Bermain dengan Barang Bekas

novayantie herdina

Bermain adalah salah satu elemen penting dalam tumbuh kembang anak. Saat bermain, anak tidak hanya merasa nyaman dan bahagia, tetapi juga belajar untuk mengekpresikan diri, bekerja sama, belajar mematuhi aturan, dan juga meningkatkan kreativitas. Sesuai dengan tujuan bermain yang diinginkan, ragam pilihan bermain yang ditawarkan kepada anak pun tentunya akan berbeda. Nah terkait dengan permainan kreatif, maka bermain dengan barang bekas adalah salah satu alternatif yang bisa kita tawarkan. Kalau tidak salah, saya mulai memperkenalkan permainan ini sejak anak sulung saya berusia 4 tahun. Sampai sekarang, si sulung akan berumur 9 tahun dan adiknya (5 tahun) senang sekali bermain dengan barang bekas. Mereka menyebut permainan ini  dengan istilah “bikin-bikin”.

Salah satu aspek positif yang bisa didapat dari bermain dengan barang bekas tentunya adalah meningkatkan kreativitas anak, karena mereka belajar untuk mengubah satu barang yang tampaknya sudah tidak bisa terpakai menjadi sesuatu yang masih bisa mereka manfaatkan untuk bermain. Walaupun pada akhirnya tetap akan dibuang, toh setidaknya sampah tadi masih bisa memberikan manfaat untuk dijadikan sarana bermain dalam beberapa waktu. Selain melatih kreativitas, gerakan seperti menggunting, menempel, membuat pola juga akan bermanfaat dalam melatih motorik halus anak.

Untuk media bermain dengan barang bekas, Urban Mama bisa menggunakan apa saja yang ada di sekitar kita seperti kotak tisu, karton bekas, bekas wadah telur, bekas air mineral, pakaian bekas, kotak sereal, plastik, atau apa saja yang tidak kita gunakan lagi. Penggunaan alat bantu seperti gunting, alat tulis, lem, tali, jarum jahit, tali, dsb kita perkenalkan sesuai tumbuh kembang dan kemampuan anak. Untuk menghindari cedera, selain sebisa mungkin mendampingi, juga ada baiknya kita berikan batasan: mana yang mereka bisa/boleh lakukan sendiri, mana yang mereka harus minta pertolongan. Tentunya Urban Mama dapat melakukan pengukuran sampai mana kemampuan dan keamanan buah hati dalam menggunakan alat bantu.

Agar anak mau dan suka bermain dengan barang bekas memang membutuhkan proses dan waktu, tidak bisa instan. Pada tahap awal, yang pertama dapat kita lakukan adalah ikut bermain bersama mereka. Disesuaikan dengan tumbuh kembang dan juga kegemaran setiap anak, kita bisa mulai dengan “mencontohkan” bagaimana belajar memanipulasi barang bekas tersebut, misalnya bekas air mineral bisa kita ubah jadi terowongan untuk mobil-mobilan, bisa menjadi alat musik jika diisi dengan kerikil, tutupnya bisa dimanfaatkan menjadi bola mata, dan sebagainya.

Menstimulasi anak dengan pertanyaan, “menurutmu, ini bisa kita jadikan apa ya?” mungkin dapat memicu mereka untuk mulai berkarya.  Tentunya, Urban Mama sepakat bahwa menghargai pendapat anak, walaupun terkesan sangat sederhana, sangatlah penting. Kebalikannya, jika kita rasa ide yang mereka utarakan terlalu sulit, pertanyaan seperti “menurutmu, bagaimana kamu akan membuatnya?” mungkin akan dapat membantu anak untuk mewujudkan ide mereka tanpa terkesan mematahkan kreativitas mereka.

Dalam bermain dengan barang bekas, point penting yang mungkin harus kita garis bawahi adalah membiasakan mereka berpikir “barang bekas ini bisa dibuat atau dimanfaatkan menjadi apa ya?”.  Hasil karya yang didapat bukanlah tujuan utama, tidak langsung “menciptakan” sesuatu yang unik atau wah pun tidak  masalah, yang penting adalah proses anak mulai berpikir untuk mengubah dan berkarya.

Ketika anak sudah mulai senang bermain dengan barang bekas, saya berusaha hanya ikut campur ketika ingin memperkenalkan ide/teknik baru dan memberi bantuan hanya jika dibutuhkan. Dengan kata lain menahan diri untuk tidak terlalu banyak mengutak-atik proyek mereka, baik itu ikut campur secara fisik atau ikut campur saran. Kecuali kalau proyek itu adalah proyek bersama saya dan anak, atau ketika mereka memang kesulitan (misalnya butuh untuk membolongi atau menggunting media yang keras) atau juga untuk alasan keamanan anak. Untuk anak yang sudah lebih besar, bermain dengan barang bekas tidak harus selesai dalam satu kali main. Biasanya anak akan merasa “keren dan tertantang” karena memiliki proyek bersambung.

Setelah anak bermain dan berkarya, biarkan anak “mengevaluasi” hasil karyanya. Memberikan penghargaan atas usaha dan hasil karyanya, atau menyemangati dan membantu anak melihat hal positif dari hasil karyanya tentunya juga merupakan hal yang penting. Oh ya, jangan lupa hasil karya sang buah hati didokumentasikan ya, semoga ketika mereka dewasa nanti  buah hati kita bisa tersenyum sendiri melihat hasil karya mereka ketika kecil, sweet childhood memory untuk anak dan juga mama. Selamat mencoba!!

25 Comments

  1. ZataLigouw
    Zata Ligouw November 20, 2014 at 8:36 am

    Keren Nov! acara bikin-bikin ini selain fun pasti nambah daya kreativitas anak2 yaa..

    harus digiatkan lagi nih buat anak2 gw. Thanks inspirasinya ya Novvv…

  2. ipeh
    Musdalifa Anas November 20, 2014 at 8:40 am

    waaah great artikel mama Nova, jujur gue bukan mama kreatif jadi kadang suka langsung hasil aja, atau beli mainan baru yg bisa langsung dipakai. Padahal prakarya baarang bekas banyak banget unsur edukasinya dan kreatifitasnya. Semoga bisa mulai kaya mama nova nih. Tfs yaaa.

  3. siska.knoch
    Siska Knoch November 20, 2014 at 10:34 am

    Waaa thanks for sharing Nov :) kreatif bgt!

  4. gabriella
    Gabriella Felicia November 20, 2014 at 10:39 am

    Waaah keren banget hasil-hasil karyanya, bisa buat ide nanti bikin-bikin sama albert nih… Sama persis suka banget sama acara bikin-bikin di rumah…

  5. Kira Kara
    Bunda Wiwit November 20, 2014 at 12:56 pm

    kereeen… aku jadi inget pernah bikin baju dari tas kresek kayak gitu buat ki-ka. Nanti di ubek-ubek lagi buat di post di gallery craft deeh.. Inspiratif nih. TFS!

  6. bunda_rizma
    bunda_rizma November 21, 2014 at 10:40 am

    waaah…. kreatif sekali. hasilnya bagus. bisa jd ide utk bbrp bulan kedepan lg nih. tfs ya mom nova :)

  7. andinigelar
    andini ardani November 22, 2014 at 4:56 pm

    suka banget ide recycle, reuse dan recycling…tfs Mom..siap nyontek :)

  8. cindy
    cindy vania November 26, 2014 at 2:26 pm

    Keren banget artikelnya mba Nova.
    Hasilnya juga baguuus,kreatif banget :)

    Mau coba buat mainan dari barang bekas juga aah.

  9. deravee03
    deravee03 November 27, 2014 at 5:58 am

    Mama Nova, mo nanya yg sendal jepit ceritanya bikin apa? Lucu2 bgt mainannya:) jadi semangat lagi buat bikin2

  10. fmasudah
    Fenny Masudah November 27, 2014 at 8:38 am

    Paling suka sama buat barang2 bekas juga aku mba nova, jadi ngirit yah mba dan mengurangi sampah. Salut sama ide2nya

  11. fmasudah
    Fenny Masudah November 27, 2014 at 8:39 am

    Paling suka sama buat barang2 bekas juga aku mba nova, jadi ngirit yah mba dan mengurangi sampah. Salut sama ide2nya

  12. enjimagetsari
    Enji Magetsari November 28, 2014 at 9:43 am

    waaah, ikutan dong bikin maenannya..dulu paling suka bikin rumah2an boneka dari kardus bekas. TFS Mom Nova and happy birthday yaa Mom, semoga selalu sehat. Aamiin.

  13. rainiw
    Aini Hanafiah November 30, 2014 at 12:14 am

    Keren banget ini! :D tfs ya Nova, jadi kebayang deh kardus2 bekas di rumah ini bisa dimanfaatkan jadi apa saja

  14. novayantie herdina
    novayantie herdina December 1, 2014 at 2:07 am

    @ mbak zata… sami sami mbak, ia dan kadang aku sendiri suka ternganga dengan ide mereka.. ohhhh bisa ya ternyata dijadiin gitu #emak bengong hehehehehe

  15. novayantie herdina
    novayantie herdina December 1, 2014 at 2:09 am

    @ mbak musdalifa… ia mbak ayoo dimulai bisa kok, sayang banged itu barang bekas kalau langsung dibuang bisa dimanfaatin sebagai mainan dulu, ngirit juga hahahhaha #modus sebenernya ketauan

  16. novayantie herdina
    novayantie herdina December 1, 2014 at 2:10 am

    @ mbak sisca… sama sama mbak, selamat mencoba yaaaa

  17. novayantie herdina
    novayantie herdina December 1, 2014 at 2:11 am

    @ mbak gabriella.. he eh sebenernya anak anak biasanya suka kok disuruh bikin bikin, berasa boleh ngeberantakin secara legal kali ya hehehe

  18. novayantie herdina
    novayantie herdina December 1, 2014 at 2:12 am

    @ bunda wiwit.. ia tuh lucu baju baju dari keresek gitu atau apa gitu.. sami sami mbak, seneng bisa berbagi :)

  19. novayantie herdina
    novayantie herdina December 1, 2014 at 2:13 am

    @ bunda rizma.. mkasi mbak, sami sami.. hasil ga gitu penting, yg penting usaha mereka untuk mengolah .. selamat mencobaaa yaaa, have fun mbakkk

  20. novayantie herdina
    novayantie herdina December 1, 2014 at 2:13 am

    @mbak andini.. monggo dicontek mbakk dengan senang hati, selamat bikin bikin dan have fun yaaaaa

  21. novayantie herdina
    novayantie herdina December 1, 2014 at 2:14 am

    @ mbak cindy,, mkasii mbak, senang bisa berbagii.. ayoooo kita bikin bikin yoookkk

  22. novayantie herdina
    novayantie herdina December 1, 2014 at 2:15 am

    @ mbak deravee.. itu sendal jepit ceritanya jadi panah dan busurnya mbak hahahaha ia aku juga ngakak sendiri pas liat

  23. novayantie herdina
    novayantie herdina December 1, 2014 at 2:19 am

    @ mbak fenny.. hahahaa ia bener setidaknya ada alternatif yg kita bisa tawarkan dan bisa diolah sebelum dibuang… hayuk yuk kita bikin bikin

  24. novayantie herdina
    novayantie herdina December 1, 2014 at 2:20 am

    @ enji.. mkasiiiiii enji aamiin YRA buat doanya… hayu kita main bikin bikin, have fun yaaa

  25. novayantie herdina
    novayantie herdina December 1, 2014 at 2:21 am

    @ mbak aini.. wahhh ia bener mbak, kardus itu harta karun hahaha, coba aja dilipet rapih jadi kempes gitu disimpen di gudang, kapan butuh tinggal ambil satu satu.. murah, seneng dan amazing anak anak ngejadiin itu kardus jadi apa

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.