ASI untuk Adik

MommyMinjee

Arrggghhhh!! Saya berteriak kencang ketika mencoba menyusui. Puting susu saya sudah terbelah, mengeluarkan darah, bengkak, dan nyeri sekali. Baby blues yang belum juga berlalu setelah tiga minggu melahirkan Chila membuat saya agak goyah untuk menyusui dan berpikir untuk menyerah saja. Suami terus menyemangati dan mendampingi selama masa-masa itu. Hanya dengan mengusap-usap punggung serta mengambil alih Chila untuk disendawakan sudah merupakan dukungan luar biasa yang saya rasakan saat itu. Karena dukungan tersebut saya mencoba menyusui dengan keras kepala, menutup kuping dari ocehan negatif orang di sekitar yang tidak mendukung, menahan sakit yang luar biasa sampai akhirnya tersadar bahwa proses menyusui ini bukan hanya sekedar memberi makan bayi mungil yang selalu menangis ini, menyusui adalah anugerah yang Tuhan berikan kepada saya. Berangsur-angsur keadaan fisik dan jiwa saya untuk menyusui dan merawat Chila semakin pulih.

Masa-masa menyusui Chila memiliki tahapannya sendiri-sendiri. Di awal masa menyusui rintangan yang saya lalui adalah membangunkan Chila dari tidurnya. Chila si bayi kuning itu selalu tertidur dan susah dibangunkan. Sedangkan dokter menyarankan untuk kejar tayang menyusui Chila selama 2 jam sekali atau sesering mungkin agar kuningnya (physiological jaundice) cepat pulih. Setelah baby blues, cracked nipple, dan kuning Chila menghilang, kegiatan menyusui menjadi lebih mudah walaupun masih ada rintangan lainnya. Saya tidak mahir menyusui sambil tiduran. Menggendong Chila yang setiap bulannya bertambah berat 1.5 kilogram tentu tidak mudah, nursing back pain pun menyerang.

Kemudian di bulan ke-7 chila tumbuh gigi. Saya pernah memukul tembok sambil menahan diri untuk tidak berteriak saat nipple saya digigit oleh Chila. Selanjutnya berganti tahap di mana Chila menyusu sambil berakrobat. Payudara saya ikut terputar, tertarik dan terpelintir beserta gigitan akibat pelampiasan gusinya yang gatal. Ketika pergi keluar rumah, nursing apron tidak boleh ketinggalan. Selalu mencari nursing room ketika memasuki mal. Menyusui di tempat umum pun tak terlewatkan jika Chila sudah mengamuk meminta untuk menyusu. Pada awalnya risih dan malu, lama-kelamaan menjadi terbiasa terlebih suami selalu support pasang apron dan pasang badan menutupi kami dari lirikan orang. Jujur saja, masa menyusui memang merepotkan.

Namun ketika melihat Chila tersenyum, memainkan mata, mengusap-usap pipi saya saat menyusui rasanya terbayar sudah semua sakit yang dirasa. Saya percaya Chila tumbuh besar menjadi anak yang sehat, lincah dan kuat berkat ASI, cairan ajaib yang dianugerahkan Tuhan kepada saya.

Suatu pagi, seperti biasa ketika saya duduk di kloset untuk buang air kecil Chila setia menemani. Menunggui saya sampai selesai. Namun pagi ini berbeda, ada dua garis muncul pada testpack yang baru saja saya beli. Chila orang pertama yang saya beritahu kabar gembira itu. Saat itu Chila berumur 18 bulan. “Wah, Chila sudah mau jadi kakak nih, ada dedek di perut Inung”. Chila menatap bingung testpack tersebut “Tataa?” katanya.

Enam bulan lagi menuju masa sapih Chila. Saya ingin tetap menyusui Chila walaupun mengurang frekuensinya hanya untuk tidur siang dan tidur malam. Hal ini sebenarnya mendapat larangan keras dari Mama dan Mama Mertua. Pada zaman mereka, menyusui saat hamil adalah pantangan. Orang Batak bilang “tarocop” artinya gizi dalam ASI sudah terisap oleh si janin sehingga ASI yang keluar untuk si kakak sangatlah buruk sehingga bisa menyebabkan si kakak terkena diare dan kurang berat badan. Saya bicara baik-baik kepada mereka bahwa ilmu ASI sekarang sudah diperbarui dan tidak lagi seperti itu. Ibu hamil tetap bisa menyusui asalkan tidak ada riwayat keguguran dan ibu dalam keadaan sehat. Untungnya mereka tidak berdebat lebih jauh lagi.

Semakin mendekati usia 2 tahun, PR baru saya adalah mencari cara untuk menyapih Chila. Banyak referensi yang saya dapatkan antara lain, mengolesi segala sesuatu yang tidak disukai anak ke PD, seperti kopi, cabe atau daun yang pahit rasanya. Kemudian menyapih dengan sistem kalender, yaitu bicara dengan si anak target kapan waktu berhentinya kemudian setiap hari bersama si anak menandai tanggal yang sudah dilalui sampai targetnya. Lalu dengan hypnosis, membisikkan kata-kata saat anak sedang dalam keadaan mengantuk berat namun belum tertidur sepenuhnya.

Saya memakai sistem kalender dan hypnosis. Tanggal 20 Oktober, seminggu sebelum Chila ulang tahun saya jadikan target. Saya beri tanda love di tanggal tersebut bersama Chila, dan kami bersama-sama memberi tanda silang setiap tanggal yang kami lewati.

Ritual malam kami berdoa dan Chila menyusu sampai tertidur. Dalam masa pra penyapihan saya bisikan kata-kata yang sama ke telinganya saat ia menyusu dan belum terlelap “Kakak, sebentar lagi kan Kakak umur dua tahun, nanti tanggal 20 Kakak berhenti mimik ya, karena mimiknya untuk dedek.” Chila bereaksi mengangguk-angguk sambil perlahan terlelap. Saya ulang dan ulang kata-kata itu setiap malam.

Tanggal 19 malam, kami berdua berdoa mengucap syukur kepada Tuhan untuk dua tahun yang kami lalui bersama. “Terima kasih Tuhan untuk dua tahun yang Tuhan anugerahkan kepada kami, terima kasih Tuhan buat hari-hari yang indah selama menyusui Chila, terima kasih untuk kesehatan, kekuatan dan kepintaran yang Tuhan berikan kepada Chila, kami mengucap syukur. Amin.”

Setelah berdoa Chila tidak lagi minta menyusu untuk tidur, dia berkata “Mimik kakak andweeh (andweeh=jangan dalam bahasa Korea), mimik untuk dedek”. Dan ia pun tertidur tanpa menyusu. Begitu juga hari-hari sesudahnya Chila tidak lagi minta menyusu sebelum tidur, terkadang ia memegang megang payudara saya sambil terlihat menelan ludah, menahan hasrat untuk menyusu. Tetapi dia selalu mengucapkan kata-kata yang sama kepada saya “Mimik kakak andweeh, mimik untuk dedek,” seakan balik dia menghipnosis saya yang ingin membatalkan saja proses menyapihnya karena tidak tega.

“Mimik untuk dedek.” Saya percaya Chila akan menjadi kakak yang sangat baik.

33 Comments

  1. mamatheo
    mamatheo October 23, 2013 at 7:42 am

    waaaa….terharu baca endingnya…
    sweet chila…

    sehat selau ya chila sama dedeknya…

  2. neni_arka
    Neni Setyoreni October 23, 2013 at 8:19 am

    senengnya..berakhir dengan happy ending. Ini saya masih berusaha weaning with love, masih suka gak tega liat tatapan mata arka yang memelas pas minta nenen. Padahal kalo Arka nenen saya seringkali mual karena masih trimester pertama. Harus terus berjuang nih…

  3. diano.dian
    diano.dian October 23, 2013 at 8:46 am

    suka sekali, apalagi sama endingnya ^_^,,
    kakak chila hebat..

    semangat selalu, mommy

  4. hananafajar
    hanana fajar October 23, 2013 at 9:59 am

    Aaaaa…@MommyMinjee terharuuu plus berkaca-kaca ih bacanya..selalu deh ga pernah habis cerita soal menyusui, terutama di jaman sekarang yang banyak sekali orang berpendapat beda dengan kita..
    Well, waktu yang akan menjawab yaa..
    Chilla hebat ya nak…

  5. yuniastuti
    yuniasih dwi astuti October 23, 2013 at 11:01 am

    Mama Chila hebat ya…sukses weaningnya.kakak chila juga pintar, semoga jadi kakak yang baek buat calon dedeknya ya kakak chila. saya masih mengumpulkan keberanian untuk menyapih si adek yang sudah 2 tahun 3 bulan nih…gagal terus gagal terusss..hiks…

  6. sLesTa
    shinta lestari October 23, 2013 at 11:28 am

    terharuu sekali bacanya. good job, chila & mommy minjee!! gue selalu sedih kalo masuk tahap weaning anak. anak pertama gue, sama persis proses weaningnya (walopun bukan karena mau ada adek), cuma di hipnosis dan disebutin berulang2 kalau sudah gede. tepat dia mau 2thn, dia berhenti sendiri.

    sekarang gue juga lagi proses weaning anak kedua nih. dia sudah 21bln, dan sudah sering gue hypno juga tapi masih lagi getol2nya walaupun dia menyusui itu hanya malam saja. jadi sekarang gue suka nyobain tiap malam untuk nyobain nidurin tanpa mimik. gak setiap malam tapi dia udah mulai tau kalo ditanya.. “neishia mimik gak?” dia langsung jawab, “abis!” heheh.. tapi ya kalo mau tidur tetep kayaknya belom tenang kalo gak nempel. jadi mesti extra kerja keras deh kalo emang mau nidurin tanpa nenenin. bisa sih tapi kasian ah, masih ada 3 bulan buat dia mimik.

  7. amie_chan
    amie_chan October 23, 2013 at 1:42 pm

    mewek bacanya T_T skr gw juga lagi nursing while pregnant sih dan masih ada waktu 2 bulan sebelum 2 tahun jadi masih dalam masa kasih pengertian dan hypnosis. Pas tau hamil apalagi pas nipple mulai sensitif sempet kepikiran sih buat mempercepat proses sapih tapi kalo ngeliat mukanya pas nenen malah emaknya yang mellow…huhuhu

  8. hestia
    Hestia Amriyani October 23, 2013 at 1:47 pm

    Aaahhh, heartwarming! :’)

  9. baiq_intan
    baiq_intan October 23, 2013 at 1:51 pm

    Terharu bacanya mommy chila
    Semoga mommy,chl,dan dhedek di perut sehat2 yah :)

  10. wiwien09
    wiwien09 October 23, 2013 at 3:45 pm

    Hebat Mommy Minjee, chila pinter …happy ending dan sukses…anak saya sudah 3 tahun lebih masih nenen, krn saya gak tega tiap liat azka merengek minta nenen :) , kudu tega-tegan niy nyapihnya. #tepokjidat

  11. nahdhiyah
    Zumroh Indah Nahdhiyah October 23, 2013 at 3:50 pm

    ending nya bikn berkaca-kaca :)
    peluk cium buat kakak chila yg hebat demi dedeknya :*

  12. sapta
    sapta ningsih October 23, 2013 at 3:52 pm

    wah sama banget ceritanya Mommy Minjee, saya pun positif hamil anak kedua pada saat anak pertama 18 bulan..sekarang si kakak ( 20 bulan ) sudah mulai pelan-pelan disapih, tidur malam sudah bisa sendiri..hanya tidur siang yang kadang masih minta mimik..menyapih itu memang butuh kesabaran dan kelapangan hati, kadang saya masih suka ngga tega liat muka si kakak :( dan ternyata berhenti menyusui itu rasanya seperti patah hati yaa..sedih luar biasa..

  13. bunda_rizma
    bunda_rizma October 24, 2013 at 9:19 am

    berkaca-kaca mbaca bagian weaning nya. membayangkan nanti mngakhiri menyusui sama rizma pasti sedih banget n g tega. keren kk chila. bikin yg baca mbrebes mili T.T

  14. elzahra
    elzahra October 24, 2013 at 11:05 am

    good job chila & momy chila *hug

  15. raras aurell
    raras aurell October 24, 2013 at 1:20 pm

    terharu bacanya… :’)
    perjalananku masih panjang, masih 1,5 tahun lagi, semoga moment menyusui yg sangat indah ini terus bisa aku nikmati :)
    selamat ya chilla n mamanya…

  16. gabe1981
    Seymour Magabe October 24, 2013 at 2:56 pm

    Hebat! Mbak, 1 minggu cukup untuk WWL ya? Kirain butuh sebulan-an

  17. lydiiaaaa
    lydiiaaaa October 25, 2013 at 12:17 am

    Wuuaaa beka keyen

  18. MommyMinjee
    MommyMinjee October 25, 2013 at 10:30 am

    Terima kasih semuanya yg sudah komen…

    Buat yg lg mau nyapih, kayanya memang harus mama nya dulu yg siapin hati.. Hehehe .. Klo sudah bisa anaknya pasti nerima.. Semangat ya semua!

  19. aqua_rien
    Irina Nurwulan October 25, 2013 at 11:15 am

    Subhanallah MommyMinjee…pengalamannya persis dengan pengalaman saya saat ini. Anak paling besar baru 18 bulan, tiba-tiba saya hamil 7 minggu due to accidentally. Awalnya saya galau memikirkan kelangsungan proses menyusui anak paling besar. Akhirnya saya dan suami bersikeras untuk tetap menyusui sampe genap usianya 2 tahun. Tapi, ya begitulah rintangan yang harus dilalui, sangatlah berat, terutama dari orang tua (nenek, ibu mertua, tante-tante) dan tetangga sekitar yang terus-menerus menyuruh saya menyapihnya. Setelah membaca pengalaman MommyMinjee, sepertinya saya kembali optimis dapat melalui semua rintangan itu dengan baik. Bisa menyelesaikan masa menyusui hingga 2 tahun terlebih dahulu. Insyaa Allah. Thanks for sharing.

  20. yuniastuti
    yuniasih dwi astuti October 25, 2013 at 11:24 am

    @mommyMinjee…1000% SETUJUUU!!!! :)

  21. tikuka
    atika larasati October 28, 2013 at 1:58 pm

    bebeeek…kamu hebat! :)

  22. October 29, 2013 at 3:47 pm

    Haduh MommyMinjee pas banget nih saya bacanya. Sejak kemarin bimbang mau nyapih Josh padahal minggu depan udah 2 tahun dan kehamilan saya masuk 5 bulan. Tapi kok rasanya masih belum rela mau nyapih yaa… Setiap kali mikir ga bakal mesra-mesraan sama jagoan kecilku langsung batal tekad nyapihnya. Hiks…

  23. mom2A
    mom2A October 30, 2013 at 8:40 am

    so nice Chila

  24. asripraba
    asripraba October 30, 2013 at 8:45 am

    so sweet mom… terima kasih sudah meng inspirasi :)

  25. orlindahayu
    orlindahayu October 30, 2013 at 10:47 am

    waaah sedih jd nya, :-D, baby saya sekarang msh 19 bln, sebenrnya saya juga gk musti 2 thn berhenti.. kmren coba2 bilang kalau mimik mama buat adek bayi, Olin (nama anak saya) mimik pakai gelas krn olin udh gede.. ternyata yg terjadi dia bersikap layak nya adek bayi…haha.. mulai rengek2an nya, dan bilang olin bayi.. olin mau mimik mama, ternyata bisa terjadi hal2 diluar dugaan, kalau mimik mama nya buat adek bayi, jd anak saya bersikap seperti adek bayi biar bisa mimik sama mama nya..haha, entah sampai kapan saya akan memulai wwl lg, krn sy msh senang rupanya untuk menyusui, yg tdk rela saya sendiri sepertinya xixixi….

  26. golda
    golda October 31, 2013 at 3:09 am

    Terharu bacanya. Ngeliat foto Chila newborn, jadi inget wajah anakku pas newborn, so cute, di saat yg sama nipple cracked. Tau bahwa harus nyusuin, wajah cute, tapi perih. Bener-bener bikin stress. Untung bisa dilewati.

  27. Rina Ummu Adlan
    Rina Ummu Adlan December 21, 2013 at 10:40 pm

    saya pun kemaren g ada kendala dalam menyapih Adlan (2tahun 5bulan).. cukup saya bilang ‘Abang, susu nya buat adek yaa, gantian nenennya’ dia udah g mau nenen, cuma teteup dia minta pegang nenen saya saja.. tetapi setelah itu dia tantrum, 2 minggu tantrum tanpa alasan.. setelah saya ngobrol sm temen2 ternyata bs jadi karena proses sapihnya, Adlan jadi canggung karena udah g nyusu lagi.. Akhirnya sekarang dia tak kasih nenen lagi.. dan ternyata nenen nya jadi lebih sering daripada ketika dia belom disapih.. :(

    sekarang kehamilan saya sudah 8bulan, insyaalloh pertengahan januari HPL saya.. siap2 saja kemungkinan saya bakal tandem nursing, tapi saya tetep berjuang (walo jadinya lebih sulit) untuk menyapih Adlan..

    Semoga Adlan sukses disapih seperti baby Chila :*

  28. wini_binini
    wini_binini January 23, 2014 at 9:24 am

    *berkaca kaca*
    Adsilla baru 7 bln sih..tapi jadi sedih ngebayangin nanti pas dia 2 taun harus brenti nenen…

    *galau
    **padahal gak lagi mau dapet
    ***belom dapet lagi setelah melahirkan

  29. linara
    linara February 10, 2014 at 3:30 pm

    berkaca-kaca..

    chila pinter bgt ya jadi kaka..

    aku juga nih positif hamil 7w dan skrg Nara (9m, anak pertama)
    insya allah aku mau tandem nursing..
    hehehhe..
    jdi semangat buat tandem nursing..
    krna ibuku ngelarang aku, kta nya ” Nara gak gemuk2 ini klo km ttp nyusuin”, “klo Nara disapih, tar makannya bnyak n bisa gemuk tau!” dsb..

    aku mau kasih pengertian lgi aah k ibuku..
    jadi semangat,,
    makasih mommy minjee n kaka chila :*

  30. kembanggeulis
    kembanggeulis February 22, 2014 at 5:34 pm

    Waahh.. ceritanya mirip.. saya hamil lagi pas kaka cifa 18 bulan.. sayangnya saya ga berhasil melanjutkan menyusui kaka sampai 2th.. saya yg sejak kaka lahir sudah baby blues.. nipple cracked tiada henti karena si kaka tongue tie dan saya ga pinter menyusui si kaka.. sampai 5 bulan masih berdarah darah.. sampai akhirnya di usia 18 bulan sebelum ketahuan hamil nipple saya berdarah darah lagi.. sungguh membuat trauma.. hingga akhirnya saya ikhlaskan untuk menyapih si kaka di usia 18 bulan..
    Btw baru tau ada mitos klo nwp bisa bikin diare.. tapi itu kejadian di saya lhoo.. sebelum saya ketahuan hamil padahal udah hamil.. si kaka mencra mencri.. kata dsa sih rotavirus.. mungkin kebetulan aja yah..

  31. mommy kirra
    mommy kirra July 2, 2014 at 3:54 pm

    Wahhh.. ceritanya mengharukan mommy minjee. Mudah2an saya dan Kirra bisa seperti chilla dan mommynya :)
    saya sekarang juga baru hamil, minggu kemarin positif lewat testpack. tapi kirra masih 17 bulan. Saya ingin sekali menyusui sampai 2T atau at least 22 bulan. Tapi keluarga menyarankan untuk menyapih karena waktu hamil kirra riwayat kehamilan saya cukup sulit.saya di sarankan mengajarkan Kirra minum sufor, sudah coba beberapa merek dan sukses di sembur adahal baru satu sendok. Jadi bingung, saya juga belum periksa kandungan ke dokter, khawatir dokter meminta saya berhenti menyusui Kirra.
    Actually, saya masih belum rela untuk menyapih kirra. Ga tega lihat muka sedihnya ketika minta mimik.

  32. Yenni274
    Yenni274 July 13, 2014 at 3:24 pm

    Wow hebat bgt cara menyapihnya. Saya melawati masa menyapih dengan penuh air mata :( air mata si kakak dan air mata saya sendiri.. ga tega bgt :( + rasa bersalah harus menyerahkan si kakak ke pengasuh setelah 2 tahun saya rawat sendiri. Seminggu sebelum melahirkan si adik br si kakak lepas asi, itu pun dengan susah payah (setiap mau tidur digendong sus berjam2 dan saya harus ngumpet spy tidak kelihatan) ga tega bgt denger tangisannya mencari2 saya. Puji Tuhan masa2 itu udah lewat, skrg si kakak bs tidur cm dengan ditepuk2 saya atau ayahnya. Yang paling saya syukuri dia tidak iri.ketika saya menyusui si adik bahkan sangat sayang dengan adiknya.

  33. IvaniaYanienda
    IvaniaYanienda September 12, 2015 at 9:36 pm

    Tfs mom… semoga aku berhasil wwl yg udah jalan 5hari ini..amin

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.