Bekal Buah Sejak Dini

Pernah menebak isi kotak bekal anak sekarang? Bagi para mama yang mempunyai anak usia prasekolah atau SD mungkin mudah menjawabnya. Anak saya belum sekolah tetapi karena saya guru TK, dari pengamatan saya rata-rata isinya adalah makanan kemasan seperti biskuit, wafer, sereal, serta stick cokelat. Anak-anak yang mudah lapar biasanya dibawakan roti tawar isi selai atau keju, sosis, atau nugget. Sementara yang memang makannya banyak dibawakan nasi atau mie goreng, atau nasi lengkap dengan lauk dan sayur.

Tahun ajaran baru ini, murid-murid saya juga baru. Saat melihat kotak bekal mereka, ada dua diantaranya yang membuat saya tersadar. Mereka ini selalu membawa buah. Bekal yang pertama murni membawa buah potong, terkadang diselingi agar-agar bahkan pernah juga membawa mentimun potong! Hebatnya, murid yang membawa bekal buah potong tersebut memakannya seperti anak sekarang menikmati coklat. Bekal yang kedua sedikit bervariasi. Mungkin sang ibu tahu anaknya masih tahap perkenalan terhadap buah, sehingga menunya berupa potongan kurma dicampur almond, atau buah pir dicampur yogurt dan biskuit mini, lalu salak potong dicampur corn flakes. Kreatif sekali!

[caption id="attachment_109474" align="aligncenter" width="400" caption="(gambar: www.freedigitalphotos.net)"][/caption]

Melihat mereka mencintai buah sejak awal membuat saya kembali bersemangat untuk memulai (lagi) resolusi hidup sehat. Kebetulan momen setelah lebaran yang penuh dengan makanan manis berlemak bisa dijadikan sarana detoks untuk tubuh. Saya yang dulu kerap membawakan anak saya roti atau kue untuk snack di daycare, kini beralih ke buah-buahan. Sesekali saya selingi roti tawar isi keju agar kenyang. Alhamdulillah, anak saya tidak menolak. Pola pikir 'buah itu mahal' harus dihilangkan, karena sering kali merasa sayang membayar  Rp.25.000,- untuk beberapa ons anggur sementara sekali membeli kudapan di minimarket saja ikhlas membayar lebih dari Rp.25.000,-.

Salut untuk para mama yang konsisten mengajarkan gaya hidup sehat kepada anaknya. Sebagai ibu bekerja, saya memang kesulitan mengatur waktu untuk memasak sendiri. Memperbanyak konsumsi dan porsi buah merupakan salah satu solusi menjaga asupan gizi dalam keluarga, khususnya jika makanan yang biasa kita beli kurang memenuhi nutrisi seimbang. Banyak teman kerja yang sedang merevolusi pola makan mereka dengan lebih sering meminum infused water di tumbler dan buah potong menjadi menu baru di kantin. Karena banyak teman seperjuangan inilah saya merasa makin bersemangat makan buah.

Lalu, bagaimana dengan anak saya? Alhamdulillah sampai saat ini tidak anti terhadap buah tertentu. Meskipun sudah kenal snack bercokelat atau yang manis-manis (sejauh ini saya masih tidak mengenalkannya pada snack ber-MSG), ia masih mau makan buah. Si kecil ini tidak pernah kuat menghabiskan lebih dari sepotong wafer, tetapi kalau pisang bisa habis satu buah utuh, yay!

Minggu lalu saat saya ajak ke rumah seorang kerabat, anak saya menjatuhkan pilihan pertama pada buah jeruk, padahal di kulkas sang tuan rumah ada berbagai jenis minuman kotak dan snack bar. Senang sekali rasanya.

[caption id="attachment_109475" align="aligncenter" width="400" caption="(gambar: www.freedigitalphotos.net)"][/caption]

Intinya, sebaiknya sedari awal memulai gaya hidup sehat. Tantangannya adalah konsistensi. Buat saya yang masih suka makan camilan tidak sehat semacam gorengan atau biskuit, frekuensinya mulai saya kurangi dan sebisa mungkin saya konsumsi di tempat kerja agar tidak terlihat oleh anak saya. Di rumah, saya usahakan yang disajikan adalah makanan sehat yang layak dikonsumsi anak. Semoga kita bisa menjadi contoh untuk anak-anak kita ya, urban mama!

Related Tags : ,,

15 Comments

  1. avatar
    Kirana Renjana September 9, 2019 8:55 pm

    Sejak anak masih kecil, sudah kubiasakan makan buah apa aja biar nggak pilih2. Sambil konsul juga ke ahli gizi, biasanya dikasih menu spesial juga biar anak suka makan.

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Devi Zulkarnain December 23, 2015 2:21 pm

    artikel penutup tahun yang jelb banget :) Thanks mama dhisti. Benar memang, kalo ada temen seperjuangan tuh bikin semangat kendur jadi menguat kembali ya!

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    adhisti rahadi August 30, 2015 1:49 am

    @momazinglife: seneng banget ya mbak kalo anaknya suka buah tanpa harus kita minta/paksa..iya bener memang harus dari awal ya mbak..
    @aires: yang sering saya lihat dipisah mbak, jadi yogurtnya ditaruh cup kecil. pernah juga dicampur tapi memang kelihatan lebih berair gitu dan tidak dihabiskan si anak :p
    @mia: salut sama mbak Mia..! boleh tuh mbak idenya, ntar saya mau cobain ah, hehe..
    @otie: hahaha, emang kalo ga sepaham jadi bingung ya..bisa dikomunikasikan tuh ke gurunya mbak..
    @ninit: iya teh sama-sama, emang tantangannya konsistensi, apalagi kita sebagai ibu juga pola makannya masih belum sempurna..
    @imelda: sama-sama mbak, saya juga tadinya gitu..apa gara-gara banyak liat iklan ya haha
    @siska: semangat mbak siska, mungkin harus di mix or pake trik dikit :) semoga berhasil..
    @musdalifa: alhamdulillah kalau sekolah juga peduli bekal anak, semoga Lana liat buah berbeda yang dibawa temannya trus mau nyoba selain yang 3 itu yaa
    @bunda_rizma: sama-sama mbak :)
    @gabriella: bener mbak ella, memang cuaca gini paling enak kalo makan buah :D
    @cindy: makasih mbak..senengnya kalo anak-anak juga suka buah ya
    @bunda wiwit: iya bun, kadang suka ga kepikiran ya..bisa nih buat alternatif bekal Kira&Kara :)

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    momazinglife August 29, 2015 6:17 am

    Hai.. Kebetulan anak saya pencinta buah sejak kecil, sekarang sudah mulai sekolah, bekal yg paling aman (maksudnya pasti akan habis dimakan) utk dibawakan ke sekolah itu buah potong, persis seperti ceritamba Adhisti, dia memakannya seperti anak2 lain makan coklat atau snack2 lain. Padahal saya malah yg suka heboh bikinin pasta, dorayaki, kue2.. Tp yg lain ga pernah habis dimakan, sedangkan buah potong, dijamin ga akan bersisa.. Kadang2 salut sama sifat "tidak takut mencoba" yg ada di anak saya ini soal buah.. Tiap buah baru yg dikenalkan ke dia, hampir tidak pernah ada yg ditolak.. Agak beda dengan adiknya, tapi alhamdulillah sih si adik jg mulai gemar aneka buah... Kebiasaan seperti ini ga datang instan memang, tapi dibangun sejak awal belajar makan... Thx mba, tulisan yg menyenangkan utk dibaca..

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    aires August 27, 2015 4:52 pm

    mau nanya nih.. klo bawa buah begitu sudah dalam keadaan siap makan terpotong2 atau sudah dicampur yoghurt apa bisa bertahan lama ya? disiapkan dr jam 5-an trus dimakan sekitar jam 9? hehe anak TK nih, harus putar otak utk variasi bekal =)

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.