Kelahiran Kareem

sefa

Dari awal saya sudah bertekad untuk melahirkan secara normal. Saya ingin merasakan semua rasa yang pernah ibu tercinta rasakan saat melahirkan saya. Keinginan melahirkan secara normal ini pula yang membuat saya semangat dan rajin bergerak diujung kehamilan plus mengikuti kursus persiapan melahirkan, bahkan rajin meminum air rendaman rumput Fatimah yang dibawakan kakak saya dari Indonesia (saya tinggal di Jerman).

Ternyata sampai hari H, kontraksi saya masih belum teratur dan belum juga ada pembukaan. Saya sudah pergi ke RS tiap dua hari sekali untuk melakukan CTG, namun kontraksi itu belum datang juga. Anehnya, kontraksi selalu saya rasakan setiap malam menjelang tidur, tapi tidak teratur. Pihak RS menginformasikan bahwa setelah H+12, saya harus menginap di RS.

H+1, kondisi kesehatan saya mendadak drop. Saya mengalami batuk dan hidung berlendir yang membuat saya tidak bisa tidur. H+8, saya sudah mulai tidak bisa bernafas, tidurpun dengan mulut terbuka yang menyebabkan bibir saya pecah-pecah karena kering. Saya sudah tidak sanggup lagi dan memutuskan untuk meminta RS mengambil tindakan operasi Caesar.

H+12 subuh, saya melakukan video call dengan kakak tertua yang kebetulan adalah seorang bidan, beliau dan dua putrinya (yang kebetulan adalah dokter dan calon dokter) menyarankan saya untuk meminta tindakan operasi karena menurut mereka, kondisi saya yang sekarang ini sudah pantas untuk dilakukan operasi. Kandungan yang sudah tua umurnya dan kondisi kesehatan saya.

Di RS, di ruang CTG, saya didatangi oleh dokter kepala (DSOG) yang memberikan keterangan tindakan apa saja yang akan saya jalani selama di RS. Beliau bilang, mereka akan menunggu sampai H+16 dengan mengusahakan kelahiran normal sebelum melakukan tindakan c-sect. Saya langsung lemas karena saya takut bila terjadi hal-hal yang tidak saya inginkan diempat hari mendatang. Saya-pun mengutarakan keinginan saya untuk melakukan c-sect berikut alasan-alasannya dan pendapat kakak dan keponakan-keponakan saya ditanah air. Namun dokter tetap bersikeras saya harus mengikuti prosedur karena tidak ada indikasi sama sekali (menurut beliau) untuk melakukan c-sect pada saya dan mengatakan bahwa kalau saya bersikeras, saya harus membayar biaya ekstra 1000Euro karena melakukan c-sect secara sengaja. Hampir saja saya menjawab bahwa saya tidak peduli kalau harus membayar ekstra, karena saya tidak mau kehilangan Kareem, namun suami menyabarkan saya. Dokter menjanjikan akan membuat saya tidur nyenyak setelah saya bilang sudah 4 hari saya tidak bisa tidur karena batuk dan tidak bisa bernafas. Saya-pun pasrah, apalagi suami memohon saya untuk bersabar dan berserah diri.

Setelah CTG tersebut, saya di-induksi selama 1 jam, namun tetap, tanda-tanda kontraksi belum juga datang. Saya-pun dipersilakan untuk istirahat dikamar pasien untuk kemudian datang kembali setelah makan siang. Entah kenapa, hari itu saya merasa sangat lapar, saya-pun menghabiskan seluruh jatah makan siang saya.

Jam 12 siang, saya melakukan CTG kembali, kali ini bidan yang memasangkan alat CTG terlihat masih muda dan baru, karena susah bagi beliau untuk menemukan letak jantung Kareem. Setelah dua kali gagal, akhirnya berhasil juga. Setelah beberapa menit CTG berlangsung, tiba-tiba detak jantung Kareem naik dengan drastis menjadi 190 untuk kemudian turun secara perlahan. Di saat detak jantungnya menjadi 60, saya kira itu adalah detak jantung saya, saya minta suami untuk memperbaiki posisi alat CTG, namun tidak juga kunjung kami dapatkan detak jantung Kareem, malah detak jantung yang 60 itu perlahan turun untuk kemudian menjadi nol dan berubah menjadi tanda tanya. Suami-pun langsung memencet bel memanggil bidan yang bertugas. Namun bidan yang datang tidak bisa berbuat apa-apa dan memanggil bala bantuan. Penuhlah kamar saya dengan para tenaga medis yang berusaha mendapatkan kembali detak jatuk Kareem. Saya hanya bisa menangis dan menangis setelah sadar bahwa tanda tanya itu adalah tanda hilangnya detak jantung Kareem.

Setelah diinfus dan disuntik, alhamdulillah jantung Kareem kembali berdetak dan perlahan menjadi normal. Saya-pun dipindahkan ke ruang bersalin, dikelilingi oleh tim dokter. Kepala DSA menerangkan apa yang terjadi dan mengatakan bahwa melahirkan secara normal bisa saja kembali diusahakan, namun hal tersebut bisa membahayakan nyawa Kareem, sehingga c-sect adalah tindakan yang paling bijaksana. Saya dan suami langsung menyetujui untuk melakukan operasi karena bagi kami, keselamatan Kareem adalah segalanya.

Di saat dibacakan efek apa saja yang bisa saya dapatkan lewat c-sect dan apakah saya siap dengan risiko tersebut, saya mengangguk pasti. Saya sudah siap, Kareem adalah segalanya buat saya dan saya tidak peduli kalau itu berarti harus mengambil nyawa saya. Pesan saya kepada suami juga untuk memilih Kareem, apabila dia diminta memilih. Suami saya menitikkan air mata mendengar permintaan saya dan kemudian membisikkan doa sebelum tidur ke telinga saya.

Sebelum masuk ruang operasi, saya sempat berpesan kepada kakak saya (yang sengaja datang dari Indonesia untuk menemani saya melahirkan) untuk menelepon ibu di Jakarta dan meminta doanya.

Awalnya akan dilakukan anestesi lokal dan suami bisa mendampingi, tapi ternyata setelah dilakukan kembali pemeriksaan didalam ruangan operasi, diketahui bahwa air ketuban saya sudah hijau dan harus segera dilakukan tindakan operasi dengan pembiusan total.

Jam 13:32 CET, Kareem lahir ke dunia dengan berat 3540gr dan panjang 55cm. Tidak lama kemudian saya pun mengalami pendarahan dari hidung yang membuat saya kembali dibius untuk menghentikan pendarahan. Kakak saya dan suami yang ada diluar ruang operasi-pun menjadi cemas.
Keluar dari ruang pemulihan menuju kamar pasien diakibatkan efek anestesi, saya muntah yang diiringi dengan darah. Kembali saya dikelilingi para medis dengan segala perlengkapan. Alhamdulillah, ternyata darah yang keluar adalah sisa pendarahan pasca operasi tadi.

Kalau mengingat kejadian kelahiran Kareem, saya masih menangis, karena ternyata menurut dokter THT yang menolong saya dimeja operasi mengatakan bahwa paru-paru saya tertutup lendir dan hal ini yang membuat saya pendarahan lewat hidung sehingga saya harus memakai tampon dikedua hidung saya untuk menghindari pendarahan susulan yang menyebabkan saya harus kembali bernafas lewat mulut. Dokter THT tersebut mengatakan kepada suami saya, bahwa saya benar-benar sakit.

Saya tidak habis bersyukur kepada Allah karena apabila tidak dilakukan tindakan c-sect, bisa saja saya dan Kareem tidak bisa selamat dikarenakan kondisi Kareem yang sudah berenang di ketuban yang berwarna hijau dan kondisi paru-paru saya yang tertutup lendir yang membuat saya sulit bernafas. Kalau sampai hal itu terjadi, apakah DSOG yang memaksa saya untuk melahirkan normal mau bertanggung jawab? Dan apakah beliau bisa menggantikan nyawa saya dan Kareem?

Sekarang ini, setiap melihat Kareem tidur dan teringat bagaimana dulu saya hampir kehilangan dia, airmata saya selalu keluar. Alhamdulillah, semua itu sudah lewat. Kareem, mashaalah sehat dan aktif. Semoga Allah selalu melindungi Kareem, memberikanya kesehatan dan melimpahinya dengan barokah, amin.

60 Comments

  1. Mirza Resita
    May 21, 2010 at 3:20 am

    Saya trenyuh sekali membaca cerita Sefa. Sometimes, we can only make plans but only the Almighty who knows and decides.

  2. tisyonk
    tisa 'tisyonk' May 21, 2010 at 3:35 am

    Smg Kareem mjd anak sholeh kebanggaan ibunya y.Ikut mengamini setiap doa Jeng Sefa untuk Kareem :)

    Di eropa emg batas akhir utk ngelahirin normal lama bener yah. Gw ‘nggemboll Ib’ham aja smpe 42minggu..berasa overcooked. Brojol jg krn diinduksi pula euy.. *welah..malah curcol*

  3. ipeh
    Musdalifa Anas May 21, 2010 at 5:33 am

    Sefa, felted banget perjuangannya demi kareem, alhamdulillah berakhir indah ya, pasti rasa sakitnya hilang semua waktu tau kareem lahir dengan selamat & sehat.
    Waktu baca proses CTG yg tiba2 denyut jantung bayi turun di titik 0, jd inget aku juga dulu begitu, karena aku demam tinggi waktu ctg tiba2 denyut jantung turun, hilang, aku langsung diinfus dan dipasangin alat bantu oksigen, ternyata sama ma kareem, lana hidup diketubanku yg udah berwarna hijau.

    Tp dokter disana hebat ya, maksudnya gak terlalu pro c-section, gak seperti beberapa dokter disini, dikit2 krn apa langsung operasi :)

  4. Medy
    medy May 21, 2010 at 5:40 am

    Amin …

    jadi ingat pas ngelahirin Chaca juga terpaksa c-sect krn air ketuban pecah duluan. Itupun mesti nunggu dokternya datang dan praktek dulu!Gak putus2 doa dan plea gw ke Tuhan agar bayi gw selamat.
    Alhamdulillah,memang Tuhan Maha Pengasih dan Maha Penyayang…

    kiss for Kareem ya Sefa..semoga kelak menjadi anak yang berbakti

  5. nalabunbun
    nalabunbun May 21, 2010 at 7:36 am

    salam sayang buat kareem dan ibunya :)

  6. metariza
    Meta May 21, 2010 at 8:05 am

    Sefa, ceritanya menyentuh banget…sampe nangis ngebayangin keadaannya pas hari kelahiran Kareem. Semoga Kareem sehat-sehat terus ya (fotonya ngegemesin banget!!)

  7. mommyaira
    jarvi kurnia lestari May 21, 2010 at 8:36 am

    kiss kiss 4 kareem….yang sayang sama bundamu ya nak…
    he will be a brave boy…just like his amazing mom… :)

  8. myallayna
    Yuli Quinity May 21, 2010 at 8:55 am

    Sefa, baca cerita ini sampe merinding dan sedih. Perjuangan seorang ibu emang hebat ya, klo kareem nanti tau cerita waktu mamanya melahirkannya pasti dia bakal sayaaaang bgt sama mamanya, smg kareem menjadi anak yang baik dan sholeh ya..
    tfs jeng sefa :)

  9. sLesTa
    shinta lestari May 21, 2010 at 9:02 am

    sefa – bacanya sedih sekali sampe hampir menitikkan airmata (tapi ditahan soalnya lagi di kantor :P). benar2 perjuangan banget ya? jadi rada kesel juga ama dokter yang gak mau ngasih c-sect di awal. walopun gue pro lahir normal tapi kalo sudah dalam keadaan kayak kamu yang udah sakit dan gak tahan lagi, kenapa harus diterusin sih? huhuu.. alhamdulillah kareem lahir dengan selamat. mudah2an kareem tumbuh jadi anak yang sehat dan pasti akan sayang sama mamanya kalo denger cerita perjuangan mamanya demi kareem lahir dengan selamat.

  10. May 21, 2010 at 9:06 am

    Sefa, perjuangan luar biasaa.. Gw mpe terharu bacanya.. Kareem must be proud having a great mum :) btw, he’s so cuteee!! Kiss kiss :*

  11. marihuanie
    huanie May 21, 2010 at 9:18 am

    terharuuuuuuu…

  12. ninit
    ninit yunita May 21, 2010 at 9:33 am

    sef, ga nyangka deh proses melahirkan kareem kayak gini… huhu terharu bgt bacanya :’) alhamdulillah semuanya selamat ya sef… insya Allah kareem jadi anak yg sholeh yaaa… kebanggaan kedua orangtuanya :)

    tfs the story yahhh fa. *hugs*

  13. nyanya
    almaviva landjanun May 21, 2010 at 9:43 am

    Sef, sampe ngegeterin hati gue deh ini cerita lo. Cerita yg seperti lo alamin ini salah satunya yang bikin gue bangga banget jd ibu yg bisa melahirkan,dulu gue malah sempet kepikiran untuk adopsi anak aja.Tp alasan gue cemen bgt ‘takut melahirkan’. Kedengerannya kalah sebelum perang ya.Tp setelah baca tentang keberanian banyak perempuan yg berjuang saat melahirkan seperti lo ini,gue berubah pikiran.Alhamdulillah,sekarang dpt anak yg lucu..yg gue kandung sendiri. Semoga anak2 kita jadi anak yg berbakti ya,Sef.Kareem pasti bangga punya mama yg hebat.

  14. May 21, 2010 at 10:08 am

    kareem sayang, love your bibu as much as she loves you ya, nak… meskipun nanti bibu bakal bilang ” i love u even more!”, hehe…
    sefa, u are amazing! i would give my soul for my baby as well.. tapi membaca apa yg sudah kamu lalui, well.. all my thumbs up for u!

  15. Mirza Resita
    May 21, 2010 at 10:28 am

    hiks hiks terharuuu… :(
    i’ld give my soul for my baby also…

  16. eka
    Eka Wulandari Gobel May 21, 2010 at 10:50 am

    Sefa, sampe berkaca2 nih bacanya..
    Semoga sehat2 selalu yaa..
    Hugs!

    *caritissuesekaairmata*

  17. Mirza Resita
    May 21, 2010 at 11:03 am

    Terharu membacanya. Hiks. *sekaairmata*
    Dirimu bener2 membuktikan bahwa ibu akan melakukan apa saja untuk melahirkan anaknya, including her life.

  18. gabriella
    Gabriella Felicia May 21, 2010 at 11:09 am

    Sefa, terharu bacanya… tfs ya…

  19. otty
    Pangastuti Sri Handayani May 21, 2010 at 11:16 am

    Dan gue pun menitikkan air mata, untung meja gue paling belakang jadi ga keliatan :p

    Bingung deh, kenapa dokternya maksa banget mo normal padahal ibunya sendiri udah ga kuat n udah lewat due date juga kan? Tapi alhamdulillah sekarang ibu n anak sama2 sehat ya, that’s all that matters now :)

  20. Mirza Resita
    May 21, 2010 at 11:29 am

    allahmdu4JJI ibu n kareem baik2 aja.sedih membaca’y :((

  21. liactk
    Lia Rosliany May 21, 2010 at 12:12 pm

    waaaw jadi teringat proses melahirkan dulu :)
    u’re so strong,, Saluuuuttt…

  22. Mirza Resita
    May 21, 2010 at 12:31 pm

    Mendengar cerita ini aku jadi ingat kesedihanku pada saat aku tau janinku tidak berkembang, aku hanya sedih dan berharap agar aku segera kembali mendapatkan buah hati….

  23. sukie
    Sukma Pertiwi May 21, 2010 at 12:37 pm

    Sefa…Thanks God sekarang sudah lewat ya masa2 itu..dan pastinya peristiwa itu menjadi titik balik dalam hidup. Salam sayang buat Kareem ya Sef…

  24. Mirza Resita
    May 21, 2010 at 2:24 pm

    salam kenal mba Sefa..

    Terharu.. Alhamdulillah dua-duanya selamat.. semoga Kareem selalu sehat dan jadi anak yang berbakti..

    membaca ceritanya mba Sefa jadi menambah semangat dan kekuatanku untuk bersabar dan berserah diri.. karena hari ini adalah H+1 ku dan belum ada tanda2 apapun. H-9 aku sudah flu berat dan 3 hari kemarin mulai sulit bernafas, sakit kepala dan mual sampai sulit tidur.
    Akhirnya semalam aku ke ke dokter, kata dokter kondisi ketuban dan janinku masih bagus ditunggu seminggu lagi untuk pemeriksaan ulang..

    Semoga bayiku baik-baik saja sampai saatnya memang harus lahir alami, dengan cara induksi atau C-Sect.. apapun akan kulakukan..

    Terima kasih atas ceritanya,, salam buat Kareem..

  25. meralda
    meralda May 21, 2010 at 2:39 pm

    uni, sama! akupun menitikkan air mata.. hiks.. terharu banget deh bacanya..
    kareem, sehat terus ya sayang.. nanti kalo udah besar harus bisa jagain bibu.. *hugs*

  26. Mirza Resita
    May 21, 2010 at 2:41 pm

    Alhamdulillah dua-duanya selamat…

    sekarang yang terpenting adalah menjaga kesehatan kalian berdua, selalu bersukur atas karunia-Nya.. semua pasti ada hikmah nya atas kejadia itu. semoga menjadi anak yang soleh dan selalu berbakti kepada orang tua..

  27. mamidzana
    Ecaterina Silaen May 21, 2010 at 2:45 pm

    Sefa..terharu bacanya :’) Kareem pasti bangga banget sama ibunya nanti..

    BTw,iya ya.. Kok udah lewat hari H dokternya gak ngawasin keadaan bayi dulu sebelum mutusin lanjut normal/c-sect? Apalagi Sefa kan lagi sakit gitu, imho harusnya mikir apakah bayi-nya terpengaruh sakitnya/gak..

    Salut, Sef! :) Salam untuk Kareem..

  28. bunda bear
    bunda bear May 21, 2010 at 3:29 pm

    *speechless*

    Tapi, Alhamdulillah semuanya selamat dan sekarang dua2nya sehat walafiat ya.. semoga selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan. You are such a great mom and Kareem lucky to have you..

  29. dindai
    Dini Setyowati May 21, 2010 at 3:52 pm

    pengen nangis bacanya, sefa bener-bener ibu yang hebat!
    sun sayang buat Kareem yaa..

  30. tiaaja
    tia May 21, 2010 at 4:22 pm

    sefa, terharu banget bacanya. tfs ya sef…
    titip cium buat kareem.

  31. Liz
    Liz May 21, 2010 at 5:01 pm

    Sefa,
    jadi teringet proses gue melahirkan, dg komplikasi walaupun beda skenario. happy to know it’s all behind us now. Sekarang kalo liat celia lagi aktif2nya suka ngga percaya ini anaaak dulu lahirnya preemie.

  32. aindah
    ayutri indah May 21, 2010 at 5:24 pm

    semoga Kareem menjadi anak sholeh dan penyejuk hati kedua orang tuanya.amiiin..

  33. puspita_jewel
    Sitha May 21, 2010 at 5:45 pm

    Sefa, pengalamannya menyentuh sekali… Thank’s for sharing. Semoga Kareem sehat2 terus yah. Dan jadi kebanggaan mamanya.

  34. shinod
    Shinto Husnul Khotimah May 21, 2010 at 6:14 pm

    Subhanallah! Aku terharu bgt sm perjuangan Sefa dan Kareem (ya, ini perjuangan kalian berdua). Allah masih melindungi Sefa dan Kareem dan semoga selalu dilindungi ya olehNya. Amin.
    Kareem ganteng deh Fa, beruntung sekali punya Mama seperti Sefa. :)

  35. Muna
    Muna Chalida Raihani May 21, 2010 at 6:18 pm

    sampe gatau mau bilang apa abis baca artikelnya Sefa ini..
    terharu sangat!! yang jelas, perjuanganmu luar biasa hebat Sef! bener2 perjuangan hidup dan mati yaa.. and yes, setelah punya anak baru menyadari arti dari Surga itu berada di bawah telapak kaki Ibu.. :)

    tfs ya Sef.. kiss buat Kareem.. :)

  36. CNAP
    Intan CnaP May 21, 2010 at 6:59 pm

    Luar biasa mengharukan dan menggetarkan jiwa para ibu…i love kareem n his mom!!
    *million hugs for both of you*

  37. CNAP
    Intan CnaP May 21, 2010 at 7:06 pm

    Luar biasa mengharukan dan menggetarkan jiwa para ibu…i love kareem n his mom!!
    *million hugs for both of you*

  38. Mirza Resita
    May 21, 2010 at 7:31 pm

    salam kenal mba sefa… ter ha ru… matanya smp basah di bagian ‘memilih kareem’ dan ‘doa sebelum tidur’… -hughug-

  39. ditut
    Dita W. Ichwandardi May 21, 2010 at 10:41 pm

    baru bener2 tau Fa, kisah perjuanganmu ngelahirin Kareem. Ngelahirin di negeri orang jauh dari siapa2 aja sedih bgt, apalagi dapet masalah ya Fa. Kiss kiss buat baby Kareem ya.

  40. May 22, 2010 at 1:01 am

    duh, bacanya bikin deg2an… padahal udah tau kalo endingnya kareem lahir dengan selamat, dan sefa juga sekarang baik2 aja. tapi pas baca, duh, kayaknya kok ribet dan painful banget… tfs ya. such an amazing story…

  41. bundaazka
    Deenobee May 22, 2010 at 2:23 pm

    alhamdulillah ..
    hebat.. begitu hebat perjuangan seorang ibu..
    sampe merinding bacanya..
    semoga kareem n mamanya sehat selalu.. amin

  42. sefa
    Sefa Firdaus May 22, 2010 at 4:51 pm

    huaaa.. senengnya cerita ini dimuat, walau pas bacanya sambil berurai air mata, inget gimana sedihnya :)
    makasih ya mamas mods udah tayangin cerita ini, ntar balik lagi deh, kareem mau bobo siang dulu :D

  43. djemima
    Jemima Iskandar May 22, 2010 at 11:36 pm

    Wahhh perjuangannyaaa, berat sekaliiii T_T

    Kalo boleh tau, mbak Sefa umur berapa ya? Lalu apakah sebelum hamil sudah ada masalah lendir di paru2?

    Ah, speechless lah..

  44. Mirza Resita
    May 22, 2010 at 11:50 pm

    sefa, klo kareem baca artikel ini, dia pasti mau jadi anak paling taat sedunia!
    eniwei, walopun sedih klo diinget, tapi pasti udah lupa kan sama rasa sakitnya? :)

  45. myson
    myson May 23, 2010 at 12:37 am

    hi sefa, kemarin sempet baca abis gitu internetnya lemot, berkaca2 mata saya. kebalikan ama di indo ya, yang condong suka cepat2 di C-section aja, tapi sama2 mengerikan. merinding kareem harus di dalem perut sampe ijo2 airnya…poor baby, poor you, but thank God all’s well end’s well. thanks for sharing, sefa. kareem, love your eyes! :)

  46. May 24, 2010 at 10:29 am

    oh iya, lupa komen: fotonya kareem baguuuuuus banget :)

  47. May 24, 2010 at 10:29 am

    oh iya, lupa komen: fotonya kareem baguuuuuus banget :)

  48. sasa_mommytwinnie
    Elisa Darmadi May 24, 2010 at 7:08 pm

    sefa, perjuangannya hebat sekali..sampe berkaca” bacanya…

  49. sefa
    Sefa Firdaus May 25, 2010 at 3:44 am

    indie: betul banget indie, Allah yg menentukan segalanya
    makasih ya :)

    tisyonk: makasih utk mengaminkan doa utk kareem..
    iya, di Eropa pro normal banget sih ya, sharing juga dong cerita kelahirannya Ib’ham, biar bisa jadi semangat utk yg lain :)

    musdalifa: bunda lana, ternyata dirimu mengalami hal yg sama juga walaupun beda versi, alhamdulillah lana dan bunda selamat dan sehat, amin
    memang sih bagus utk pro normal, tapi harusnya mereka meriksa dulu dong keadaan si ibu dan calon bayinya :(

    medy: wah, ternyata banyak cerita dibalik kelahiran bayi-bayi TUM ya :)
    kiss kiss lagi dari kareem utk tante medy dan chaca..
    semoga kareem dan chacha bisa jadi anak-anak yg berbakti pada orang tuanya, amin

    nalabunbun: salam sayang juga utk nalabunbun dari kareem dan bibu :)

    meta: aku baca ini lagi juga masih nangis met, masih inget gimana kami semua bingung dan sedih, bahkan tau gak… kami jadi ngetop di RS gara-gara pendarahanku itu..
    amin.. dirimu sehat juga ya, kalo gak salah lagi hamil bukan? semoga semuanya lancar, amin

    jarvi: cium balik dari kareem
    amin, terimakasih doanya :)

    yuli: inshaallah, semoga kareem jadi anak sholeh
    terimakasih yaa

    slesta: betul shin, perjuangan ibu memang gak ada duanya ya..
    tau gak shin, waktu si kepala DSOG itu dateng, dia didampingi sama DSOG junior, nah pas hari kedua (setelah operasi), si junior ini dateng.. dia tanya-tanya kondisi gue, pas dia tau gue gak bisa tidur krn batuk-batuk dan setiap keluar lendir (maaf) dari mulut (akibat batuk) masih ada darah, dan gimana gue tidur dg mulut terbuka (supaya bisa bernafas), si junior itu matanya berkaca-kaca loh… pdhal dia cowok, dan dia janji akan ngusahaiin supaya batuknya hilang
    terimakasih doanya utk kareem, doa yg sama juga utk naia

  50. sefa
    Sefa Firdaus May 25, 2010 at 4:24 am

    chrisye: inshaallah beneran bisa jadi ibu yg hebat utk kareem, amin *kiss from kareem*

    huanie: :-)

    ninit: amin amin, terimakasih doanya nit.. semoga alde dan arza juga jadi anak sholeh kebanggaan orang tua, amin
    *peluk*

    almaviva: amin, semoga semua bayi-bayi TUM menjadi anak yg berbakti dan penyejuk hati orang tuanya, amin
    sun sayang utk baby rinjani :)

    sisca: hehehe, kayaknya gitu ya sis, ibu pasti bilangnya gitu, i love you even more :D
    dirimu pasti akan melakukan hal sama bila ngalamin apa yg aku alamin :)
    makasih ya

    mega: yup, perjuangan seorang ibu memang gak ada yg ngalahin :)

    sri eka: amin *peluk*

    ririn: iya rin, cinta ibu memang amazing ya :)

    gabriela: sama-sama, terimakasih juga udah baca :)

    pangastuti: gak ngerti deh, instead of periksa dulu gitu kondisi si bayi dan ibunya, eh malah tetep ngotot.. tapi ya spt yg dirimu bilang, alhamdulillah semuanya udah lewat :)

    maria: iya alhamdulillah, Allah Maha Penolong :)

    lia: cerita juga dong li pengalaman melahirkannya.. bisa jadi semangat utk ibu-ibu yg lain loh :)

    verani: ikut sedih :(
    sabar ya, semoga akan segera tiba waktunya dirimu menimang buah hati tercinta, amin

    poetri: salam kenal lagi
    semoga skg ini dirimu dan si bayi sehat wal afiat, amin
    kabar-kabari ya kalo udah melahirkan

    meralda: makasih ya mama gilby :)
    terimakasih juga utk doanya, amin

    frida: iya, skg ini harus menjaga apa yg sudah Allah berikan, kesempatan utk bisa hidup lebih lama
    amin utk doanya

    ecaterina: nah itu dia, sampe skg juga aku gak ngerti, knp si dokter gak meriksa dulu :(

    bunda bear: terimakasih bunda bear, semoga kesehatan dan kebahagiaan juga utk dirimu dan si kecil *maaf gak tau namanya*

    dini: sun sayang lagi dari kareem

    tia: cium juga dari kareem :)

    liz: seneng dirimu dan celia berhasil melalui masa-masa sulit yaa

    ayutri: amin.. terimakasih

    sitha: sama-sama sitha, semoga cerita ini bisa jadi pelajaran utk kita semua ya, dan semoga kejadian spt ini tidak menimpa orang lain
    amin utk doa kesehatan bagi kareem :)

    shinod: alhamdulillah, pertolongan Allah memang selalu ada utk umat-nya
    makasih ya shinod, kareem senyum tuh dibilang ganteng (ditambahin sama bibunya “kayak sekoteng yg belum mateng teng teng teng”)

    muna: iyaaaa… skg baru tau knp surga itu ada ditelapak kaki ibu :)
    sun sayang lagi dari kareem utk tante muna dan rasyid :)

    intan: terimakasih intan, we love you too :) *peluk-peluk*

    tika: terimakasih.. iya, aku milih kareem krn alhamdulillah aku udah dikasih kesempatan sama Allah utk bisa hidup didunia, sementara kareem belum punya kesempatan itu :)
    suami bacain doa tidur katanya biar istrinya dibangunkan lagi dari tidurnya *ihiks, jadi nangis inget gimana suami matanya basah*

    dita: belum sempet cerita sama temen-temen foodie blogger soalnya dit..
    betul banget, sedih ya ngelahirin jauh dari tanah air, tapi harus kuat, iya gak
    sun sayang lagi dari kareem
    btw, neo apa kabar dit? kangen ihhhh

    thalia: berasa yg thal ribetnya? yg paling kasian itu kakakku, dia celingukan gak ngerti apa-apa, wong gak bisa bhs jerman, sementara mau nanya suami gak bisa.. krn suami tampangnya stress banget :D
    terimakasih pujiannya utk foto *jadi malu*

    deenobee: amin amin
    thanks ya doanya

    jemima: gak punya masalah dg lendir selama ini, paling cuma batpil biasa :)

    mira: iya mir, sakitnya udah lupa tiap liat kareem :D

    toto: dokter yg asal c-sect juga gak bener, tapi dokter yg gak mau c-sect pdhal pasiennya udah gak berdaya gitu juga gak bener :D
    me too… i love kareem eyes :)
    oiya, toto gimana keadaannya? udah sehatkan?

    elisa: alhamdulillah dikasih kekuatan utk bisa bertahan dan bisa bareng-bareng kareem skg :)

  51. riansr
    Rianasari May 25, 2010 at 11:30 am

    …:(( gak ngebayangin kalo jadi dirimu…
    peluk cium untuk kareem dan sehat2 selalu for both of you :)

  52. restya
    Neneng Restiana May 25, 2010 at 12:12 pm

    baru baca skrg artikelnya & ga berenti nangis sampe komen yg terakhir…ga bisa komen2 apa,masih nangis sesegukan,cuma mo bilang semoga Sefa,kareem & keluarga sll dlm Lindungan-Nya,amin..

  53. May 26, 2010 at 1:21 pm

    ya Allah, jadikanlah Kareem sebagai anak yang senantiasa menyenangkan dan membahagiakan kedua ortunya.

    Sefa, salut untuk kamu. Look at the prize you have now…Kareem yang ganteng dan sehat. Mata Kareem bener2 bagus yah Fa :)
    Sekali lagi…salut..

  54. sefa
    Sefa Firdaus May 26, 2010 at 9:06 pm

    rianasari: peluk cium juga dari kareem, terimakasih doanya :)

    neneng: peluk-peluk, maaf gak bermaksud membuatmu jadi sedih
    amin amin, semoga kita semua selalu dilindungi-Nya, amin

    imelda: amin ya rabb-al alamin

    terimakasih ya imelda doanya, alhamdulillah.. kareem punya mata yg bikin bibunya gak bosen ngelihat :)

  55. babybenz
    babybenz May 29, 2010 at 4:20 am

    Subhanallah ya. Terharu bgt aku bacanya, smp keluar air mata.. krn aku kmrn sempet ngalamin yg hampir spt itu. Walaupun tidak seberat ujian yg Sefa hadapi. Namun aku bisa ngerasain paniknya, takutnya, mikirin gimana supaya anak yg di dalam perut selamat. Smp skr kalo ngeliatin anakku ga pernah berenti bersyukur krn Allah menyelamatkannya…
    Alhamdulillah ya Mba, Kareemnya skr sudah besar. Sehat dan lucu banget lagi :).

  56. Hopscotch
    Mommy Bri June 19, 2010 at 11:30 am

    Sefaaaaa…. aduh nggak nyangka segitu beratnya perjuanganlo. Waktu dapet kabar dari anak SLF mereka cuma bilang ada sedikit komplikasi dan keadaan elo lemah banget. Alhamdulillah semua terlewati dengan selamat ya….

    *peluk cium untuk dirimu, mom & Kareem*

  57. Mirza Resita
    August 24, 2010 at 2:55 pm

    Aduh mbak,, aku sungguh terharu. Betapa perjuangan seorang ibu itu tidak main-main. Hampir menitikkan airmata tapi aku tahan soalnya di kantor.

    Alhamdulillah akhirnya Kareem dan mbak Sefa sehat-sehat. Semoga Kareem jadi anak yg sholehah dan berbakti pada orangtuanya.

  58. Mirza Resita
    September 21, 2010 at 12:19 pm

    Sudah lama ga denger kabar dari mbak Sefa dan sekarang aku baru tau kisahnya Kareem… *maaf ya mbak aku telat banget taunya*

    Semoga Kareem dan mbak Sefa sehat selalu ya….
    dan semoga mbak Sefa sekeluarga selalu dalam lindunganNya..
    Amin Allahumma Amin…

  59. elfrida
    elfrida May 24, 2012 at 9:54 am

    wah saya menangis baca tulisannya mbk sefa. Puji Tuhan semuanya boleh selamat dan kembali sehat yah… itulah kebesaran Tuhan pada setiap kehamilan dan proses kelahiran. kita wajib slalu bersyukur dan bersandar selalu pada Tuhan.

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.