Learning Difficulties atau Learning Disabilities?

Dalam dunia pendidikan terdapat istilah Learning Difficulties dan Learning Disabilities. Terkadang, kedua istilah ini dianggap sama dan sering digunakan interchangeably. Namun seiring berkembangnya bahasa dan penelitian, kedua istilah ini mulai memiliki makna/pengertian yang berbeda, khususnya di negara-negara maju seperti Inggris, Amerika Serikat, dan Australia. Di Indonesia sendiri, kedua istilah ini masih belum memiliki terjemahan resmi. Ada yang menyebutnya sebagai “gangguan belajar” sementara yang lain  mengartikannya sebagai “kesulitan belajar.” Karena itu, saya akan menggunakan istilah asing untuk menghindari kerancuan.

Di Amerika Serikat, istilah Learning Disabilities mencakup ketidakmampuan seseorang dalam memproses, mengingat, dan menghasilkan informasi. Learning Disabilities disebabkan oleh gangguan pada sistem syaraf  yang memengaruhi kemampuan belajar dasar seseorang seperti membaca (dyslexia), menulis (dysgraphia), dan berhitung (dyscalculia). Pada tingkat yang lebih tinggi, Learning Disabilities juga dapat mengganggu keahlian dalam menyusun (organization skill), merencanakan waktu (time planning), menjawab pertanyaan abstrak (abstract reasoning), daya-ingat (short/long term memory), serta fokus/perhatian (short/long term attention). Di Inggris, hal-hal tersebut di atas dikelompokkan ke dalam Learning Difficulties. Sementara itu, Learning Difficulties di US diartikan sebagai gangguan belajar yang dapat disebabkan oleh faktor lingkungan (tempat yang ribut/tidak kondusif) atau mood. Artinya, Learning Difficulties menurut versi US bisa diatasi atau “disembuhkan.”

Bagaimana cara mengenali gejala Learning Disabilities yang memengaruhi kemampuan belajar dasar tersebut?

1. Dyslexia

Beberapa tandanya adalah: anak sulit membaca, kesulitan menggabungkan huruf/kata, kesulitan mengeja (lisan dan tulisan), tulisan tangan sulit dibaca, memiliki kesenjangan antara pemahaman lisan dan tulisan, dll.

Salah satu strateginya: Berikan buku bacaan dengan huruf dan jarak yang lebih besar.

2. Dysgraphia

Beberapa tandanya adalah: jarak huruf dan kata tidak konsisten, anak menulis dengan sangat lambat, sering mengeluh capek saat menulis, kata yang ditulis sering tidak lengkap, dll.

Strategi: Ajari cara memegang pensil yang benar atau berikan latihan menulis untuk kata tertentu di kertas bergaris yang lebih besar, dll.

3. Dyscalculia

Beberapa tandanya adalah: sulit memahami soal cerita, tahapan informasi/sequence, konsep membagi, menambah, dan mengurang, serta menerjemahkan simbol dan angka ke dalam bahasa, dll.

Strategi: Terjemahkan soal cerita ke dalam bentuk gambar atau gunakan pensil berwarna untuk membedakan simbol, dll.

Menurut para ahli di US, umumnya, Learning Disabilities terdapat pada anak yang memiliki IQ rata-rata atau di atas rata-rata. Jika diperhatikan lebih jelas akan terdapat perbedaan yang ganjil antara potensi anak dan prestasi anak. Hal ini bisa dilihat ketika anak mulai memasuki usia sekolah. Itulah sebabnya, Learning Disabilities ini sering disebut sebagai “hidden disabilities.” Anak bisa saja terlihat “normal” dan tampak cerdas, namun ia kesulitan dalam melakukan atau mendemonstrasikan satu skill yang anak seusianya pada umumnya sudah mampu melakukan. Sayangnya, Learning Disabilities ini tidak dapat disembuhkan. Namun dengan penanganan dini dan secara tepat, anak bisa kok sukses di sekolah, menjalin persahabatan, dan mampu berfungsi layaknya orang lain. Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat bagi UrbanMama dan Papa.

Referensi:

http://ldaamerica.org
http://www.learningdisabilities.org.uk

Kredit foto: Musdalifa Anas

11 Comments

  1. avatar
    fifisuri March 21, 2016 5:10 pm

    Sama2,Mbak Cindy Vania. Makasih ya, Mbak sdh baca. :)

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Cindy Vania March 7, 2016 2:17 pm

    Terimakasih mbak Fifi untuk artikelnya,saya jadi nambah nih ilmunya :)

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    fifisuri March 3, 2016 8:55 am

    Sama2, Mbak Honey Josep. Semoga infonya bermanfaat. :)

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    Honey Josep March 3, 2016 8:00 am

    terima kasih mbak fifisuri untuk penjelasannya, saya jadi makin aware dengan proses belajarnya si sulung:)

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    fifisuri March 2, 2016 3:47 pm

    Mbak Ninit dan Mbak Ella, terimakasih sudah menayangkan artikelnya. Senang bisa membagikan informasi :)

    Mbak El, Al bisa dikasih latihan menulis halus-kasar atau menulis jurnal mungkin...gak harus panjang, yang penting konsisten.

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.