Nutrisi Untuk Mama Menyusui

monicapurba
Berliana Monika , ST , MM Konselor Laktasi & La Leche League (LLL) Leader of Rochester South NY, US. Lulusan S1 Fakultas Teknik Sipil&Perencanaan ITB & S2 Magister Manajemen Universitas Indonesia.
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!

Saya menerima banyak pertanyaan mengenai nutrisi untuk Mama menyusui. Juga sayangnya masih banyak mitos-mitos yang salah seputar nutrisi, apa yang Mama makan, dan minum selama menyusui.

Pertanyaan yang sering muncul misalnya:

  • Apa yang perlu dimakan supaya ASI keluarnya lancar?
  • Apakah Mama menyusui harus makan daun katuk setiap hari?
  • Apakah Mama yang menyusui harus lebih sering dan lebih banyak makan?
  • Apa yang Mama menyusui makan supaya menghasilkan ASI yang tidak bening dan lebih padat gizi juga bisa membuat bayi gampang kenyang?
  • Perlukah Mama menyusui minum yang banyak supaya ASI jadi banyak?

Mama juga harus kritis menyikapi berbagai iklan produk-produk yang menyatakan mampu membuat ASI Mama lebih lancar, ASI Mama lebih berkualitas, ASI Mama lebih kental, dan padat gizi. Di tulisan saya kali ini saya akan coba membahas mengenai nutrisi bagi Mama menyusui dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya sudah sebutkan sebelumnya.

Tubuh Mama sudah dirancang Allah SWT agar siap untuk menyusui sejak di masa kehamilan. Jadi pasca Mama melahirkan, tubuh Mama punya cadangan nutrisi yang mencukupi untuk memulai proses menyusui. Mama menyusui dapat menyusui/menghasilkan ASI walaupun asupan nutrisinya tidak maksimal. Kenapa? Karena tubuh akan secara efektif menggunakan nutrisi yang ada di tubuh Mama. Bahkan pada kasus Mama yang malnutrisi, nutrisi untuk mensintesis ASI diambil dari cadangan nutrisi yang ada pada tubuh Mama sejak kehamilan.

Jadi secara umum, nutrisi yang dikonsumsi Mama menyusui sangat sedikit pengaruhnya terhadap produksi dan komposisi ASI.

Berapa kalori yang dibutuhkan oleh Mama menyusui setiap hari? Secara umum, rasakan kebutuhan tubuh Mama untuk makan. Ketika Mama menyusui bayi, sangat wajar bahwa Mama akan lebih sering merasa lapar, apalagi saat bayi berada dalam tahap growth spurt/percepatan pertumbuhan. Menghitung kebutuhan kalori per hari jarang diperlukan kecuali Mama menyusui punya masalah dengan kesehatan dan berat badan.

Dari berbagai sumber, wanita berusia 19-50 tahun, tidak dalam kondisi hamil dan menyusui serta melakukan aktivitas sedang/normal memerlukan 1.800 – 2.200 kcal setiap harinya. Ketika Mama menyusui saat ASI sudah matang, yaitu sekitar 28 hari pasca Mama melahirkan, menyusui secara eksklusif setiap harinya menggunakan sekitar 500 kcal. Jadi secara umum, Mama yang menyusui secara eksklusif memerlukan tambahan 300 – 500 kcal setiap harinya (hanya menambahkan 1 atau 2 porsi camilan sehat dalam sehari). Ketika bayi sudah mulai memasuki masa MPASU (Makanan Pendamping Susu) / selesai menjalani masa ASI Eksklusif selama 6 bulan maka kebutuhan kalori Mama secara bertahap akan berkurang. Rekomendasi dari beberapa sumber adalah Mama yang sedang menyusui mempertahankan 2.200 kcal setiap harinya, yang ideal 2.700 kcal dan 1.800 kcal adalah jumlah minimum. Apabila Mama menyusui hanya mengkonsumsi 1.500 kcal per hari maka produksi ASI tidak terganggu dan komposisi ASI tidak berubah. Produksi ASI akan mengalami masalah bila secara terus menerus Mama menyusui mengkonsumsi kurang dari 1.500 kcal per harinya. Keuntungan Mama menyusui makan secara sehat adalah untuk kesehatan Mama sendiri di masa kini dan juga di masa mendatang.

Berapa banyak cairan yang harus diminum Mama menyusui? Secara umum jawabannya adalah ikuti kebutuhan Mama. Secara umum Mama menyusui akan merasa lebih sering haus terutama setelah menyusui. Penelitian menyatakan bahwa kekurangan cairan tidak menurunkan volume ASI. Panduannya, Mama menyusui membutuhkan 3,1 – 3,8 liter (atau 13 – 16,5 cup) cairan setiap harinya , dan cairan ini tidak hanya didapatkan dari air yang diminum tapi juga dari makanan seperti sup, buah-buahan, sayur-sayuran dll. Cara yang mudah untuk mengukur apakah Mama menyusui sudah mendapatkan cairan secara cukup adalah memperhatikan warna urin Mama. Bila warna urin kuning terang/cerah maka asupan cairan Mama baik/cukup. Tanda-tanda Mama kekurangan cairan selain bisa dilihat dari warna urin yang kuning pekat bahkan cenderung coklat, juga Mama bisa mengalami sembelit/konstipasi, bibir kering, kulit kering. Bila tanda-tanda ini dialami Mama segera tingkatkan asupan cairan Mama.

Pertanyaan yang sering muncul juga: Perlukah Mama menyusui minum susu?

Saya masih ingat dengan baik presentasi dr Utami Roesli di Pelatihan Konseling Menyusui yang saya ikuti ini: Mamalia tidak perlu susu untuk menghasilkan susu!

Jadi tidak ada hubungannya minum susu, baik itu susu cair atau susu khusus ibu menyusui dengan produksi ASI. Bila Mama senang minum susu juga tidak masalah, asal tidak berlebihan (secara umum dibatasi 500 ml / 2 gelas per hari). Bila Mama tidak suka minum susu, maka nutrisi yang terdapat dalam susu bisa didapatkan di bahan makanan lain. Misalnya kalsium bisa didapatkan dari sayuran berwarna hijau, ikan teri, tahu, dll.

Perlukah Mama menyusui mengonsumsi suplemenvitamin? Jawabannya secara umum adalah, bila Mama makan makanan bergizi bervariasi, dan Mama serta bayi mendapatkan sinar matahari pagi yang cukup (sumber Vitamin D) maka Mama tidak perlu mengonsumsi suplemen Vitamin. Bila sejak kehamilan, Mama mengalami anemia dan pasca kelahiran juga masih mengalami anemia maka bisa diskusikan dengan dokter untuk mengkonsumsi tambahan/suplemen zat besi selain meningkatkan konsumsi makanan yang tinggi zat besi dikombinasikan dengan konsumsi sayur/buah yang kaya Vitamin C agar penyerapan zat besinya optimal.

Perlukah Mama menyusui makan daun katuk setiap hari supaya ASInya banyak dan lancar? Logika sederhana saya begini, daun katuk tidak tumbuh di semua belahan dunia. Nah, para Mama menyusui yang tinggal di daerah di mana daun katuk tidak tumbuh/tidak tersedia tetap dapat menyusui dengan baik, produksi ASI nya tidak ada masalah, karena kuncinya adalah memahami Manajemen Laktasi seperti pengosongan payudara (PD) dengan baik setiap menyusui/memerah sehingga hormon Prolaktin dapat maksimal digabungkan dengan perasaan Mama yang bahagia, rileks, yakin bahwa ASInya lancar dan cukup bagi bayinya sehingga hormon Oksitosin bekerja maksimal. Hal ini sudah saya paparkan di tulisan saya dengan judul Apakah ASI saya cukup dan Hormon Prolaktin & Oksitosin ini.

Sudah ada beberapa penelitian mengenai khasiat daun katuk ini. Daun katuk memiliki nama latin Sauropus androgynus leaf. Ada peneliti Indonesia yang meneliti khasiat daun katuk ini pada tikus. Hasil penelitian tersebut diterbitkan pada International Conference on Food Engineering & Biotechnology tahun 2011 di Singapura. Hasilnya bahwa pemberian ekstrak daun katuk pada tikus yang sedang menyusui meningkatkan kadar hormon prolaktin & oksitosin. Semoga di masa mendatang makin banyak penelitian mengenai hal ini dalam skala yang lebih besar. Walaupun secara penelitian ada kecenderungan bahwa daun katuk memang bermanfaat bagi para Mama menyusui tapi tidak bisa diambil kesimpulan bahwa Mama menyusui hanya mengutamakan konsumsi daun katuk ini. Berikutnya akan saya paparkan mengenai panduan gizi secara umum.

Panduan gizi saat ini bukan lagi 4 Sehat 5 Sempurna seperti yang diajarkan ketika Mama (dan saya) waktu kecil dulu (Nasi, lauk pauk , sayur mayur, buah-buahan dan susu). Dengan panduan gizi terbaru, susu bukanlah sebagai pelengkap dalam penyempurna makanan. Sebenarnya, susu adalah sumber protein hewani yang juga terdapat pada telur, ikan, dan daging.

Oleh karena itu di dalam Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS), susu ditempatkan dalam satu kelompok dengan sumber protein hewani lain. Dari segi kualitas protein, telur dalam ilmu gizi dikenal lebih baik dari susu karena daya cerna protein telur lebih tinggi daripada susu.

Berdasarkan hasil kongres gizi internasional yang diselenggarakan di Roma tahun 1992, semua negara peserta (termasuk Indonesia) dianjurkan membuat pedoman umum gizi seimbang. Oleh karena itu pemerintah melalui Direktorat Gizi – Departemen Kesehatan memasyarakatkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) pada tahun 1995. Namun baru pada tahun 2009 secara resmi PUGS diterima masyarakat, sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan No 36 tahun 2009 yang menyebutkan secara eksplisit “Gizi Seimbang” dalam program perbaikan gizi.

Pedoman ini kemudian dituangkan dalam 13 Pesan Dasar Pedoman Umum Gizi Seimbang (13 Pesan Dasar PUGS). Sila dilihat di gambar berikut:

Satu konsep lagi yang digunakan di US yg dikeluarkan oleh USDA (Departmen Agrikultura Amerika Serikat) adalah “MyPlate”:

Konsep ini diberi nama “My Plate”, karena pengaturan komposisi makanannya diilustrasikan di atas sebuah piring makan. Piring “My Plate” terbagi atas empat bagian, yang terdiri atas buah-buahan, sayuran, protein, dan grains (padi-padian). Penarikan konsep Piramida Makanan didasari atas pertimbangan bahwa konsep ini terlalu kompleks. Bila dibandingkan dengan Piramida Makanan, konsep “My Plate” ini memberi porsi yang hampir sama besar pada setiap elemen makanan, tidak seperti bentuk piramida yang memiliki distribusi elemen yang cenderung terlalu berat di bagian karbohidrat dan gula (diwakili oleh roti, nasi, dan mi). Sebagai pelengkap konsep baru ini, USDA juga memberikan beberapa panduan yang lebih mendetail, yaitu: Hindari porsi yang berlebihan ,Setengah dari piring terdiri atas buah-buahan dan sayuran, pilihlah jenis makanan dengan kadar sodium yang lebih rendah, Minumlah air putih daripada minuman yang manis atau mengandung gula.

Bila kembali pada pertanyaan: Perlukah Mama selalu mempertahankan asupan yang sempurna selama menyusui untuk menghasilkan ASI yang berkualitas?

Jawaban singkatnya adalah: Tidak Perlu :).

Berbagai penelitian menyatakan bahwa kualitas makanan Mama hanya sedikit pengaruhnya pada ASI. Kualitas makanan Mamayang tidak baik pengaruhnya adalah pada kesehatan Mama sendiri. Jadi, apakah konsep makan yang sehat direkomendasikan untuk Mama? Tentu Saja! Konsep makan yang sehat tidak hanya dipertahankan saat Mama sedang hamil dan menyusui tapi pertahankan sepanjang waktu dan biasakan juga konsep makan yang sehat ini kepada seluruh anggota keluarga sehingga anak-anak Mama juga terbiasa dengan pola makan yang sehat sedini mungkin.

Di akhir tulisan ini saya akan menjawab pertanyaan: Apa yang Mama menyusui makan supaya menghasilkan ASI yang tidak bening dan lebih padat gizi juga bisa membuat bayi gampang kenyang?

Pertama yang harus dipahami bahwa ASI adalah cairan ‘hidup’ yang kandungan/komposisinya berubah setiap waktunya sesuai kebutuhan bayi. Di menit-menit awal menyusui, ASI awal disebut Foremilk, kaya akan protein, rendah lemak, dan cenderung lebih encer dan bening. Foremilk berfungsi sebagai makanan pembuka/penghilang haus. Foremilk tinggi kandungan lactose yang berfungsi juga untuk perkembangan otak bayi & memberikan energi. Selanjutnya disebut Hindmilk yang kaya akan lemak yang berperan untuk pertambahan berat badan bayi & cenderung kental. Hindmilk mengenyangkan bayi seperti makanan utama. Saat menyusui Mama tidak dapat membedakan secara pasti antara foremilk dan hindmilk. Perubahan foremilk-hindmilk berlangsung secara amat perlahan, penelitian menyatakan menyusui selama 2-3 menit saja, hindmilk sudah keluar. Penelitian juga menyatakan bahwa makin kosong payudara, makin tinggi kandungan lemak dalam ASI. Saya sudah memaparkan bahwa apa yang Mama menyusui makan tidak berpengaruh pada komposisi/kandungan ASI alias ASI akan selalu padat gizi menyesuaikan kebutuhan bayi. Mengenai ASI yang membuat bayi gampang kenyang harus pahami dulu mengenai Manajemen Laktasi.

Observasi: betulkah bayi yang meminta menyusui terus menerus itu karena tidak kenyang? Sudah betulkah posisi & pelekatan? Apakah bayi sedang masuk di tahap Growth Spurt/ percepatan pertumbuhan?
Jadi solusi untuk bayi yang tidak mudah kenyang adalah pahami dulu sebabnya dan kalaupun ternyata bayi dalam tahap Growth spurt maka ASI Mama akan selalu cukup selama Manajemen Laktasinya baik.

Semoga tulisan saya kali ini bermanfaat dan dapat meluruskan mitos-mitos yang mungkin sudah turun temurun kita dengar.

Happy breastfeeding :)

24 Comments

  1. Listya Nurina May 6, 2013 at 3:04 am

    Mom, article yg bagus sekali mengenai asi. Pertanyaan saya, saya sering sekali minum kopi, setial hari pasti minum kopi. So far saya tidak melihat tanda-tanda bayi jadi melek karena efek kafein yg sayabkonsumsi. Pertanyaannya, sebenarnya apakah mengkonsumsi kafein dapat mempengaruhi perkembangan / pertumbuhan anak? Seperti hamil misalkan, para ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi kafein karena akan menghalanginproses penyerapan kalsium ke janin. Apakah pada breastfeeding ada kasus seperti itu?

  2. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika May 6, 2013 at 6:01 am

    Hi Mba Listya Nurina,
    Mengenai Mama menyusui yang minum kopi , berbagai penelitian menyatakan bahwa Mama menyusui minum kopi tidak berlebihan (sekitar 3 cups per hari) tidak akan menimbulkan masalah pada bayi. Walau pada beberapa kasus, bayi2 di bawah usia 6 bulan lebih sensitif akan kandungan kafein (tidak hanya dari kopi) yang dikonsumsi Mama nya.
    Bila Mama menyusui menkonsumsi kafein secara berlebihan dan tubuh bayi akan terstimulasi oleh kafein tersebut dan menunjukkan tanda2 sbb : ““A baby who is being overstimulated by caffeine is a wide-eyed, active, alert baby who doesn’t sleep for long. He may also be unusually fussy.”
    Jadi untuk menjawab pertanyaan Mba apakah Mama menyusui yang mengkonsumsi kafein dapat mempengaruhi perkembangan & pertumbuhan anak? Maka kembali lagi pada 2 hal : apakah bayi termasuk yang sensitif terhadap kafein dan yang kedua apakah Mama menyusui mengkonsumsi kafein secara berlebihan sehingga bayi terstimulasi oleh kafein. Tentu saja bila dalam jangka panjang bayi terstimulasi oleh kafein akan mengganggu pertumbuhannya karena bayi tidak bisa istirahat(tidur) dengan baik & cukup serta lebih rewel (unhappy baby). Mengenai kafein yang dikonsumsi Mama menyusui menghalangi penyerapan kalsium pada tubuh bayi sampai saat ini saya belum menemukan penelitian yang menyatakan hal tsb.
    Semoga membantu ya :)
    -Monika

  3. gurasechan
    gurasechan May 6, 2013 at 11:36 am

    wuah artikel yang membantu sy,,,
    pertanyaan saya, saya waktu hamil berat badan 41.5-55kg
    setelah skitar 2bulan berat bdn sy balik lagi ke 42kg
    trus skitar 4bulan, anak saya susah naik berat bdan
    sedangkan berat badan saya turun sdikit2.
    sekarang ank saya(6bulan) 1bulan berat badan cuma naik skitar 200gr.
    berat badannya skitar 40.5kg..

    sy pikir ini rebutan gizi. Menurut anda bagaimana?
    padahal sy makan biasa, Sarapan,Makan siang, Makan malam
    porsi sudah coa diperbanyak, sudah coba minum susu 2x sehari…
    terima kasih

  4. gurasechan
    gurasechan May 6, 2013 at 11:49 am

    edit:

    sekarang ank saya(6bulan) 1bulan berat badan cuma naik skitar 200gr/bulan
    sedangkan berat badannya saya skitar 40.5kg..

  5. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika May 6, 2013 at 5:01 pm

    Halo Mba Gurasechan,
    Agar diskusi lebih terarah, saya perlu informasi berikut :
    1. Apa penyebab BB Mba rendah dan bahkan turun? Apakah Mba anemia (kapan terakhir cek Hb?) ? Atau Mba sedang menderita penyakit tertentu?
    Bila Mba selama hamil anemia maka cadangan zat besi di tubuh bayi akan defisit dan bayi rentan menderita ADB/Anemia Defisiensi Besi.
    2. Data2 bayi Mba
    Tolong share detil : BBL/Berat Badan Lahir , BB(Berat badan) terendah bila sempat turun pasca lahir, BB usia 2 minggu, BB usia 1 bulan dst sampai data terakhir yang dimiliki, agar saya bisa bantu plot ke GC/Growth Chart WHO.
    Sejak lahir sampai sekarang asupan apa yag diterima bayi? (ASIX , campur sufor?).
    Bagaimana pola menyusunya, apakah on demand?
    Berapa kali pipis/bak dalam sehari?
    Apa bayi Mba saat usia 4 bulan diberi suplementasi zat besi oleh dsa?
    Saat ini bayi Mba sudah mulai MPASI, boleh share sudah memberikan MPASI apa saja?
    Segitu dulu ya Mba data yang saya perlukan

  6. Rury Nurliana
    rury nurliana May 7, 2013 at 9:57 am

    artikel yang sangat…sangat bermafaat buat busui.

    oiya sekalian mau bertanya juga mbak Monika…
    kasus saya hampir sama dengan mama Gurasechan, anak saya Dhiaruna sekarang umur 6m 1d, baru saya perkenalkan MPASI sekali yaitu makan buah pir saja. BBL : 2.79 kg, hingga usianya menginjak 3 bulan itu pasti kenaikan BB nya 1kg/bln, menginjak usian 4bln kenaikan BB nya menurun menjadi 500gr, hingga sekarang usianya 6m kenaikan BB nya dari bulan kemarin paling hanya 200gr, saya pernah bertanya ke DSA nya, katanya memang setelah usia 3 bln keatas untuk kenaikan BB bayi biasanya menurun, tapi DSA nya tidak menjelaskan penyebabnya apa. saya c santai-santai saja soalnya Dhiaruna ASIX tidak memakai Sufor, tapi ortu saya yang khawatir.
    oiya terkadang Dhiaruna diapernya masi ringan, palingan pipis sekali atau dua kali di interval pagi-siang, tapi kadang diapernya penuh sampe berat, apa karena keadaan kota tempat tinggal kami udaranya panas sehingga Dhiaruna mengeluarka keringat yang banyak dan berpengaruh terhadap cairan yang keluar? mohon penjelasannya Mbak.
    makasi banyak sharingnya…. :)

  7. gurasechan
    gurasechan May 7, 2013 at 1:01 pm

    1. Apa penyebab BB Mba rendah dan bahkan turun? Apakah Mba anemia (kapan terakhir cek Hb?) ? Atau Mba sedang menderita penyakit tertentu?
    >> ga ngerti saya juga, berat badan sy sebelum hamil stabil di 42kg dengan porsi makan yg selalu sama. Sepertinya ga anemia, krn ga pusing. Ga sakit juga..

    *Bila Mba selama hamil anemia maka cadangan zat besi di tubuh bayi akan defisit dan bayi rentan menderita ADB/Anemia Defisiensi Besi.
    >> waktu hamil tua, saya suka pusing klo berdiri lama2. itu gula darah kan ya? klo tes darah waktu hamil, saya ga dibilang anemia.

    2. Data2 bayi Mba
    Tolong share detil : BBL/Berat Badan Lahir , BB(Berat badan) terendah bila sempat turun pasca lahir, BB usia 2 minggu, BB usia 1 bulan dst sampai data terakhir yang dimiliki, agar saya bisa bantu plot ke GC/Growth Chart WHO.
    BBL 3,44kg P51cm. BB 1hari 3,4kg. BB 2hr 3,3kg
    BB 2mgg >> (9hari) 3,5kg
    BB 1bulan 15hr >> 5,26kg P58cm
    BB 2bulan 8hr 6,1kg P61cm
    NN 3bulan 6,6kg P63cm
    BB 4bulan 6,9kg P 65cm
    BB 5bulan 7,3kg P 66cm
    BB 6bulan 15hari 7,4kg P 68cm

    *Sejak lahir sampai sekarang asupan apa yag diterima bayi? (ASIX , campur sufor?)>> full ASIX
    *Bagaimana pola menyusunya, apakah on demand?
    >> dijam per 3jam
    *Berapa kali pipis/bak dalam sehari?
    >> kurang jelas yah sy pakai popok sih. sy ganti biasa dlm wkt 6jam. kadang penuh, kadang ga. kloo minum susu paling 7menit, dah gitu dicabut, ditawarin dah ga mau (dah bisa tengkurep)
    *Apa bayi Mba saat usia 4 bulan diberi suplementasi zat besi oleh dsa? >> sejak 5bulan dikasi
    *Saat ini bayi Mba sudah mulai MPASI, boleh share sudah memberikan MPASI apa saja? >> pagi buah, siang gasol +sayur, ,malam gasol+sayur. porsi yg dia mau makan selama 30menit.
    Terima Kasih =)

  8. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika May 7, 2013 at 5:55 pm

    Hi Mba Rury Nurliana,
    Untuk kenaikan BB/Berat Badan, paling ideal setelah 1 bulan di plot ke Growth Chart, Mba bisa plot di kartu kesehatan anak Mba dan lihat bagaimana trend persentilnya apakah stagnan / baik. Yang gak baik ketika 2 bulan berturut2 stagnan/slow growth atau bahkan menurun. Jadi coba Mba analisa dulu bagaimana trend nya, kalau kesulitan mem plot saya akan bantu dengan data BB detil seperti yang saya minta ke Mba Gurasechan. Karena indikator utama kecukupan asupan dari Growth, selain lewat BAK.
    Untuk MPASI saat usia 6,5 bulan mulai berikan makanan kaya zat besi terutama yang dari hewan yaitu red meat dan saat usia 1 tahun Screening status ADB/Anemia Defisiensi Besinya.

    -Monika

  9. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika May 7, 2013 at 6:07 pm

    Hi Mba Gurasechan ,

    Maaf saya lupa tanya anaknya laki2/perempuan ya, karena GC/Growth Chart Boys vs Girls berbeda.
    Berdasarkan GC Boys : Trend dari lahir sampai bulan keempat baik sekali (di Persentil 50) kemudian bulan ke4-5 turun ke Persentil 15
    Berdasarkan GC Girls : Trend dari lahir sampai bulan keempat baik sekali (di Persentil 50) kemudian bulan 4-5 mulai flat dan masuk usia 6 bulan 15 hari mulai memotong garis Persentil 50.

    Untuk pola menyusu yang terbaik adalah On Demand, kecuali ada indikasi medis yang memerlukan penjadwalan (seperti newborn yang menderita Jaundice).
    Saat ini pantau ketat BB berikutnya (usia 7 bulan). Untuk MPASI berikan makanan kaya zat besi seperti red meat.
    Saat usia setahun Screening untuk ADB (status Hb yang utama).
    Menyusu tetap On demand,usahakan sampai PD kosong agar Hindmilk yang kaya lemak untuk peningkatan BB didapatkan bayi.
    HTH
    -Monika

  10. asri putri
    asri putri May 8, 2013 at 12:40 pm

    Hi mba monika,
    Artikelnya baguss banget, slama ini ngrasa bersalah gitu ma si kecil kalo kita makannya gak bergizi,
    Artikel ini menjawab semua nya,.. Bahagia deh jadinya heheee

  11. baiq_intan
    baiq_intan May 14, 2013 at 1:40 pm

    Assalamualaikum Mbak Fatimah,ijin share artikelnya yah:)

  12. alifah
    alifah mubarokah May 20, 2013 at 10:00 am

    Alhamdulillah ada artikel ini di TUM, makasih mba Monika, artikelnya mencerahkan, akhirnya saya yakin kalo ibu menyusui pun bisa berpuasa tanpa takut berkurang kualitas ASI-nya.. :)

  13. lakyabinda
    lakyabinda May 20, 2013 at 4:50 pm

    Dear Mba, anak saya perempuan 1m1d BB lahir 3,645 kg P 51cm, BB 2 minggu 3,8 kg P 53, dan setelah satu bulan BB nya 4,15 P 54,5. Kok perfambahan BBnya ga signifikan ya? Pdhl untuk baby 1 bulan pertambahannya palng tidak 700-1 kg. Bayi saya ASIX menyusunya sangat sering hingga saya kewalahan dan durasi menyusunya cukup lama biasanya sampai dia tertidur baru lepas ASI. Apa yang harus saya lakukan ya mba agar Pertambahan BB bayi saya maksimal?

  14. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika May 20, 2013 at 6:35 pm

    Hi Mba Alifah Mubarokah,
    Betul Mba..Hmm jadi pengen nulis soal Puasa & menyusui di tulisan berikutnya apalagi sudah mau deket bulan Ramadhan ya:). Sebenernya lagi nyiapin tulisan tentang ASI & Imunisasi, Perlindungan Terbaik untuk Buah hati kita :)

    -Monik

  15. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika May 20, 2013 at 6:40 pm

    Dear Mba Lakyabinda,
    Artinya kenaikan BB selama 2 minggu itu : 4,15 – 3,8 = 350 gram or sebulan kira2 700 gram. Sebenarnya masih dalam rentang kenaikan BB normal Mba. Bagaimana jumlah pipisnya per hari? kalau lebih dari 6x sepertinya ga ada masalah kurang asupan (ASI). Coba baca tulisan saya soal Apakah ASI saya cukup ini : http://theurbanmama.com/articles/apakah-asi-saya-cukup.html

    -Monik

  16. baiq_intan
    baiq_intan June 17, 2013 at 9:07 am

    Assalamualaikum,ijin share ya Bun:)

  17. verina
    verina July 9, 2013 at 7:22 pm

    Dear Mba Monik,

    wah artikel yg bermanfaat..
    oia, mengenai foremilk and hindmilk niyh, tiap saya pulang kerja pasti ama mertua dsuru pumping dulu sedikit PD kanan n kiri dgn maksud utk membuang asi yg basi katanya..
    saya siyh sempet berdebat karena menurut saya yg dmaksud asi basi pasti deh si ‘foremilk’ ini ya? karena warnanya sedikit lebih bening ketimbang si ‘hindmilk’,
    benar gga siy ASI itu bs asi (maksud saia yg masih berada dlm PD)?

  18. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika July 9, 2013 at 7:29 pm

    Dear Mba Verina,

    ASI dalam PD/Payudara: Tidak Akan Pernah Basi. Basi terjadi ya karena storing handling ASIperah yg g benar.

    ASI awal : Foremilk.Kaya Lactose yg berguna untuk perkembangan otak bayi serta manfaat2 lainnya, so please Jangan Dibuang.

    -Monik

  19. Theresa
    LiliputMenari August 26, 2013 at 12:41 pm

    Dear Mbak Monik…
    mau tanya..mmg waktu pumping saya bisa lihat foremilk keluar pertama trus lama2 jd pekat (hindmilk). yg mau saya tanyakan..di asip kan foremilk+hindmilk lgs tercampur gitu..trus masuk freezzer lagi..apa kegunaannya nt jadi berubah/berkurang? kalo di kulkas bawah saja gmn?

    terimakasih ^^

  20. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika August 26, 2013 at 6:43 pm

    Dear Mba Theresa,

    Ketika ASIp (ASI perah) disimpan baik di kulkas maupun freezer yang akan berkurang beberapa kandungan nutrisi dan antibodinya. Jadi urut-urutan ASI perah yang terbaik ya ASI perah fresh, ASI perah di kulkas bawah, ASI perah di freezer. Anyway, ASI perah di freezer pun masih lebih baik daripada sufor ya. Jadi dipikirkan strategi Manajemen ASI perahnya apa perlu masuk freezer atau bisa dimanage cukup kulkas bawah saja atau bila hanya meninggalkan bayi sebentar saja maka ASI perah fresh yang diberikan.

    HTH
    -Monik

  21. Theresa
    LiliputMenari August 28, 2013 at 4:51 pm

    Terimakasih bunda Monik… ^^

  22. monicapurba
    Fatimah Berliana Monika October 17, 2013 at 3:30 am

    Dear para Mama,

    Susu wanita/Ibu hamil, susu Ibu menyusui, hanya banyak terdapat di Indonesia. Yuk kritis n cerdas:). Berikut ini bahan bacaan tambahan :

    Breaking the Rules, Stretching the Rules:”Formula” for Mothers”

    Exerpted with Permission, from IBFAN*’s Publication “Breaking the Rules, Stretching the Rules 1998
    (from “Keeping Abreast” Apr-Jun 1999 issue)
    First came infant formula, then follow-up formula, and now, a formula for pregnant and lactating women. Milk for mothers is a very clever invention because it allows companies to ride on the breastfeeding wave and link the goodness of breastfeeding to a new product. At the same time, it gives companies that make infant and follow-up formulae another opportunity to remind mothers, doctors and hospitals of their company names. At least 10 major companies are currently aggressively promoting formulae for pregnant women and lactating mothers. Colourful brochures, advertising on TV, in magazines and newspapers, sponsored ante-natal classes, samples and seminars all contribute to the creation of a brand new market.
    UNNECESSARY

    Do breastfeeding mothers need such formulae? No! A balanced diet of local foods will usually supply all the 14 vitamins and 12 minerals Formance promises the mother. During pregnancy, the body naturally prepares for the baby and for lactation by storing up additional nutrients and energy. Mothers need to know that they are perfectly capable of selecting a healthy diet for themselves and for their infants. Those who are very malnourished cannot afford to buy Anmum, MOM or any other formula. What they need is more nutritious local foods at a fraction of the cost of these glamourous formulas for mothers. Inexpensive supplements of folate, iron and vitamin A in tablet form are also available.

    HARMFUL?

    Yes. The prominent promotional message for this product is that mothers need it in order to breastfeed successfully. For example, an advertisement for Abbott Ross’s Formance proclaims in large print “Promotes the production of breastmilk”. Formance brochures state it will improve both the quality and the quantity of breastmilk. The slogan on the cover of an Anmum 2 brochure from the New Zealand Dairy Board (NZDB) states “Breastfeeding mothers have special nutritional needs different from pregnant women”. The inside of the brochure tells mothers that Anmum 2 improves the quality of breastmilk. Such messages undermine years of breastfeeding promotion designed to show women that breastfeeding comes naturally and every woman can do it. By making breastfeeding more complicated, a busy mother might easily say, “instead of drinking that formula myself, I might as well buy formula for the baby.”

    Moreover, in trying to convince women to buy the products, companies exploit the known advantages of breastfeeding and play on the mothers’ fears, especially her very natural fear that there could be something wrong with the baby or with her milk.

    Formulas for mothers do not violate the letter of the International Code** because they did not exist when the Code was drafted. They do however stretch the spirit of the Code by seriously undermining breastfeeding.

    * IBFAN, the International Baby Food Action Network is a partnership of over 150 groups in over 90 countries. It’s aim is in improving infant health through the protection of breastfeeding. Implementation of the International Code** of Marketing of Breastmilk Substitutes and subsequent World Health Assembly Resolutions relating to infant nutrition is a key part of IBFAN’s work.
    ** The WHO/UNICEF International Code of Marketing of Breastmilk Substitutes was adopted by a Resolution (WHA34.22) of the World Health Assembly in 1981. The International Code bans all promotion of bottlefeeding and sets out requirements for labelling and information on infant feeding. Any activity which undermines breastfeeding also violates the aim and spirit of the Code. The Code and its subsequent World Health Assembly Resolutions are intended as a minimum requirement in all countries.

    For more information, see the IBFAN webpages at [ http://www.gn.apc.org/ibfan/ ]

    http://bmsg.tripod.com/momformula.htm

  23. anokalicious
    anokalicious February 3, 2015 at 10:30 am

    mba monika, ASIP sy tertinggal dikulkas kantor. apakah keesokan harinya (sore) boleh sy minumkan ke anka sy?ASIP ada dikulkas bawah.Apakah masih bagus ASIP nya
    ?

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.