The True Junk Food

Fiona Esmeralda Health blogger. Penerjemah. Penulis buku "Puberty, What Doctors Want Parents to Know". Penggiat sesi kesehatan untuk anak dan remaja. Ibu tiga putri.

Ikuti: Instagram dan Twitter

Pastinya junk food adalah musuh semua orang apalagi para ibu. Radar Urban Mama pasti menyala semua saat berbelanja di supermarket atau saat memilih makanan di restoran untuk disantap. Namun apa sih sebenarnya yang termasuk kriteria junk food?


image credit: pexels.com

Kalau ditanya ke anak-anak maka mereka akan spontan menjawab junk food seperti ayam goreng tepung yang banyak dijual di mal, piza, dsb. Namun definisi junk food menurut kamus Merriam-Webster adalah:

  1. Food that is high in calories but low in nutritional content.
  2. Something that is appealing or enjoyable but of little or no real value.

Nah, kalau ditilik lebih dalam lagi, jenis makanan yang disebutkan anak-anak tadi tidak termasuk junk food karena masih memiliki nilai nutrisi seperti ayam yang mengandung protein atau piza yang tidak digoreng bahkan dan mengandung daging dan keju. Mungkin mereka masuk ke golongan makanan siap saji yang tinggi kalori. Jenis makanan tersebut kurang disarankan untuk orang dengan restriksi diet tertentu yang ingin menurunkan berat badan.

Kalau begitu, apa dong jenis makanan yang termasuk junk food?


image credit: pexels.com

Sesuai dengan definisinya maka makanan yang tergolong junk food contohnya adalah permen, minuman soda, dan beragam camilan dalam kemasan. Makanan ini adalah favorit anak-anak karena rasanya yang manis dan enak. Kadang kita tidak sadar bahwa makanan ini tidak mengandung gizi selain gula alias kalori dalam jumlah yang banyak. Tidak ada vitamin, protein, atau serat. Konsumsi yang terus-menerus dapat mengakibatkan obesitas pada anak dan dalam jangka panjang konsumsi gula berlebih tidaklah menyehatkan dan dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius.

Bagaimana kalau anak sudah terlanjur suka pada jenis makanan junk food?

Kadang kita memang mengatur pola makan anak secara ketat karena kita sangat memperhatikan tumbuh kembang mereka dan berharap selalu bisa memberikan yang terbaik. Namun, memperkenalkan makanan yang sehat memang tidak mudah dan tidak dapat terjadi seketika. Langkah utamanya adalah mencontohkan. Jika orangtua kerap memesan soda saat makan di restoran, anak mungkin menangkapnya sebagai hal yang lumrah dan perlahan-lahan dapat menyukainya. Kuncinya adalah orangtua juga perlu menjauhi junk food. Kalau untuk saya pribadi, mengeliminasi semua junk food sulit dilakukan, jadi dibatasi saja jumlah konsumsinya, misal sekali seminggu. Kurangi membeli makanan manis saat berbelanja sehingga tidak tersedia dengan mudah di rumah untuk dikonsumsi anak. Sediakan dan kenalkan jenis makanan lain yang (lebih) sehat.

Jadi, yuk kita periksa lagi jenis makanan yang dikonsumsi anak kita dan kurangi asupan junk food semaksimal mungkin. For a healthier generation.

21 Comments

  1. avatar
    Laila Arsih November 13, 2017 11:14 pm

    Terima kasih bunda Fiona.
    Saya harus menebus kesalahan udah sering kasih makan junk food nih.

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Woro Indriyani April 20, 2017 8:21 am

    Waaaaaah TFS Mama Fiona, aku ga kepikiran deh sampai permen. Karena selama ini ya ayam ayam goreng itulah mikirnya hehe.

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    dieta hadi April 19, 2017 8:22 pm

    wah terimakasih mbak fiona artikelnya, jadi tahu sebenernya mana yang junk food karena ternyata salah prediksi hihi.

    1. avatar
      Fiona Esmeralda April 20, 2017 5:57 am

      Hihi...sama2, mbak dieta...iya..tdk cuma fastfood yang harus kita awasi ternyata yaa...

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  4. avatar
    Aini Hanafiah April 19, 2017 1:54 pm

    "Kuncinya adalah orangtua juga perlu menjauhi junk food." oops, hehe. Tapi betul sekali ini mbak, orangtua harus ikut mencontohkan. Terima kasih atas penjelasannya, mba Fiona. Kalau di skandinavia, segala junk food dikenakan 'pajak makanan olahan' karena kontribusinya tinggi buat bikin sakit. Ini cukup ampuh jadi ngga sering2 bisa menikmati junk food/fast food

    1. avatar
      Fiona Esmeralda April 20, 2017 5:56 am

      Wah, mbak Aini..keren bgt kl pemerintah ikut terlibat di level preventif spt itu... Semoga di sini juga bisa :)

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  5. avatar
    Tina Tina April 18, 2017 7:49 pm

    waaa thank you for the article mba Fiona ya know deh .. So which one is real junk food.

    1. avatar
      Fiona Esmeralda April 19, 2017 7:15 am

      sama-sama,mbak Tina :)

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.