Memaksimalkan Ruang Tamu Rumah untuk Menyambut Lebaran

Menjelang hari raya Idulfitri, sudah menjadi tradisi bagi banyak penduduk muslim di Indonesia untuk berkunjung ke rumah sanak saudara maupun tetangga. Karena itulah, menyiapkan dekorasi yang tepat menyambut lebaran menjadi penting agar suasana rumah menjadi nyaman dan menarik.

Tujuan dari dekorasi rumah, terutama ruang tamu, bukan semata-mata hanya untuk kebaikan tamu saja. Manfaat paling banyak akan kita dapatkan sebagai pemilik rumah. Dengan mengikuti tips berikut, Urban Mama bisa mendapatkan ruang tamu yang segar, bersih, perawatannya mudah, dan akan memberikan suasana baru bagi penghuni rumah.

Yang lebih saya tekankan disini, sebagai seorang arsitek, adalah bagaimana sebenarnya konsep dari ruang tamu efektif dalam ranah arsitektur, sehingga Urban Mama mendapatkan gambaran jelas mengenai ruang tamu dan nantinya dapat mengatur sendiri sesuai kebutuhan. Berikut beberapa tips tentang bagaimana kita bisa memaksimalkan ruang tamu yang sudah ada untuk persiapan menyambut lebaran.

Fungsi ruang yang benar

Pastinya kita tidak mau saat tamu berkunjung ke rumah kita, dan rumah sedang dalam keadaan kotor. Saya sendiri selalu menjadikan ruang tamu sebagai ruangan khusus tamu, yang berarti tidak ada aktivitas yang tidak melibatkan tamu yang dilakukan di ruangan tersebut karena ruang tamu memang dibuat untuk menerima dan menjamu tamu. Akan lebih baik jika aktivitas penghuni rumah tidak melibatkan ruang tamu. Penghuni rumah dapat memanfaatkan ruangan lain di rumah untuk aktivitasnya, seperti penggunaan ruang keluarga sampai ke teras untuk segala aktivitas penghuni.

Karena itulah sekat antara ruang tamu dan ruang keluarga selalu dibutuhkan. Sebenarnya fungsi ruang keluarga yang berantakan tidak dapat dihindari, karena berbagai macam aktivitas akan selalu berlangsung di ruang keluarga dan ini adalah hal yang alamiah. Membersihkan seluruh bagian rumah setiap hari akan menghabiskan banyak sekali tenaga, dan ini memang sangat merepotkan.

Tips dari saya, apalagi jika Urban Mama memiliki ukuran rumah diatas tipe 100, adalah sekat yang baik dapat menjadi solusi. Karena memang, seperti yang saya jelaskan sebelumnya, ruang keluarga memiliki tendensi yang tinggi untuk menjadi berantakan dan mengkotak-kotakkan aktivitas setiap ruang yang ada kepada setiap anggota rumah menjadi sebuah kewajiban.

Tugas masing-masing setiap penghuni rumah

Setiap anak mendapat tugas untuk membersihkan kamar tidur mereka sendiri. Sangat penting bagi kita selaku orang tua untuk melatih anak bertanggung jawab mulai dari hal-hal seperti ini. Apalagi bagi anak akan langsung terasa bahwa kamar yang kotor akan menjadi tidak nyaman untuk digunakan. Pastinya ruang tidur mereka tetap harus Urban Mama-Papa awasi, jangan sampai menjadi ladang penyakit. Begitu pula jika anak bermain di ruang keluarga, pastikan mereka dapat membereskan semua mainannya apalagi kalau tipe ruang keluarga di rumah menyatu dengan ruang tamu.

Dilema arsitektural

Banyak rumah tipe mungil yang memanfaatkan ruang keluarga sebagai bagian dari ruang tamu. Dimulai dari view, dimana ada penggunaan sekat yang transparan. Padahal ruang keluarga memiliki fungsi semi pribadi atau pribadi selayaknya kamar tidur. Sedangkan fungsi ruang dari ruang tamu adalah publik, artinya setiap orang baru pun dapat menggunakan ruang tersebut sebagaimana mestinya.

Hal ini tidak sepenuhnya salah, karena ruang keluarga dapat berfungsi sebagai semi-pribadi, dengan artian view yang transparan, ataupun ruang yang dapat digunakan, semisal ruang tamu sedang penuh, yang banyak kita jumpai di hari lebaran.

Masukan dari saya bagi pemilik rumah diatas tipe 100 adalah gunakan sekat solid demi pemisahan fungsi ruang antara ruang tamu dan ruang keluarga, karena fungsi publik dan privat sejatinya terpisah.

Namun sekarang banyak tren rumah mungil yang bermunculan di mana menggunakan ruang keluarga sebagai bagian dari ruang tamu. Hal ini tepat sebagai solusi ruang keluarga dan ruang tamu yang sempit. Saya sendiri menggunakan lemari sebagai pemisah ruang keluarga dan ruang tamu seperti tampak pada gambar berikut. Memang sejatinya akan lebih baik jika ada ruang yang cukup untuk memisah fungsi antara kedua ruangan tersebut. 

(Sumber: dokumentasi pribadi)

Pilihan lainnya, kita dapat menggunakan dinding partisi dari material HPL, termasuk jika Urban Mama mau menerapkan banyak gaya seperti gaya minimalis.

 

Sekat seperti apa yang cocok menyambut lebaran?

Kita sudah berbincang panjang lebar tentang sekat antara ruang tamu dan ruang keluarga secara umum. Khusus untuk penerapan menjelang lebaran, ruang keluarga dapat kita manfaatkan sebagai ruang tamu khusus di hari lebaran. Banyak sekat yang cocok, salah satunya penggunaan tirai manik seperti gambar berikut, penggunaan kaca, maupun kisi-kisi partisi demi meleburkan fungsi ruang menggunakan view.

(Gambar sekat manik: Dekoruma)

Namun jika dirasa ruang tamu sudah cukup untuk menampung tamu yang akan berkunjung, akan lebih baik jika muulai untuk memisahkan fungsi antara ruang keluarga dan ruang tamu dengan jelas. Harapannya agar masing-masing ruang tamu dan ruang keluarga jadi mudah dibersihkan, tidak berantakan, dan yang paling penting adalah terjaganya privasi penghuni rumah.

Demikian ulasan dan tips singkatnya, semoga berguna bagi Urban Mama. Untuk sumber inspirasi lainnya, baca juga tulisan tentang Redekorasi Ruang Tamu yang lebih mendetail dari mama Shinta Daniel.

2 Comments

  1. avatar
    Cindy Vania June 16, 2018 7:52 pm

    Sekat maniknya itu lucu banget yaa.. keliatan manis :)

    Kalau dulu waktu rumahnya mungil, sekat antara ruang tamu dan ruang makan itu pakai lemari gedeee banget. Nggak sengaja karena emang space terbatas, tapi malah jadi bagus. Hehehe

    1. avatar
      Azlan Shah June 18, 2018 3:09 pm

      Ya kan :)

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.