Uang Jajan Anak

fitri QM
Fitriavi Noeriman ST, AEPP, CFP Lulusan jurusan Teknik Pertambangan ITB. Perencana Keuangan Independen.
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!
Fitriavi Noeriman ST, RFA
Pendidikan: S1 Pertambangan – ITB.
Sertifikasi di RFA & QMPC.

Independent Financial Planner di Quantum Magna Financial Indonesia.

Dalam 1 bulan ini, saya agak-agak kaget dengan temuan fakta tentang uang jajan anak.
Kesannya ga penting banget, apa sih artinya uang jajan anak. Tapi coba deh, ditelaah fakta di bawah ini.

Fakta 1:
Keponakan saya cerita, salah satu temannya (anak SMP kelas 1) punya uang jajan reguler 2jt/hari. Yup, per hari, bukan per bulan. Total dalam sebulan, asumsi 20 hari sekolah, maka si anak ini punya uang jajan 40jt/bulan. Wow! Temuan fakta soal uang jajan yang heboh ini, diperkuat dengan cerita supir saya yang berteman dengan supir si anak kaya. Jadi confirm, kejadian!

Sementara keponakan saya hanya dikasih uang jajan Rp 10.000/hari, dia cerita kalau pergi-pergi, main, makan-makan, ya sering ditraktir sama si anak kaya. Ck ck ck, orang cari gaji segitu, anak ini hanya pakai uang sebesar itu untuk jajan dan traktir teman-teman dan supirnya. Hebatnya anak ibukota.

Fakta 2:
Salah satu sepupu saya, anak TK, usia 5 tahun. Hasil ngobrol dengan ibunya beberapa minggu lalu. Si ibu cerita, kalau anaknya ternyata hobi jajan. Setiap pulang sekolah, selalu mampir ke mini mart untuk jajan. Karena yang jemput adalah kakek, maka si kakek yang sayang sama cucu ini, tidak tega menolak. Sekali jajan di minimart, minimal habis Rp 50.000/ hari. Dan anak usia ini sangatlah pintar memilih kata-kata, kalau permintaannya ditolak, dia akan bilang begini, “Ga apa-apa Kek, Mama dan Papa bekerja cari uang untuk saya kok, jadi boleh dipakai jajan.” Hihi… pusing kan?

Fakta 1 dan 2, saya peroleh dari kondisi kota Jakarta. Well, mungkin orangtuanya punya penghasilan yang sangat besar sekali. Sehingga tidak jadi masalah untuk kasih uang jajan sebesar itu pada anak. Buat sebagian orang tua kota, itu hanya sebagian kecil dari gaji yang mereka punya. Ga masalah.

Ehm, apakah benar ga akan jadi masalah? Sepertinya ini adalah masalah sepele, tapi bisa jadi masalah besar kalau kita, sebagai orangtua tidak tahu batasannya. Artinya kita sedang membantu anak kita sendiri menjadi generasi jajan.

Fakta 3:
Fakta terakhir, yang paling membuat saya tercengang. Fakta ini saya dapat, ketika berkunjung ke salah satu pedesaan di daerah Lombok. Awal bulan, saya mendapat undangan untuk memberikan edukasi cara pengelolaan uang sederhana kepada sekumpulan ibu, yang menjadi kepala keluarga. Karena suami tidak ada/meninggalkan mereka. Saya benar-benar salut pada mereka karena perjuangannya, secara mental pasti terguncang karena tiba-tiba ditinggal suami. Tapi mereka tetap bisa bertahan untuk menopang kehidupan keluarga karena anak-anak tinggal bersama ibu. Setelah melakukan obrolan ringan, dimulailah sesi mengisi data keuangan. Saya dan teman saya,
berkeliling membantu para ibu ini untuk menuliskan pengeluaran harian dan bulanan mereka.

Ternyata selain masalah sumber penghasilannya sedikit, masalah pelik lainnya adalah masalah uang jajan anak. Ada seorang ibu, pekerjaan buruh tani, total penghasilan bulanan Rp 150.000. Tapi dia tetap harus kasi uang jajan pada anak sebesar Rp 3.000 per hari. Akhirnya total pengeluaran ibu ini menjadi Rp 230.000. Demi menutupi kekurangan, beliau meminjam kiri kanan. OMG! Fakta yang satu bikin saya pengen nangis. Ibu, kok bisa? Hanya demi uang jajan anak, akhirnya berhutang. Kewajiban sebagai orang tua, adalah memberi makan, bukan jajan. Ternyata masalah ini tidak hanya terjadi pada 1 ibu, tapi pada 20 ibu lainnya. Well, this is a BIG problem.

Karena menurut para ibu ini, kalau anak nya tidak dikasih uang jajan, anak akan marah-marah, nangis, lempar barang. Malu sama tetangga, jadi ya sudah dikasih saja. Akhirnya sesi mengisi form keuangan, berubah menjadi sesi konsul ibu-anak. Saya ceritakan apa yang saya lakukan pada anak saya, umur 5thn. Saya kasih uang jajan, iya, tapi hanya 1 minggu 1x dan hanya sebesar 5000 rupiah. Tidak lebih. Saya bilang bahwa kita sebagai ibunya yang punya kendali atas anak, beri pelajaran tentang uang sejak dini, jajan/belanja boleh, tapi tentu ada batas. Para ibu di Lombok ini, hanya mengangguk dan senyum-senyum. Pastinya apa yang saya sampaikan tidak bisa langsung berefek, tapi setidaknya saya ingin mereka tahu bahwa yang dilakukannya adalah salah. Itu bukan sayang anak, tapi menjerumuskan anak.

Konsumerisme sudah menyerang pelosok desa, anak-anak kecil di kota dan desa sama saja ternyata. Kalau kita melihat fakta 1-2-3, kenyataan yang menyedihkan terjadi. Dan yang lebih menyedihkan lagi, karena para orang tua nya tidak merasa salah telah melakukan hal ini. Mereka malah berpikir bahwa dengan memenuhi semua keinginan anak, mereka telah menjadi orang tua yang baik. Garisbawahi perbedaan kata antara kebutuhan dengan keinginan. Sebagai orang tua yang baik, kewajiban kita memenuhi kebutuhan anak kita, tapi tidak semua keinginan nya. Uang jajan terlihat sepele dan kecil, tapi justru dari hal kecil inilah bisa terus bergulir menjadi besar. Dengan pemberian uang jajan, anak merasa diberi kepercayaan dan tanggung jawab untuk berbelanja.

Jadi boleh kah anak diberi uang jajan? Boleh tentu. Karena kita mengajarkan mereka untuk mengatur uang nya. Pemberian uang jajan ini pun harus disertai kontrol dari para orang tua. Ingat bahwa anak kita akan membesar dan dewasa, beri pelajaran yang benar tentang uang dari kecil, bila salah, mereka akan tumbuh dengan pemahaman yang salah pula. Dan para orang tua, ingat, jangan hanya sibuk memberi uang jajan harian, tapi uang sekolah untuk anak kita S1 belum disiapkan. Hidup harus seimbang, uang kita saat ini adalah untuk sekarang, besok, dan hari depan.

31 Comments

  1. neena_aime
    neena_aime November 30, 2011 at 1:10 am

    Mengerikan memang tingkat konsumerisme anak jaman sekarang. Tapi semua berpulang kepada pendidikan dari orang tuanya.

  2. fanny
    Fanny Hartanti November 30, 2011 at 1:40 am

    wah, fakta 1 bikin melongo.. itu ortunya anak itu mo adopsi gak yah? gue rela deh diadopsi.. hihi 40 jt sebulan buat jajan bo!! hahaha
    btw mo share aja, tips ini gue dapet dr satu artikel parenting yang gue terapin ke Al. Jadi sekarang AL dapet uang jajan mingguan, tapi karena di belgia jarang tukan jajan, yah jadinya duitnya kebanyakan ditabung. Al punya dua celengan, satu untuk dia sendiri, satu buat di share ke anak yg kurang beruntung. sekalian ngajarin dia buat disiplin nabung dan berbagi :)

  3. marce febriyanto
    marce febriyanto November 30, 2011 at 3:04 am

    beli rumah petak bs tu tiap bulan si anak kaya,,,he..he… btw hrs lbh selektif ni jajanin quin TFS mom,:)

  4. ninit
    ninit yunita November 30, 2011 at 5:52 am

    wow!
    fantastis banget jajan sehari 2jt… sementara buat yg lain mungkin itu bisa jadi gajinya dalam sebulan.

    tks fit udah memaparkan 3 fakta di artikel ini yang bener-bener bisa membuka mata.

  5. SunShine
    Fitria Adriadi November 30, 2011 at 6:53 am

    ikutan melongo baca fakta 1…..uang jajan bersih seharinya > 10x lipat penghasilan fakta 3…fantastic!

    TFS ya, jadi mulai memikirkan nih…

  6. Indah Prabandono
    Indah Prabandono November 30, 2011 at 7:18 am

    hela nafas dalam-dalam begitu baca artikel ini. banyak juga lho di kota besar ortu yg rela ngabisin duit cash buat jajan anaknya, sementara untuk pengeluaran kebutuhan pokok harian rumah tangga mereka berani tuh ngutang cicil kartu kredit. sedih deh mikirinnya :(

    trus apa kabar ya kalo ortunya tiba-tiba gag punya uang (atau jatuh sakit dsb) tapi anaknya udah biasa hidup enak begitu? *miris*

  7. November 30, 2011 at 7:42 am

    DSA yg aku temuin kasih saran : Ketika kita melihat anak menginnginkan sesuatu, jangan tunggu sampai anak itu meminta jadi kita langsung memberikannya. Hal ini meminimalisir kebiasaan meminta pada anak. Just read they mind, kalaupun ga bisa kasih apa yang dimau minimal kita lebih dulu mengklaim barang itu menarik. Tapi jangan pernah berjanji karena nanti ditagih. Biasanya psikologis anak suka terbalik lho, kita suka dia ngga suka. Jadi karena dia ga minta tapi kita omongin terus tapi ga dibeli2 lama2 juga bosen sendiri.

    Tapi bukan berarti ngasih anak jajan 2jt sih… Hahaha

  8. ghifAruni
    meccarania dila November 30, 2011 at 8:05 am

    jadi inget, 20 tahun lalu waktu kakakku SMA, mainnya sama cucu RI1 kala itu. jajannya 1jt/hari dan ya emang kecipratan ditraktir-traktir.

    kasihannya kalau anaknya besar dan harus mandiri sendiri nanti, udah terbiasa hidup enak, tapi belum tentu bisa memenuhi standar gaya hidup dia. bisa jadi salah satu cikal bakal korupsi kali ya?? *mikir kejauhan :p

  9. Sidta
    Dian Arsita Kurniawati November 30, 2011 at 8:19 am

    wow mbak Fitri sungguh ya baru tau fakta-fakta ini …
    dan bener, uang jajan bagai dua sisi mata pedang .. :)

    @Fanny, tipsnya bagusss

  10. Nur Linadiyah
    Nur Linadiyah November 30, 2011 at 8:48 am

    Wow… 2jt/hari? fantastis… mau dong jadi anak angkatnya.. hehehe…
    Kira2 itungan yg tepat utk jajan anak gimana say?
    Trus wajib dikasih duit jajan mulai kapan?
    Soalx 2 thhn lagi anak saya dah masuk SD nih..
    TFS ya…

  11. elvaza
    Elva Habidi November 30, 2011 at 8:53 am

    2 jt/hari? *pingsaaannn…

  12. niens
    Nina Setyawati November 30, 2011 at 8:53 am

    Waaww…,kaget juga baca fakta2 ini apalagi karena aku nggak pernah kasih uang jajan ke anakku (6th, kls 1 SD). Di sekolahnya memang nggak ada kantin jadi untuk lunch udah langganan catering dan selalu bawa snack dari rumah. Tapi setelah dipikir-pikir anakku memang jadi nggak terlalu ngeh dengan value uang. Kayaknya mesti mulai dipikirin bener2 nih soal ini.

    1. bubii azriel
      bubii azriel December 1, 2011 at 3:06 pm

      @nina setyawati
      Sama mom..
      anakku juga gtu..
      ga paham konsep uang krn sama sekali ga pernah pegang uang..
      karena di sekolah ga bisa jajan dan ada catering..

      sekarang sama babahnya dikasih uang jajan Rp.100.000/bulan untuk main di game master dan beli mainan..

      senengnya di kelas 3 ini ada Wirausahwan Muda..
      mereka jualan dan alhamdulillah jualan anakku menguntungkan..
      seminggu bisa untung 40rb :) hebat yaaa..

      uang itu dibagi2.. 50% masuk tabungan 50% untuk dia belanjain..

  13. sLesTa
    shinta lestari November 30, 2011 at 8:53 am

    wow, keterlaluan sekali itu yang ngasih jajan anaknya 2jt sehari! emang sih mampu, mungkin bisa ngasih lebih gede lagi, tapi bener2 gak ngajarin anak untuk belajar how to value money.

    great article, fit! konsumerisme sekarang bener2 parah banget, gue kalo baca TL twitter ttg orang2 yang selalu kerjanya belanjaa aja, serem banget. dan generasi kita emak2 yang begitu ini yang bikin generasi selanjutnya jadi generasi yang justru ga value duit. sedih ya?

    dan kembali lagi, ini balik ke konsep NEEDS vs WANTS. konsep yang di jaman konsumerisme ini dibikin grey sekali bordernya.

  14. silmysyu
    silmy syu November 30, 2011 at 9:15 am

    Bener mom fitri, didaerah pun seperri itu, keponakan saya sekolah di sdn balikpapan, bukan sekolah wah, sebagian besar temen2 nya orang tuanya kerja serabutan, tapi kalo lihat uang jajannya, dan kebiasaan jajan sepulang sekolah dan ketika TPA sore hari saya sampai terheran2, paling enggak 10rb sehari.ada yang punya 3 anak dan ketiganya jajan dengan cara yang sama.
    Kalo keponakan saya (dititip dirumah saya krn ibunya kuliah lagi) jarang banget saya kasih uang jajan, saya bawain bekal aja. Tapi jadinya karna temen2nya suka jajan, dan dia gak, kadang dia suka minta jajanan temennya karna penasaran, padahal itu jajanan dipinggir jalan bukan dikantin sekolah. Jadi bingung gmn sebaiknya.

  15. eka
    Eka Wulandari Gobel November 30, 2011 at 9:35 am

    wow juga! Lebay jg yah uang jajan perhari sampe 2jt? jadi bertanya2 deh, apa yg jadi pertimbangan org tuanya sampe ngasih anaknya uang jajan sebesar itu?

    Tapi ya gak aneh jg sih, anak kan meniru gaya hidup org tua ya.. Mungkin org tuanya sekali belanja berlian perhari 100jt gitu, jd 2jt mah cetek :D

    Fakta 1 itu menyakitkan ya :D
    Good article, vit.. jd diingatkan lg ttg manajemen keuangan nih.. TFS :)

  16. yustin
    yustin November 30, 2011 at 9:51 am

    Bengong sama fakta 1 dan miris banget sama fakta 3. IMO, tugas kita sebagai ortu untuk betul2 memberikan pemahaman mengenai value of money kepada anak2 kita.
    Nice article dan bener2 membuka mata terhadap fakta2 konsumerisme di sekitar kita.

    Soal uang jajan, saya sendiri baru 1 bulan ini memberikan uang jajan ke anak2 saya (7.5 thn/SD kls 3 dan 6th/SD kls 1). Mereka saya beri Rp 10.000/minggu. Sebetulnya tidak ada kebutuhan mereka untuk jajan, karena untuk snack dan lunch sudah bawa dari rumah. Awalnya anak saya yang no. 2 minta ijin, apa boleh bawa uang untuk beli french fries di sekolah. Saya yang awalnya masih belum mau memberikan uang jajan langsung tersentil, sepertinya sudah saatnya mereka juga belajar mengelola uang walopun kecil. Jadi sejak permintaan itu, saya berikan uang jajan Rp 10.000/minggu, jumlahnya memang kecil banget kalo dibanding dengan harga jajanan di kantin jaman sekarang. Harga french fries yang ingin dibeli aja udah Rp 9.000. Tapi biar aja, saya justru mau mereka menghargai uang, saya biarkan mereka mau beli apa dengan uangnya, tapi kl sudah dibelanjakan dan sisanya nggak cukup ya mereka harus tunggu sampe seminggu ke depan. Mudah2an langkah awal ini nggak salah ya, sehingga mereka pun tau bagaimana menghargai uang. Amin.

  17. siska.knoch
    Siska Knoch November 30, 2011 at 10:45 am

    emang suka ngeri denger cerita dan lihat lgs soal uang jajan anak jaman sekarang, ada kenalan malah sampe ngasih uang jajan jg udah pake tunjangan macem2 buat anaknya, kayak jajan pulsa (u know lah anak2 SD skr pun pd pake bb), jajan kantin sekolah, jajan minimart dll >.< *facepalm* bener banget bikin anak jd ga value money seperti kata bumil slesta.

    artikelnya bagus! jadi ngasih pencerahan bgt. jadi ada pegangan gimana nanti ngajarin konsep uang jajan ke migu (2yo) saat nanti dia mulai sekolah. tfs fitri :)

    fanny – LoL..LoL.. baca komen lo pgn diadopsi!!
    etapi bole diconto nih yg sistem tabungan dibagi dua, buat sendiri sama buat anak yg kurang mampu.

    yustin – emang rata2 jajanan kantin sekolah sekarang udah ribu-ribu gitu harganya, kantin sekolah ponakan2ku jg gitu. ga yang di Bandung, jakarta ampe Bogor juga mihil mihil :( (denger cerita dari kakak-kakak gue)

  18. only wari
    Wari November 30, 2011 at 11:31 am

    Wooow..nilai yg fantastis bwt uang jajan shari anak SD,ortuny multi milyuner y:p

    Jd inget pas aq SD jajan sbulan 30rb itu jg pas klas 5..sblmny ga prnh dksh n ga prnh minta krn sllu dbawain snack sm eyang..

    Pas SMP jajanny mningkat jd 35rb sbulan..dg catatan tpny..klo aq naik mobil anter jemput,uang jajanny dpake bwt byr c jemputan..konsekuensiny y ga jajan jg d :p

    Pas SMA nominal jajanny tetep,cm krn sekolahny jalan kaki y bs dnikmatin d tuh uang jajan..:D

    Hrs bs milah2 niy klo c kcil nti dah ngerti jajan..‎​(⌣_⌣”)

  19. only wari
    Wari November 30, 2011 at 11:33 am

    Wooow..nilai yg fantastis bwt uang jajan shari anak SD,ortuny multi milyuner y:p

    Jd inget pas aq SD jajan sbulan 30rb itu jg pas klas 5..sblmny ga prnh dksh n ga prnh minta krn sllu dbawain snack sm eyang..

    Pas SMP jajanny mningkat jd 35rb sbulan..dg catatan tpny..klo aq naik mobil anter jemput,uang jajanny dpake bwt byr c jemputan..konsekuensiny y ga jajan jg d :p

    Pas SMA nominal jajanny tetep,cm krn sekolahny jalan kaki y bs dnikmatin d tuh uang jajan..:D

    Hrs bs milah2 niy klo c kcil nti dah ngerti jajan..

  20. june
    june November 30, 2011 at 12:16 pm

    wow uang jajan 2jt/hari….mau juga dong hehehe…

    jadi mikir nih nti klo javier (4year) tar SD ngasi uang jajan berapa ya? ^_^ sekarang TK sih gak pernah jajan, klopun jajan luar juga makan bakmi ayam ^_^ sama beli ice cream tapi itupun juga gak sering (seminggu lom tentu 1x buat ice cream, tapi klo bakmi ayam coz ini makana favoritenya dia, bisa seminggu 2x)..

    memang kita sbg ortu harus pinter2 ngatur finansial ya..kadang gak tega ma anak begitu keluar ke mall minta dibeliin mainan ya dibeliin, tapi Thanks GOD javier gak terlalu ngotot klo mau maenan..anaknya pengertian ^_^

  21. Bunda_Lika
    Karina Elika November 30, 2011 at 2:11 pm

    aw..aw..aw takjub skali ma fakta no.1, itu ortunya ga mendidik skali meskipun memang mereka org kaya. aku jg mau koook punya penghasilan 40jt/bln :-) aku ma hubby ud spakat kl Lil K nanti sekolah, cukup di ksh bekal aja biar dia ga jajan2 gtu, kl pun mo jajan cukup skali2 n hrs ada kita.
    Yup, aku jg sgt setuju dgn sistem tabungan di bagi 2, kita hrs mendidik anak2 kita dari sedini mungkin utk saling berbagi.Good Articels anyway

  22. bundanyaraffa
    devi wardhani November 30, 2011 at 2:25 pm

    Salam kenal smuanya..newbie niy di TUM

    *Ikutan melongo bc fakta 1
    Itu gmn cara ortunya mengajarkan anak utk menghargai uang y?? tuing..tuing *mikir*

  23. Honey Josep
    Honey Josep November 30, 2011 at 4:33 pm

    sadis ya…. kelas 1 SMP uang jajan 2jt/hari

    SMA, 5 juta/ hari gitu ???

    Ntar klo kerja kantoran minta gaji berapa yaaa ???

    serem deh! koq jadinya uang itu kayak air ya… gampang banget dikeluarinnya :(

    what a shocking article mama Fitri :)

  24. annys
    annys November 30, 2011 at 4:39 pm

    kaget baca fakta no. 1. ckck! 2jt perhari, 40jt sebulan. Ribuan orang setengah mati sekolah tinggi, kerja banting tulang, sebulan belum tentu dapat 40jt. Anak SMP kelas 1, tinggal duduk manis, dapat 40jt 1 bulan.

    sebagai ortu mmg harus mengajarkan anak pemahaman tentang uang. kapan harus di gunakan, kapan tidak. terutama untuk para ibu, itu PR banget!

    Nice article, TFS ya!

  25. mamarina
    Marina Astriana November 30, 2011 at 8:10 pm

    WOW, ga bs berkata apa-apa setelah baca artikel ini. Yang ada cuma PR, gimana cara mendidik anak ga terseret arus konsumerisme ini. Yang pastinya harus bermula dari kita sebagai orang tua berkewajiban memberi contoh. TFS mom :)

  26. bubii azriel
    bubii azriel December 1, 2011 at 3:12 pm

    Kadang lebih menyedihkan kalau kita tau kalangan bawah dengan penghasilan pas-pasan anak-anaknya jajan lebih banyak daripada kita lhooo..

    Staf kantor dengan gaji UMR cerita anaknya umur 15bulan, setiap hari jajan di warung minimal 5ribu..
    Kalau ga dikasih uang dia nangis jerit-jerit.
    Bahkan anaknya itu berani ngutang ke warung dan pas si ibunya lewat ditagih sama tukang warung terkaget-kaget lah si ibu anaknya ngutang 100ribu lebih di warung.

    Mengejutkan yaa??

    saudara saya pun ada yg seperti cerita diatas..
    diberi jajan hampir 10x UMR setiap bulan.
    dan kartu kredit dengan limit puluhan juta.

    Karena ayah bundanya terlalu sibuk untuk bisa menemani mereka belanja..

    Kebayang kan kalau mereka bekerja harus dapet gaji brapa coba??

    Malah ada famili saya yang sekarang sudah bekerja tapi setiap bulan masih harus disuplai uang jajan dr keluarganya.
    Karena gaji sama uang jajan berbanding jauh..
    padahal gajinya udah belasan juta lhoooo..

    Jadi ortu tuh berat yaa..
    :(

    1. sLesTa
      shinta lestari December 1, 2011 at 4:18 pm

      miris ya?

      part ttg famili yang sudah bekerja tapi tiap bulan masih di suplai uang jajan dr keluarga, ini juga yang jadi impact masalah konsumerisme ini. akhirnya sampe gede tetep dimanja untuk dikasih duit, padahal harusnya udah bisa financially independent. dan ternyata di indonesia yang kayak gini banyak, krn orang tua yang ngerasa kasian ama anaknya kalo kekurangan, padahal itu justru tidak mendidik.

  27. myhobbi
    myhobbi December 15, 2011 at 2:51 pm

    Bagus mba artikelnya, aku ijin share ya, di web sederhanaku :
    http://www.myhobbi.weebly.com. Semoga bisa berguna buat yang lain.

  28. Mama Windy
    Windy Agnestien February 21, 2012 at 2:44 pm

    Mau nambahin fakta ke-4 ah :) (ga kasi solusi, malah nambah perkara)

    Ada malah kerabat yg kurang mampu, sampe minta2 bantuan untuk sekolah anaknya, anaknya di SMP negeri, BOS, ga bayar, jd paling dia minta klo pas beli seragam sekolah, pas ada kegiatan sekolah, dsb, jarang2lah. Jd kami yg juga sayang sama anaknya seneng2 aja bantunya, kasian kan unt pendidikan gitu, kmi pikir mungkin penghasilan ortunya emang cuma bisa buat sandang pangan papan aja
    Yang bikin miris adalah, ternyata si ponakan itu tiap ke sekolah selalu dibawain uang , mayan.. Rp 10rb/hr.. gubrak! dan ini diluar transport pula.. katanya itu buat jajan dan pulsa..

    bener2 deh ah.. ga jelas jadi prioritasnya..

    mudah2an deh ntar pas anakku masuk usia sekolah (SD gtu), aku ga kejeblos masalah yg sama (uang jajan), jangan2 skrg komentarin sodara, 2 thn lagi ngulang kesalahan sama..nauzubillah.. skrg sih anak masih playgrup,.. cukup dibekelin nasi/roti, susu UHT, sama duit nabung di skolah, udah ga minta macem2..

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.