Belajar Menjadi Orangtua Dimulai Setelah Si Kecil Lahir

Dulu saya berpikir bahwa saat punya anak, mengurusnya akan semudah mempercayai kata hati dan insting saja. Ternyata punya anak dan mengurusnya tak semudah yang saya kira. Apalagi bagi orangtua baru, seperti kami, saat anak pertama baru lahir.

(Image credit: www.pexels.com)

Saat punya anak, akan ada banyak hal yang akan orangtua pelajari. Bukan saja hal-hal yang sebelumnya sering diwanti-wanti oleh orangtua kami, namun juga hal-hal yang sebelumnya tak pernah diberitahu oleh orang lain di sekitar kita. Setelah punya anak, akhirnya kami mengalami sendiri belajar hal-hal baru tersebut. Beberapa di antaranya bahkan penting, malah kalau dipikir-pikir dapat berujung fatal kalau kami tidak mengetahuinya. Kami bersyukur Cecei, anak kami sendiri, tak pernah mengalaminya sampai parah.

Salah satu pelajaran penting yang kami dapatkan adalah tentang membedong bayi. Bayi tak boleh dibedong terlalu ketat, seperti agar kakinya lurus, dan dan sebelum membedongnya harus lihat kondisi dan suhu udara di ruangan. Pernah suatu malam, waktu anak kami masih berumur dua bulan, Iyang-nya membedong ketat dan berlapis-lapis. Jadi sudah pakai baju jumper panjang, sarung tangan dan topi, lalu dibedong juga. Katanya supaya bayinya hangat. Namun saat tengah malam saya pegang dahi Cecei, kok panas? Saya ukur suhu tubuhnya, ternyata 39 derajat Celsius! Karena panik, saat itu Cecei langsung diberi sanmol. Sebelumnya Cecei tidak demam, tetapi karena suhu udara malam itu memang panas dan ditambah dipakaikan bedong dan baju berlapis-lapis, jadilah badannya panas. Dari situ kami mendapat pelajaran bahwa bayi tak boleh asal dibedong sembarangan, harus lihat kondisi suhu ruangan di sekitarnya terlebih dahulu.

Pelajaran lainnya untuk kami adalah wajib sedia termometer dalam kotak obat di rumah. Waktu beli perlengkapan bayi baru lahir, termometer ini wajib dibeli. Sebaiknya beli termometer model ear thermometer karena lebih mudah digunakan, berhubung bayi susah sekali untuk diam kalau dipakaikan termometer ketiak.

Soal waktu pemberian vaksinasi juga menjadi pelajaran bagi kami. Jangan lakukan vaksinasi pada anak yang sedang terkena demam dan diare. Tak ada yang memberitahukan soal ini dan saat itu saya juga belum pernah bergabung di forum ibu-ibu manapun, jadi sama sekali tidak tahu soal ini. Saat Cecei terkena diare, Cecei kami bawa ke dokter anak (bukan dokter anak yang biasa kami datangi untuk konsultasi, karena dokternya sedang cuti). Dokter mengatakan bahwa Cecei harus diberi vaksin rotavirus. Beberapa hari setelah diperiksa, Cecei sudah tidak demam meski pupnya masih encer dan berbau telur asin. Namun ubun-ubunnya cekung tanda dehidrasi. Saya bawa Cecei ke dokter yang sama untuk diberi vaksin rotavirus. Hasilnya? Esoknya Cecei demam dan subuhnya kena kejang demam. Masih sedih rasanya tiap ingat kejadian tersebut, apalagi setelah saya baca bahwa bayi sakit diberi vaksinasi justru dapat berakibat fatal. Jadi saat akan memberikan vaksinasi untuk anak, pastikan anak sedang dalam kondisi sehat ya, Urban Mama.

Masih saat Cecei terkena kejang demam. Waktu itu bersamaan dengan kondisi saya terkena flu berat dan minum obat dari dokter. Kata dokternya, obat tersebut aman buat ibu menyusui tetapi saya rasa mempengaruhi produksi ASI. Waktu itu Cecei demam setelah vaksin dan juga ternyata masih diare, ubun-ubun sudah cekung pertanda dehidrasi. Kata dokternya, bisa kok kalau ASI kurang dikasih air putih atau jus saja. Keesokan harinya saat diberi air putih dan jus perasan sari buah, Cecei sama sekali tak mau minum. Kondisinya jadi tambah dehidrasi dan berujung pada Cecei kena kejang demam. Dari situlah kami belajar pentingnya mempunyai stok ASI perahan yang cukup dan belajar memberikan ASIP kepada bayi agar asupan cairannya terpenuhi. Kalaupun alternatifnya adalah memberikan susu formula, sebaiknya konsultasikan benar-benar terlebih dahulu kepada dokter sebelum memberikan susu formula kepada bayi.

Soal mengganti popok pun jadi pelajaran buat kami. Kadang patokan ganti-popok-setiap-sekian-jam-sekali tak dapat dijadikan acuan karena beberapa jam saja popok bayi dapat penuh, tergantung frekuensi menyusu dan frekuensi buang airnya. Begitu popok penuh, segera ganti popoknya. Kasihan bayinya kalau sampai kena ruam parah. Untuk mencegah ruam, saya biasa mengoleskan sedikit minyak zaitun pada bokong bayi. Karena Cecei pernah kena ruam popok, akhirnya saya selalu sedia krim obat ruam popok untuk jaga-jaga saja. Kalau terkena ruam popok maka sudah ada obatnya di rumah.

Siap menjadi orangtua berarti harus siap belajar hal baru setiap harinya. Tiap hari anak akan tumbuh dan berkembang, maka akan selalu ada pelajaran baru untuk kita sebagai orangtua. Untuk dapat 'hadir' lahir dan batin saat bersama anak, orangtua harus siap menerima pelajaran yang anak bawa dalam keseharian mengurusnya. Semoga kita semua siap dan mampu belajar menjadi orangtua yang lebih baik.

 

1 Comments

  1. avatar
    Cindy Vania May 11, 2018 11:38 am

    Aacckk.. bener banget inihh.
    Lalu aku kembali deg2an :))

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.