Asyiknya Field Trip ke Ciseeng

Imelda Sutarno A working mom with two gorgeous krucils. Suddenly love the outdoor recreations as an impact of married with her scuba diver husband, Bambang. Take the kids from beach to the hill, from forest to the waterfall, will always give her (and her husband) joy and enthusiastic. Cooking isn’t her middle name but always trying to give her family the best food that she can. Now she lives in Jakarta.

Bulan Oktober lalu, sekolah Lintang mengadakan field trip ke sebuah kawasan ekowisata di daerah Bogor yang bernama Pelita Desa Ciseeng. Pada field trip kali ini, sekolah mewajibkan orangtua ikut, karena sudah disediakan paket acara dan games yang melibatkan ibu atau bapak dan anaknya. Saya pun akhirnya cuti satu hari untuk menemani Lintang.

Pelita Desa Ciseeng terletak di Jl. H. Miing, RT. 01 / RW. 03, Putat Nutug, Ciseeng, Bogor, Jawa Barat 16117. Kurang lebih dua jam perjalanan dari Jakarta, lewat Jalan Tol Jagorawi. Pelita Desa Ciseeng sendiri memiliki 4 area wisata. Ada area yang diperuntukkan khusus untuk siswa usia TK sampai SD kelas 1. Ada area yang diperuntukkan bagi siswa SD kelas 5-6, dan ada pula kawasan yang dibuka untuk wisatawan umum non rombongan dan tidak terbatas pada usia. Sekilas, aktivitas yang ditawarkan di sini mirip dengan tempat wisata seperti Kuntum Farmfield, Ecopark Ancol dan D’Farm Mekarsari, yakni seputar outbound, beternak dan bercocok tanam.

Rombongan sekolah Lintang tiba di lokasi pukul 08.00 WIB. Disambut dengan welcome drink and camilan berupa segelas teh manis dan jagung rebus. Kami semua sudah diberi pengarahan bahwa selama berlangsungnya aktivitas di dalam Ciseeng, hanya menggunakan kaos kaki yang diharapkan sekali pakai buang saja. Sepatu, tas, dan barang-barang lainnya dititipkan di aula yang dijaga oleh koordinator dari pihak sekolah. Mengapa kaos kaki sekali buang? Karena hampir 100% aktivitas yang dijalani akan berhubungan dengan basah dan lumpur.

Di area seluas 3 hektar, rombongan kami didampingi oleh beberapa kakak pembimbing. Untuk kakak pembimbing wanita, semua menggunakan rok dan jilbab panjang. Kami dibagi menjadi beberapa tim, dan langsung diajak memainkan aneka games orangtua dan anak mulai dari tarik tambang, mengisi air ke pipa, lomba bakiak, sampai yang paling basah-basahan yaitu lomba mendorong rakit. Jadi anak-anak diminta menggunakan pelampung dan naik ke rakit, kemudian orang tua mendorong rakit tim sampai ke garis finish. Danau yang digunakan untuk lomba rakit memang luas, namun danau buatan ini dalamnya hanya 60 cm atau kira-kira setinggi paha orang dewasa.



Setelah ngos-ngosan mendorong rakit di danau, orangtua dan anak diajak menikmati permainan flying fox melintasi danau tersebut. Saya dan Lintang seumur-umur baru kali ini bermain flying fox. Ternyata sangat menyenangkan, bahkan nagih! Alhamdulilah, Lintang pun berani mencoba permainan flying fox, padahal untuk ukuran anak kecil, posisi flying fox-nya lumayan tinggi dari atas permukaan air danau.



Sekitar pukul 10.00 WIB, rombongan mendapatkan sajian camilan berupa semangkok mie bakso. Melahapnya lumayan mengenyangkan setelah wara-wiri menghabiskan energi bermain bersama anak.

Untuk aktivitas selanjutnya, kakak pembimbing membawa anak-anak untuk membajak sawah, menanam padi, menumbuk beras, menampi beras, memerah susu sapi dan mencoba susu sapi yang sudah diolah.

Hari semakin siang, area field trip pun semakin ramai oleh rombongan sekolah lain yang juga melakukan field trip, maka kegiatan-kegiatan field trip dilakukan bergantian dengan rombongan lain. Menurut info dari salah satu kakak pembimbing, daya tampung per hari di Pelita Desa Ciseeng ini dapat mencapai 1.500 orang dari beragam sekolah, terutama TK.

Karena harus bergantian dengan sekolah lain, maka aneka kegiatan tersebut dijalankan seadanya. Sebagai contoh menanam padi. Selesai anak-anak mendengarkan brief dari kakak pembimbing, mereka diberikan satu tangkai bibit padi, yang langsung ditancapkan ke sawah. Namanya pun anak-anak, mungkin ada yang tidak masuk tepat di lubang, ada pula yang menanamnya miring dan lain sebagainya, namun dipukul rata saja. Dianggap semua sudah selesai, dan langsung bergantian dengan sekolah lain. Hanya beberapa detik saja.

Lalu, anak-anak diajak untuk meniti aneka jembatan gantung. Ada yang terbuat dari papan ada pula yang tali. Semuanya aman untuk anak. Karena walau bagian bawah jembatan adalah kolam air, namun dalamnya hanya sebetis anak-anak saja.



Sebagai penutup, anak-anak diperbolehkan masuk ke dalam kolam ikan yang dangkal. Sebetulnya anak-anak diharapkan untuk menangkap ikan dalam kolam tersebut, namun mereka malah menjadikan kolam tersebut sebagai kolam renang. Asyik sekali anak-anak berenang sembari menjerit kegirangan.



Dengan kondisi orangtua dan anak yang basah kuyup penuh lumpur, sudah selayaknya kami mandi membilas seluruh tubuh. Namun apa daya, keterbatasan jumlah kamar mandi dan banyaknya pengunjung dari berbagai sekolah membuat kami harus antre lama hanya untuk membersihkan diri. Lokasi kamar mandi terpencar-pencar di area field trip yang luas tersebut, dan di masing-masing spot hanya tersedia sekitar 4 kamar mandi saja. Tidak sebanding dengan jumlah ratusan pengunjung yang akan membersihkan diri di saat yang hampir bersamaan. Memang tersedia banyak keran wudhu outdoor, namun karena banyak orangtua yang sudah terlalu lama antre, pada akhirnya membiarkan anak-anaknya mandi di keran. Agak miris melihatnya, mengingat anak-anak ini walau masih kecil namun sebaiknya mandi di tempat tertutup yang layak. Karena antrean kamar mandinya lama, saya pun pada akhirnya tidak mandi, hanya mencuci kaki mulai dari lutut sampai telapak untuk menghilangkan sisa lumpur saja.

Selesai membersihkan diri, kami makan, sholat dzuhur, lalu bersiap-siap pulang. Ketika pulang, setiap anak mendapatkan oleh-oleh berupa seekor ikan hias gratis dari pihak Ciseeng.

Walau banyak kekurangan di sana-sini, namun field trip kali ini sungguh menyenangkan. Kalau tidak ikut ke Ciseeng, mungkin saya belum merasakan asyiknya bermain flying fox! Semoga ke depannya pihak pengelola lebih memperbanyak kamar mandi tertutup, karena sarana tersebut adalah yang paling vital setelah pengunjung seharian asyik bermain basah-basahan. Yuk, kita main ke Ciseeng!

Related Tags : ,

5 Comments

  1. avatar
    Cindy Vania December 7, 2018 8:41 pm

    Whoaaa seru banget nyemplung danau rame2 gitu mba Imelda. Kebayang deh happy nya anak2 :)

    Udah aktivitasnya banyak dan menarik, pulang2 dapat ikan gratis pula ;)

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    musdalifa anas December 5, 2018 2:08 pm

    Sering banget dengar ciseeng ini tapi belum pernah berkunjung kesana, padahal sesama di Bogor. Seru ya banyak kegiatannya. Tfs mama Imelda

    1. avatar
      Imelda Sutarno December 5, 2018 5:08 pm

      Ayo mama ipeh, diagendakan ke sana. Seru loh :)

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  3. avatar
    Nala Gautama December 5, 2018 6:34 am

    wah seru sekali ini field tripnya! jadi inspirasi juga. aku sampaikan ah ke komite sekolah. thanks mbaaa untuk referensinya.

    1. avatar
      Imelda Sutarno December 5, 2018 11:31 am

      halo mama Nala. Iya seru banget ma. Semoga segera ke sini bersama rombongan sekolah ya :)

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.