Ingin Bercocok Tanam Tapi Tidak Punya Halaman? Coba Hidroponik Yuk!

Siapa yang akhir-akhir jadi suka mempercantik rumah dengan suasana hijau nan segar? apalagi sejak munculnya pandemi yang mengakibatkan kegiatan diluar terbatas membuat kita mencari berbagai kegiatan yang bisa dilakukan di rumah dan salah satunya merawat tanaman.

Saat ini tanam menanam menjadi salah satu kegiatan yang sedang banyak digandrungi banyak orang. Mulai dari koleksi berbagai macam tanaman hias sampai membuat kebun kecil dengan berbagai tanaman yang dapat dikonsumsi seperti sayur mayur. Seru banget ya lihatnya. Membuat suasana rumah semakin sejuk.

Namun bagaimana kalau urban Mama tidak punya halaman dan hanya teras kecil seperti rumah saya? Ternyata bisa juga kok urban mama. Salah satu caranya dengan budidaya sistem hidroponik.

Awalnya karena keisengan saya dan suami yang sedang full WFH, gatal lihat teras rumah yang kosong. Sebagai gambaran, luas teras rumah tipe memanjang saya sekitar 1.5 x 10 m, sebagian area teras digunakan untuk kendaraan dan jemuran. Nah area yang kosong itu sekitar 1,5 x 3 m, area rumah tertutup dengan pagar tembok setinggi 1,8 m. Menyadari kalau kami tidak punya lahan terbuka, kami pun mencari informasi tentang hidroponik, dan menemukan metode sistem hidroponik yang paling sederhana yaitu hidroponik sistem wick.

Hidroponik Sistem Wick adalah sistem yang paling sederhana dalam metode hidroponik dengan cara mengalirkan larutan nutrisi ke dalam media tumbuh dari wadah nutrisi dengan sumbu, berupa kain flannel yang mudah menyerap air.

Tidak sulit mencari perlengkapannya. Untuk kali pertama, urban Mama bisa mencoba starter kit hidroponik sistem wick di marketplace, banyak dijual dengan berbagai pilihan paket. Saya beli paket dengan harga Rp.98.000, terdiri dari 2 tray untuk tempat air, sumbu flanel, rockwol sebagai media tanam, net pot untuk tempat media tanaman, plastik board berlubang untuk tempat netpot, juga sudah termasuk benih sayuran dan nutrisi tanaman berupa pupuk cair AB MIX.

Untuk caranya sendiri banyak kok tutorialnya dan informasinya di internet. Awalnya saya mulai dengan menanam kangkung dan pokcoy, alhamdulilah tanamannya tumbuh subur hingga selanjutnya saya menambah tray hidroponik sampai 12 tray dan juga hidroponik dengan sistem pipa NFT, dengan menanam beberapa jens tanaman sayuran dan semuanya cukup ditaruh di teras rumah saya yang hanya 1,5 x meter itu.


Dari pengalaman mempraktekan kegiatan budidaya tanaman selama hampir 5 bulan dengan hidroponik beberapa keuntungan menggunakan sistem wick adalah:

  • Biaya pembuatan yang murah
  • Mempermudah perawatan tanaman karena tidak perlu melakukan penyiraman
  • Tidak tergantung listrik

Nah berikut beberapa tips saat mempraktikkan sistem hidroponik yaitu :

  • Ganti air seminggu sekali untuk menghindari munculnya jentik nyamuk atau gunakan bubuk abate untuk menangkalnya.
  • Pastikan tanaman selalu mendapatkan sinar matahari yang cukup, jangan khawatir tanaman akan kering ya, karena kan suplai air ada terus. Jika kurang matahari biasanya tanaman tumbuhnya akan KUTILANG (Kurus Tinggi Langsing).
  • Untuk permulaan coba tanam tanaman yang mudah tumbuh dan masa panennya pendek seperti tanaman sayuran, misalnya kangkung, bayam, pokcow atau sawi.
  • Karena penyerapan nutrisi setiap tanaman berbeda. pastikan kebutuhan nutrisi selalu terpenuhi dengan mengukurnya menggunakan TDS meter, harganya murah kok hanya Rp. 20.000 saja.
  • Apabila ada hama tanaman atau terdapat tanaman yang kurang sehat, jangan ragu untuk langsung potong bagian tanaman yang terdampak, karena jumlahnya sedikit masih bisa dibasmi langsung atau menggunakan pestisida alami.

Saya juga masih banyak belajar dan meski lahan di rumah terbatas, tapi alhamdulilah masih bisa digunakan untuk kegiatan yang positif dan menyenangkan.

Kegiatan bercocok tanam seperti ini banyak manfaatnya loh urban Mama, bukan hanya sekedar mengisi kegiatan sehari-hari, kita juga bisa mendapatkan suplai sayuran yang cukup untuk keluarga, jadi lebih hemat kan. Yuk Mama, kita coba menanam di rumah juga sertakan anak melakukannya. Anak nanti jadi lebih makanan yang sudah kita buat, karena tahu proses yang dilakukan sampai tanaman itu menjadi hidangan siap santap.

Related Tags : ,

0 Comments

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.