Waktu Khusus Bersama Pasangan

Setelah putri kami lahir, semua rutinitas kami tentu berubah. Fokus kami berubah drastis. Sebagai ibu baru, saya belum bisa membagi waktu antara anak, suami, dan pekerjaan. Belum lagi jarak rumah-kantor yang cukup jauh. Sampai di rumah, saya langsung mandi, makan, dan menyusui anak sampai ketiduran. Bangun pagi pukul 4 dan menyiapkan segala sesuatu untuk baby, sarapan dan bekal makan siang, lalu menjalani aktivitas yang sama lagi.

Dulu, saat masih berdua, kami sering duduk berdua di teras, mengobrol-ngobrol sambil bercanda ria. Kami sering berkencan dan makan berdua di luar. Namun, rutinitas itu kini hilang karena kesibukan sepulang kerja. Saya merasa kelelahan, stres, dan jadi lebih mudah marah. Saya sering marah-marah karena merasa suami kok enak sekali sampai rumah bisa langsung tidur. Hubungan dengan suami merenggang dan selalu tegang.

Sampai akhirnya, saya menyadari hal ini tidak boleh terus dibiarkan. Saya memutuskan untuk melakukan lagi apa yang dulu pernah kami lakukan, paling tidak aktivitas sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Mengobrol bersama sambil bercerita tentang pekerjaan dan aktivitas kami sepanjang hari. Malam itu, saat suami sedang duduk di teras rumah seperti biasa, saya keluar membawa dua cangkir minuman hangat yang harum dan makanan kecil, lalu duduk di sebelah suami. Kami bercerita dan bercanda seperti dulu. Kami mengobrol sampai jauh malam seperti remaja yang baru jadian. Wow, rasanya hati ini bahagia dan lega sekali masih bisa memiliki waktu indah yang khusus bersama suami tercinta.

Waktu khusus bersama pasangan selama beberapa menit setelah anak tidur ternyata membuat hubungan kami menjadi baik kembali. Komunikasi yang baik mencairkan ketegangan di antara kami. Kami saling curhat apa saja yang kami lalui hari ini. Kami juga mulai mengeluarkan isi hati kami selama ini. Diselingi dengan canda tawa mengingat masa-masa kami masih berdua.

image credit: gettyimages.com

Sejak saat itu, setiap malam setelah anak tidur, kami sebisa mungkin menyediakan waktu untuk mengobrol berdua di teras rumah seperti dulu. Ritual yang menyenangkan itu dibangun kembali. Komunikasi dan perhatian terhadap pasangan memang hal yang sering kali dinomorduakan oleh pasangan suami-istri setelah memiliki anak. Padahal ini hal yang sangat penting. Papa sayang mama dan mama hormat pada papa. Bila papa dan mama rukun, romantis, dan saling menyayangi, anak-anak tentu akan tumbuh dalam lingkungan yang baik sehingga mereka akan tumbuh jadi anak yang baik. Sebagai bonus, produksi ASI saya pun menjadi meningkat karena rasa bahagia meningkatkan produksi ASI ibu yang menyusui.

 

Related Tags :

11 Comments

  1. avatar
    Natasya R November 20, 2013 11:50 am

    aku ya kenal sama suami sebelum menikah cuma 3 bulan, pas bulan ke-3 kita nikah, super the flazzzz pas kenal baru 1.5 bulan udah nyiapin segala sesuatu untuk wedding dong, secara kata nye ini namanya taaruf hehee...

    trus seminggu setelah nikah aku hamil, dan tentu nya hamil itu butuh banyak istirahat plus aku working mom, alhasil gak sempet pacaran lagi....

    sekarang udah melahirkan, baby baru 3m 20d, belom sempet pacaran juga mooommmm.....

    mudah2an kelak saya bisa ber-romantis ria dengan suami yang notabene gak romantis dan cuek, hiksss :p

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Nidya November 18, 2013 9:26 pm

    ternyata cerita "waktu khusus buat pasangan" memang menjadi hal yg crucial ya..

    hal simple yang biasa gw lakuin sama suami itu ngindom*, jadi kita bilangnya ngedate..padahal bikin mie instan pake cengek+susu hangat yang kita lakuin after anak2 bobo, masak mie instannya berdua, bikin susu hangatnyapun berdua dan no gadget or tv.simple thing tapi memang bisa ngerechager mood :)

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    Tanty Maulina November 16, 2013 9:09 pm

    Thanks mom July udah sharing :)
    Aku juga pernah mengalami hal yang sama. Berasa jauuuuuh banget sama suami. Alhamdulillah semua bisa diatasi dengan komunikasi. Aku jujur aja ngomong sama suami kalo pengen berduaan sama dia. Dan ternyata dia juga pengen hal yang sama! Sampe skrng (Baby Kei 6m)kita suka sempetin pergi berdua n minimal ngobrol malem sebelum tidur (walopun cuman laporan kegiatan hari itu) but it works..jadi tetep berasa deket n happy deh menjalani hari-hari. hehee..

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    mamajoe November 16, 2013 9:52 am

    Benar.....kunci nya komunikasi, tp terkadang jengkel n kesel yg muncul duluan, jd gengsi untuk komunikasi duluan....Suami ku suka bgt main game online, tidak pernah absen setiap malam 2-3 jam depan kompi, jam tidurnya selalu diatas jam 12 malam. Walhasil aku selalu tidur duluan sambil nenenin sikecil yg baru 3 bulan. Otomatis urusan ranjang pun udah ga connect lagi. Nemu artikel ini, membuat gengsiku pudar... selama ini komunikasi kurang krn kesibukan masing2 dan ego masing2. Thanks TUM krn sudah mengingatkan :)

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    hanana fajar November 14, 2013 4:04 pm

    bener banget mba July...
    Hampir semua ibu mengalami hal seperti ini...
    Kuncinya cuma 1 komunikasi dan semua proses pasti bisa dilewatin asal kitanya juga bisa mengatur waktu antara anak, suami dan pekerjaan lainnya...
    Semangattttt!!!

    *hihi iya yah ini baru anak 1 gimana anak kedua dan ketiga ya mom

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.