Liburan ke Ujung Genteng

adisanita

Rencana pergi liburan ke Ujung Genteng bersama keluarga awalnya ditawarkan oleh sepupu suami dan waktu itu direncanakan tanggal 22 Januari. Sepertinya ok juga dan sekalian juga hari itu adalah hari jadi pernikahan saya dan suami yang ke 6. Kami pun berangkat pukul 1 dini hari.

Rute menuju Ujung Genteng yaitu: Ciawi – Cibadak – Sukabumi – Jampang Tengah – Jampang Kulon – Surade – Ujung Genteng. Diperkirakan memakan waktu 7 jam untuk sampai di Ujung Genteng.

Sebelum ke penginapan Hexa di Ujung Genteng, kami mampir untuk melihat Curug Cikaso yang katanya bagus dan ada 3 pancuran. Untuk menuju Curug Cikaso, jalannya juga tidak terlalu bagus, banyak jalan yang berlubang dan agak sempit, apalagi mobil kami bukan mobil yang didesain untuk menghadapi medan yang kurang bersahabat, jadi harus hati-hati untuk menghindari lubang.

Kami melanjutkan perjalanan menuju Ujung Genteng dan mencari penginapan Hexa yang sudah di booking. Kami mendapat bungalow 3 kamar. Setelah beres-beres barang, kami makan siang di penginapan yang bekalnya memang sengaja dibawa dari rumah.
Kami istirahat sebentar, lalu kira-kira pukul 3 sore, motor ojek yang sudah dipesan datang untuk membawa kami ke pantai Pasir Putih dan melihat pelepasan Tukik (anak penyu) ke laut lepas. Harga per ojek Rp.50,000 pulang pergi. Kami pesan 12 motor, konvoi, seru banget! Melewati jalan becek, pasir, air, dan sempit cukup membuat saya cemas tapi sepertinya tukang ojeknya sudah cukup tangkas menghadapi medan seperti ini.

Setelah main di pantai, kami melihat pelepasan Tukik. Tukik dilepas secara masal, katanya supaya mereka bisa melawan predator dan bisa selamat sampai 25 tahun kedepan, lalu kembali lagi untuk bertelur. Tapi biasanya yang selamat hanya sedikit.

Sepanjang jalan pulang kembali ke penginapan, Dammar menangis karena belum puas memegang anak penyu tadi. Sampai di penginapan, mandi, dan makan malam. Kami membeli seafood di warung yang ada di pinggir pantai.

Besok paginya, kami mencari pantai yang arusnya tidak terlalu deras agar anak-anak bisa mandi. Kami lalu menemukan daerah latihan Auri, tempatnya masuk hutan dan sempat was-was juga sih (takut nyasar, jalanan yang jelek, dan mobil terjebak) tapi ternyata ada penjaga yang menunjukkan jalan. Kami hanya menitip KTP di pos penjaga yang bisa diambil lagi begitu pulang.

Kami lalu kembali ke Jakarta.

Harapan saya, pemda Ujung Genteng sepertinya harus mulai dikaryakan agar pariwisata di sana semakin menarik. Dengan demikian, pendapatan warga juga bertambah dan makin dikenal di dunia luar. Jalan menuju ke sana akan lebih baik jika diperbaiki dan lebih banyak penginapan yang bisa menampung banyak pengunjung.

Intinya, kami senang dengan perjalanan ini dan Alhamdulilah anak-anak saya yang jarang bisa melihat pantai/laut, apalagi air terjun, bisa mengalami. Cuaca juga mendukung karena sebelumnya hujan terus, di jalanpun juga aman ngga ada masalah yang berarti, dan alhamdulilah semua juga sehat.

11 Comments

  1. BunDit
    BunDit June 16, 2011 at 8:19 am

    Wow, konvoi dengan 12 motor? Kebayang serunya!. Ternyata ada tempat liburan ok bernama Ujung genteng ya. Semoga pemda setempat segera membuat sarana dan prasarana yang lebih memadai ya. TFS mam :-)

    1. adisanita
      adisanita June 16, 2011 at 12:06 pm

      Iya,seru banget, 12 motor,karena 3 keluarga, dan masing-masing satu ojek, kecuali anakku yang paling kecil, usia 3 th, boncengan barengan aku.

  2. mamashofi
    mamashofi June 16, 2011 at 9:21 am

    Wah serunya…dan fotonya bagus2 banget!!!
    Bulan kemarin udah rencana ke ujung genteng sekeluarga…tapi dicancel karena jauuuuhhh dan cuman sampai pelabuhan ratu.
    Wah perlu dijadwalkan kembali nih…dan perlu persiapan lebih karena memang jauh sampe 7 jam…
    TFS

    1. adisanita
      adisanita June 16, 2011 at 12:07 pm

      Ayo MamaShofi, dijadwalin lagi, biar ga penasaran..hehehe..

  3. eka
    Eka Wulandari Gobel June 16, 2011 at 9:52 am

    seruuu.. Terakhir ke sana kapan ya? Kayaknya sebelum menikah deh… Dan iya, tempatnya keren banget tapi sayang jalanannya jauuuh banget & kurang bersahabat. Udang & kepitingnya juga wuenaaaak buangeet! :)

    1. adisanita
      adisanita June 16, 2011 at 12:09 pm

      Wah, udah lama dong kesananya ya, skr aja dah punya buntut 2 gitu..? hehe.. emang sampe skr jalannya msh agak kurang mulus, dan aku waktu itu ga nyobain beli kepiting, belinya udang dan ikan salem bakar, ueenakk…

  4. sLesTa
    shinta lestari June 16, 2011 at 10:41 am

    waaa seruu banget!!! gue sukaa banget ujung genteng. sama kayak eka, gue juga kesana waktu masih belom nikah. dan walopun perjalanannya panjang dan jauh, tapi puas banget bisa lihat pemandangan yang keren banget

    waktu itu malah sampe malem2 datengin pantai karena pengen liat mama2 penyu yang naek buat ngumpetin telor2nya. seruuu!!

    1. adisanita
      adisanita June 16, 2011 at 12:10 pm

      Oh sempet liat pas bertelurnya ya? aku ga ikutan, krn udah teler…

  5. Honey Josep
    Honey Josep June 16, 2011 at 12:53 pm

    Adisanita,

    tfs jadi tahu apa saja yg harus dipersiapkan kalau ke Ujung Genteng termasuk mental naik motor yg pasti sedikit ngebut itu :)

    Memang udah lama kepengen kesini.. mudah- mudahan dalam waktu dekat tercapai :)

    1. adisanita
      adisanita June 20, 2011 at 11:11 am

      iya mbak honey, awalnya ngeri banget naik motor yg medannya ga rata gitu.. tp lama2 malah enjoy..hehe…anak saya aja sampai ketiduran pas hampir sampai di pantainya, ok moga2 bisa kesana ya

  6. Honey Josep
    Honey Josep June 20, 2011 at 12:30 pm

    hahahaha, mungkin karena anginya sepoi- sepoi jadinya ketiduran :)

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.