Ancol: Ujung Utara yang Berbenah

Imelda Sutarno A working mom with two gorgeous krucils. Suddenly love the outdoor recreations as an impact of married with her scuba diver husband, Bambang. Take the kids from beach to the hill, from forest to the waterfall, will always give her (and her husband) joy and enthusiastic. Cooking isn’t her middle name but always trying to give her family the best food that she can. Now she lives in Jakarta.

Pantai Ancol.

Apa yang terlintas kalau mendengar tempat tersebut? Pasti tidak jauh-jauh dari ramai, agak kotor, dan kurang nyaman untuk rekreasi.

Kenyataannya memang seperti itu. Image Pantai Ancol kurang bagus sebagai tujuan rekreasi warga, mengingat pantainya memang agak kotor. Ditambah dengan air lautnya yang juga jauh dari bersih. Saya bahkan tidak pernah mengizinkan anak-anak mandi dan berenang di pantai Ancol. Pikiran sudah macam-macam duluan: pulang dari sini pasti gatal-gatal.

Namun beberapa bulan terakhir ini memang wilayah Ancol, khususnya pantainya, tengah berbenah diri. Waktu libur tahun baru 2016, kami sempat main ke Ancol dan melihat ada kapal tongkang yang membawa muatan pasir putih. Wah pasir ini pasti untuk pantai, tetapi itu baru pikiran saya dan suami saja. Saat libur hari raya Nyepi tanggal 9 Maret lalu, kami iseng sore-sore main ke Pantai Ancol.

Apa yang kami saksikan sungguh melegakan mata. Hamparan pasir putih nan bersih menghiasi pantainya. Terlihat lebih rapi. Ditambah ada pos lifeguard di beberapa titik. Memang airnya masih seperti yang dulu, tetapi pasir putihnya benar-benar membuat wisatawan nyaman berkunjung ke tempat ini. Rupanya benar, kapal tongkang yang waktu itu kami lihat memang memuat pasir untuk kebutuhan pembenahan ini. Saya baca dari artikel di internet, pasir ini dikumpulkan dengan cara menyedot dari dasar laut dan ditampung di kapal tongkang, sebelum akhirnya ditebar di pantai.

Pasir pantai yang asli yang tidak seberapa bersih, sudah ditutupi pasir putih. Walaupun di sana-sini masih saja ada sampah yang ditinggalkan pengunjung.

Anak-anak kami pun tampak senang bermain di sana. Namun tetap saja saya melarang mereka masuk ke air laut yang warnanya hitam kecokelatan itu. Jadi benar-benar hanya bermain di pasirnya saja. Ini beberapa kegembiraan kami di sana yang berhasil dirangkum bapaknya anak-anak:






Waktu sudah semakin mendekati malam, kami pun harus pulang. Alun berpesan kalau hari libur dia mau ke sini lagi dan lagi. Iya sih, ternyata Ancol sekarang asyik juga. Murah meriah. Cuma bermodalkan tiket masuk area Ancol sudah bisa bermain sepuasnya di pantai, tidak perlu bayar masuk main lagi di wahana.

Semoga ke depannya Ancol tidak hanya membenahi kondisi pantai, tetapi juga memperbaiki sarana dan prasarana lainnya. Agar warga makin betah berlama-lama di ruang terbuka di Ancol, menikmati waktu bersama keluarga.

5 Comments

  1. avatar
    Cindy Vania April 1, 2016 10:48 am

    Wah Ancol jadi bersih ya pantainya,keren nih.
    Aku mau dong mba Imelda kapan-kapan diajak main kesana. Belom pernah ke pantainya nih :D

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Imelda Sutarno March 29, 2016 3:50 pm

    mba Gabriella: nah sama kan perasaannya waktu dulu-dulu ke Ancol. Berasa kotor gimanaaa gitu. Wah sekarang udah putih mbak, kemarin aja anakku pada guling-gulingan di situ karena ngeliat pasir bersih :)

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    Gabriella F March 29, 2016 11:28 am

    Wah, jadi pengen ke pantai Ancol! Terakhir ke Ancol anakku nginjek pasirnya aja gak mau karena kotor katanya...

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    Imelda Sutarno March 28, 2016 1:16 pm

    wah senangnya dimuat lagi:) Iya mbak ninit...jadi makin betah rekreasi di Ancol nih. Apalagi sekarang-sekarang mumpung pasir putihnya masih baru, hehe :)

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    ninit yunita March 27, 2016 6:14 am

    wah senang ya mel... tambah lama ancol tambah membaik :) jadi tempat rekreasi yang menyenangkan terutama buat anak-anak.

    1. avatar

      As .