Yang Terpenting Dalam Hidup

The Urban Mama

Setiap orang punya prioritas masing-masing dalam kehidupannya. Ada hal yang penting menurut A, tapi ternyata bukan yang terpenting menurut B. Latar belakang keluarga, pendidikan, kesehatan, dan tujuan hidup menjadi faktor yang menentukan hal terpenting dalam kehidupan kita. Berikut TUMFamily ingin berbagi mengenai apa sih yang terpenting dalam kehidupan mereka.

Ninit:

Yang terpenting bagi saya adalah kesehatan. Sebagai seorang mama, saya harus sehat untuk diri sendiri agar saya dapat mengurus keluarga kecil dengan baik. Bila saya sakit, saya tidak dapat melakukannya dengan maksimal. Saya selalu menjaga kesehatan saya dengan rajin berolahraga, yaitu lari dan menjaga asupan makanan. Kesehatan sangat penting karena saya ingin melihat anak-anak saya tumbuh dan terus melakukan aktivitas bersama mereka, tidak hanya menonton mereka. Saya ingin menghabiskan waktu dan tumbuh tua bersama suami dalam keadaan sehat. Kesehatan adalah sesuatu yang mahal dan karunia terbesar dari Tuhan karenanya akan selalu saya jaga sebaik mungkin.

Shinta:

For me, the most important thing in my life is to be happy. Not the short-term one but the ultimate happiness that could only be achieved when you have the passion, love and contentment about your life. It takes years to find out that my happiness can’t be achieved through the numbers of bags or shoes I purchased but only through doing things that I love. I choose now to only do it in the name of my happiness, when I feel good about myself when I do it, be it my job, taking care of my family or even training for a marathon. If I don’t feel happy doing it, why do it? Cuz I don’t want walking around grumpy for the rest of my life.

Thalia:

For me, the most important thing in life is LOVE. If I love my job, I will do my best in it. If I love my family and friends, I will have my best intention for them. If I love my life, I’ll be happy and content all the time. And hopefully, I’ll be able to spread love all around. Love makes the world go around.

Udhien:

Yang terpenting bagi saya adalah kebahagiaan keluarga dan orang terdekat. Mereka sangat mengandalkan saya dalam berbagai urusan. Jadi tujuan terpenting saya adalah kebahagiaan mereka.

Angie:

Bagi saya yang terpenting dalam hidup adalah ketulusan. Bukan hanya dalam memberi, tapi juga menjalani kehidupan. Ketulusan membuat apa pun yang kita lakukan terasa lebih bermakna, baik untuk kita maupun orang sekitar kita. Bahkan sekedar senyum tulus dari keluarga di pagi hari, bisa membuat hati saya senang seharian.

Cindy:

Yang terpenting bagi saya adalah kebersihan. Saya selalu menjaga kebersihan dimulai dari dalam diri saya dan pada anak-anak. Saya selalu menjaga kebersihan rumah agar anak-anak saya pun terbiasa untuk bersih sejak dini. Karena dengan menjaga kebersihan,anak-anak pun jadi tidak mudah sakit dan menjadi orang yang bertanggung jawab di kemudian hari. Semua akan senang jika jiwa dan rumah kami bersih.

Ella:

Satu yang terpenting dalam hidup adalah mimpi. Selama masih bisa bermimpi, kita masih punya harapan dan usaha untuk mewujudkan mimpi itu jadi kenyataan. Rasanya tak ada yang lebih indah selain tersenyum puas saat mimpi berhasil jadi nyata.

Ipeh:

Mama adalah yang terpenting bagi saya. Mama menyayangi saya tanpa batas, memeluk saya ketika saya menangis, menyemangati saya ketika saya terjatuh, menangis ketika melepaskan saya untuk menikah, memegang tangan saya ketika saya berjuang untuk melahirkan, dan selalu mengulurkan tangannya berdoa dan selalu berdoa untuk anak-anaknya. Kebahagiaan saya ketika melihat mama selalu sehat dan tersenyum, bahagia hingga masa tuanya. I love you Mama.

Aini:

Bagi saya, satu yang terpenting adalah persahabatan. Jalan hidup pasti berubah, prioritas bergeser, namun di setiap fase-fase kehidupan yang saya jalani, rasanya peran sahabat tidak mungkin dilupakan juga. Baik itu teman sebangku kala SD sampai SMA, sahabat semasa kuliah tempat curhat saat quarter life crisis menyerang, saudara atau pasangan yang selalu ada di sana for good times and bad times, atau sesama para mama yang jadi tempat curhat segala masalah ibu-ibu. Di setiap fase hidup selalu ada mereka, sahabat yang memberikan dukungan, merangkul kita di saat-saat kelabu, atau sekedar tertawa bersama when nothing else seems to work. Sahabat yang ada disana untuk saling menguatkan dan menghibur. Sahabat, yang tetap percaya kalau masih ada kebaikan-kebaikan dalam diri kita di saat diri sendiri ragu dan tidak mampu melihatnya.

Chika:

Menurut saya yang terpenting dalam hidup adalah cinta. Tidak semua orang bisa mendapatkan kesehatan, tetapi kalau cinta? Semua orang bisa merasakannya. Seperti bayi bisa merasakan cinta dengan sentuhan lembut, saat kita merasakan genggaman lembut dari pasangan di kala mengalami cobaan, dan masih banyak lagi. Hal kecil tapi sarat makna. Makna yang dalam karena cinta itu adalah bahasa jiwa. Dengan mengajarkan cinta dan kasih sayang pada anak-anak, saya berharap mereka tumbuh dengan bahagia karena merasa dicintai dan dapat mencintai diri mereka sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Eka:

Bagi saya, hal terpenting dalam hidup adalah keikhlasan; usaha memurnikan diri secara terus menerus. Hati yang ikhlas memberi ketenangan, tidak terpengaruh oleh kesenangan ataupun kesedihan. Dengan hati yang ikhlas, saya dapat menerima ketidaksempurnaan, tidak ragu, dapat mengontrol emosi sehingga hati menjadi tenteram.

Wiwit:

Bagi saya, kebahagiaan adalah hal yang terpenting. Bukan hanya kebahagiaan saya sendiri, namun juga kebahagiaan anak-anak dan suami. Membuat bahagia anak-anak dan suami tidak selalu dengan uang berlimpah. Meluangkan waktu untuk mereka dan menemani mereka dengan sepenuh hati adalah hal yang tak terbeli. Saya juga berusaha meluangkan waktu untuk diri sendiri guna melakukan hal yang saya sukai adalah cara saya membahagiakan diri sendiri. Saya percaya, pertumbuhan anak-anak yang optimal, kesehatan yang optimal, dan rejeki yang optimal dapat kita raih bila kita dalam keadaan bahagia lahir batin.

Zata:

Yang terpenting dalam hidup saya adalah keluarga. Saya memulai hari saya demi mereka, menjaga kesehatan agar bisa menikmati hidup bersama mereka.

Bagaimana dengan urban mama? Silakan berbagi di sini tentang satu hal terpenting dalam hidup urban mama.

7 Comments

  1. otie
    otie July 7, 2014 at 9:51 am

    sama dg Ninit.. Yang terpenting bagi saya adalah kesehatan. Sehat itu sangat berharga, tak ternilai… Kalo lagi sehat, bisa ngapain aja.. Men san in corpore sano jg.. :)

  2. ZataLigouw
    Zata Ligouw July 7, 2014 at 11:12 am

    baca artikel ini seperti diingatkan kembali bahwa dalam hidup ini ada begitu banyak hal penting dan indah, dari skala kecil sampai besar, yang perlu kita syukuri dan lindungi setiap harinya…

    yuk berbagi mengenai hal yang penting dalam hidup kita..

  3. hananafajar
    hanana fajar July 7, 2014 at 11:18 am

    setuju sama mama2 TUM “Setiap orang punya prioritas masing-masing dalam kehidupannya”
    Jadi ga bisa dibandingin satu sama lainnya termasuk pilihan kita yaa mama2…
    Buat saya kebahagian diri sendiri dan keluarga yang terpenting sama seperti Mama Wiwit dan Mama Zata:)

  4. ninit
    ninit yunita July 8, 2014 at 9:30 am

    setuju banget sama zata!
    baca 1yangterpenting tiap mama2 itu jadi diingatkan lagi kalau banyak hal yang terlihat biasa yang sebenarnya sangat penting.

    ah seneng deh baca threadnya :)

  5. siska.knoch
    Siska Knoch July 8, 2014 at 8:39 pm

    Bacanya sampe berulang-ulang :’)

    yuk urban mama yang lain juga bisa share hal penting dalam keluarganya.

  6. eka
    Eka Wulandari Gobel July 11, 2014 at 11:58 am

    rasanya semuanya penting ya, yuk berbagi mama!

  7. mamadino
    Angie Renata August 11, 2014 at 3:19 pm

    Kalo harus pilih 1 sepertinya susah ya karena setelah dipikir2 kok semuanya penting hehe…
    Aku setujuu sama Zata & Teh Nit, justru karena harus pilih 1 yang paling penting ini jadi serasa diingatkan kalo ternyata selama ini ada 1 hal penting yang jadi motivasi kita. Sekarang tiap pagi jadi suka ingetin diri sendiri supaya fokus sama hal itu.
    Jadi pengen tau juga hal2 penting untuk mama2 yang lain…ikutan share yuk, mama :)

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.