ASI dan Menyusui: Terbaik untuk Mama

monicapurba
Berliana Monika , ST , MM Konselor Laktasi & La Leche League (LLL) Leader of Rochester South NY, US. Lulusan S1 Fakultas Teknik Sipil&Perencanaan ITB & S2 Magister Manajemen Universitas Indonesia.
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!

Di artikel minggu lalu, saya sudah memaparkan bahwa ASI dan menyusui: Terbaik untuk Bayi. ASI & menyusui tidak hanya memberikan yang terbaik untuk bayi, tapi juga untuk Mama, maka di artikel hari ini, saya ingin memaparkan kenapa menyusui juga memberikan keuntungan bagi Mama.

  • 1. Mengurangi pendarahan setelah persalinan.
  • 2. Mengurangi risiko terkena kanker payudara.
  • 3. Mengurangi risiko terkena kanker indung telur (ovarium) dan kanker rahim.
  • 4. Mengurangi risiko terkena penyakit diabetes/kencing manis.
  • 5. Mengurangi risiko terkena keropos tulang.
  • 6. Mengurangi risiko terkena rheumatik.
  • 7. Metoda KB yang paling aman & 98 % merupakan metoda kontrasepsi yang efektif bila Mama menyusui eksklusif selama 6 bulan & apabila Mama belum mendapatkan datang bulan yang pertama kali setelah nifas.
  • 8. Mengurangi risiko kegemukan.
  • 9. Mempercepat bentuk rahim kembali ke keadaan sebelum hamil karena isapan bayi menstimulasi kontraksi rahim.
  • 10. Mengurangi stress & kegelisahan, saat bayi mengisap dan sentuhan skin to skin dengan bayi membuat badan Mama melepaskan hormon yang membuat Mama tenang & rileks.
  • 11. Mengurangi 4,8x tindakan kekerasan Mama & menelantarkan anak (Cohort Follow Up pada 5.890 Mama selama 15 tahun).

Sebagai tambahan, keuntungan memberikan ASI & menyusui bagi keluarga adalah sebagai berikut:

  • 1. Menolong mengurangi kemiskinan & kelaparan. ASI & menyusui adalah hal yang sangat ekonomis, pemberian susu formula membutuhkan biaya yang tinggi & harus memiliki sanitasi yang baik serta air yang bersih.
  • 2. Mama & bayi akan lebih sehat sehingga mengurangi biaya perawatan kesehatan.
  • 3. Menghemat waktu untuk persiapan dll dibandingkan bila memberikan susu formula yang membutuhkan waktu mulai dari persiapan sampai pencucian/pembersihan peralatan pasca susu formula diberikan.

Berikutnya akan saya paparkan apa saja sih yang ada ‘di dalam’ ASI, alias kandungan/komposisi ASI yang membuat ASI sangat bermanfaat bagi bayi. Seperti yang saya sudah singgung sedikit di atas bahwa ASI adalah ‘cairan hidup’ yang kandungan & komposisinya berubah sesuai kebutuhan bayi. Jenis ASI berdasarkan usia bayi ada 3 macam, yaitu ASI awal/kolostrum pada saat bayi lahir & hari-hari awal kehidupan bayi, kemudian ASI transisi pada sepuluh hari pertama sampai dua minggu setelah lahir dan berikutnya adalah ASI matang. Kandungan dari setiap tahapan berguna untuk bayi baru lahir, terutama upaya adaptasi fisiologis terhadap kehidupan di luar kandungan.Semakin matang ASI, konsentrasi antibodi/imunoglobulin, total protein, dan vitamin yang larut di dalam lemak menurun, sedangkan laktosa, lemak, kalori, dan vitamin yang larut dalam air meningkat.

Kolostrum: Sedikit jumlahnya, besar manfaatnya
Banyak yang mengira bahwa ASI pertama/kolostrum berwarna putih seperti susu, sehingga ketika kolostrum keluar dan berwarna kuning keemasan/oranye, kental, lengket, dan terkadang bening, terdapat persepsi ASI tersebut tidak bagus dan dibuang saja. Jumlahnya pun hanya sekitar 3-5 sendok teh yang sering membuat khawatir tidak akan cukup untuk bayi sehingga perlu ditambah susu formula. Warna orange/keemasan ini merupakan tanda dari kandungan beta-carotene yang tinggi, yang merupakan salah satu anti oksidan.

Meski jumlah kolostrum relatif sedikit namun sangat mencukupi lambung bayi yang juga memang masih kecil (sila buka artikel saya mengenai Apakah ASI Saya Cukup). Meski sedikit, kolostrum sangat padat nutrisi, kaya akan karbohidrat, protein, serta tinggi antibodi yang melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi.

Kolostrum mengandung sejumlah besar antibodi yang disebut dengan IgA (secretory immunoglobulin A). Sebelum bayi lahir, ia akan mendapatkan antibodi lain, IgG, melalui plasenta. IgG bekerja melalui sistem sirkulasi bayi. IgA ini akan melindungi bayi dari serangan kuman di daerah membran mukus tenggorokan, paru-paru dan usus, juga melindungi sistem pencernaan bayi.

Kolostrum juga kaya akan lekosit, sel darah putih yang akan menghancurkan bakteri jahat dan virus.

ASI Transisi
Kolostrum secara bertahap berubah menjadi ASI matang sekitar 10 hari – 2 minggu setelah kelahiran bayi. Selama proses transisi ini kandungan antibodi dalam ASI menurun dan secara volume meningkat secara drastis. Sementara produksi kolostrum dipengaruhi oleh hormon, ASI transisi mulai dipengaruhi oleh proses supply vs demand (oleh karena itu frequent nursing, sekitar 8-12 kali menyusui per hari di awal-awal kelahiran bayi sangat penting).

Komposisi ASI transisi adalah perpaduan dari kolostrum & ASI matang, mengandung kandungan lemak yang tinggi yang berguna untuk pertumbuhan, perkembangan otak, mengatur kadar gula darah, dan memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

Zat imunologi lain yang dimiliki ASI adalah Laktoferin, Lisozim (enzim ini bertahan sampai tahun kedua laktasi). ASI mengandung 300 kali lebih banyak enzim ini dibandingkan susu sapi), Oligosakarida, Musin, Lipase, Probiotik, dll. ASI juga mengandung Growth Factors yang tidak terdapat di susu formula.

Kandungan ASI berubah setiap menit
ASI adalah cairan ‘hidup’ yang kandungan/komposisinya berubah setiap waktunya sesuai kebutuhan bayi. Di menit-menit awal menyusui, ASI awal disebut Foremilk, kaya akan protein, rendah lemak, dan cenderung lebih encer dan bening. Foremilk berfungsi sebagai makanan pembuka/penghilang haus. Foremilk tinggi kandungan lactose yang berfungsi juga untuk perkembangan otak bayi & memberikan energi. Selanjutnya disebut Hindmilk yang kaya akan lemak yang berperan untuk pertambahan berat badan bayi & cenderung kental.

Hindmilk mengenyangkan bayi seperti makanan utama. Saat menyusui Mama tidak dapat membedakan secara pasti antara foremilk dan hindmilk. Perubahan foremilk-hindmilk berlangsung secara amat perlahan. Penelitian menyatakan bahwa makin kosong payudara, makin tinggi kandungan lemak dalam ASI.

Jadi, Mama Papa tidak ragu kan memberikan ASI untuk bayi tercinta?
Happy breastfeeding! :)

31 Comments

  1. ipeh
    Musdalifa Anas March 18, 2013 at 6:39 am

    deg-degan besok saya harus operasi sc anak kedua, semoga Asinya langsung keluar ya. Semangat banget bisa ngasih exclusive buat anak kedua nanti, dan nambah semangat lagi karena baca artikel ini. ASI memang terbaik unuk bayi dan mama ya. TFS mbak Berliana, artikelnya bermanfaat sekali :)

  2. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika March 18, 2013 at 6:51 am

    Halo Mba Musdalifa Anas,
    Gak usah khawatir,rileks n PD aja. Kolostrum sudah diproduksi tubuh Ibu sejak kehamilan trimester kedua:). Insya Allah dengan Manajemen laktasi yang baik semuanya akan dimudahkan. Baca2 lagi yg artikel saya soal IMD & ASI saya cukup ya, buat diskusi sama dsog n bidan nanti. Semoga lancar semua ya Mba :)

  3. hary
    hary augustina March 18, 2013 at 7:55 am

    ibu fatimah Berliana Monika.

    pada kehamilan pertama saya, sama sekali tidak ada colostrum yang berwarna kuning orange , hanya susu seperti hind milk bening lebih bening dari hind milk. apa itu tetap colostrum?
    alhamdulillah kinan dapet IMDnya.

  4. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika March 18, 2013 at 8:15 am

    Halo Mba Hary Augustina,
    Panggil saya Monik saja ya :)
    Untuk Kolostrum, seperti yg sudah saya paparkan di tulisan kali ini, adalah ASI pertama yang keluar sampai beberapa hari usia bayi yang perlahan beralih menjadi ASI matang.
    Mengenai warna dan tekstur Kolostrum memang bervariasi Mba, tidak selalu kuning orange dan kental.
    Saya quote dari baby center ya :”colostrum, which may appear as clear fluid or be a deep golden color”.
    Alhamdulilah Mba melaksanakan IMD ya , ikut senang tiap dengar kabar bayi mendapatkan haknya :)
    Happy Breastfeeding
    -Monika

  5. tiwimanis
    Herlia Pratiwi March 18, 2013 at 8:17 am

    Artikel mba berliana bermanfaat banget … makasi ya walau uda anak ke 2 tetep harus belajar lagi ni maklum beda 3 tahun jadi lupa-lupa hihihi

    Alhamdulillah anak pertama dan kedua IMD dan ASI semua dan semoga anak keduaku juga kaya kakaknya ampe 2 tahun lebih :)

    mba ipeh semoga diberi kelancaran proses bersalinnya dan bisa IMD dan ASI nya mengalir deras. Aamiin *kecup*

  6. mimarura
    mimarura March 18, 2013 at 9:16 am

    bener bgt tuh kalau menyusui mengurangi resiko kegemukan. krn menyusui berat badan saya susut dengan cepat. bahkan skr berat badan 2kilo di bawah berat badan sebelum hamil… yippiiee

  7. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika March 18, 2013 at 9:20 am

    @Mba Herlia Pratiwi,
    Alhamdulilah, semoga lancar memberikan ASI untuk anak keduanya sampai 2 tahun ya :)

    @Mba Mimarura :
    Sipp deh, menyusui + dapet bonus ya nurunin BB alami :).

  8. sukie
    Sukma Pertiwi March 18, 2013 at 10:04 am

    @mimarura : wah sama! jadi defisit! hihi

    @dokter Fatimah : dok, nanya boleh? bener ga sih kalau ASI itu jika diminum langsung setelah makan akan mengurangi penyerapan zat besi? TFS :) maaf OOT ya dok.

  9. azitafebriani
    azitafebriani March 18, 2013 at 11:15 am

    Mba monik, sabtu ini rencananya saya sc anak kedua, biasanya bayi langsung dibawa ke r.bayi dan baru dikasih ke ibunya setelah beberapa jam habis operasi. Kira2 pemberian kolostrum ini segera setelah bayi lahir (yg artinya ditaro dulu di sendok trus sendoknya dibawa ke r.bayi atau tunggu sampai bayi diantar ke ruangan ibu? Supaya bisa langsung disendokkin. Soalnya di rs saya melahirkan nanti ga menerapkan IMD. Terimakasih sebelumnya mba :)

  10. sukie
    Sukma Pertiwi March 18, 2013 at 2:28 pm

    waduh maaf mbak Monik ya panggilannya :), mohon pencerahan ya. Terimakasih :)

  11. iqa Umi-nya bintang
    iqa Umi-nya bintang March 18, 2013 at 2:32 pm

    Setuju… ASI itu buanyak banget manfaatnya. Sampai sekarang Bintang (8,5 bln), Alhamdulillah belum pernah sakit, kalaupun pernah panas itu karena imunisasi. Dan betul itu dapat bonus penurunan BB drastis. Skrg BB turun 8 kg dari BB sebelum hamil. Udaah…ga perlu banyak mikir. ASI…ASI dan ASI….

  12. honeybund
    Sri Hadzriati March 18, 2013 at 4:01 pm

    Sangat setuju dok… Alhamdulillah sempat IMD dan ASI eksklusif walaupun cuma sampe 7,5 bulan… Sedih rasanya waktu pertama kali menawari Hani dengan susu formula. Sangat bersyukur dan bangga bisa memberi ASI eksklusif, ditengah kesibukan residensi yg cukup menguras tenaga, waktu dan pikiran, sekaligus memberi contoh nyata kepada ibu2 yang anaknya dirawat di perawatan bbl, tentang pentingnya ASI dan manajemen laktasi sambil memberi semangat “ibu, saya saja yang hampir 24 jam di rumah sakit masih bisa ASI eksklusif dgn cara ASIP apalagi ibu2 yg punya banyak waktu dengan bayi ibu” aikh… Senang rasanya ketika ibu2 sangat bersemangat memberi ASI utk bayinya…
    –ibu yang keren adalah ibu yang sadar ASI– :-)

  13. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika March 18, 2013 at 6:39 pm

    Halo Mba Sukma Pertiwi ,

    Fakta yang benar adalah pemberian susu sapi adalah penyebab terumum dari kasus kekurangan zat besi.
    “Cow’s milk is a common cause of iron deficiency. It contains less iron than many other foods and also makes it more difficult for the body to absorb iron from other foods. Cow’s milk also can cause the intestines to lose small amounts of blood.”

    Keuntungan lain dari pemberian ASI adalah sbb :
    “Since children only absorb about 10% of the iron they eat, most children need to receive 8-10 mg of iron per day. Breastfed babies need less, because iron is absorbed 3 times better when it is in breast milk.”

    Sumber: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/007134.htm

    Ada beberapa item juga yang dapat mengurangi penyerapan zat besi seperti teh dan kopi. Dan yang dapat membantu penyerapan zat besi setelah makan adalah Vitamin C.
    Bisa pelajari di sini soal detil daftar makanan & info soal nutrisi :
    http://www.cdc.gov/nutrition/everyone/basics/vitamins/iron.html
    Semoga bermanfaat :)

  14. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika March 18, 2013 at 6:44 pm

    Halo Mba Azita Febriani,
    Pada prinsipnya ASI dapat bertahan di suhu ruang bila tidak terlalu panas sampai 6 jam dan bisa di tempat lembab-panas maksimal 4 jam.
    Jadi dipastikan dulu apakah dari sejak setelah SC sampai bayi diberikan ke Ibu berapa lama.
    Jika lewat dari batas waktu yg saya infokan tsb dan kolostrum Ibu sudah keluar maka dapat ditampung dan dimasukkan ke kulkas dulu. Cari wadah super mini karena kolostrum jumlahnya sedikit. Sebelum pemberian wadahnya dialiri air hangat alias jangan dipanaskan langsung karena akan merusak kandungan ASI.
    Semoga membantu ya :)
    Happy breastfeeding

  15. sefriantini
    sefriantini March 19, 2013 at 3:16 am

    lahir baby faqih tgl 15 kemarin agak kecewa karena IMD nya ga tuntas, padahal sebelumnya udah bilang dari jauh2 hari sama penolongnya kalo mau IMD dan udah di oke kan, eh pas hari H, begitu keluar baby-nya betulan ditaro di dada tp 5 or 10 menit kemudian baby-nya dibawa pergi padahal baby-nya belum nemuin putingnya, sempet protes tp penolongnya bilang nanti kalo udah bersih disusuin lagi sama aja itu IMD krna di jam awal kelahiran dy..hmm pasrah jadinya..tp alhamdulilah ASI nya lancar jaya sampe hari ketiga ini.. :)

  16. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika March 19, 2013 at 3:25 am

    Halo Mba Sefriantini,
    Selamat ya atas kelahiran baby Faqih :). Yang sudah lewat biar jadi pelajaran untuk anak berikutnya,sebaiknya memang selain dikomunikasikan ingin IMD ke pihak Nakes & Tempat Bersalin, juga ‘lebih kuat’ lagi dan keluhan lebih baik disampaikan juga secara tertulis kepada pihak manajemen tempat bersalin tsb.
    Yg penting sekarang enjoy aja ya, tetap pantau tanda2 kecukupan ASI (ada di tulisan saya soal Apakah ASI saya cukup) .
    Happy breastfeeding :)
    -Monika

  17. missfenny
    Fenny Ferawati March 19, 2013 at 11:19 am

    Saat IMD, Al tidak berhasil menyusu sampai satu jam kemudian. Setelah Fenny dan Al bersih, baru berhasil menyusui dengan lancar, apakah Al masih mendapatkan kolostrum Mom Monika?

  18. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika March 19, 2013 at 4:12 pm

    Halo Mba Fenny,
    Tentu saja. Kan pengertian Kolostrum adalah ASI pertama yang keluar , baik IMD maupun tidak IMD.
    -Monika

  19. ninakarina
    ninakarina March 19, 2013 at 9:03 pm

    salam kenal..anak kedua saya 15 bulan hbs kena flu singapura.krn di rahangnya banyak sariawan dia ga mau nenen.sekarang sih dah sembuh.dah makan seperti biasa tapi tetep ga mau nenen.gmn ya solusinya..makasih :)

  20. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika March 19, 2013 at 9:39 pm

    Halo Mba Nina Karina,
    Hal tersebut adalah salah satu contoh Nursing Strike dimana bayi menolak menyusu dengan berbagai sebab di mana salah satunya ya karena bayi sakit / pasca sakit.
    Yg perlu Mba lakukan adalah tetap tenang, sabar, usahakan sesering mungkin pendekatan lagi ke anak Mba dengan cara skin to skin contact, banyak memeluk, juga coba tawarkan menyusui saat anak ngantuk (usahakan ruangan tenang dan tidak terang).
    Selamat mencoba :)
    -Monika

  21. nieza
    nieza March 20, 2013 at 9:46 am

    Alhamdullilah asiku keluar banyak. Intinya sang ibu harus tenang n pede klo bisa memberikan asi. Satu lagi yg ngerasain manfaat pas hamil ikut hypnobirthing jadi bawaannya kita tenang n bahagia terus.
    Perjuangan asix kerasa bgt sama aku kmrn kena dbd. Perjuangan tetep nyusuin pas demam tinggi badan ga enak. Sempet khawatir ga boleh nyusuin pas dbd ternyata gpp. Terus asix yg keluar ga terlalu banyak sampai asadel terlihat kurusan (meskipun tetap gembul) Tapi alhamdullilah pas sembuh kembali normal produksi asinya.

    Asi memang cairan terbaik untuk bayi. Asadel lahir 3.06kg skrng sudah 8.6kg 5bulan. Itupun sempet ga naik2 bb nya karna aku sakit. Ibunya cepet kurusan jadi ga usah ribet pusing2 ikut diet. Ga ada senikmat makan selain pas nyusuin. Makan banyak n nambah berulang kali badan langsing terussss
    I love breastfedding

  22. devi tan
    devi tan March 20, 2013 at 10:30 am

    dear Mba Monik,

    Terus terang saya kecewa dengan RS tempat anak pertama saya melahirkan, krn dari jauh2 hari sebelumnya saya sudah meminta dokter yang menangani proses kelahiran saya untuk dilakukan proses IMD, tp kenyataannya pada hari H anak saya sama sekali tidak dibawa kepada saya hanya diperlihatkan sesaat (tidak ada 1 menit) :-(
    berhubung saya melahirkan caesar, saya jadi tidak fokus untuk memperjuangkan proses IMD tersebut (karena kedinginan dan sesak nafas). sekitar 3-4 jam setelah di kamar perawatan bayi saya baru diantar ke ruangan…setelah saya tanya ke susternya apakah bayi saya sudah sempat minum sufor, dia menjawab “ya sudahlah bu, nanti kalau gak dikasih bisa kehausan bayinya…”. yg jadi pertanyaan saya, apakah benar bayi yang baru lahir harus segera diberi susu atau cairan supaya tdk dehidrasi, berapa lama sebenarnya daya tahan tubuh bayi yg baru lahir utk tidak menerima cairan? karena Asi sy baru keluar ke esokan harinya itupun jumlahnya hanya sedkiti sekali hanya sekitar 20-50cc. lalu selain kepada Dokter kandungan yang membantu proses kelahiran, kepada siapa lagi saya harus menyampaikan permintaan saya untuk proses IMD, kalau secara tertulis suratnya ditujukan kepada siapa? dan apakah proses melahirkan secara normal atau caesar ikut mempengaruhi proses IMD, maksudnya apakah obat2an (obat bius dan obat painkiller) yang diberikan pada saat caesar bisa ikut terminum oleh bayi saya jika IMD? Maaf jika pertanyaan saya terllau banyak, maklum saya tidak ingin mengulangi kesalahan saya yg sebelumnya. Many thanks buat mba Monik sebelumnya…
    sekarang saya sedang hamil 27 weeks, dan rencana akan caesar lagi dan mudah2an kali ini niat saya utk IMD bisa kesampaian.

  23. andinigelar
    andini ardani March 20, 2013 at 2:31 pm

    Mba Monik,

    Tambah semangat baca artikel ini untuk menyusui. Aku sedanghamil anak kedua 32 w..sakses ASI ketika anak pertama..Alhamdulillah ya.
    Saya merasakan hubungan Ibu-anak jadi extra dekat padahal saya Ibu bekerja jadi hanya bertemu anak malam dan pada akhir pekan saja tapi proses menyusui membuat kualitas hubungan kita istimewa sekali. Sekarang anak pertama sudah hampir dua tahun, dan sudah tidak mau menyusui tapi hubungan kami sangat dekat.
    Doakan kesuksesan kedua ya Mba :)

  24. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika March 20, 2013 at 6:32 pm

    Halo Mba Nieza,
    Thanks ya sharingnya, memacu semangat para Mama untuk terus memberikan ASI. Betul sekali bahwa walaupun Mama sakit, tetap boleh memberikan ASI ke bayinya. Hanya sedikit sekali kasus kontraindikasi/tidak boleh memberikan ASI kepada bayi karena penyakit Ibunya. Salah satunya para Mama yg sedang dalam terapi kemoterapi. Manajemen Laktasi sangat diperlukan saat Mama sakit dan saat inilah kadang diperlukan stok ASI perah misalnya saat Mama harus diopname dan tidak bisa membawa bayinya ke RS.
    Mengenai perasaan tenang & bahagia, sebenarnya tanpa hypnobirthing pun kita bisa usahakan sendiri :). Keep positive thinking, keep feeling happy dan tentunya persiapan yg matang terutama berbekal ilmu untuk kelahiran & menyusui Insya Allah akan mempermudah semuanya . Hal ini sudah saya tulis di artikel saya yang ini : http://theurbanmama.com/articles/sebelum-melahirkan-apa-yang-harus-diketahui-disiapkan.html .
    Happy breastfeeding :)
    -Monika

  25. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika March 20, 2013 at 6:39 pm

    Halo Mba Devi,
    Wah jawaban saya bakal panjangxlebarxdalem nih :). Saya coba jawab lebih singkat ya.
    1.”saya jadi tidak fokus untuk memperjuangkan proses IMD tersebut (karena kedinginan dan sesak nafas)”
    Jawab: IMD memang bisa dilaksanakan kalau kondisi Mama & Bayi Stabil dan Baik. Bisa baca tulisan saya soal IMD ya Mba : http://theurbanmama.com/articles/inisiasi-menyusu-dini.html
    2.”apakah benar bayi yang baru lahir harus segera diberi susu atau cairan supaya tdk dehidrasi, berapa lama sebenarnya daya tahan tubuh bayi yg baru lahir utk tidak menerima cairan”
    Jawab : Hal ini sudah saya bahas tuntas di tulisan saya soal IMD yang ini : http://theurbanmama.com/articles/apakah-asi-saya-cukup.html
    3.”kepada siapa lagi saya harus menyampaikan permintaan saya untuk proses IMD, kalau secara tertulis suratnya ditujukan kepada siapa”
    Jawab : Permintaan tertulis mengenai ingin IMD, Rooming In, ASIX selain ditujukan ke dsog/nakes yg membantu persalinan, juga ke dsa dan yang terpenting Manajemen RS/Tempat bersalin. Hal ini sudah saya bahas di tulisan saya yg ini : http://theurbanmama.com/articles/sebelum-melahirkan-apa-yang-harus-diketahui-disiapkan.html

    Pertanyaan terakhir masih soal IMD ya,silahkan pelajari dulu tulisan saya tsb, kalau ada yg belum paham silahkan tanya lagi ya:).
    -Monika

  26. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika March 20, 2013 at 6:46 pm

    @Mba Devi : Upps maaf typo untuk yang nomor 2 maksud saya tulisan saya yg soal apakah ASI saya cukup. Di situ ada ilustrasi & penjelasan soal kapasitas lambung bayi baru lahir/newborn yang masih sangat mini.

    Tambahan sedikit soal obat bius/anastesi dan pain killer pada persalinan SC vs menyusui bisa juga baca di sini :
    http://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/pages/Breastfeeding-After-Cesarean-Delivery.aspx?nfstatus=401&nftoken=00000000-0000-0000-0000-000000000000&nfstatusdescription=ERROR%3a+No+local+token

    Semoga membantu ya :)
    -Monika

  27. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika March 20, 2013 at 6:51 pm

    Halo Mba Andini Ardani,
    Wah thanks ya sharingnya :) ikut senang.
    Insya Allah update terus soal Manajemen Laktasi, pikiran positif dan dukungan dari orang terdekat semuanya akan lebih lancar untuk anak kedua, dst :)
    -Monika

  28. kiaa
    kiaa April 22, 2013 at 10:05 am

    Dear Mbak monik,
    Terima kasih untuk artikel nya.saya jadi semakin semangat menyusui nih. Walaupun awalnya penuh perjuangan tapi alhamdulillah sekarang semakin lancar menyusui baby Kamilah. :-)

  29. azitafebriani
    azitafebriani May 12, 2013 at 12:18 pm

    Mbak monik, makasih ya sharingnya. Setelah baca reply mbak monik, saya langsung cari wadah super mini itu dan alhamdulillah dapet. Itu sangat sangat sangat kepake sekali karena bayi saya posisinya di perina dan baru boleh dibawa ke kamar ibu kalau udah ada refleks menghisap katanya. Jadi kolostrum saya dimasukkan ke wadah itu karena dari awal saya udah bilang bayinya jangan dikasih apa2 kecuali asi. Sekarang usianya udah mau masuk 7 minggu dan alhamdulillah masih full asi.

  30. elzahra
    elzahra November 8, 2013 at 9:33 am

    Mba Monik,
    Saya termasuk Mama EPing karena saya bekerja pergi subuh pulang malam dari hari senin sampai jum’at. sempat brestfeeding hanya malam hari, kondisi bayi sudah tertidur namun saya paksakan untuk breastfeeding dan alhamdulillah mau bayi nya.
    Kebetulan supply ASI saya melimpah dari pada demand, jadi saya kebingungan untuk menyimpan ASIP saya saat ini, karena freezer khusus saya sudah penuh dengan ASIP. Oleh karena itu saya menyiasatinya dengan membuang pompaan pertama (yang disebut diartikel foremilk) sekitar 30-60 ml dalam 1 PD, kemudian saya baru menampung pompaan berikutnya (yang disebut diartikel sebagai hindmilk) saya dapat sekitar 100-150 ml untuk 1 PD.
    Saya baru tau perbedaan kandungan diantaranya setelah baca artikel ini, awalnya saya pikir hanya beda encer dan kentalnya saja.
    yang saya tanyakan,
    1. Apakah dalam hind milk itu tidak ada protein?
    2. Apa yang terjadi jika hal demikian saya lakukan sampai lulus ASIX?

    Terimakasih mba monik
    Salam

  31. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika November 8, 2013 at 4:40 pm

    Dear Mba Elzahra,

    Tentu saja di dalam hindmilk ada protein. Dalam foremilk dan hindmilk kandungannya secara umum sama, cuma ada kelebihan masing2 seperti yang sudah saya tulis (foremilk kaya laktosa dan hindmilk yang kaya lemak).

    Hampir sebagian besar kasus tidak perlu memusingkan foremilk dan hindmilk kok, selama : Bayi baik2 saja dalam arti tidak kelebihan foremilk seperti dalam kasus Oversupply, dan berat badan trend persentilnya baik. Jadi selama bayi Mba baik2 saja ya tidak perlu khawatir.

    -Monik

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.