Mengenalkan Si Kecil Pada Kegiatan Bakti Sosial

Ide mengajak si kecil ikut serta dalam kegiatan bakti sosial ini sudah pernah saya diskusikan bersama dengan suami. Saat itu kami mencari waktu yang pas untuk mengajak anak kami, Nadia, berkunjung ke panti asuhan dan sepakat saat ulang tahunnya yang ke-4 di bulan April 2018 mendatang.

Namun beberapa hari kemudian, teman kantor mengajak saya untuk mengadakan bakti sosial ke Yayasan Sahabat Anak Cijantung. Tanpa pikir panjang sayapun langsung merespon OK karena momen ini juga pas untuk sekalian mengajak Nadia kesana.

Sahabat Anak adalah yayasan yang memberikan pendidikan serta memperjuangkan hak anak-anak marjinal dan jalanan di Jakarta agar mereka memiliki harapan akan masa depan mereka. Jadi acara bakti sosialnya adalah "bermain sambil belajar" agar pelajarannya lebih melekat dan tidak terasa membosankan. Materi apa saja yang dibutuhkan dan konsep mengajarnya disiapkan bersama teman-teman sekantor.

Beberapa hari sebelum kegiatan, saya paralel memberitahu Nadia bahwa hari Minggu nanti kita akan ke sebuah tempat bernama Sahabat Anak, untuk bertemu teman-teman baru Nadia dan bermain disana. Ternyata PR juga ya memberitahu anak sekecil Nadia bahwa ada teman-teman yang tidak seberuntung dia. Karena sejujurnya banyak istilah yang dia belum paham, sehingga banyak pula pertanyaan yang timbul dari Nadia seperti 'Apa itu anak jalanan?' 'Mengapa harus main-main sama mereka?' "Kok mereka ga sekolah ?'.

Tapi saya percaya, nanti ketika bertemu langsung Nadia pasti akan mulai paham mengapa saya ajak dia kesana.

Hari H pun tiba. Sebenarnya di Sahabat Anak sudah ada beberapa relawan pengajar, tetapi tim relawan meminta kami untuk mengajar di kelas hari Minggu. Anak-anak yang hadir mulai ramai sampai akhirnya terkumpul sekitar 30 anak. Usia mereka kira-kira 5-12 tahun dan didominasi oleh anak-anak berusia 5-9 tahun. Kami pun mulai mengajar dengan membawa konsep permainan dalam teknik belajarnya. Alasannya sederhana: agar anak-anak dapat menangkap pelajaran dan merasa fun, karena latar belakang keseharian mereka yang anak jalanan pasti akan lebih sulit mendisiplinkannya.

Permainan yang kami berikan adalah :
1. Benar Salah: anak-anak dibagi dalam kelompok dan membentuk barisan kereta api, sementara pengajar akan memberikan instruksi dan mereka wajib menjalankan perintah instruksi tersebut. Permainan ini bertujuan membantu agar anak-anak konsentrasi dan patuh dalam mendengarkan instruksi pengajar, serta mengasah logika juga.
2. Memindahkan bola ke kantung plastik besar dengan sumpit, untuk melatih motorik kasar, kejujuran, kerjasama, serta kekompakan dalam tim. Ketika bola selesai dikumpulkan, tiap anggota akan menghitung bersama-sama total bola yang sudah mereka kumpulkan.
3. Menyusun puzzle. Permainan ini agak unik karena anak-anak tidak hanya sekedar berlomba mengumpulkan potongan puzzle dan menyusunnya menjadi sebuah gambar utuh, tetapi 'perjuangan' mereka untuk mendapatkan puzzlenya. Mereka harus meminta dengan sopan kepada kakak-kakak relawan agar diberikan potongan puzzlesnya. Yang ingin diajarkan lewat permainan ini adalah agar anak-anak belajar good manner lewat hal sederhana. Praktiknya memang masih ada saja yang meminta dengan kalimat yang kurang sopan, namun para kakak relawan selalu mengingatkan kembali mereka caranya agar mereka belajar terbiasa. Setelah selesai menyusun puzzle, puzzle yang sudah dikumpulkan harus disusun dan dibacakan bersama-sama.
4. Cepat Tepat. Permainan ini adalah permainan kecepatan dalam menjawab. Pertanyaannya juga kami sesuaikan dengan kemampuan mereka seperti matematika, pengetahuan umum. Hasilnya? Wah, mereka antusias sekali menjawab pertanyaan-pertanyaannya!
5. Joget balon. Balon ditempelkan di antara dua peserta dan mereka harus berjoget sepanjang lagu diputar, sambil mempertahankan bolanya agar tidak jatuh. Tujuannya untuk melatih kerjasama dan komunikasi.

Selama permainan berlangsung, pelan-pelan saya ajak Nadia bergabung dengan anak-anak lainnya. Awalnya Nadia enggan bergabung, mungkin karena terasa asing dan dia termasuk yang palig kecil. Kamipun tidak memaksakan, karena saya pikir Nadia perlu waktu untuk beradaptasi. Pelan-pelan, Nadia ikut bergabung juga bermain dengan teman-teman barunya.

Mengajak anak ikut dalam kegiatan bakti sosial dapat mengajarkan banyak hal positif kepada anak, seperti sosialisasi dengan orang lain terutama teman-teman yang sebaya dengannya tanpa melihat latar belakang, belajar berempati dengan orang lain karena tidak semua anak bisa seberuntung dia, serta belajar berbagi dengan orang lain. Mungkin di usianya yang belum genap 4 tahun, Nadia masih belum paham betul. Tetapi hal sekecil apapun yang kami ajarkan, semoga akan diingat oleh Nadia. Lewat bakti sosial ini, saya sebagai orangtua juga jadi diingatkan untuk belajar banyak bersyukur dalam segala hal.

Sukacita rasanya dapat mengajar di Sahabat Anak Cijantung, semoga kami diberikan kesempatan lagi untuk memberikan hal-hal positif yang berguna bagi orang banyak dan keluarga sendiri.

 

Related Tags :

6 Comments

  1. avatar
    dieta hadi January 15, 2018 12:59 pm

    Maknad keceee deh ide nya, setuju banget anak dari kecil memang alangkah baiknya diajak untuk kegiatan sosial seperti ini, supaya mereka bisa melihat dunia luar sesungguhnya hihi. Keceeee mak!

    1. avatar
      Friska Dina Sitorus January 15, 2018 7:51 pm

      setuju makjib, kita sebagai ortu perlu konsisten juga melakukannnya. Waktu baksos aku coba biarkan Nadia berinteraksi dengan anak-anak, memang agak lama tetapi akhirnya dia membaur dan enjoy sampai dicolekin temen2nya disana...seru :)

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  2. avatar
    Imelda Sutarno January 15, 2018 12:30 pm

    inspiratif banget mama friska. Patut dicontoh ni sama semua ortu. Dan betul yang terpenting dari kegiatan ini adalah menumbuhkan empati si kecil terhadap orang lain terutama yang hidupnya tidak seberuntung dia.
    TFS ya mama Friska

    1. avatar
      Friska Dina Sitorus January 15, 2018 7:48 pm

      iya mama imelda, banyak banget aktivitas positif yang bisa kita ajarkan ke anak-anak. semoga bisa menginsipirasi mama dan anak-anak ya :)
      saya juga mau konsisten melakukan ini :)

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  3. avatar
    ninit yunita January 14, 2018 6:49 am

    wah ini kegiatan yang sangat positif apalagi dikenalkan pada anak-anak. keren banget idenya, friska! anak-anak akan semakin peka dan meningkatkan empati. nadia kereeen udah ikut bakti sosial sama mama :)

    1. avatar
      Friska Dina Sitorus January 14, 2018 7:07 am

      Betul teh...point pentingnya mmg menumbuhkan empati ke anak. Kita sbg ortu jg diajak konsisten untuk melakukan ini...bermafaat banget :)

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.