Growth Chart

Fatimah Berliana Monika Konselor Laktasi & La Leche League (LLL) Leader of Rochester South NY, US. Lulusan S1 Fakultas Teknik Sipil&Perencanaan ITB & S2 Magister Manajemen Universitas Indonesia.

Seringkah para Mama mendengar kalimat/pertanyaan ini:


    "Bayiku bulan ini naik 400 gr, bagus/tidak ya?"
    "Bayiku kok tidak semontok bayi Mama itu sih"
    "Kenapa ya Dokter dan bidan tidak pernah mengisi KMS bayiku?"

    Sudahkah para Mama sadar bahwa Mama dan Papalah dokter anak yang pertama dan utama bagi anak-anaknya? Memiliki anak mengandung tanggung jawab yang besar, termasuk mengupayakan yang terbaik agar anak-anak kita sehat. Sehat bukan hanya berarti tidak sakit, tetapi juga Tumbuh dan Berkembang (sering disingkat TUMBANG) dengan baik. Pemikiran yang tidak tepat adalah menyerahkan seluruhnya urusan kesehatan anak kepada para tenaga kesehatan (dokter, bidan, perawat, dll) termasuk dalam hal ini adalah memahami cara mengisi dan membaca kurva pertumbuhan/growth chart anak sejak lahir.

    Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh. Ada beberapa hal/parameter untuk mengukur pertumbuhan seorang anak sejak lahir. Penilaian minimal dilakukan dengan mengukur berat badan, panjang/tinggi badan serta lingkar kepala secara berkala. Kadang untuk evaluasi/analisa dalam waktu yang singkat untuk bayi hanya 1 hal saja yang diambil yaitu bagaimana pertumbuhannya berat badannya, karena untuk bayi-bayi kecil pertumbuhan berat badan sangat penting.


    Contoh KMS/Kartu Menuju Sehat DepKes RI

    Kurva pertumbuhan/growth chart adalah salah satu alat untuk menilai/mengevaluasi apakah pertumbuhan anak sudah baik/tidak, dikombinasikan dengan status kesehatan anak kita sejak lahir dan asupan yang diterimanya sejak lahir. Jadi ketika jadwal kunjungan ke dokter/bidan, baik untuk imunisasi maupun kontrol rutin, bayi/anak kita perlu ditimbang berat badannya, diukur panjang/tinggi badan serta lingkar kepalanya.

    Untuk penimbangan berat badan, beberapa hal ini yang perlu diperhatikan :


    1. Gunakanlah timbangan yang sama dalam setiap kali penimbangan.
    2. Pastikan timbangan yang digunakan terkalibrasi dengan baik.
    3. Pastikan popok bayi bersih (karena popok yang penuh akan menambah secara signifikan berat badan , terutama untuk bayi kecil).
    4. Bayi mengenakan baju yang tipis/telanjang bila memungkinkan, selama penimbangan
    Sementara untuk pengukuran panjang/tinggi badan, pastikan badan bayi lurus terutama kaki, saat diukur dalam posisi tidur , serta bayi telanjang kaki/ tidak memakai sepatu dll.

Setelah data-data dikumpulkan, maka dapat dimasukkan (di plot kan) ke dalam kurva pertumbuhan. Kurva pertumbuhan/Growth Chart ada beberapa macam, pada tulisan kali ini saya akan membahas kurva pertumbuhan WHO. Kurva pertumbuhan anak laki-laki dan perempuan juga berbeda, jadi pastikan memasukkan data pada kurva yang sesuai dengan jenis kelamin anak. Ada kurva pertumbuhan yang menyatukan Berat badan dan Tinggi badan dalam 1 halaman, dan ada yang terpisah. Silahkan memilih dan menggunakannya sesuai kebutuhan. Kadang untuk analisa berat badan saja (untuk bayi-bayi kecil) lebih mudah mem-plot dan membaca interprestasi di kurva pertumbuhan berat badan saja seperti contoh di bawah ini.


Contoh Kurva Pertumbuhan WHO - Berat Badan Anak Perempuan – sistem Persentil


Contoh Kurva Pertumbuhan WHO - Berat Badan & Tinggi Badan Anak Laki-Laki


Contoh Kurva Pertumbuhan WHO - Berat Badan/Tinggi Badan Anak Perempuan – sistem Z-Score


Nah apa manfaatnya & bagaimana mengartikan/menginterprestasikan kurva pertumbuhan?


    1. Arti dari angka Persentil. Misal kurva bayi/anak ada di persentil 20th untuk kurva berat badan. Artinya, 80% anak yang berusia dan berjenis kelamin sama di populasi tersebut, berat badannya lebih besar dari bayi tersebut atau 20 % anak yang berusia dan berjenis kelamin sama, berat badannya lebih rendah dari bayi tsb.

    Sementara untuk sistem Z-Score berikut ini ringkasan artinya:

    2. Bandingkan persentil saat pengukuran terakhir dengan titik sebelumnya apakah terjadi kenaikan/penurunan yang signifikan. Bila terjadi penurunan segera evaluasi penyebabnya apakah bayi/anak sakit, kurang asupan ASI/MPASI/ ada hal lain.

Selanjutnya saya akan memaparkan salah satu contoh kurva pertumbuhan yang menyatakan bayi tersebut Gagal Tumbuh/Failure To Thrive (FTT).


Contoh Kurva Pertumbuhan Bayi yang Gagal Tumbuh / Failure To Thrive (FTT)

Dapat dilihat di atas bahwa persentil bayi yang pertama (BBL/Berat Badan Lahir) dan kedua (saat bayi berusia 2 bulan) adalah mendekati 90th. Kemudian turun secara drastis di titik keempat/saat usia bayi 4 bulan (sekitar persentil 40th) dan titik terakhir saat usia bayi 6 bulan berada di persentil 10th. Jelas ada masalah serius yang seharusnya segera ditangani saat usia 4 bulan, dimana kurva pertumbuhannya menyatakan penurunan drastis. Idealnya, bayi tumbuh di garis pertumbuhan persentil yang sama.
Banyak penyebab potensial yang menyebabkan bayi mengalami Slow growth hingga Gagal tumbuh/Failure To Thrive ini. Harus dievaluasi apakah penyebabnya bayi tidak mendapatkan asupan yang cukup karena beberapa hal seperti posisi & pelekatan yang tepat sehingga bayi tidak mendapatkan ASI dari payudara dengan optimal. Bisa juga Ibu membatasi pemberian ASI baik melalui menyusu langsung/pemberian ASI perah. Dicari juga apakah bayi menderita suatu penyakit seperti Kuning/Jaundice yang membuat bayi malas menyusu dan lebih banyak tidur, atau bayi menderita penyakit yang berat seperti PJB (Penyakit Jantung Bawaan) dan kelainan lainnya.

Software kurva pertumbuhan untuk PC dapat didownload di link resmi WHO ini:
http://www.who.int/childgrowth/software/en/

Semoga semakin banyak para Mama dan Papa yang menyadari pentingnya Kurva pertumbuhan/growth chart ini, bersama-sama dengan tenaga kesehatan mengupayakan yang terbaik untuk kesehatan, pertumbuhan & perkembangan buah hati.

Happy breastfeeding. :)

Related Tags : ,

40 Comments

  1. avatar
    Fatima Caldas April 11, 2017 3:28 pm

    Dear mbak Monik

    Saya mau nanya, anak saya lahir dgn BB 2,589gram. Setelah beberapa hari ia terkena penyakit kuning dan perlu dirawat di RS selama 5hari, sampai bilirubingnya normal. Saya kasih ASI Ekslusif 6bulan, sebelumnya saat anak saya berumur 4bulan, BBnya sekitar 7kgan, tetapi setelah saya kembali aktif kerja BB anak saya sampai 1tahun, 1bulan ini pun BBnya masih sekitar 7,3kgan. Pernah konsultasi ke dokter, katanya bayi saya kekurangan Kalsium dan disarankan utk segera kasih Susu formula, tapi anak saya tidak mau sama sufor. Sudah coba beberapa macam sufor dr yg murah sampai yg mahal tetap saja anaknya ng mau. Jadi saya tetapkan saja ASI dan MPASI hingga sekarang. dan saat ini, anak saya sedang kekurangan hemoglobin, jadi dia konsumsi sangobion 1ml tiap hari.
    Dan utk saya sendiri, saya minum susu ibu menyusui LACTAMIL.
    Apakah air susu saya yg sudah tidak berkualitas, sudah kurang, atau saya perlu melakukan sesuatu lagi untuk menambah berat badannya?

    Mohon bantuannya dok.
    Terima kasih,
    Fatima

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Andriyani widjaya September 29, 2016 3:17 pm

    Salam kenal, saya pendatang baru,
    Anak saya usia 19bln. Awal lahir dg mengijuti GC WHO di percentile 15, kemudian di bulan ke 5 naik di percentile mendekati 85, dan sejak usia 6bln keatas turun lagi hingga di usia 19bln ini sedikit diatas percentile 15. Apakah wajar ya Bu Moniq? Karena saya tanya dr. Anak dan selama ini dibilang kurva nya bagus, cm saya tdk dijelaskan dan dia kurang mau menjelaskan jg, saya selama ini cm baca2 sendiri dan mengartikan sendiri kurva anak saya.

    Apakah kalau lahir di percentile 15, adalag wajar jika pertumbuhannya terus di percentile itu? Ataukan termasun gagal tumbuh?

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    Fatimah Berliana Monika July 22, 2016 9:25 am

    Dear Nastiti,

    Upload GC BB Sejak Lahir hingga data terakhir n Kirim ke email saya: [email protected] or wa 0811166524.
    Naik BB bukan sekedar naik tapi mengikuti persentilnya.

    -Monik

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    nastiti July 21, 2016 7:45 pm

    Assalamualaikum.
    Mbak Monik, bagaimana kalau bayi tiap bulan naik BB tp ga banyak?
    Usia sekarang 4 bulan, dulu saat 0-2 bulan masih di rentang normal dg z score WHO untuk weight, bulan 3 dan 4 z score nya masuk ke -2 (underweight), apakah perbaikan utama lewat nutrisi? Padahal kelihatannya si bayi selalu ceria dan perkembangan sesuai usianya..
    Trims..

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    vivi May 19, 2015 12:17 pm

    kebetulan lagi nyariiii tks mom

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.