Berkenalan Dengan Warna

astri

Sejak Zee berumur 1,5 tahun, saya mulai memperkenalkannya pada cat air. Awalnya saya hanya ingin mengajak dia bermain cat, supaya dia bisa merasakan serunya berantakan dengan cat air. Namun rupanya, perkenalan dengan cat air terlalu dini. Alhasil, pertama kali saya membawa palet berisi air berwarna, bukannya bermain dengan kuas, Zee malah menumpahkan semua isi paletnya. Akhirnya saya menunda cat air, dan beralih ke krayon.

Awalnya, Zee lebih tertarik mengeluarkan dan menyusun kembali krayonnya ke dalam kotak, daripada menggambar bentuk. Namun, saya tetap memperkenalkan serunya menggambar. Saya mulai menggambar bentuk-bentuk yang sudah dia kenal, seperti balon, bola, kupu-kupu, dan bunga. Sambil terus ngoceh sendiri, “Zee ini bunga warna merah” atau “Balon warna biru”. Lama-lama dia mulai tertarik memperhatikan saya, dan mulai menirukan ucapan-ucapan saya dan berani menggores-gores krayonnya dengan bentuk tak beraturan.

Karena saya bekerja, saya pesan kepada si mbak pengasuh, agar setiap hari Zee diajak bermain krayon. Lama-lama terlihat adanya kemajuan. Warna pertama yang dia kenal adalah hijau. Saking kenalnya, semua warna dia sebut hijau. Misalnya ketika saya menggambar bunga warna pink, saya akan Tanya “Zee bunga ini warna apa?” dia akan menjawab lantang “ijau”. Lalu saya koreksi, “No sayang, ini warna pink,” lalu dia akan meniru saya “pin.. pin”.

Zee juga sudah mulai bisa minta, gambar-gambar yang dia suka. “Munga” untuk bunga, atau “baon” untuk balon, bahkan dia bisa minta digambarkan “kicot” untuk bekicot.

Warna kedua setelah hijau, adalah cokelat. Saya juga heran, saya pikir anak balita akan mudah mengenali warna primer seperti merah atau kuning, tapi Zee malah mengenali cokelat. Meski kadang komentarnya lucu, kalau saya tanya, “Ini warna apa, Nak?” (sambil memegang krayon cokelat) dia akan menjawab, “Cokat.. nyam.. nyam.. nyam.. enaakk,”. :)

Saya melihatnya sebagai sebuah kemajuan, setidaknya dia sudah mengerti, ada di dunia ini yang bernama warna. Selain saat menggambar, saya aktif menjelaskan tentang berbagai warna hampir pada setiap kesempatan. Ketika melihat daun, saya akan bilang, “Daun hijau” atau ketika dia pakai baju biru, saya akan bilang, “Zee pakai baju biru”.

Kadang, saya juga bertanya pada dia, “Topinya warna apa, Zee?” nanti dia akan menebak-nebak dengan acak kadang hijau, kadang cokelat, kadang pink. Lama-lama dia mulai bisa membedakan warna pink, biru, kuning, merah, bahkan hitam, oranye, dan abu-abu. Sekarang, usia Zee 23 bulan, tanpa perlu ditanya, dia aktif mengenali berbagai warna di sekitar. “Baju uti biyuu” atau sesekali komentar “Bungaa meaah”. Lucu sekali!Untuk kegiatan melukis dengan cat air pun dia lebih fokus, bisa menggunakan kuas atau tangannya untuk mencoret-coret bentuk abstrak. Kalau gambar dengan krayon, dia punya gambar favorit yakni ulat panjang. Saya bisa menggambar banyak sekali ulat dengan krayon yang sekarang penampakannya sudah patah-patah.

Belajar dari pengalaman, inilah beberapa tips memperkenalkan warna pada anak:

  1. Jangan memaksakan. Menurut saya pengenalan warna akan lebih mudah jika anak sudah bisa berbicara satu atau dua kata, sehingga dia pun excited dengan serunya kenalan dengan warna sekaligus dapat kata-kata baru.
  2. Nikmati prosesnya, satu warna perlahan-lahan. Jangan berharap, anak langsung bisa mengenali semua warna sekaligus.
  3. Stimulasi terus menerus. Begitu mengerti konsep warna, sebutkan saja berbagai warna dalam percakapan sehari-hari. Perkuat warna yang sudah dia kenali, dan tunjukkan berbagai warna lainnya. Lama-lama dia akan mengerti, bahwa begitu banyak warna yang berbeda.
  4. Jadikan pengalaman ini menyenangkan baginya. Puji jika dia sudah berhasil mengenali warna baru, kadang saya sengaja menunjukkan ada mbah-mbahnya jika Zee sudah bisa mengenali warna baru, supaya dia merasa dihargai.

18 Comments

  1. IntanDian
    Dian Sarwono August 30, 2010 at 5:29 am

    Waah tips-nya bermanfaat sekali… Thanks ya…

  2. Mirza Resita
    August 30, 2010 at 5:32 am

    Wahhh, kereen. Bayi 23 bln dah pinter bedain warna…
    Tfs ya mbak. Entar2 nyobain ke Ikram ah, yg skrg masih 4 bln..:), moga2 nggak lupa.

  3. Mirza Resita
    August 30, 2010 at 7:26 am

    TFS…pas banget nih sharingnya. Saat ini naldi (21m 2w) baru bisa menyebutkan warna kuning, tapi setiap ditanya “ini warna apa?”, ya dijawab kuning semua…hehehe. Siap meluncur ke toko buku deh beli krayon plus kertas gambar.

  4. gabriella
    Gabriella Felicia August 30, 2010 at 7:55 am

    Aku juga pakai metode yang kira2 mirip denganmu… mulai mengenalkan krayon saat Albert 18 bln, setiap benda aku kasih tahu warnanya, dan sekarang, Albert 25 bln sudah kenal bermacam2 warna, bahkan kalau pakai baju mau yang warnanya sama, atasan, celana, sampai sepatunya… atau maunya pakai baju yang warnanya sama dengan mama papanya… giliran mamanya yang pusing… hahaha… TFS Astri…

  5. sLesTa
    shinta lestari August 30, 2010 at 8:04 am

    yay! waktu baca artikel ini pas di submit, paaas banget gue juga baru sukses ngajarin naia ttg colors. umurnya juga sama sama Zee waktu Naia belajar warna, dan prosesnya juga sama. bedanya mungkin Naia juga diajarin dgn proses macem2 di sekolahnya… jadinya dia belajar 2 bhasa untuk warna, though she prefers to say it in english.

    great tips, astri! and fotonya Zee itu lucuuu banget!! she so cute with such a great smile..

  6. eka
    Eka Wulandari Gobel August 30, 2010 at 9:01 am

    zee pinter n lucu banget yaa..!
    Enzo juga cepet ngerti warna coklat, karena sukanya makan coklat. Selain coklat warna yang dia hafal adalah warna biru, putih dan kuning, karena sering naik taksi blue bird dan tiap abis sikat gigi selalu dipuji ‘wah keren, giginya putih bersih sekarang, gak kuning2 lagi.’

  7. astri
    astri August 30, 2010 at 10:25 am

    dear all terima kasih commentnya yaa :)
    sampai sekarang zee sangat suka aktivitas menggambar seperti main cat air, main krayon, main spidol, dan pensil warna. Meski kebanyakan dia minta saya yang menggambar dan dia nebak-nebak gambarnya hehehe.

  8. thelilsoldier
    inga August 30, 2010 at 10:48 am

    lucu banget zee :)

    mau nambahin aja, gue liat sendiri ada temen Raka yang bosan dan marah karena ditanya2 tentang warna (metode pengenalannya adalah dengan flash card dan ditanya-tanya, “ini warna apa” “itu warna apa”). Marahnya ditunjukkan dengan menjawab asal-asalan dan menolak menjawab.

    kebetulan pas si ibu ngadu ke gurunya, gue ada di sekitar situ (jadi nguping ceritanya). lalu dijelaskan metode pengenalan warna yang tidak ‘memaksakan’ selain yang disebutkan di atas:
    - sortir dan klasifikasi –> “ayo kumpulin warna yang sama”, di sini anak belum perlu hafal ini ijo atau kuning atau merah. sambil bermain..
    - asosiasikan –> “jeruk ini warnanya oranye, apalagi yang oranye ya?”

    dulu sih Raka gue ajak berhari “Rabu Biru” –> semuanya warna biru, atau “Minggu Merah”.. eh semakin bisa milih, semakin susah, karena dia maunya pake baju merah terus..

  9. otty
    Pangastuti Sri Handayani August 30, 2010 at 11:54 am

    Wah tipsnya bagus nih. Bakal diinget2 dan dijalankan sekitar 6 bulan lagi :) TFS ya…

  10. August 30, 2010 at 4:04 pm

    wah, lucu banget zee…

    dulu cara gue ternyata rada lain ama Astri dan Inga… kalo gue kasih nama boneka dan mainan aina pake warnanya. misalnya, kucing oranye, ayam ungu, kucing kuning, moose merah, etc. efeknya lumayan cepet sih… sebelum bisa ngomong, udah bisa nunjuk warna (sebelum 1 taun)… dan udah punya preference warna.

  11. sefa
    Sefa Firdaus August 30, 2010 at 7:01 pm

    terimakasih tipsnya

    thalia: tossssss, gue juga skg ini ngenalin warna lewat mainan kareem, yg paling dia inget skg ini sih paus biru sama pink dolphin… kalo ditanya mana paus biru atau pink dolphin, dia bakalan nunjuk-nunjuk :)

  12. superpippo
    Astrid Lim August 30, 2010 at 8:57 pm

    Astri,thx tipsnya ya,menarik bgt emang ngajarin anak something new in a fun way..btw,zee lucu dan pinter.trus kok sukanya digambarin bekicot,haha very cute!

  13. retnasihombing
    retna neary August 31, 2010 at 12:20 am

    tfs! Jadi inget dulu pas ngenalin warna dengan nyoba coret2 krayon masing2 warna, kathleen frustasi pas gue coret krayon putih kok gak keluar warnanya, sampe bolak-balik nunjuk kertas harus kelihatan warnanya, yah, soalnya dia malah bingung gue jelasin konsep krayon putih gak akan kelihatan warnanya kl ditulis di atas kertas putih hihihi

  14. Mirza Resita
    August 31, 2010 at 1:31 pm

    wah tfs… skr eve 8 mos dah mulai gw kenalin bentuk dan warna. Tp caranya kaya thalia, jd bilangnya kotak kuning or segitiga merah

  15. abidcute
    Arvita September 4, 2010 at 9:50 am

    q

  16. Mirza Resita
    September 6, 2010 at 5:04 pm

    agak kaget nih, baru tahu ada proses ky gini. kirain usia 1,5thn dah kenal warna itu wajar:) kebetulan aya dah sering kubacain cerita sjk usia 3 bln. begitu 7 bln dah kubelikan krayon anti toxic, jd dah sering kuajakin mewarnai sambil diajakin cerita ini kupu2 warna merah dsbnya. begitu dah bs jalan, aya dah tau hampir semua warna. jadi begitu usia 1,5 thn, aya dah kenal semua warna. tp emang tiap anak beda2 ya mana yg cpt duluan. soalnya kayanya aya msh cadel ngomongnya. dan br bs ngobrol rame bgt sjk usia 2 thn 2 bln. pdhl kalo anak lain dah ngomongnya banyak bgt usia segitu:)

  17. dhira rahman
    dhira rahman September 13, 2010 at 9:11 am

    hihihi.. zee lucu sekaliii!
    aku pakai cara kaya thalia juga :)

    Oh iyaa, mau nambahin, di ELC ada jual mainan button yang bulatannya besar-besar (aman gak bakal tertelan) untuk belajar warna. it really works ;)

  18. mama mili
    mama mili January 20, 2012 at 11:44 am

    sama niy, mili juga warna pertama yg dia kenal warna hijau, dan semuanya dibilang warna hijau …heheheh …

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.