Kehamilan Dengan HBsAg Positif

Masih teringat jelas, bagaimana saya sangat kaget dan bahagia begitu melihat ada dua garis merah jelas di testpack saya. Setelah 3 bulan menikah akhirnya Allah mempercayakan Rey kepada saya dan suami. Terlebih lagi ketika dokter kandungan memberitahu bahwa HPL Rey berdekatan dengan tanggal ulang tahun pernikahan kami. Kehamilan saya ini juga termasuk sangat lancar. Selama 9 bulan saya tidak pernah merasakan morning sicknessmood swing ataupun mengidam yang aneh-aneh. Justru selama hamil saya merasa sangat sehat dan bugar, bisa menempuh puluhan kilometer setiap harinya untuk tetap ke kantor dan bekerja seperti biasa.

Saat usia kandungan saya memasuki 3 bulan, dokter kandungan memberikan saya rujukan untuk tes darah. Tes darah ini prosedur standar yang dilakukan untuk mengecek kesehatan calon ibu. Jika diketahui calon ibu ada indikasi penyakit tertentu, dokter bisa melakukan treatment yang tepat selama kehamilan dan saat melahirkan nantinya.

Saat membaca hasil lab, dokter memberitahukan bahwa darah saya menunjukkan hasil HBsAg positif. Anti HBs ini muncul sebagai penanda bahwa tubuh saya saat itu sedang terserang virus Hepatitis B. Dan jika seorang ibu positif HBsAg, diperkirakan kemungkinan menular ke anak sekitar 20%. Jumlah ini akan meningkat sampai 90% jika HBeAg juga positif. HBeAg merupakan petanda kalau virusnya sedang aktif. Infeksi yang terjadi pada masa bayi, umumnya akan bersifat kronik.

Saya langsung terdiam dan shock, karena baru pertama kali mendengar istilah HBsAg positif dan efeknya ke calon bayi saya. Membaca mimik muka saya pada saat itu, dokter langsung mencoba menenangkan.

"Ibu tenang saja, ini belum sampai menyerang tubuh Ibu. Ibu tetap bisa melahirkan secara normal, menyusui secara normal seperti ibu-ibu lainnya. Hanya saja ketika nanti bayi ini dilahirkan, ia harus langsung diberikan vaksin Hepatitis B dan HBIG (hepatitis B Immunoglobulin) untuk memutus rantai penularannya."

Pencegahan hepatitis B pada bayi yang ibunya positif hepatitis B berbeda dengan bayi yang ibunya negatif. Bagi bayi dengan ibu positif hepatitis B harus langsung disuntikkan vaksin Hepatitis B dan Hepatitis B Immunoglobulin dalam jangka waktu kurang dari 12 jam kelahirannya. Ini merupakan imunisasi pasif yang langsung bekerja melindungi tubuh bayi. Dengan kombinasi keduanya maka tingkat keberhasilan untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu adalah sekitar 85-95%. Kemudian bayi dapat divaksin hepatitis B (imunisasi rutin hepatitis B) sesuai  program pemerintah. Pemeriksaan ulang untuk HBsAg pada bayi dapat dilakukan pada usia 9 bulan dan diulang lagi di 18 bulan.

Saat saya melahirkan Rey, beberapa suster yang merawat saya juga bercerita jika stok Hepatitis B Immunoglobulin tidak selalu tersedia. Maka dari itu ada baiknya calon Ibu dengan HBsAg positif bisa mencari tahu ketersediaan serum tersebut sebelum melahirkan, dan tentunya melaporkan kepada dokter dan suster terkait riwayat kesehatannya selama hamil. Dan sekadar informasi, tahun 2015 saat saya melahirkan Rey harga HBIG sekitar Rp3,5 juta - 4 juta.

Lalu bagaimana dengan ibunya? Menurut dokter, hepatitis B pada dewasa sekitar 90% dapat sembuh dengan sendiri, dengan daya tahan tubuh yang kuat dapat mematikan dan membersihkan virus hepatitis B di dalam tubuh, ditandai dengan negatifnya hasil HBsAg. Setelah 6 bulan melahirkan ibu harus melakukan cek HBsAg lagi, jika setelah 6 bulan hasilnya masih positif maka harus dilakukan pengobatan. Dan alhamdulillah setelah melakukan cek ulang dinyatakan kekebalan tubuh saya sudah terbentuk dan HBsAg-nya sudah negatif.

Jadi untuk para mama yang sedang hamil, ada baiknya untuk melakukan pengecekan darah lengkap. Agar kita tahu treatment apa yang dibutuhkan selama hamil atau melahirkan nantinya. 

Related Tags : ,

16 Comments

  1. avatar
    Putu Dewi May 29, 2018 10:28 am

    Halo Mba Woro.. salam kenal,saya dewi. Skr sy sdg hamil 27 mgg dan hbsag sy juga positif. Dulu waktu Mba melahirkan,normal atau caesar? Krn kmrn dr spog sy langsung suru saya caesar. Terima kasih

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    hariyati i February 13, 2018 11:21 pm

    Hai mba woro..Ak juga senasib sperti mbanya..
    Bisa sembuh total gitu gimana caranya yaa mba? Makanan apa yg hrus di konsumsi? Terus mbanya apa knsumsi obat khusus hepatitisnya..
    Ak hamil ank pertama positif terus ni anak kedua masih positif mba..sedih rasanya..minta sarannya yaa mba..mkasih

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    Rofiqoh Dun Yawiyah November 26, 2017 4:25 pm

    Mbak woro. Cek hbv dna juga apa tdk ya ?

    1. avatar
      Woro Indriyani November 27, 2017 9:37 am

      Halo Mama Rofi,

      saya sudah cek HBV DNA juga :)

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  4. avatar
    Leila Niwanda June 5, 2017 3:01 pm

    Dulu periksanya sebelum nikah karena masuk di paketan cek lab yang diambil, begitu pertama kali tahu positif hamil juga periksa lagi. Belakangan baca anjuran untuk vaksin saja kalau ragu dengan riwayat vaksinasi di masa anak-anak, jadilah ambil vaksinnya. Terakhir kemarin cek lab untuk setelah vaksinasi disarankannya anti-HBs saja, dan hasilnya positif tapi ini positifnya karena sudah vaksin.

    1. avatar
      Woro Indriyani November 27, 2017 9:37 am

      Wah alhamdulillah ya mba Leila :)

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  5. avatar
    yulia handayani May 26, 2017 2:14 pm

    Hai Woro, kita mengalami hal yang sama.
    Dari menikah kosong 3 bulan kemudian positif hamil, dibulan ke 3 kehamilan cek darah. Hasil lab menunjukkan HBsAg Reaktif, artinya terinveksi virus Hepatitis B, Namun untuk mengetahui virus sedang aktif atau tidak ada beberapa pemeriksaan lain seperti HbeAg ataupun HBV DNA serta pemeriksaan enzim hati seperti SGOT dan SGPT.
    satu-satunya jalan agar si bayi tidak tertular adalah dengan memvaksin si bayi pada saat lahir, dengan batas pemberian vaksin max 12 Jam. Begitu lahir normal langsung di Vaksin Immunoglobulin. Di tahun 2010 biaya Vaksin sebesar 2,5juta.

    Kehamilan kedua, HBsAg saya tidak ada perubahan tetap reaktif. Proses kelahiran secara caesar, dan si bayi tetap di vaksin hanya beda biayanya. Di tahun 2014 biaya vaksin sebesar 3,5jt.

    Sejujurnya saya juga kurang tau penyebab awalnya apa?
    Memang ada baiknya pas usia kehamilan 2-3 bulan melakukan cek darah.

    1. avatar
      Woro Indriyani May 26, 2017 2:28 pm

      Halooo Mba Yulia :)

      Wah semoga bisa ilang yah mba memang bikin kepikiran banget si HBsAg ini. Kalo dulu saya ke internist lupa sih dijelasin kenapa yang jelas di Indonesia ini lumayan banyak yang kena. Entah cuaca atau pola hidup yah :)

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.