Ajari si Kecil Bahasa Kedua Sejak Dini

Waktu terbaik untuk mengajarkan anak anda Bahasa kedua adalah dalam waktu yang sama ia hampir selesai belajar bahasa pertama. Masih ingat tayangan di Hitam Putih tentang seorang anak berumur 10 tahun yang menguasai 23 bahasa. Apa rahasianya?

Mari bergabung dengan gerakan anak bilingual

“Anak anak semenjak balita sedang dalam pengembangan skill Bahasa yang menakjubkan, dan mereka secara cepat menangkap apapun yang mereka dengar,” kata Erika Levy, Ph.D., asisten professor di Columbia University jurusan Speech and Language Pathology di New York City. “Mereka dapat belajar untuk mengerti kata-kata baru dalam dua bahasa berbeda dengan kecepatan yang luar biasa. “Dan anda tidak perlu untuk memasukkan mereka ke kelas bahasa tertentu untuk dapat mendengar mereka mengulang beberapa kata dan lagu dalam bahasa baru. Perhatikan saja saat mereka menonton acara televisi yang memakai bahasa asing melalui TV kabel di rumah.

Mengapa banyak keluarga mencoba mengajari mereka hal ini? “Dalam meningkatnya dunia global seperti sekarang ini, orang tua paham bahwa anak-anak mereka akan mendapatkan keuntungan dengan memiliki kemampuan bahasa lebih dari satu saja,” kata Nancy Rhodes, ketua jurusan dari Pendidikan Bahasa Asing di Linguistik Terapan, Washington, D.C. kepada Aceh Foundation. “Ada tekanan untuk mengajari anak SD sekarang ini untuk diajarkan bahasa tambahan.” Memberikan kesempatan si kecil untuk belajar budaya luar. Penelitian menunjukkan bahwa dwibahasa cenderung membuat seseorang lebih kreatif dalam berpikir dibandingkan mereka dengan satu bahasa saja, dan kemampuan otak mereka menjadi lebih tajam seiring umur yang bertambah.

Bagaimana mengajarkan si kecil belajar?

Mulai dari sekarang. Balita berumur 2 sampai 3 tahun tidak hanya menambah kosa kata mereka, tetapi mereka mulai mampu menemukan tata bahasa yang baik dari yang mereka dengarkan sejak lahir. Semakin cepat urban mama mengajarkan bahasa kedua bagi mereka, semakin mudah bagi anak anda untuk menangkap beberapa pengucapan kata yang unik. Kemampuan untuk mendengarkan pengucapan bahasa yang berbeda sedang berada di masa puncaknya di usia tiga tahun dan kita akan kehilangan kemampuan untuk mendengar dan berbicara beberapa suara unik jika kita tidak pernah bersentuhan sama sekali sejak kecil. Jadi dengan mendengar dari media televisi, dapat berupa musik atau belajar beberapa kata di Bahasa kedua akan memberikan si kecil kemudahan dalam mempelajari suara-suara unik dan membantu mereka di kemudian hari menurut Francois Thibaut, Direktur dari Kelas Bahasa bagi Anak, di New York City.

Buat sebuah lingkungan belajar yang mendukung. Cara terbaik bagi seorang anak untuk belajar mengerti bahasa baru adalah dengan mendengar secara langsung orang yang berbicara bahasa kedua sebagai bahasa ibunya (native speaker). Jika ia sudah mulai masuk ke percakapan, ia akan dapat menangkap suara dan aksen natural pembicara. Pilih sebuah bahasa yang biasa ada di lingkungan rumah, atau sebuah acara televisi yang tayang reguler, atau ada kelas khusus atau playgroup. “Jika memiliki seorang babysitter yang menguasai dua bahasa, dukung ia untuk menggunakan kedua bahasa tersebut kepada anak anda,” kata Rhodes. Anak berumur 2 sampai 3 tahun sangat tertarik pada mimik apa yang ia dengar dan segera mereka akan mengerti arti dari beberapa frasa pendek dan kata-kata tertentu.

Jangan berekspektasi berlebihan. Tentu saja, seorang anak tidak akan belajar untuk berbicara Bahasa asing dengan lancar hanya dari mendengar kata-kata, menonton video, atau bernyanyi lagu. Namun tereksposnya mereka pada sebuah bahasa baru akan membantu mereka mengerti frasa-frasa tertentu saat mereka mendengarnya. Jadi walaupun kita tidak berbicara bahasa Prancis dengan si kecil dalam waktu dekat, jika kita mengatakan “bonne nuit” setiap malam di waktu tidur, ia akan mengerti sendiri dengan apa yang kita maksud.

4 Comments

  1. avatar
    Noviani Lestari August 13, 2018 10:06 pm

    anak saya jalan 11 bulan,dari bayi kadang2 saya bicara padanya dlm bahasa inggris.unt anak umur segini,baikkah?soalnya beberapa orang mengatakan takut bingung bahasa jadi lebih lambat bicaranya

    1. avatar
      Azlan Shah August 13, 2018 10:33 pm

      Hai k Novi.. Ada dua istilah penting tentang pemerolehan bahasa oleh anak. Yang pertama bahasa ibu dan yang kedua bahasa pertama. Ada perbedaan mendasar. Bahasa pertama adalah bahasa yang dikuasai anak sejak lahir. Sedangkan bahasa ibu adalah bahasa ibunya si anak. Misalnya seorang ibu menguasai bahasa Indonesia sejak lahir namun hanya berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dengan anak, akan membuat bahasa inggris sebagai bahasa pertama si anak.

      Kembali lagi, salah satu faktor terpenting dalam mempelajari bahasa menurut Abdul Chaer dalam bukunya Psikolingustik: Kajian Teoritik, adalah faktor bahasa pertama. Dengan mengerti sebuah tata bahasa, akan lebih mudah untuk belajar bahasa baru.

      Karena itu k novi, waktu belajar bahasa kedua yang paling ideal adalah sewaktu ia hampir selesai belajar bahasa pertama :). Benar kaya k Cindy ujarkan alangkah baiknya kita hanya ajarkan sepatah dua patah kata saja bahasa lain, dan tetap utamanya di bahasa ibu dulu. Semoga bermanfaat :)

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  2. avatar
    Atika dian Pitaloka August 9, 2018 9:20 am

    Nice info ma.. saya belajar dari kakak saya yg juga menerapkan 2 bahasa ke anaknya. Alhasil sekarang usia 2 tahun bisa mengeja A to Z pake bahasa inggris. Takjub.

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    Cindy Vania August 7, 2018 6:58 am

    Perlahan-lahan tapi pasti yaa..

    Aku termasuk yang awalnya ngajarin 2 bahasa. Tapi akhirnya tetap di Bahasa Indonesia dulu, setelah itu Bahasa Jawa nya, baru tambahin Bahasa Inggris dan sepatah dua patah kata Bahasa lain dari kartun-kartun.

    Yang penting orang tua juga menguasai bahasa yang sedang diajarkan ke anak, akan lebih enak yaa..

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.