Mom, It's OK to Say: "I am Exhausted"

Urban mama tentu setuju bahwa punya anak memang membahagiakan, hanya saja perjalanan dalam mengiringi pertumbuhan si kecil bukanlah hal yang mudah dan tentu saja penuh tantangan. Tak jarang seorang mama merasa capek dan jenuh saat harus mengerjakan rutinitas harian. Anak yang menangis dan perkerjaan rumah tangga yang tak kunjung selesai adalah hal yang harus saya hadapi setiap hari.

Kata-kata seperti “Saya capek,” atau "I am Exhausted" normal diucapkan seorang mama. Namun, tak jarang ada orang terdekat yang tidak bisa menerima kata-kata seperti itu, dan memberikan nasihal semacam ini:

“Jika ikhlas, tentu tidak akan terasa berat.”

“Jangan mengeluh terus, nanti hilang pahalanya.”

“Memang kodrat wanita seperti itu. Wanita bagaikan bumi dan bulan untuk anak-anaknya.”

Saya sering merasa sendirian saat orang terdekat tidak bisa memahami perasaan saya. Padahal setiap orang punya kebutuhan untuk menyalurkan perasaannya. Terkadang seorang mama sebetulnya hanya perlu didengarkan dan direspons dengan positif, seperti “Sabar ya, kalau aku ada di situ pasti aku bantu,” atau “Tunggu ya, nanti saat aku pulang, kamu bisa istirahat.” Rasanya bahagia sekali saat mendapatkan respons seperti ini. Hal-hal kecil semacam ini bisa turut menjaga kewarasan para mama. Lebih baik lagi jika sebagai suami dan ayah, para bapak juga membantu pekerjaan rumah tangga, seperti membuang sampah, memandikan dan menidurkan anak, atau merebus air.

Lagi pula, keterlibatan seorang ayah dapat menjadi teladan bagi si kecil dan menjauhkan seorang ibu dari depresi. Setiap orang punya sumber kebahagiaan yang berbeda-beda. Ada baiknya seorang suami mencari tahu apa yang menjadi sumber kebahagiaan istrinya dan membantu meraihnya.

"Dear husband, do not think if wife need to be perfect as a mom of your kids. Do not compare her to any woman, including your mom. Because every mom has their own battle and different way to raise their child. And remember, wife need to be happy too. So, do what makes her happy. Because a happy mom raised a happy kids."

Bukankah ibu yang bahagia akan membesarkan anak-anak yang bahagia?

10 Comments

  1. avatar
    Leila Niwanda August 3, 2018 8:23 am

    Sering baca nasihat seperti itu. Maksudnya baik, tetapi penyampaiannya rawan bikin kondisi semakin buruk seperti sudah mama Atika sebutkan di atas. Semoga kita pun dimudahkan untuk peka dan mendukung mama-mama lain di sekitar kita yang mungkin saja perlu bantuan ya.

    1. avatar
      Atika dian Pitaloka August 9, 2018 9:16 am

      Aamiin iya kadang ujian datang dari orang terdekat y mba. Kita harus saling support mama baru dengan cara no judging, dan jadi teman cerita yg baik. Makasih comment nya mba leila.

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  2. avatar
    dieta hadi July 30, 2018 2:40 pm

    Semangat ya mama, insyaallah kita akan berusaha jadi ibu yang terbaik untuk anak-anak ya. Kalo capek wajar lah, namanya juga manusia kan pasti ada capek, lelah, kesel dan segalaanya. Yuk semangat dan sering sharing sama orang-orang terdekat yaaa

    1. avatar
      Atika dian Pitaloka August 9, 2018 9:15 am

      Makasih mba dieta. Kiss kiss. Iyaa mama cuma butuh dimengerti. Hihi.

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  3. avatar
    Emma YS July 27, 2018 6:53 pm

    Mama baru atau mama yg abis melahirkan butuh support orang2 terdekat. Kelelahan emosi jiwa dan raga pasti dialami semua mama. Setuju dengan artikelmu Dian. Support dan komunikasi yg baik perlu selalu dilakukan dg suami. Kalo sdh lelah dan burn out perlu kok time out utk me time, hehhehe sayapun sering begini.

    1. avatar
      Atika dian Pitaloka July 27, 2018 10:00 pm

      Iya mbak Em, because it takes two to tango! Kalo bukan orang terdekat yang support kita, mau siapa lagi? Hehe. Pelukk.

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  4. avatar
    Nora Meilinda July 27, 2018 10:19 am

    Bagus banget ni artikelnya, aku pribadi pernah mengalami dibilang gak ikhlas pas ngeluh sama orang terdekat, semoga setelah dia baca ini jadi sadar ahahahaa

    1. avatar
      Atika dian Pitaloka July 27, 2018 10:26 am

      Aamiin! Yuk share link-nya ke orang terdekat kita supaya bisa lebih memahami apa yang kita rasakan.

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  5. avatar
    Cindy Vania July 27, 2018 1:37 am

    Setuju sekali sama tulisan ini. Mama2 boleh kok merasa capek. Itu bukan berarti dia tidak menikmati kebersamaan dengan anak kan?

    Namanya juga manusia, kadang butuh hiburan lain juga setelah kewajiban selesai. :)
    Peyuuk sesama mama aahh.. hehe

    1. avatar
      Atika dian Pitaloka July 27, 2018 7:15 am

      Thanks mom! Karena setiap mama butuh me time untuk tetep happy.

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.