Menaklukkan Picky Eater

dhira rahman

Picky eater adalah ketakutan terbesar dari orang tua (terutama ibu). Bayangkan jika anak anda hanya mau makan karbohidrat saja, atau segala makanan yang berwarna hijau ditolaknya, bisa juga anything with cheese on top!

*model: Kenzie Maliq Nayzuko, dikirim oleh Nandra Janniata

Mama sibuk memasak aneka menu mulai dari yang makan waktu 3 menit membuatnya sampai yang 3 jam memasaknya. Mulai dari yang berbumbu seadanya sampai bumbu sekomplit-komplitnya. Anak tetap mingkem ngga mau makan, atau makan sih, sesendok, lalu sudah. Jangan keburu bersedih. It’s not your cooking. It’s your genes.

Studi terbaru menunjukkan, bahwa picky eater sangat MUNGKIN diturunkan dari orang tua kepada anak. Dari link ini saya kutipkan:

The study, led by Dr. Lucy Cooke of the department of epidemiology and public health at University College London, was published in the American Journal of Clinical Nutrition in August. Dr. Cooke and others in the field believe it is the first to use a standard scale to investigate the contribution of genetics and environment to childhood neophobia. According to the report, 78 percent is genetic and the other 22 percent environmental.

Umumnya anak belum mulai menjadi picky eater sampai kurang lebih usia 2 tahunan. Mereka masih dengan mudah menerima aneka macam makanan yang disediakan. Setelah menginjak usia 2 tahun, barulah “kegemparan saat makan” umumnya dimulai. Fase ini umumnya akan bertahan hingga usia 4-5 tahun.

Menurut Ellyn Satter, ahli nutrisi anak sekaligus penulis “Child of Mine: Feeding With Love and Good Sense” (Bull Publishing, 2000) Tiap anak memiliki kesukaan dan ketidak sukaan yang berbeda-beda. Hal ini juga dipengaruhi secara genetis, anak laki-laki juga cenderung lebih picky daripada anak perempuan.

Okay, cukup untuk picky-eater-comes-from-genes’s thing. Permasalahannya adalah bagaimana menangani picky eater? berikut ada beberapa tips yang saya kumpulkan dari beberapa sumber, yang dirangkaikan dengan pengalaman pribadi saya. Semoga membantu para urban Mama dan urban Papa.

Diterjemahkan bebas dari askdrsears.com ; mayoclinic.com ; babycenter.com dan kidscooking.about.com

  1. Tawarkan makanan dalam porsi kecil.
  2. Celup (saus keju, jus buah kental, yoghurt).
  3. Oles (selai kacang, mayo buatan sendiri, cheese spread).
  4. Topping (bubuhi dengan topping kesukaannya).
  5. Minum (buatlah smoothie, shakes).
  6. Tampilkan semenarik mungkin, hias dan tatalah seatraktif mungkin.
  7. Sembunyikan makanan yang tidak disukai anak anda dalam makanan lain yang disukainya. Saya membuat spinach raviolli with cheese sauce untuk Zua ketika dia tidak mau makan bayam.
  8. Ajak anak untuk terlibat dalam proses pembuatan makanannya, cobalah mengikuti resep-resep mudah di majalah, atau di website kita tercinta, www.theurbanmama.com
  9. Rileks. Jangan tegang, sebisa mungkin berilah makan anak anda dalam keadaan anda sendiri kenyang, amat membantu meminimalisir stress.
  10. Jangan memaksa anak untuk makan. Ciptakan suasana makan yang menyenangkan untuk anak, ceritakan dongeng tentang makanannya, jangan buat anak merasa waktu makan adalah “waktu teror”.
  11. Kurangilah hal-hal yang bisa mengalihkan perhatiannya untuk makan. Matikan televisi, hindarkan teriakan-teriakan dari kakak atau adik.
  12. Buat orang tua, carilah teman sependeritaan! Bergabunglah di milis, di forum, siapa tahu bila anda bertukar pikiran masalah anda akan ada jalan keluarnya.

 

Sekali lagi, banyak sekali anak-anak didunia ini yang menjadi picky eater. Kadang kala anak hanya sedang malas makan, tapi kita menjudge-nya picky eater, kalau memang begitu, rilekslah urban Mama! Tarik napas panjang, alihkan perhatian anda sampai anda merasa siap lagi untuk menghadapi anak anda.

Picky eater adalah ketakutan terbesar dari orang tua (terutama ibu). Bayangkan jika anak anda hanya mau makan karbohidrat saja, atau segala makanan yang berwarna hijau ditolaknya, bisa juga anything with cheese on top!

Mama sibuk memasak aneka menu mulai dari yang makan waktu 3 menit membuatnya sampai yang 3 jam memasaknya. Mulai dari yang berbumbu seadanya sampai bumbu sekomplit-komplitnya. Anak tetap mingkem ngga mau makan, atau makan sih, sesendok, lalu sudah. Jangan keburu bersedih. It’s not your cooking. It’s your genes.

Studi terbaru menunjukkan, bahwa picky eater sangat MUNGKIN diturunkan dari orang tua kepada anak. Dari link http://www.nytimes.com/2007/10/10/dining/10pick.html?pagewanted=1&_r=1 saya kutipkan :

    The study, led by Dr. Lucy Cooke of the department of epidemiology and public health at University College London, was published in the American Journal of Clinical Nutrition in August. Dr. Cooke and others in the field believe it is the first to use a standard scale to investigate the contribution of genetics and environment to childhood neophobia. According to the report, 78 percent is genetic and the other 22 percent environmental.

Umumnya anak belum mulai menjadi picky eater sampai kurang lebih usia 2 tahunan. Mereka masih dengan mudah menerima aneka macam makanan yang disediakan. Setelah menginjak usia 2 tahun, barulah “kegemparan saat makan” umumnya dimulai. Fase ini umumnya akan bertahan hingga usia 4-5 tahun.

Menurut Ellyn Satter, ahli nutrisi anak sekaligus penulis “Child of Mine: Feeding With Love and Good Sense” (Bull Publishing, 2000) Tiap anak memiliki kesukaan dan ketidak sukaan yang berbeda-beda. Hal ini juga dipengaruhi secara genetis, anak laki-laki juga cenderung lebih picky daripada anak perempuan.

Okay, cukup untuk picky-eater-comes-from-genes’s thing. Permasalahannya adalah bagaimana menangani picky eater? berikut ada beberapa tips yang saya kumpulkan dari beberapa sumber, yang dirangkaikan dengan pengalaman pribadi saya. Semoga membantu para urbanmama dan urbanpapa.

Diterjemahkan bebas dari askdrsears.com ; mayoclinic.com ; babycenter.com dan kidscooking.about.com

   1. Tawarkan makanan dalam porsi kecil
   2. Celup (saus keju, jus buah kental, yoghurt)
         1. Oles (selai kacang,mayo buatan sendiri, cheese spread)
         2. Topping (bubuhi dengan topping kesukaannya)
         3. Minum (buatlah smoothie, shakes)
         4. Tampilkan semenarik mungkin, hias dan tatalah seatraktif mungkin.
         5. Sembunyikan makanan yang tidak disukai anak anda dalam makanan lain yang disukainya. Saya membuat spinach raviolli with cheese sauce buat Zua ketika dia ogah makan bayam.
         6. Ajak anak untuk terlibat dalam proses pembuatan makanannya, cobalah mengikuti resep-resep mudah di majalah, atau di website kita tercinta, www.theurbanmama.com
         7. Rileks.Jangan tegang, sebisa mungkin berilah makan anak anda dalam keadaan anda sendiri kenyang, amat membantu meminimalisir stress.
         8. Jangan memaksa anak untuk makan. Ciptakan suasana makan yang menyenangkan untuk anak, ceritakan dongeng tentang makanannya, jangan buat anak merasa waktu makan adalah ”waktu teror”.
         9. Kurangilah hal-hal yang bisa mengalihkan perhatiannya untuk makan. Matikan televisi, hindarkan teriakan-teriakan dari kakak atau adik.
        10. Buat orang tua, carilah teman sependeritaan!! Bergabunglah dimilis, diforum, siapa tahu bila anda bertukar pikiran masalah anda akan ada jalan keluarnya.

Sekali lagi, banyak sekali anak-anak didunia ini yang menjadi picky eater. Kadang kala anak hanya sedang malas makan, tapi kita menjudge-nya picky eater, kalau memang begitu, rilekslah mama!! Tarik nafas panjang, alihkan perhatian anda sampai anda merasa siap lagi untuk menghadapi anak anda. Ingatlah, ini lelucon saya dan beberapa mama ”kalau belum lolos ngadepin anak susah makan,belum resmi jadi mama”. Tenang, anda tak sendiri :)

27 Comments

  1. ninit
    ninit yunita February 1, 2010 at 6:55 am

    wah asik… artikelnya penting banget nih dhira… arza bentar lagi udah mulai MPASI. semoga sukses awalnya biar ga terlalu picky. tks ya tipsnya! :)

  2. Mommyummy
    della marianka masrah February 1, 2010 at 7:27 am

    Heueueu..gw buanget niy..anak gw susah makan..dr mulai MPASI malahan..

  3. bundayazid
    Rien Chaerani February 1, 2010 at 7:30 am

    *sigh* berarti masih harus nunggu beberapa tahun lagi ya? anak sulungku termasuk yang susah banget makan. dan sepertinya memang turunan dari ayah-bundanya yang waktu kecil juga picky-eater. semoga gen picky-eater resesif di adiknya *fingers-crossed*. so far, adiknya sih masih lahap makan, malah cenderung rakus. soalnya kalau ternyata picky-eater dua-duanya, acara makan bisa horror terus nih, hehehe…

  4. HaidarMoms
    Sari Hermalina Fitri February 1, 2010 at 8:05 am

    Yeahhh…artikelmu cool dhira. Akupun merasakannya….makasi banget ya atas dukunganmu selama ini dan dengan tips-tips darimu. Insya Allah sekarang Haidar dah mau mam, mudah2an picky eater ini ga berulang lagi…:-D

  5. alin
    alin ramadhan February 1, 2010 at 8:53 am

    dhira, anak saya itu picky eater banget! cowok. mungkin ngikutin papa-nya ya yang juga picky eater. huhuhuhhh stress banget deh kalo dia susah makan. baca artikel ini semoga nanti dia bisa saya taklukkan hehehh.

  6. G-Mom
    Indah Kurniawaty February 1, 2010 at 9:49 am

    Picky Eater turunan ya, Dhir? Dan anak laki-laki cenderung lebih picky-eater?? hiuff..untung baik aku dan suamiku agak gragas, doyan semua makanan. Dan semoga itu juga diturunkan ke Ganesh.
    Tapi tips ini tetep perlu sapa tau Ganesh ntar bosan dengan masakan mommy.
    TFS ya, Dhir…

  7. February 1, 2010 at 10:54 am

    wah, turunan ya? duh,serem amaaaat! …moga2 aina bisa break the curse, soalnya baik gue dan suami dua2nya legendaris banget di keluarga besar masing2 sebagai yang paling susah makannya… bisa ampe 3 jam, dan diemut gitu, sampe SD ga ilang2 tuh picky eaternya…

    sor far sih, aina (2.5th) doing very well. pinter, ga picky dan lumayan demen makan. moga2 dia bisa break the curse! *cross-fingers*

  8. sLesTa
    shinta lestari February 1, 2010 at 1:40 pm

    wah start at 2yo? bentar lagi naia bakal masuk fase ini nih. mudah2an dia ga termasuk picky eater. so far sih dia mayan suka makan apaan aja. moga2 terus begitu dan melewati masa ini dengan sukses.

    nonetheless, the tips are definitely very helpful! thanks yah dhir!!

  9. Fie2
    Fie Roeskandar February 1, 2010 at 1:55 pm

    Thanks banget … ini yg lagi aku alami saat ini … dah kurleb 3 bulan si kecil susah makan …. sampe kemaren tuch ta bawa ke Dokter … tp dokter jg bilang mungkin variasi makannya di perbanyak … dan porsinya jgn di samain ma anak gede hehehhe …. thanks yaaa …..:)

  10. NisaNara
    Nisa February 1, 2010 at 2:17 pm

    beh itu gambar ko familiar aja sih…rasanya liat anak sendiri..:D

    Anakku moody sih, kadang ya kalo lagi ga mau ya ntu kaya di atas, dan aku heran kenapa mulut bayi bisa dirapetin sedemikian rupa..kalo mau ya ..abis ampe 2 macem makanan…hmmm

    ya mungkin keturunan sih benar adanya,aku dulu dibilang ibuku juga paling susah makan sih dibanding yang lain, tapi sekaranng bo…kagak pernah nolak makanan nyahahaha

  11. ninit
    ninit yunita February 1, 2010 at 2:19 pm

    kayaknya yang bisa bikin mama happy itu kalo liat anak makan banyak yah :) hahaha. suka terharu deh kalo alde makannya banyak.

  12. dhira rahman
    dhira rahman February 1, 2010 at 2:21 pm

    tuuh kaan!
    Paling nggak saya berhasil membuktikan kebenaran poin nomor 12 :p
    karena join di TUM jadi berasa ada teman menghadapinya hehehe.. Alhamdulillah, so far era GTM zua telah berlalu dan (semoga) jangan kembali lagi.
    Suami saya picky eater (hanya mau telur daging dan tempe) saya sendiri (agak) rakus hahaha, semoga zua ikut gen saya!

  13. Liz
    Liz February 1, 2010 at 3:15 pm

    Duuuh saya musti extra sabar selama 1-2 tahun lagi ya :-)?
    Waktu CĂ©lia umur 18 bulan, dia gembul sekali makannya dan ngga milih2 malah dia makan sendiri. Sejak masuk TK kecil (3 thn) waduh susahnya utk makan, saya harus mutar otak terus utk menaikkan selera makannya. Good article.

  14. weendee
    Windy February 1, 2010 at 3:51 pm

    No 9, 10 gw banget hihi….kok 2t tp msh agak picky yaaa walau udah nagih makan..tp blm lahap :D emang yah ortu gitu yaa..berasa klo anak lahap indahlah dunia ini (gw kalii)

  15. marinania
    marina gardenia February 1, 2010 at 4:23 pm

    wah…thx bgt sharingnya… anakku meskipun belum 2 thn udah begini nih…sukanya ngemil biskuit…makan moody bgt, 5 suap ditelan, next nya buang muka… harus ganti makanan lain…jadi di rumah banyak stok bahan makanan… *harus ekstra sabar…
    untuk point yang lain aku agree sih… tp untuk point 11 sepertinya aku salah ya…biasanya justru untuk membuat dia lupa kalo lagi makan aku setelin dvd yang dia suka…jadi makanan cepet masuk… ternyata ga baik ya? ooooww….
    btw soal turunan?? wah persisnya aku ga tau deh…tapi kata mami aku… “lupa deh dulu kamu gimana…kayanya gampang-gampang aja…” waduw…mesti tanya mertua nih…hihihi

  16. ameleea
    amel sugeng February 1, 2010 at 6:12 pm

    dhira.. pas banget ini article buat aku cermati. secara tanaya baru 2 minggu mpasi.
    thannk u so much *hugs*

  17. djemima
    Jemima Iskandar February 1, 2010 at 10:36 pm

    Whohoooooo, thank God for my love of food :D

    Dari kecil gue terkenal sebagai anak kecil yang makannya kaya porsi tukang bangunan if not more, dan sampe besar pun diri ini rasanya sangat sulit untuk memisahkan diri dari makanan, aahahaha. Tapi suami emang aga picky. Untungnya Ayla sepertinya ikut gen ibunya :)

    Thank you for the article yyaa, sa

  18. djemima
    Jemima Iskandar February 1, 2010 at 10:37 pm

    Haduh kepencet, maksudnya thank you for the article ya, sangat berguna dan informatif! :)

  19. ayuayuayu
    ayuayuayu February 1, 2010 at 10:42 pm

    membaca artikel ini sy langsung manggut2..yep..i often caught in that situation.a lot. hehe

    alhamdulillah siklusnya bisa terputus sejak saya duduk semeja sama alde buat menikmati makanan kami..saling berhadapan, pakai alat makan ‘dewasa’ dan kadang malah sepiring berdua, hasilnya? sekarang dia selalu excited untuk melihat apa yang dihidangkan dan memakannya sampe habis. bahkan juga angguk2 sambil bilang ‘ nak..inaakk’ maksutnya enak..gayanya kaya pemerhati kuliner sejati gitu deh..hehe..

    nice share mom! :)

  20. rrraisha
    Raffa Isha February 1, 2010 at 11:56 pm

    maninania, waaaa sama nih anakku 5 kali suap udahan, trus doyannya bangsa roti2an sama susu2an.. :)

    thanks buat tips2nya, dhira..

  21. riandiani
    ria andiani February 2, 2010 at 11:23 am

    hwaaaa…thanks for the tips mbak dhira,

    Akhir2 ini davina(22bulan) juga mulai susah makan, sedih jadinya…baru 3 suap dia bilang “udaaaah” trus kl kita paksa buat suapin dia nantinya bakal dia lepeh juga trus dia bilang “lepeh lepeh mum”.
    Sekarang kalau makan harus dipisah pisah..suapan pertama nasi doang, suapan berikutnya wortel doang, trus baru dagingnya (kadan dia lepeh2 juga), dia ga mau kalau nasinya dicampur macem2….
    kalau udah mulai mogok makan begini emng bikin stres ya moms?!
    davina lebih doyan makan buah2an dan sayur (heheheh biar langsing kali ya maksudnya hehehehe) jadi khawatir kalau asupan nutrisinya ga lengkap.Untung dia ga mogok minum susu, jd ga terlalu sedih niy.Semoga aja masa mogok ini cuma gara2 lagi tumbuh gigi aja, kalau seterusnya kaya gini bisa stres berat :(

    kl dibilang masalah genetis, mungkin juga ya, scr daddy-nya davina jg dulu susah makan katanya…huuu knapa ga ngikut aku aja ya, secara aku tuh dr bayi ga pernah susah makan(alhasil genduuutttt) hehehehe…

    nice to share with all of you, mommys

  22. sLesTa
    shinta lestari February 2, 2010 at 12:37 pm

    @ria – ia kalo davina makannya maunya dipisah2 gitu, cobain deh, sayur & dagingnya di bikin seperti biasa, trus abis itu di ancurin (puree, blender, etc), jadi berbentuk sauce gitu. trus makannya dituangin ama nasinya. jadi ya dia kayak makan nasi pake sauce, padahal sauce nya itu isinya macem2. ini trik yang gue pake waktu naia kayak davina beberapa bulan yang lalu.

  23. titamelati
    Melati Suryaningtyas February 3, 2010 at 10:50 am

    Percaya bgt tuh yg namanya picky eater keturunan. Soalnya sejak kecil saya sendiri ngga doyan nasi, maunya kentang terus. Pas hamil Nevan (now 13m) juga sebel banget klo liat nasi, doyannya pasta, kentang dan semua makanan kecuali nasi. Pas Nevan umurnya 7 bulanan, saya suka bikin mashed potato atau puree kabocha, ubi dan lain2, lahap banget. Begitu mulai dikenalin bubur saring dari beras, makannya males2an. Klo engga diemut2 ya disembur2, pokoknya susaaahhh bgt. Akhirnya, saya ikutin aja makanan kesukaannya, misalnya kentang. Berbagai variasi kentang, mulai di mashed, dibikin pastel tutup sampai perkedel saya coba dan Alhamdulillah selalu dihabiskan. Lama-lama saya tambahin dikit2 nasi setiap dia makan, prosentasenya tetep banyakan kentangnya sih, tapi bertahap lama2 dia jd terbiasa. sekarang dia udah makan table food dan nggak ada masalah.

  24. mamamala
    Ade Kumalasari February 4, 2010 at 7:02 am

    Jadi ingat suami saya bilang, “Mamanya aja susah makan kok maksa anaknya makan.” Sampai saat ini Ayesha (19 bulan) hanya lahap kalau makan buah (apel, pear, anggur, mangga, pisang, jeruk, semangka, melon). Asupan karbohidrat dan proteinnya sedikit banget. Untung dia suka minum susu banyak.

  25. bundashafa
    Fariella Julian February 9, 2010 at 8:07 am

    oohhh ternyata…every mama merasakan hal yang sama :) kirain aku aja..feels great then, ternyata ini bagian episode jadi mama, masaknya lamaaaaa, dimakan aja nggak..qiqiqi

  26. kicikicik
    Kristina February 10, 2010 at 3:22 pm

    picky eater starts at 2? i hope my son will break the statement. amen.

  27. Mirza Resita
    September 20, 2010 at 4:55 pm

    hiks..hiks.. anakku dr mulai MPASI 6bln sampe skrg 2 thn tetep ga mau makan, dr makanan yg “bagus” sampe akirnya modelan nugget di tolak smua, padahal neneknya punya catering and willing bikin apa aja klo cucunya mau makan :(

    klo lihat kita bawa makannya dia aja udah jejeritan duluan and teriak kenyang, sampe ganti bbrp dokter and vitamin, ga ada kmajuan, wess akirnya cuma bisa pasrah and tetep berusaha

    tp emang bener genetic kali ya, soalnya aku dulu juga terkenal begitu, kmrn adiknya mulai MPASI, lihat adiknya makan dia minta makan juga, tp ya cuma bbrp suap, abis itu balik lagi k habitnya..

    nanti aku coba tips diatas deh, mungkin dia mau klo colak colek :)

    TFS ya mom

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.