Melihat Dari Berbagai Sudut Pandang

Orangtua mana sih yang tidak bangga dengan anaknya? Apalagi bagi kita sebagai orangtua muda yang baru merasakan segala macam keseruan menjadi orangtua. Setiap tingkah laku anak, selalu ada saja yang membuat kita bahagia dan bangga karenanya. Masih ingat kan bagaimana kita bertepuk tangan ketika melihat si kecil bisa berjalan untuk kali pertama? Sampai si kecil difoto dan kalau bisa direkam videonya agar menjadi cerita indah untuk kenangan kita tentang si kecil. Kebanggaan kita terus bertambah seiring berbagai keterampilan yang dimiliki si kecil.

Beberapa waktu yang lalu, saya melihat di linimasa twitter, ada cuitan berisi screen capture dari pemilik akun Instagram dimana ada foto anak kecil penjual koran bernama Elo yang sedang membaca koran. Pemilik akun menulis bahwa newspaper boy Elo ini lebih keren dari anak-anak seumurannya yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain gadget atau main di mall pusat perbelanjaan. Pastinya karena budaya membaca di negara kita yang kurang, tentunya melihat apa yang dilakukan Elo ini menjadi pemandangan yang jarang terlihat oleh kita sehari-hari.

Urban Mama Papa tentu masih ingat, berdasarkan hasil survey The World’s Most Literate Nations, Indonesia berada di urutan kedua dari bawah. Ini sangat memprihatinkan. Membaca akan memperkaya pandangan anak terhadap dunia. Agar anak-anak kelak bisa melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang sebelum menyimpulkan sesuatu.

Membaca, tidak meragukan lagi, adalah hal yang sangat bagus. Namun saya juga tidak bisa menganggap bermain gadget adalah sesuatu yang buruk. Saat ini kita hidup di era digital, masa yang berbeda dengan masa kecil kita dahulu. Bagaimanapun juga, anak-anak akan mengenal gadget. Tugas kita sebagai orangtua untuk menjaga, memberikan porsi, dan mengarahkannya ke arah yang positif. Anak-anak yang memiliki ketertarikan dengan games bisa diarahkan untuk belajar coding, mengikuti kelas membuat games website dan aplikasi komputer. Salah satu teman saya memiliki saudara yang anaknya mendapat beasiswa S1 di Australia karena kegemarannya terhadap gadget dan games. Teman saya yang lain malah memperbolehkan anak-anaknya untuk membuka google atau youtube karena lebih memudahkan anaknya belajar karena anaknya sangat visual.

Intinya, di sini saya bukan berpihak pada salah satu hal. Saya ingin berbagi pengalaman sebagai orangtua dan seiring bertambahnya umur dan pengetahuan, saya sebagai orangtua merekomendasikan untuk melihat segala sesuatu lebih dari satu cara pandang.

Saya mengatakan kepada anak-anak saya bahwa tidak perlu merasa lebih baik daripada teman-teman yang lain bila kita ke sekolah dengan menggunakan bus Trans Jakarta. Ini lebih karena faktor kepraktisan dan kemudahan karena tempat tinggal kami dekat dengan fasilitas bus stop Trans Jakarta (sekitar 1km berjalan kaki) dan bus berhenti tepat di depan sekolah. Demikian juga bila saatnya saya mengantar mereka ke sekolah menggunakan kendaraan pribadi, tidak berarti kami lebih baik atau sebaliknya daripada yang menggunakan bus atau metromini. Bagi saya, ini penting untuk membentuk pola pikir anak dari hal-hal yang sederhana. Tidak cepat menyimpulkan sesuatu.

Suatu hari saya sempat membaca juga cuitan seorang Ibu yang sangat bangga dengan anaknya yang ikut ujian bela diri di luar kota sementara anak-anak yang lain ditunggui oleh orangtuanya. Saya tersenyum. Pasti membanggakan ya melihat si kecil begitu mandiri untuk anak usia 7 tahun mampu mengurus dirinya sendiri. Saya termasuk orangtua yang menunggui anak-anak saya. Bukan apa-apa sih, saya dan suami sangat menyukai melihat ujian kenaikan tingkat anak-anak. Di tempat ujian tersebut pun ada penginapan, jadi bagi saya dan suami sekalian liburan singkat, menyepi sebentar dari Jakarta. Saya tidak merasa lebih rendah karena di sana pun anak-anak saya melakukan apa-apa sendiri, antre makan dengan tertib, bahkan si bungsu pura-pura tidak melihat saya :)

Tidak salah untuk bangga atas prestasi anak, namun saya lebih merekomendasikan untuk membanggakannya tanpa perlu membuat yang lain tidak lebih baik karena ada sudut yang tidak kita ketahui, yang tidak terlihat dalam pandangan kita. Fokuslah pada prestasinya, tentang proses dan pencapaiannya.

We live to see our next generation is better.
Perkaya selalu pandangan anak-anak kita agar kelak anak-anak kita menjadi orang yang lebih bijak dalam menyimpulkan sesuatu.

12 Comments

  1. avatar
    Honey Josep January 8, 2019 12:13 pm

    sepakat! menjadi bijak bertutur kata dan berperilaku itu sangat penting apalagi sebagai orang dewasa agar anak dapat teladan yang baik sebagai bekal dalam kehidupannya.

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    dieta hadi January 7, 2019 9:42 am

    setuju teh, orangtua harus lihat proes anak secara langsung agar jadi pembelajaran buat anak dan kita juga apakah anak sudah cukup mandiri atau belum, sudah sopan kah dengan orang lain dan hal-hal lain dan yg jelas jangan membandingkan anak dengan anak lain karena pasti beda yaaa. Makasih teh pencerahannya

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    KatrinLarissa KatrinLarissa January 7, 2019 7:59 am

    Setujuuu sama Teh Ninit! Ini harus dilatih sejak kecil nih ke anak-anak.

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    Mama Sabrina January 3, 2019 6:58 am

    Saya juga tim menunggu anak saat ia sedang ujian. Karena saya ingin mensupport dengan cara sendiri.
    Saya juga selalu berusaha mendukung dan membanggakan anak tanpa harus menjelek2an yang lainnya :)

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    Gabriella F June 22, 2016 8:42 pm

    Makasih artikelnya yang sudah bisa jadi pengingat buat kita semua ya Ninit...

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.