Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berkunjung ke Dokter Gigi selama Pandemi COVID-19

Sejak sebulan lalu, Lana mengeluh sakit gigi karena beberapa giginya goyang. Karena situasi pandemi coronavirus, kamipun mengurungkan niat untuk mengunjungi dokter gigi dengan alasan keselamatan. Namun beberapa hari lalu, Lana sudah tak tahan sakitnya dan susah makan, gusinya bengkak dan berdarah. Akhirnya kamipun mencari tahu apakah aman untuk mengunjungi dokter gigi selama masa pandemi ini. Berikut hasil wawancara saya dengan drg. Alfika Dinar Fitri, general dental practitioner di Dokter Anggi Dental Clinic Jakarta Selatan yang juga salah satu anggota The Urban Mama. 

 

1. Apakah aman untuk memeriksakan diri ke dokter gigi saat pandemi?

Seperti yang kita tahu, virus penyebab penyakit COVID-19 ini ditularkan melalui droplets atau percikan air liur yang dapat dikeluarkan saat kita bernafas, berbicara, batuk, atau bersin.

Sementara itu, alat-alat yang dipakai di klinik gigi seperti bur gigi, semprotan udara, dan scaler gigi dalam penggunaannya dapat menimbulkan droplet. Akan sangat berisiko apabila pasien yang ditangani ternyata membawa virus, terlebih saat ini juga sudah ada pasien yang terinfeksi COVID-19 namun tanpa gejala yang terlihat (OTG).

Jadi, selama masa pandemi ini kunjungan ke dokter gigi dibatasi. Hanya diutamakan untuk pasien yang punya keluhan gigi mendesak atau emergency. Pastikan juga klinik yang dikunjungi memiliki protokol pencegahan COVID-19 yang sesuai.

2. Apakah ada screening yang dilakukan oleh pihak klinik untuk memastikan kondisi pasien sebelum pasien datang ke klinik, misalnya ditelepon & perawat menanyakan list pertanyaan screening untuk memastikan kondisi kesehatan pasien?

Screening awal tentunya wajib dilakukan, baik melalui telepon maupun ketika pasien datang langsung. Saat pasien datang ke klinik, pasien diukur dulu suhu tubuhnya dan diberikan beberapa pertanyaan untuk pengisian kuisioner screening awal. Pertanyaannya adalah:
- Apakah sedang/ada riwayat demam dalam 14 hari terakhir?
- Apakah ada riwayat gangguan pernafasan dalam 14 hari terakhir?
- Dalam 14 hari terakhir, apakah pernah mengunjungi daerah yang terdokumentasi kasus COVID-19?
- Apakah pernah berkontak dengan pasien terkonfirmasi COVID-19 dalam 14 hari terakhir?
- Apakah dalam 14 hari terakhir pernah menghadiri kegiatan yang dihadiri banyak orang yang tidak anda kenal?

Kejujuran dari pasien sangat diperlukan dalam menjawab pertanyaan ini, untuk kebaikan bersama.

3. Tindakan ekstra apa saja yang dilakukan oleh pihak klinik selama masa pandemi ini untuk memastikan keselamatan pasien?

Sebagai salah satu pekerjaan yang berisiko terpapar COVID-19, tentunya pihak klinik sudah mempersiapkan banyak hal untuk meminimalisir risiko penularan, antara lain:

- Dokter dan perawat menggunakan Alat Pelindung Diri lengkap level 3 sesuai anjuran PDGI, terdiri atas coverall, apron, penutup kepala, masker N95, pelindung mata, sarung tangan bedah sekali pakai dan sepatu pelindung
- Desinfeksi ruangan klinik gigi setiap penggantian pasien
- Pengadaan peralatan untuk mencegah penyebaran droplet dan aerosol seperti exhaust fan untuk pertukaran udara yang baik, lampu UV untuk mensterilkan ruangan, dan droplet vacuum untuk menghisap langsung droplet yang muncul saat tindakan gigi.
- Menyediakan alat pelindung untuk pasien seperti headcap, pelindung mata, dan apron.

4. Apa saja yang pasien harus siapkan sebelum mengunjungi klinik dokter gigi dan selama di klinik?

Sebaiknya sebelum datang ke klinik atau bertemu dokter gigi, pasien melakukan hal-hal berikut:

-Melakukan appointment melalui telepon atau online (jika ada)
-Menggunakan masker
-Sering mencuci tangan dengan sabun atau membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer
-Datang sendiri atau maksimal ditemani satu orang saja
-Usahakan tidak menyentuh barang-barang pada area klinik
-Menaati protokol physical distancing selama di klinik dokter gigi
-Saat pulang setibanya di rumah, segera ganti baju yang tadi digunakan ke klinik, mandi, lalu merendam baju pada detergen

5. Bagaimana dengan menunggu di ruang tunggu, apakah aman?

Setiap RS atau klinik umumnya sudah melakukan protokol physical distancing pada area ruang tunggu seperti pemberian jarak antar kursi di ruang tunggu, pembatasan jumlah orang yang berkunjung, mewajibkan penggunaan masker, tersedianya cairan antiseptik, dan pembersihan rutin pada area ruang tunggu. Selama protokol dijalankan dengan baik, aman untuk menunggu di ruang tunggu. Beberapa RS dan klinik pun ada yang memberikan opsi untuk menunggu di dalam kendaraan pribadi dan akan dihubungi saat sudah saatnya bertemu dengan dokter.

6. Tindakan darurat apa saja yang memerlukan pemeriksaan segera ke dokter gigi? Dan apa saja jenis tindakan non-darurat?

Tindakan darurat dan mendesak seperti:
● Sakit gigi yang hebat; bisa karena adanya gigi berlubang, gigi bungsu yang sedang tumbuh, atau komplikasi pasca pencabutan
● Perdarahan yang tidak berhenti
● Trauma pada gigi yang menyebabkan gigi lepas atau patah
● Pembengkakan pada area wajah atau gusi
● Adanya komponen kawat gigi atau gigi palsu yang melukai mulut

Tindakan non-darurat dan masih bisa ditunda adalah tindakan seperti:
● Perawatan yang berhubungan dengan estetika seperti bleaching gigi, veneer gigi
● Pencabutan dan penambalan gigi yang tanpa gejala
● Kunjungan rutin ke dokter gigi
● Pembersihan karang gigi

(Foto diambil pada tanggal 16 Agustus 2019)

 

Setelah menyimak hasil wawancara di atas, kami pun memutuskan untuk membawa Lana ke dokter gigi. Saya membuat jadwal melalui telepon ke salah satu rumah sakit di Bogor. Terima kasih dokter Alfika atas penjelasannya yang menyeluruh mengenai pemeriksaan gigi selama masa pandemi ini. Semoga informasinya bermanfaat untuk para Urban Mama.

0 Comments

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.