Memilih Buku untuk Anak

gabriella

Bagaimana sih cara memilih buku yang cocok untuk anak? Anak-anak sebaiknya pertama kali diperkenalkan pada buku yang seperti apa, ya? Ah, anak saya masih kecil, belum bisa membaca, untuk apa dibelikan banyak buku?

Jujur saja, waktu tahu hamil, saya memang membelikan beberapa buku untuk Albert dan mulai membacakan buku sejak hamil. Dua buku pertama yang saya belikan untuk Albert adalah soft book dan bath book. Mengapa saya belikan dua buku itu, dulu sih alasannya karena dua buku itu yang sering ada di toko perlengkapan bayi.

Tapi ternyata saat Albert sudah lahir, buku-buku itulah yang memang cukup aman untuk dipegang-pegang, atau dimainkan oleh bayi di bawah usia 6 bulan. Saya kemudian juga membelikan dua boardbook tentang binatang dengan warna-warni yang cerah. Ini menjadi buku favorit Albert, dan dengan segera soft book serta buku mandi itu terlupakan.

Beberapa teman yang saya beri kado buku untuk anaknya suka bilang, yah buku ini paling nanti jadi sasaran dirobek-robek atau digigit-gigit oleh anaknya. Albert juga suka merobek-robek kertas, jadi kalau dia sedang tertarik untuk merobek-robek, saya kasih saja koran atau majalah bekas. Mungkin karena sudah diperkenalkan dengan buku sejak usia dini, Albert mengerti bahwa buku itu untuk dibaca bersenang-senang bersama Mama, bukan untuk dirobek-robek.

Berikut ini saya ingin berbagi beberapa tip berkaitan dengan memilih buku untuk anak-anak:

  • Untuk bulan-bulan pertama, menurut penelitian, bayi suka pada buku-buku dengan warna-warni yang kontras, bahkan sekontras hitam dan putih. Contohnya:

Jujur saja, dulu saya tidak tahu tentang hal ini. Saya hanya memilihkan buku-buku dengan warna-warni solid yang cerah.

  • Setelah itu, bayi akan suka pada buku tentang binatang, buku-buku semacam ini memang menarik untuk dibacakan, karena kita bisa menirukan suara berbagai macam binatang, kegiatan membaca buku pun jadi menyenangkan. Kita pun bisa berimprovisasi dengan cerita yang ada di dalam buku itu. Selain itu, bayi juga suka melihat wajah orang lain… kita bisa mencetak beberapa foto anggota keluarga dan ditunjukkan kepada bayi, atau menunjukkan beberapa foto dari majalah.

  • Setelah bayi bisa duduk, kita bisa mengenalkan bayi pada touch and feel books. Bayi bisa merasakan tekstur yang ada. Buku yang mengeluarkan bunyi-bunyian tertentu juga bisa menarik perhatiannya. Buku berukuran sekitar 10 x 10 cm sangat pas untuk digenggam oleh bayi. Lebih baik tidak memberikan buku yang berukuran terlalu besar atau terlalu berat karena koordinasi tangannya belum sempurna. Kasihan kalau si bayi tertimpa buku. Kita bisa mulai membacakan buku-buku tipis, dengan kalimat yang pendek-pendek dan sederhana. Posisi anak biasanya sambil duduk di pangkuan kita.

  • Di atas usia satu tahun, biasanya anak sedang senang bereksplorasi. Kita bisa memilihkan buku-buku berjendela atau buku-buku dengan aktivitas sederhana. Anak-anak juga mulai bisa mengenali karakter-karakter yang pernah ia lihat di televisi dengan yang ada di buku mereka. Saya juga memberikan Albert beberapa buku yang isinya hanya foto-foto benda di sekitar kita. Ternyata dia sangat menyukainya karena bisa melatih kemampuan asosiasinya. Ada juga buku yang isinya foto-foto ekspresi anak-anak. Kita bisa menjelaskan apa arti ekspresi tersebut, dan meminta anak menirukannya. Seringnya pada usia segini anak tampak tidak menyimak atau tidak tertarik pada apa yang kita bacakan, tapi terus saja bacakan, karena mereka sebenarnya tetap mendengarkan.
  • Di atas dua tahun, pilihan buku menjadi makin beragam. Kadang kita bisa terkaget-kaget dengan kemampuan berbahasanya, karena Albert beberapa kali menggunakan kata-kata yang dia ambil dari buku, seperti “terbang ke angkasa”, “menyelam ke dasar lautan”, “mengetuk pintu rumah”, dan sebagainya. Kita juga bisa membacakan ensiklopedia sederhana tentang alat transportasi, tempat-tempat seperti bandara, tentang tubuh manusia, dan sebagainya. Rentang perhatian anak bertambah panjang, bahkan bisa tetap duduk tenang mendengarkan cerita dari buku sekitar 20-40 halaman. Kadang anak minta orangtua untuk membacakan buku favoritnya berulang kali, ikuti saja, karena anak sedang memperdalam pemahamannya terhadap buku itu.
  • Dari buku-buku yang ada itulah anak diharapkan akan tertarik pada huruf, dan kemudian belajar membaca. Dari buku-buku yang ada itu jugalah anak diharapkan akan merasakan pengalaman membaca untuk pertama kalinya.
  • Walaupun anak sudah bisa membaca sendiri, sesi membacakan buku untuk anak-anak tetaplah penting. Jangan sampai akhirnya anak malas membaca buku karena harus selalu membaca sendiri. Pasti mereka akan kehilangan saat-saat kebersamaan saat dibacakan buku.
  • Sesekali ajak anak memilih bukunya sendiri di toko buku. Selain itu, ajak juga anak untuk memilih buku yang akan dibaca bersama-sama.
  • Usahakan selalu membaca terlebih dahulu buku yang akan diberikan pada anak. Agar kita bisa “menyensor” apabila ada bagian yang mungkin kurang cocok atau kata-kata yang kurang sesuai.

Jujur saja, sering saya merasa malas membacakan buku untuk Albert. Tak jarang saya ketiduran saat membacakan buku, atau mendapati Albert mengomel karena saya salah-salah ketika membacakan buku. Tapi semua terbayar saat melihat Albert sangat akrab dengan buku… semoga bisa seterusnya seperti itu…

Selamat berbelanja buku…

22 Comments

  1. mommyaira
    jarvi kurnia lestari April 30, 2012 at 7:38 am

    Yup! So far Aira sukaaaaa banget sama buku…sampe di taksi pun dia akan nyari majalah yang suka ada di belakang bapak supir itu hehehe…jadilah ke mana pun kita pergi, buku jadi bawaan wajib…selamat membacakan buku buat si kecil ya moms….nice article mbk el…kiss kiss buat albert yaaaa!

    1. gabriella
      Gabriella Felicia April 30, 2012 at 10:10 pm

      toss kiki… kapan-kapan baca buku bareng yuk…

  2. eka
    Eka Wulandari Gobel April 30, 2012 at 8:05 am

    setuju, ella! Aku jg seneng bacain buku untuk anak2. Waktu mereka masih bayi, dikasih kado flash card yg hitam putih sama temen, katanya untuk melatih penglihatan bayi, agar mereka terbiasa untuk fokus. Aku sendiri ga yg ngotot bayi harus bisa baca, tp buku2 spt itu digunakan sbg media utk mempererat bonding aja, untuk main2 :) kan kadang mati gaya, ga ada ide mau cerita/ngobrol apa sama bayi :)
    TFS, ella..tipsnya berguna banget! :)

    1. gabriella
      Gabriella Felicia April 30, 2012 at 10:11 pm

      sama2 eka… karena aku gak terlalu cerewet, jadi daripada gak ngerti mau ngajak bayi ngomong apa… aku bacain buku aja…

  3. Kira Kara
    Bunda Wiwit April 30, 2012 at 11:20 am

    yippieee.. seneng deh sama artikel ella.. thanks a lot… great article.. ^_________^

    1. gabriella
      Gabriella Felicia April 30, 2012 at 10:12 pm

      sama2 semoga berguna ya…

  4. bunda aqila pawpaw
    Rika Cahya Oktaviana April 30, 2012 at 12:00 pm

    wah trims mba tips nya sgt berguna sekali,tyt sy bukanlah bunda yg baik,baru sekarang sy beliin aqila softbook pdhl usianya dah mw 3 thn.semoga tdk ada kata terlambat bwt sy dan aqila :-(

    1. gabriella
      Gabriella Felicia April 30, 2012 at 10:16 pm

      sama2… masih banyak banget aspek parenting lain kog… anak bertumbuh dan berkembang tidak hanya dari satu sisi… jangan terlalu mudah berkata bukan bunda yang baik, donk… pasti semua orangtua memberikan yang terbaik untuk anaknya, hanya beda preferensi saja… semangat!

  5. April 30, 2012 at 3:29 pm

    Nice artikel..
    Lengkap sekali.. Dan bener banget deh, tahapan2 yang diuraikan mba Gabriella.
    Sukaaa banget sama fotonya Albert yang gundul.. :D

    1. gabriella
      Gabriella Felicia April 30, 2012 at 10:17 pm

      makasih… semoga berguna ya…

  6. luhayu
    luh ayu kusuma sari April 30, 2012 at 3:39 pm

    Kalau anak saya yang paling gede, kalau mau pup nyari-nyari buku dulu buat dibawa ke toilet. Ups, nyontoh siapa ya ini *tutup muka malu*

    1. gabriella
      Gabriella Felicia April 30, 2012 at 10:19 pm

      ups… kayak siapa ini ya…

  7. ChrisTal
    Christine Tanzil April 30, 2012 at 4:32 pm

    Ilmunya menarik, thanks for sharing :)

    1. gabriella
      Gabriella Felicia April 30, 2012 at 10:19 pm

      sama-sama, semoga berguna ya…

  8. Mir
    Marlin May 1, 2012 at 11:54 am

    Raf juga dah dikenalin sama soft book dari umur 3 minggu :) Ini sih kayaknya emaknya aja yg obsesi ya..? hehe. Raf punya 11 soft book. Mulai 4 bulan aku kasih buku biasa yang ada gambar dan bilingual. Tujuannya bukan untuk belajar bhs Inggris, tapi lebih karena bukunya aja yg provide 2 bahasa. Suka “baca” bareng abi-nya atau susternta.

    Ternyata di usia 6.5 bulan, raf mulai bisa pegang buku cukup baik, dan mulai tertarik untuk membalik2 halamannya sendiri. Kira2 sebulan yang lalu (Raf sekarang 8.5 bulan), tiap dia bangun tidur yang pertama dia jangkau adalah buku yang memang sengaja aku taruh di atas kepalanya bersama dengan kubus kain dan gelang ular kain. Surprise juga pas yang Raf ambil kok malah buku. Dia bolak balik kertasnya walopun jadi lecek2 gitu… :)

  9. Sipiki
    Sipiki May 1, 2012 at 2:27 pm

    wah jadikebayang deh gimana caranya ngajak si kakak biar suka baca nanti. TFS ya Mom :)

  10. Rahmi ibune Hanif
    Rahmi ibune Hanif May 2, 2012 at 10:53 am

    Setuju ma mama Albert. Kebiasaan membaca buku jg sangat membantu menghindarkan anak dr hoby nonton tv or games. Hanif anak sy,dr kecil selalu dibiasakan hadiah buku…maen sabtu minggu acaranya ya ke toko buku he3
    Meskipun belum bisa membaca, tp dia bisa membuka buku dan menceritakan isinya dengan mimicking seperti waktu ibunya bercerita he3
    Ayo gemar membaca…

  11. rina s
    rina susanti May 2, 2012 at 8:58 pm

    setuju …buku membuat anak gak terlalu addict sama tv or games…terbukti pada si kecil saya…

  12. Honey Josep
    Honey Josep May 3, 2012 at 12:17 pm

    selalu senang melihat buku bertebaran di setiap sudut rumah :)

    membaca buku itu ibarat membuka jendela :)

    artikelnya bermanfaat sekali mama Ella :)

    pernah bbrp hari lalu saya sepulang dari kantor mendapati Darren sedang asyik baca buku di kamarnya, padahal biasanya kalau saya pulang dia sudah menyambut di depan pintu :)

  13. marce febriyanto
    marce febriyanto May 4, 2012 at 1:45 am

    sharing yg bagus momy…. quin jg seneng bgt baca,buku hewan bilingual’y banyak… yg paling demen gajah.sayang si kk salah pola asuh,dari orok ama uti’y… jd skrg mulai dasar lg.TFS mom

  14. mitamariska
    mita mariska May 26, 2012 at 6:07 pm

    mantap mom sharingnya *thumbs up* bayi memang ternyata memiliki fase” yg unik dan menarik. stuju bgt dgn kurang tepatnya anggapan bahwa bayi blum bs baca ga usah dibacain buku, justru malah sebaliknya, bayi sampai umur 4 tahun itu perkembangan otaknya plg tinggi, klihatannya aja ga ngerti, tp mereka menyerap semua yg di dengar, lihat, dan raba lohhh * mengutip bukunya glenn doman*

  15. mizmez
    mizmez October 19, 2012 at 1:12 am

    nice sharing mom…..

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.