Aktivitas Masa Hamil

dr.riyana
Riyana Kadarsari, dr., SpOG Pendidikan: S1 FK Universitas Indonesia. Obgyn di RSIA Hermina Ciputat.
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!
dr. Riyana Kadarsari, SpOG
Pendidikan: S1 FK Universitas Indonesia

Obgyn di RS Sariasih Ciledug dan RSB Permata Sarana Husada Pamulang. Menikah dan baru saja melahirkan anak ketiganya di awal May 2010.

Q:  Hai Dokter Riyana,
karena ini merupakan kehamilan pertama, saya ingin menanyakan beberapa hal:

1. Aktivitas apa saja yang sebaiknya saya hindari agar tidak membahayakan diri saya dan kandungan? Saya menanyakan hal ini karena saya tergolong orang yang gampang merasa bosan jika tidak beraktivitas dan saya suka sekali dengan aktivitas ‘jalan kaki’.
2. Susu untuk ibu hamil yang mempunyai komposisi apa saja yang sebaiknya saya pilih? (karena saat ini banyak sekali produk serupa yang beredar dipasaran).
3. Bolehkah saya mengonsumsi food supplement? hal ini saya lakukan karena saya tergolong mudah sekali merasa capai dan sebaiknya food supplement yang mengandung zat apa yang harus saya hindari?

Thanks ya Dokter Riyana.

– pertanyaan dari witvandiest.

A:  

1. Selamat ya atas kehamilan pertamanya :) Aktivitas selama kehamilan pada dasarnya tidak dibatasi mengingat hamil adalah suatu kondisi yang normal namun tentu saja pada tubuh kita terjadi perubahan-perubahan baik anatomi dan fisiologis yang perlu diadaptasi. Kebanyakan ibu hamil merasa cepat lelah, malas, berat bertambah, dan kita merasa tidak dalam kondisi yang prima. Walaupun ini kondisi yang normal namun latihan/aktivitas fisik (exercise) sangat membantu dalam mengurangi berbagai keluhan yang timbul selama kehamilan. Tetaplah melakukan latihan fisik minimal 30 menit dalam sehari akan membantu mengurangi nyeri punggung, begah, konstipasi (sembelit), dan bengkak. Selain itu juga mencegah terjadinya diabetes gestasional, membantu memperbaiki mood, energi, memperbaiki postur, melatih kekuatan otot, dan membuat tidur lebih nyenyak.
Hindari latihan fisik yang terlalu bertumpu pada persendian karena pengaruh hormon menyebabkan sendi lebih relaksasi sehingga risiko terjadinya cedera lebih tinggi. Pada kehamilan terjadi peningkatan kebutuhan oksigen sehingga lakukan latihan dengan santai dan tidak memaksakan diri, jika ibu masih bisa berbicara pada saat melakukan gerakan atau aktivitas artinya kerja jantung masih dalam batas normal. Beberapa latihan atau aktivitas yang dianjurkan selama kehamilan adalah jalan kaki, hal ini paling aman bagi ibu hamil yang sebelumnya pun jarang melakukan latihan fisik. Aktivitas lain yang dianjurkan adalah berenang, bersepeda, dan aerobik yang low impact. Saat ini banyak kelas senam seperti yoga, pilates dan kelas fitness yang dikhususkan bagi ibu hamil. Tentu saja ibu perlu menyadari batas kemampuan untuk melakukan kegiatan tersebut.

2. Tentang pilihan susu hamil yang banyak dipasaran tentu saja yang memenuhi atau mendekati kebutuhan nutrisi untuk ibu hamil. Pada dasarnya untuk mengetahui bagaimana kebutuhan nutrisi sebaiknya dievaluasi terlebih dulu. Prinsipnya penuhi kebutuhan dengan cara makanlah yang bervariasi jenis dan komposisinya dan seimbang. Susu atau vitamin hanyalah salah satu bentuk suplementasi nutrisi.
Kebutuhan nutrisi pada ibu hamil dan menyusui meningkat sekitar 35% dari perempuan yang tidak hamil. Kebutuhan ini meliputi karbohidrat, protein, dan lemak serta mikronutrien seperti vitamin dan mineral. Komposisi karbohidrat yang dianjurkan adalah sekitar 45-65% dari kalori, jenis yang direkomendasikan adalah karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, biji-bijian, kacang-kacangan, susu, buah dan sayuran. Sedangkan protein sebaiknya sekitar 10-35% dari kebutuhan kalori. Protein yang direkomendasikan adalah susu rendah lemak, ikan, ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, kacang-kacangan. Kebutuhan lemak sekitar 20-35% dari kalori, lemak yang dianjurkan adalah polyunsuturated fat dan monounsuturated fat (lemak tak jenuh). Hindari lemak jenuh dan lemak trans. Untuk memilih susu hamil sebaiknya ibu lihat komposisi kandungan gizi di kemasannya.

3. Jika ibu merasa kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi dengan intake harian sehari-hari maka suplementasi dibutuhkan. Vitamin dan mineral yang dibutuhkan lebih pada ibu hamil dan menyusui adalah thiamin, riboflavin, niacin, panthotenic acid, vitamin B6, B12, choline, vitamin C, magnesium, iron, zinc, iodin, selenium. Adapun vitamin selain yang tersebut diatas kebutuhannya sama dengan pada perempuan tidak hamil. Jadi pilihlah suplemen yang mengandung zat tersebut. Hindarilah zat aditif, pengawet seperti MSG.

Mudah-mudahan membantu ya.

if you have question to our resident doctor, please don’t hesitate to send it to us.

6 Comments

  1. tisyonk
    tisa 'tisyonk' July 14, 2010 at 5:14 am

    Witvandiest,
    Nice question & congratz for your pregnancy :)

    Sedikit sharing untuk point ke-2 tentang susu hamil.
    Karena kebetulan saya hamil & melahirkan anak pertama saya tidak di Indonesia (di Norway), saya pernah menanyakan hal yg sama mengenai susu hamil ke dokter saya di Norway; mengingat begitu banyak merk susu hamil di Indonesia yg membuat susu hamil terasa super duper penting bagi ibu yg baru pertama kali hamil & saya tidak menemukan susu khusus ibu hamil di tempat saya tinggal. Dokter saya mengatakan sebenarnya semua kandungan susu sama saja & yg terpenting adalah konsumsi susu harus rutin. So it’s not a super duper urgent thing.

    Jadi timbul pertanyaan, kenapa di Indo susu hamil bisa muacem2 yah?? Usaha produsen untuk meraih keuntungan?? hehe :)

  2. Mirza Resita
    July 14, 2010 at 8:31 am

    Slamat ya atas khamilannya :)
    Maw sdikit sharing..saya stuju dgn Tisa soal susu hamil, dlu dsog saya juga bilang sbenernya ga hrs spesifik minum susu hamil,susu byasa saja gpp asal diimbangi dengan makanan yg bergizi.
    Dan soal suplemen juga sama kasusnya,dia bilang asalkan makanan terpenuhi gizinya tdk perlu tambahan suplemen :)
    Trus dia juga nambahin katanya cuman di Indo aja yg tiap pulang bumil slalu dibawain obat (vitamin2 hamil gitu) karna kalo ke dokter ga plng bawa obat ga sah,hehe :p

  3. dr.riyana
    dr. Riyana Kadarsari, SpOG July 14, 2010 at 8:41 am

    Saya setuju dengan pendapat ibu2 semua. Seperti yang sudah dijelaskan di atas sebelum menambah suplemen (bailk susu maupun vitamin) langkah pertama yang paling ideal adalah menilai kecukupan gizi kita terlebih dahulu dengan menghitung apakah asupan harian yang biasa kita makan sudah mencukupi. Mengingat kebutuhan meningkat saat hamil dan menyusui tentu saja harus disesuaikan. Jika sudah mencukupi maka tidak perlu suplementasi baik melalui susu maupun vitamin. Namun jika tidak, maka tidak ada salahnya menambahnya melalui suplementasi. Secara komposisi susu hamil memang sedikit berbeda dengan susu biasa. Terutama komposisi vitamin dan mineralnya serta lemak yang digunakan. Ibu bisa lihat dibelakang kemasannya.

  4. Mirza Resita
    July 14, 2010 at 12:00 pm

    mau nambahin juga ya :)
    saya sedang hamil jalan 24 minggu..
    untuk susu,saya tidak mengkhususkan mengkonsumsi susu hamil,sesuai mood aja. kadang susu hamil,kl lg bosan saya minum susu UHT hehe..

    saya merasa minum susu penting sekali, karena pola makan saya yang masih “acakadul” :D jadi dengan minum susu rasanya jadi lebih lengkap hehe..

  5. Ivana_jason
    Ivana_jason January 10, 2014 at 4:06 pm

    dear dr riyana
    saya sekarang sedang hamil 3 bulan.. makanan apa yaa yang bagus untuk meningkatkan protein buat janin.. krn kalau kekurangan protein dan omega 3 nanti lahirnya bayi bisa mengalami alergi… krn kekurangan protein dan omega 3 pas hamil…. terima kasih…

  6. Ivana_jason
    Ivana_jason January 10, 2014 at 4:07 pm

    dear dr riyana

    makanan apa yaa buat ibu hamil agar bayi nya nanti tidak mengalami alergi ??? kelebihan kacang2 an juga, susu sapi juga tidak boleh yaa ?

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.