) ada di dekat Istiqlal. Maklum, saya buta arah kalau di daerah pusat. Akhirnya saya tanya petugas di pintu keluar masjid dan diberi penjelasan, “Keluar, belok kanan, nyebrang, ikutin pinggir gereja, nah adanya di belakang gereja,”. Oke, jadi saya dan Aira keluar, jalan kaki ke kanan sedikit, foto-foto di depan gereja, menunggu Aira mengagumi arsitektur luar gereja, menyebrang jalan sambil menjerit-jerit kecil (karena gak ada zebra cross di sekitar situ dan jalanan super ramai) menyusuri pinggir gereja, melewati sekolah Santa Ursula (bener kan, itu Santa Ursula?) dan sampai di Kantor Pos Pusat.

 

Aira pertama kali itu melihat yang namanya bis surat. Selama ini dia kira kotak yang ada di pinggir jalan itu namanya kotak surat dan mobil pos keliling adalah bis surat. Dia juga kelihatan skeptis waktu saya terangkan kita tinggal masukkan surat ke dalam bis surat, nanti petugas pos akan mengambil. Dia sepertinya gak yakin surat yang masuk kedalam situ bisa selamat sampai tujuan. ;D

Di dalam kantor pos sekarang sudah ber-AC, lumayan buat mendinginkan badan sebentar. Aira mau mengirim kartu pos, tapi ternyata sudah beberapa lama pos dan giro tidak menerbitkan kartu pos lagi. Jadi saya membeli kartu pos di kios tukang jualan minuman yang ada di dalam, walaupun tulisannya ‘BALI’ tapi Aira cukup senang. Dia tujukan buat adik Aidan di rumah. Isinya apa saya tidak tau, karena ditutupin tangan sama Aira. Saya beri Aira Rp. 2000,- dan saya suruh ke loket untuk membeli perangko. Sekali lagi dia keliatan skeptis, “Emang cukup segini uangnya?”. Mbak petugas di loket tertawa, dia memanggil Aira dan meminta memerlihatkan tujuan kartu pos-nya, menerima uang dari Aira, memberikan perangko adan kembalian Rp. 500,- lalu menunjukkan kotak untuk memasukkan surat. Pengalaman pertama buat Aira yang mungkin taunya hanya e-mail, hari itu Aira diperkenalkan dengan snail-mail, menempelkan perangko dan memasukkan kartu pos-nya ke dalam kotak bertuliskan ‘Jakarta Selatan’. Masih kedengaran dia bergumam, “Sampe gak ya?” x)

Satu lagi yang menarik di kantor pos pusat adalah Perangko Pribadi. Saya pernah membaca entah dimana kalau kita bisa mencetak perangko dengan foto kita. Ternyata memang benar, di kantor pos pusat ada layanan tersebut. Saya mendatangi satpam, bertanya dan ditunjukkan ke konter untuk mempuat perangko pribadi. Saya pikir ini menyenangkan sekali untuk anak-anak, selain diperkenalkan dengan kantor pos, memiliki perangko dengan foto mereka sama serunya dengan foto di photo-box. Tapi disini kita harus bawa foto sendiri untuk di-scan petugas. Untung di dompet saya ada pas foto Aira yang bisa dipakai. Nanti foto tersebut akan di cetak diatas kertas perangko yang sudah ada template-nya. Perangko ini nantinya bisa benar-benar dipakai. Harganya mulai dari 20 ribu sampai 45 ribu, tergantung ukuran dan nominal perangko. Aira senang sekali dengan perangko pribadinya. Saya juga senang, karena kantor pos ternyata seru juga dan petugasnya sangat membantu serta ramah.

 

4th Stop: Ragusa Es Italia

Setelah transjakarta, ojek, taksi, dan berjalan kaki, sekarang giliran saya & Aira naik bajaj ke Ragusa. Iya, Ragusa, es krim Itali jaman dulu yang gak ada matinya. Sudah hampir jam 4 sore dan di hari kerja, Ragusa gak begitu ramai seperti kalau akhir minggu. Saya tergoda asinan juhi dan otak-otak yang nangkring di luar, tapi perut masih terisi soto betawi. Akhirnya saya hanya memesan es krim Nougat (saya gak pernah ganti menu sejak kecil) dan Aira es krim coklat. Pak pelayan yang tua masih ada, kasir tua masih ada, foto-foto lama masih ada, wadah es krim dari stenliss, dan air putih gratis. Baskin Robbins? Siapa itu? Ragusa rules! :D

 

Finish: Transjakarta Shelter, Ragunan

Tadinya saya mau ajak Aira ke Taman Surapati, tapi sudah terlalu sore. Semakin sore transjakarta penuhnya semakin gak bersahabat. Akhirnya saya memutuskan sudah waktunya pulang. Tapi gimana ya, dari Ragusa saya bener-bener buta arah. Yang paling aman adalah naik taksi lagi, ke halte transjakarta dukuh atas, lalu naik ke arah Ragunan. Tiga puluh menit sudah sampai Ragunan. Saya dan Aira lihat kiri-kanan, si penjemput belum tiba. Akhirnya ada pemberhentian bayangan sambil nunggu dijemput, mobil pick-up penjual tempe mendoan super enak di pinggir gerbang pembatas busway Ragunan. Aira baru tau kalau tempe yang wujudnya seperti belum mateng itu ternyata enak sekali. Foto-foto lagi, satu-satunya foto yang ada bunda-nya. Lalu Ayah tiba. Kami naik ke mobil dan Ayah bertanya, “How was your day, Kakak?” yang dijawab Aira dengan, “No planetarium, but everything else was super fun! Thanks Bunda.” Hidung bunda kembang kempis. :)

Masih banyak tempat di Jakarta yang saya ingin Aira dan Aidan lihat. Tapi hari ini saya puas dengan berbagai ‘first time‘ & ‘baru tau’ yang dialami Aira. I love you little Ace.

Minggu ketiga liburan: aman.

for more pics please kindly click here.

36 Comments

  1. Mirza Resita
    November 17, 2010 at 4:53 am

    Nice story..dari fotonya saja sudah kelihatan kalau jalan2nya asik banget. Hmm, jadi kangen sama Jakarta nih.
    Btw Bundanya aira masih keliatan muda, langsing, dan cantik ya walaupun anaknya sudah gede…ngiri.com nih hihihi

  2. Liz
    Liz November 17, 2010 at 5:11 am

    seruuuu, Aira the explorer! Jadi pingin ikutin jejak Aira. Banyak juga tempat2 yg dikunjungi dlm waktu seharian.
    BTW kotak pos nya udah ganti warna ya ? kayaknya dulu warna oranye.
    Waaah sama aku jg penggemar es krim ragusa dari dulu *drooling*
    Ditunggu cerita kunjungannya yg lain.

  3. Mommyummy
    della marianka masrah November 17, 2010 at 5:53 am

    kereenn… sayangnya syasya masih 22 m..heuuu nunggu beberapa tahun lagi deh…

  4. Mirza Resita
    November 17, 2010 at 7:26 am

    Seruu…serruu…seru!!!
    Klo yang piknik kebanyakan emak2 abis dari istiqlal bisa2 malah ngesot ke Passer Baroe :D
    Ragusa….i like! jadi pengen..plus juhi dan otak2nya :D
    Paling suka deh klo berpetualang. Pengen juga ngajak alula naik kereta (KRL) dari stasiun kota ke bogor, trus petualangan di bogor.
    Tapi memang sayang di sayang, alula baru 9m :)Smoga nanti ketika alula segede kakak aira masih ada planetarium trus kantor pos besar masih beroperasi dan masih banyak (dan bertambah)tempat2 bersejarah dan keren buat dikunjungi. Dan mass transportation makin maju dan rapi kondisinya
    TFS bunda aira dan aidan!

  5. November 17, 2010 at 7:37 am

    seru sekaliiiiii :D tfs ya bunda aira…
    pengen ngajak el jalan2 jg dan napak tilas kota2 yang pernah didatengin emak bapaknya :)

  6. Lilik
    Lilik November 17, 2010 at 8:47 am

    Wah asyikkk nih jalan2nya aira …
    Very inspiringn tfs ya Puan, next liburan anak2 pengen nyontek deh buat anak2 :)

  7. tiaaja
    tia November 17, 2010 at 9:38 am

    wah wxploring jakartanya seru banget.
    bun, mo ngasih rekomendasi museum yg ok juga buat dikunjungin. museum bank indonesia di kota, letak sebelah museum bank mandiri. ini salah satu museum yg digarap serius sama pemiliknya, yaitu bank indonesia.

  8. eka
    Eka Wulandari Gobel November 17, 2010 at 10:29 am

    wuah, seru sekali..
    Aira udah cocok banget tuh gayanya jadi turis lokal!

    Dan ngiler juga sama es krim ragusa dan rujak juhi! Sluuuurp!

    Tfs, bun!

  9. Mirza Resita
    November 17, 2010 at 11:26 am

    asssooooyyy… satu2nya yg saya pengen lakuin ma anak adalah.. jreng2.. bikin prangko pribadi *eksisnarsis.com*

    Tfs y mommy

  10. November 17, 2010 at 12:21 pm

    wah, seru banget nih! jadi turis di kota sendiri… mesti ditiru! tfs ya!

  11. Mirza Resita
    November 17, 2010 at 2:57 pm

    Ceritanya memang seru..ini kedua kalinya aku baca (pertama di blog)..
    Kalau diniatin memang banyak tempat seru di Jakarta..
    Oya mbak ngomong2 akhirnya kartu pos nya sudah sampai kah? :P

  12. Mirza Resita
    November 17, 2010 at 3:04 pm

    Ceritanya memang seru..ini kedua kalinya aku baca (pertama di blog)..
    Kalau diniatin memang banyak tempat seru di Jakarta..
    Oya mbak ngomong2 akhirnya kartu pos nya sudah sampai kah? :P

  13. Mirza Resita
    November 17, 2010 at 4:50 pm

    jalan2nya serrruuuu =D

  14. fanny
    Fanny Hartanti November 17, 2010 at 6:39 pm

    Wah seruu..
    jadi terinspirasi.
    sebenernya tiap pulang kampung udah rencana bawa suami dan alyssa jjs ke tempat lain di jakarta selain mall..
    terutama ke museum fatahillah dan sunda kelapa.
    oya.. gue lahir dan gede di jkt tapi belon pernah nyobain es krim ragusa.. hehehe jadi malu

  15. Adhitya
    Adhitya Mulya November 17, 2010 at 8:15 pm

    Seru Mam!
    ntar kalo Alde agak lebih tua gue akan ajak keliling jakarta juga.

  16. Mirza Resita
    November 17, 2010 at 8:28 pm

    thx bun, terinspirasi jika kelak ada kesempatan lagi ke jkt, lumayan 2 bulan pernah training kerja, buta arah taunya cuma dr tempat nginap nuju kantor, libur cuma sempat ke dufan ama ancol hehehe…
    mungkin saatnya juga sy kenalin anak sm kotanya sendiri dulu ya…

  17. Mirza Resita
    November 17, 2010 at 8:33 pm

    Hai moms! :D

    @ indriani: hihihi.. terima kasih yaa *blushing*

    @ liz: iya, ternyata lumayan banyak yang bisa didatengin dlm 1 hari di Jakarta. Coba Jakarta gak ada macet, bisa lebih banyak lg mungkin. ;)

    @ mommyyummy: ayo mommy bersabar nunggu syasya besar untuk diajak keliling Jakarta. hehe..

    @ rina: iya nih, kepengen juga ngajak Aira & AIdan ke kebon raya Bogor. seru kayaknya yaa..

    @ chrisye: happy to share. :)

    @ lilik: sok silahkan dicontek buat liburan mendatang. murah meriah! :D

    @ tia: oh ada ya museum bank Indonesia? taunya museum bank mandiri doang.. hehehe.. emang rencananya exploring berikutnya ke museum2 di daerah kota tua situ. thanks for the info, pastinya nanti dicek. ;)

    @ sri eka: sekarang aja aku jd kebayang2 ragusa & rujak juhi.. hihihi.. happy to share!

    @ lidya: iya, inofatif juga ya kantor pos & perangko pribadi itu.. kurang promosi aja kyknya, jd gak banyak yg tau. ayo bikiiin.. nanti kirim kartu lebaran pake perangko narsis deh. :D

    @ thalia: terima kasiih.. senang sekali bisa berbagi ide & cerita.

    @ PiNkmomma: si kartu pos akhirnya nyampe juga, setelah 3 minggu! ya ampuun… lama juga ya perjalanan dari Jakarta Pusat ke Jakarta Selatan. Hehehehe.. :p

    @netta: thank you.. :)

    @ fanny: sunda kelapa bagus juga, cuma belom sempet ajak Aira & Aidan. Tak ada kata terlambat untuk mencoba es krim ragusa, ayo meluncur kesana kalau lagi di Jakarta. ;)

  18. Mirza Resita
    November 17, 2010 at 8:42 pm

    @ adhitya: mari keliling Jakarta anak-anak. Jakarta bagus juga kok. iya gak, moms & dads? emang enakan anaknya agak besar, biar mereka menikmati, bukan dapet capeknya aja. ini juga Aidan belom diajak.

    @ Ika: ternyata banyak tempat seru2 di Jakarta yah. hehe.. ;)

  19. SakirunS
    SakirunS November 18, 2010 at 5:39 am

    waaa seru banget Aira jalan2 nya :) wah mustinya bs ketemu Reyu tuh waktu jalan2 ke TIM…Reyu jg suka ‘nongkrong’ d Tim dan IKJ.

    Sebenernya emang tempat apapun bisa dibuat menarik bwt anak2 kok! asal kitanya aja yg kreatif menjelaskan dan menceritakan segala sesuatunya, anak2 sekarang pd kritis2, kita kasih 1 wacana sederhana aja udah bs jd bahan diskusi yg seru hehehe :)

  20. gabriella
    Gabriella Felicia November 18, 2010 at 8:21 am

    Seru banget!!! Sudah merencanakan akan mengajak Albert keliling2 seperti Kakak Aira… Seperti dulu saya diajak jalan2 keliling Jakarta sama Opa…

  21. Mirza Resita
    November 18, 2010 at 8:32 am

    Wow..fun banget
    Jd ga sabar pgn cpt Fra gede & diajak jalan2
    anakku Fra br setaun soalnya, masi jalan selangkah2 hehehe…

  22. Mirza Resita
    November 18, 2010 at 8:45 am

    Nice story, jd ngasih ide bwt ntar ngajak megumi jalan2x kl udh gede (skarang masih 4,5M he3x), walo d bogor g sbanyak jkt tmpt yg serunya :)
    TFS y Mom

  23. otty
    Pangastuti Sri Handayani November 18, 2010 at 8:47 am

    Wah seru banget!! Pengen juga ngajak Nara jalan2 muter Surabaya kalo dia udah agak besar. Moral of the story: kata siapa liburan itu harus mahal dan jauh, ya ga? :)

  24. Mirza Resita
    November 18, 2010 at 9:01 am

    Inspiring banget mama Aira, soalnya aq termasuk yang nggak suka ngajak jalan-jalan anakku ke mall. nanti kalo anakku udah gedean pasti nyontek nih. Tfs.

  25. realita
    Lita Riyanti November 18, 2010 at 11:40 am

    seneng bgt ngikutin per jalanan dan petualangannya. dulu pas baru nikah pernah juga niy punya niat jalan2 kota tua, ke musium2, smp badan pegel dan bau apek keringet, tp keburu hamil hiks..hehehe insya Allah bisa tiru bunda aidanaira ah nanti klo sabiya(22m) sudahbesar. TFS!

  26. Mirza Resita
    November 18, 2010 at 11:58 am

    Seru banget jalan2nya. Thanks sharingnya Bunda Aira. Hal seperti ini yang juga saya impikan saya lakukan kalau anak-anak sudah besar. Pertama sih harus Jakarta dulu, baru kota lain. Pasti seru!. Trus ke pulau lain, tour de Sumatra menuju kampung halaman Ayahnya Dita nun di PSP sana :D

  27. Mirza Resita
    November 18, 2010 at 3:48 pm

    wah Mama Aira..senengnya ya jalan2 sama gadis kecil, hehehe..aku juga pengen suatu saat melakukan hal yang sama, terinspirasi sama acara Sahabat Museum yg pernah kuikuti waktu jaman belom nikah…btw Aira umur berapa sih ?thanks for sharing…

  28. Mirza Resita
    November 18, 2010 at 4:20 pm

    @ SakirunS: Waah.. Reyu anak IKJ yah? Kakeknya Aira dosen IKJ looh… hehehe.. Iya, anak2 emang sebenernya mudah dibuat seneng kok. Kadang2 kita udah heboh ngerencanain liburan kemana2, taunya anak2 diizinin main air di halaman belakang aja udah seneng banget.

    @ Gabriella: nanti cerita2 yaa.. kalo udah jalan2 sama Albert. ;)

    @ Maria Margaretha: hehe.. masih mesti sabar menunggu Fra gede yaa :)

    @ Mila: bundanya Megumi, nama baby-nya bagus deh, Megumi. :) Kalo dari Bogor sekalian aja naik KRL ke kota, terus jalan2 deh.

    @ Pangastuti: Panggilannya Otty ya mbak? bener gak? Iya, liburan gak harus jauh & mahal. Yang penting anak senang, ibunya aja yang harus kreatif. ;)

    @ Izoel: asiiik.. silahkan dicontek. Nanti cerita2 yaa.. :)

    @ Lita: Sekarang jalan2nya mesti nunggu Sabiya gede deh, Gak papa.. kan tambah seru tuuh.

    @ BunDit: Iya, dulu saya sibuk rencana ina-itu kemana2. Lama2 malu sendiri, anaknya gak kenal Jakarta. Jadi mulai dari Jakarta dulu deh. Kan tak kenal maka tak sayang ya? hihi..

    @ Fiza: Iya nih, udah nyaris abg anaknya *deg-deg-an* :p Bener, masih banyak museum yg mau didatengin juga. Oiya, Aira umur 9 th tante. :D

  29. superpippo
    Astrid Lim November 18, 2010 at 5:02 pm

    sukaaa banget sama ceritanya dan foto”nya, kayak lagi baca cerita” buku petualangan anak gitu =)
    banyak ya tempat seru di sekitar kita, kadang kita mikirnya pengen keluar kota dan keluar negeri terus, tapi tempat yang dekat malah dicuekin. semoga transportasi jakarta bakal lebih child-friendly lagi ke depannya =)

  30. abidcute
    Arvita November 18, 2010 at 11:25 pm

    abis abaca langsung teringat masa kecilku :)
    selalu senang pas papa ngajak ke kantor pos pusat buat beli “sampul hari pertama” koleksiku lumayan banyak :D
    Pasti Aira bakal slalu inget pengalaman “melihat Jakarta” ini sampai gede deh, seru!
    Tfs mama Aira ^_^

  31. Mirza Resita
    November 22, 2010 at 7:46 pm

    @ Astrid: Iya nih kepengen banget bikin traveling book buat anak-anak. hehe.. setuju, mudah2an transportasi jakarta nanti akan lebih child-friendly.

    @ Arvita: hebaaat.. masih ada koleksi sampul hari pertama. kalo aku cuma koleksi perangko-nya aja. :)

  32. sLesTa
    shinta lestari November 23, 2010 at 3:11 pm

    ini seruuu bangeeett! dari pertama pas artikelnya di submit gue langsung sukaa banget! ngiri ama aira yang jalan2 keliling jakarta deh. gue suka banget yang pas di kota, trus mampir ke kantor pos. bener2 pengalaman bagus banget buat anak2 kayak Aira. keren banget idenya mama puan dinar! top!!

    *telat komen soalnya pas artikel ini naik, gue lagi susah akses komputer, jadi komennya kemaren via twitter aja heheh*

  33. Mirza Resita
    November 24, 2010 at 6:26 am

    @ sLesTa: thank you mbaaak.. komen yang di twitter baca juga kok. udah ada beberapa tujuan keliling Jakarta yang berikutnya nih, tinggal nunggu waktu yang pas aja. :D

  34. Mirza Resita
    December 1, 2010 at 10:56 am

    Puan emang kreatiiiff. I love all Aira’s activities dari semua fotonya di facebook :)
    Good idea untuk weekend Mikail. Tfs yaaa

  35. geekymom
    Dharwiyanti January 4, 2011 at 4:36 pm

    terinspirasi dari post ini, jadi pengen ngajak Naila naik TransJakarta juga deh :).

    kakak Aira udah pernah ke Museum Gajah? liburan kemarin Naila (6y 11 mo) ke sana. Naila sih seneng ya, krn emang tertarik sama wayang, patung2, gamelan, dan sejenisnya. sayangnya di beberapa bagian museum agak suram kesannya. mungkin krn bangunan tua dan penataan koleksinya kurang maksimal.

    1. PuanDinar
      Puan Dinar Aifa January 5, 2011 at 1:16 pm

      liburan kemarin ini tadinya mau tur museum termasuk ke museum gajah, tapi batal gara-gara ujan melulu :(

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.